Manajemen Stress Perlu Untuk Menjaga Kualitas Hidup

Stress adalah sebuah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang dalam upaya penyesuaian diri terhadap tekanan yang sifatnya internal (psikologis) maupun eksternal (lingkungan). Dan manusia sebagai makhluk sosial dan juga makhluk yang dinamis dalam sebuah kehidupan sudah dapat dipastikan mengalami STRESS, karena itu Stress adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut. Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan eustress, yaitu stress yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri. Jadi wajar kalau kita dalam kondisi stres jenis yang ini. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan melewati masa-masa STRESS tersebut dengan baik.

Karena Aku Masih Rindu

selalu kuharap hadirmu dalam bingkai rindu selalu ingin ku temui dalam cinta dan kesucian hati semua tak lepas dari asa akan peluk dan dekap mesra enggan tuk menjauh dalam bisik pada kedalaman relung-relung jiwa ku telentang pasrah menunggu peluk cium cumbu rayu ku tengadahkan wajah rentangkan tangan harap dekap dalam kehangatan gelora asmara jangan engkau

Cermin, Refleksi Sebuah Kejujuran

Cermin, siapa yang tidak tahu dan mengenal benda yang satu ini, karena dalam setiap ruang, setiap sisi-sisi rumah akan selalu ada benda ini, tiada habisnya kita mamatut diri didepan cermin untuk sekedar bisa melihat apa yang kurang pantas pada diri kita, karena jelas bawah pengertian cermin sendiri adalah permukaan memantul yang cukup licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang. (http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin). Ach.. itu hanyalah sebuah definisi dan pengertian, namun pernahkah kita sedikit memahami fungsi cermin itu lebih jauh dan lebih dalam lagi, bahwa cermin tidak sekedar pemantul bayang-bayang, bahwa cermin tidak sekedar alat untuk melihat sudah pantaskah dandanan kita. Pernahkah kita menyadari bahwa cermin begitu jujur pada kita. Karena apa yang ada pada diri kita akan dipantulkan demikian apa adanya oleh cermin.