Ingin Bahagia, Tentukan Tujuan Hidupmu

Manusia hidup di dunia ini tentu ingin bahagia dan tidak berharap mengalami kesusahan apalagi penderitaan, akan tetapi hal itu tidak akan mungkin terjadi, kebahagiaan itu ada karena adanya penderitaan. Dan kesusahan ataupun penderitaan adalah sebuah dinamika dalam kehidupan, dan kita tidak akan merasakan kebahagiaan jika tidak mengalami kesusahan ataupun penderitaan itu sendiri.

Ngabekti Dumateng Tiyang Sepuh Ngupadi Kebahagiaan Ing Agesang.. !

Wonten ing agesang kita tansah ngadahi pengajeng-ajeng ingkang inggil lan menika sampun kinodratring menungsa bilih raos dereng cekap lan dereng rumaos marem dumateng menapa ingkang sampun dipun gadhahi sak menika, sak jatosipun raos kebahagiaan menika sanes raos marem (mongkog ing manah) amargi sedaya panjangkaning kajeng saget kasembadan ananging kebahagiaan gesang ingkang sejati inggih menika kados pundi kita saget mensyukuri dumateng menapa ingkang sampun kita raosaken sak meniko. Dados anggadahi raos syukur dumateng sedaya ingkang sampun saget kita nikmati menika sak jatosipun kebahagiaan ing agesang.

Ulat, Kepompong, Kupu-kupu Refleksi Sebuah Kehidupan

Mendengar kata ulat yang terbayang dalam angan kita adalah sosok makhluk yang begitu menjijikan dan terbayang sebuah kerasukan, tidak sedikit orang yang begitu geli dan bahkan jijik bila melihat ulat, belum lagi ulat adalah makhluk perusak karena ketika makan tidak akan berhenti sebelum yang dimakannya habis, sehingga ulat begitu identik dengan sifat-sifat yang kurang baik, namun ketika ulat tersebut telah menjadi kupu-kupu terlihat sebuah keindahan dan ke-elokan dari makhluk ciptaan Tuhan. Makanannya pun serbuk sari dari kuncup-kuncup bunga dan apa yang dilakukan kupu-kupu adalah sebuah hal yang mulia karena dari kaki-kaki-nya akan menyebarkan benih-benih tumbuhan, serta terjadi persilangan tumbuhan secara alami.