Penerapan Balance Scorecard Pada Perusahaan

images8Berdasarkan pertanyaan dari rekan Choirul Anam, di tulisan sebelumnya pada blog ini “Empat Prespektif Dalam Penerapan Balance Scorecard”, tentang bagaimana menerapkan Balance Scorecard pada perusahaan atau organisasi yang profit oriented, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, akan saya coba untuk memaparkan disini, semoga mampu memberikan gambaran dan keterangan yang memuaskan. Dan tentunya saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada rekan Choirul Anam yang telah sudi mampir dan membaca tulisan-tulisan di blog ini, sekaligus saya minta maaf karena baru bisa memberikan jawaban atas pertanyaan anda saat in.  Yang perlu kita pahami bersama agar mencapai kesamaan persepsi bahwa “Balance Scorecard” adalah sebuah “Strategi” hal ini muncul bukan serta merta, diawali dalam studi yang dilaksanakan oleh Kaplan dan Norton (1992) terhadap 12 korporasi, didapat sebenarnya bahwa korporasi tersebut telah mengadopsi scorecard. Kapalan dan Norton melihat ada kelemahan kepada pengukuran kinerja yang dapat menonjolkan pencapaian tujuan  secara terpisah, bahkan cenderung kompetitif yang pada akhirnya mengakibatkan konflik korporasi.

Empat Perspektif Dalam Penerapan Balance Scorecard

Konsep Balance Scorecard dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di sektor bisnis pada tahun 1990. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata: (1) kartu skor (scorecard) dan (2) berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan eksternal.  Dalam definisi lain Balance Scorecardą   adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.

Apakah Creative Accounting Itu ..??

Perseroah Terbatas, CV, Firma dan perusahaan dalam bentuk yang lain adalah sebuah organisasi bisnis yang merupakan sebuah pertemuan dari berbagai macam kontrak kepentingan (nexus of contract), sehingga di dalam proses akuntansi, ada dimensi politis yang terlibat didalamnya. Dimensi politis tersebut adalah sebuah kenyataan bahwa ada pihak-pihak yang berkepentingan dan cukup mempunyai kekuatan untuk menggunakan pengaruhnya ke dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.