ijinkan aku untuk jujur padamu
biarkan aku untuk bicara dan berucap
karenanya cukup kau dengarkan dan pahami
agar kau tak temui kecewa
agar kau tak merasa aku bohongi

wahai manis permata hatiku
duhai sayang kekasih jiwaku
oh.. juwita pelita hatiku

sadarkah kau
tidak bermimpikah kau
bahwasanya aku ini hanya seorang lelaki kecil
dalam kurun waktu berlalu
tiada apapun ku miliki
kecuali cinta, harapan dan mimpi

dan perlu kau tahu bahwa aku tidaklah
se-mulia Muhammad SAW
se-kaya Sulaiman AS,
se-taqwa Ibrahim AS
se-tabah Ayyub AS
atupun se-gagah Musa AS
apalagi se-tampan Yusuf AS

aku hanya bisa berharap
untuk bisa menjadi bijaksana, sabar dan tawakal
mencoba untuk menuju sholeh
dan mengajakmu untuk senantiasa bersyukur

karena baru itu yang mampu aku berikan padamu
maafkan aku,
karena akupun yakin akan kita raih bahagia itu
dengan kita membuka mata, membuka hati dan membuka diri

Blitar, Medio 08 januari 2008

Tulisan ini dalam waktu bersamaan aku submit juga di www.pintuntter.com

Comments (0)

  1. Yudishtira

    Reply

    “”Arie””..Amiin.., mas.. terima kasih atas doa-nya yach.., paling klo udah baca senyum-senyum mas.. he.h.e.

    “one-one”.. terima kasih

  2. Reply

    Wach …. Ngomong2,,,,Si Istri Tercinta dah baca tulisan ini lom Pak Yudhis .. Ehm

    Besok kl ak dah punya Istri minta ajarin ya buat puisi2 semacam ini ūüėÄ

    Smoga klrga Pak Yudhis sllu mendapatkn kebahagiaan bdan rahmat dari_NYA….

    Amiin

    Salam untuk smua keluarga Pak Yudhis …

  3. one-one

    Reply

    indah puisinya, rangkaian kata sederhana tapi selaksa makna

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.