“Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,” teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD). Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.

Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu “Tabloid Bola”, untuk saya tentunya bayar khan tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.

Ketika saya tanya, “setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,” dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,” kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,” perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,”.. lanjut dia.

“Lalu punya cita-cita apa saat ini,” tanya saya

“Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,” jawab dia dengan polos. “Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,” saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain. Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..

“Mas Koran…”.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..

“Hey… gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,”.. celoteh saya.

“Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.

“Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,” lanjutku

“”.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya”, timpal dia..

Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong “, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,”.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.

Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :

  1. Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;
  2. Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;
  3. Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.
  4. Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.

.

Comments (6)

  1. jing_hsu

    Reply

    Kang, terasa nikmatnya ni membaca uraian Akang. Pemerintah tentunya harus mau turun tangan demi tercapainya cita2 dia untukkuliah.

    • admin

      Reply

      tidak yakin kang dengan pemerintah sekarang ini, karena ternyata rakyat seperti kita ini hanya di nina bobokan dengan janji dan janji… he..he, terima kasih akang

  2. Reply

    luar biasa sekali..
    saya terkesima ketika membaca cerita ini,,
    sangat berguna bagi saya,, ingin sukses, tapi pasti awalnya sangat berat sekali..
    dan betul itu, saya rasakan awal2 berat sekali,, namun lambat laun, saya mungkin bisa sukses, dan mengembangkan hasil dari kesuksesan saya itu..

    • admin

      Reply

      siip.. yang terpenting adalah semangat untuk terus berkembang.. dan tidak pernah berhenti ketika terbentur pada masalah ato kesulitan… si penjual koran sekarang sudah nikah dan memiliki 1 putra.. sayang waktu mau aku foto dia menolak dengan halus…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.