Komunikasi, seperti kita tahu, adalah proses penyampaian pesan antara komunikan kepada komunikator. Prasyarat agar komunikasi bisa efektif adalah semua unsur-unsur dalam komunikasi mulai subyek,obyek, metode, media dan isi pesan dalam kondisi yang baik. Dalam sebuah tim, komunikasi efektif akan mengakselerasikan kinerja jadi lebih efisien. Jika komunikasi tidak efektif terjadi baik di level department maupun antar department juga dengan yang berhubungan secara struktural, maka kinerja akan terhambat dan malah mengarah pada destruktif.

Dengan sebuah komunikasi yang efektif kendalan – kendala dalam penyampaian pesan tentu akan dapat diminimalisir sehingga kemungkinan terjadi salah tafsir dan salah dalam menginterprestasikan pesan tidak akan terjadi, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun komunikasi efektif antara lain :

  • Semua elemen harus memahami visi, misi, program perusahaan dan SOP masing – masing department. Ini untuk kesamaan pandangan agar ketika hendak mengerjakan pekerjaannya, semua karyawan bisa bekerja dalam satu frekuensi.
  • Membangun hubungan yang baik antar karyawan dan tim kerja. Hubungan itu tidak hanya yang bersifat hubungan profesional melainkan juga hubungan personal. Dengan adanya hubungan yang seimbang antara profesional dan personal, maka akan menciptakan ikatan “chemistry” dan pemahaman yang lebih bagus. Beberapa cara membangun hubungan yang baik antar karyawan adalah dengan melibatkan mereka pada tugas –tugas bersama, mengadakan kegiatan informal bersama
  • Manfaatkan teknologi. Media chat sekarang sangat variatif, dari Whatsapp, Telegram, dan sebagainya. Ini bisa menjadi media yang dioptimalkan untuk saling sharing,ngobrol dan koordinasi serta memantau kinerja.
  • Kombinasikan teknologi dengan manual. Ada juga media – media manual yang tepat untuk menunjang agar komunikasi bisa tetap efektif, contohnya : papan saran, worksheet, lembar kontrol/lembar checklist,memo, dan sebagainya. Dengan rajin meng-update isi dari media ini, maka missed communication lebih bisa diminimalisir
  • Membangun dan menerapkan budaya kerja saling terbuka, yaitu tidak sungkan dalam berdiskusi, bertanya dan berpendapat, bahkan kritik. Ini akan membuat komunikasi tidak tersumbat.
  • Membiasakan sikap ramah. Dengan sikap ini, orang jadi tidak punya persepsi negatif dulu terhadap kita. Ini akan memudahkan untuk membuka komunikasi dan menyampaikan informasi dengan lebih luwes.

Dalam hal komunikasi, terkadang untuk memperoleh komunikasi yang konstruktif sangat-lah sulit, kebanyakan memang yang kita rasakan adalah sebuah komunikasi yang destruktif. Komunikasi Konstruktif sendiri adalah sebuah komunikasi yang membangun dan membina dengan informasi – informasi yang mengarah pada hal yang positif dan memberi motivasi, sedangkan untuk Komunikasi yang bersifat Destruktif adalah pola komunikasi yang merusak, menghancurkan bahkan bisa memusnahkan cenderung menyerang pada orang lain; informasi yang tersampaikan hanya menjelekkan orang lain, atau informasi yang melemahkan dan memberikan rasa takut. Jika hal ini yang terjadi maka informasi – informasi tersebut tentu akan berdampak sangat buruk bagi perkembangan peri kehidupan bermasyarakat. Hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari Komunikasi Destruktif dengan Mawas diri adalah salah satu cara yang bisa menjadi langkah awal dari terbentuknya literasi informasi. Berawal dari kemampuan untuk kritis dalam mencerna pesan-pesan di medsos bisa mengarah pada terbentuknya iklim komunikasi yang lebih baik karena pesan-pesan yang diproduksi tidak bersifat agresif atau destruktif.

Mari terus menyampaikan informasi yang baik, yang menyejukan dan komunikasi yang konstruktif sehingga memunculkan motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.