Ketika sesorang memasuki usia siap menikah, tentunya akan muncul beragam pertimbangan untuk membentuk sebuah keputusan dan pernyataan sikap “SIAP MENIKAH” menikah tidak hanya didasarkan dari kesiapan usia saja namun lebih jauh dan mendalam bahwa menikah membutuhkan pemahaman dan pengertian akan beberapa hal, minimal mengerti dan memahami empat hal berikut, maka menikah bukan satu hal yang menakutkan.

Sebuah pernikahan terjadi terkadang didasarkan karena telah merasa menemukan kecocokan, keserasian atau karena memang merasa satu visi dan misi serta mememiliki kesamaan tujuan dalam memandang dan menjalani hidup ?.. ataukah  bahkan merasa ada kesamaan dalam sifat, kesenangan dan cara pandang ?  namun bisakah hal itu dijadikan pedoman bahwa pernikahan bisa langgeng abadi, mawadah wa rohmah, hingga kakek-kakek nenek-nenek.  Semuanya akan terjawab… dengan menyimak beberapa hal dibawah ini ?….

Kita bisa bertepuk tangan memerlukan dua tangan (kiri dan kanan), dan  irama musik terdengar begitu indah dan syahdu ketika tercipta sebuah harmonisasi dari sekumpulan alat musik dengan nada-nada dalam sebuah  simfoni dan ternyata pernikahan itu adalah penyatuan dua manusia (lekaki dan perempuan), dari dua bentuk yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang, belum lagi hati, jiwa dan rasa, jelas berbeda. Jika demikian maka keserasihan, kecocokan dan kesamaan belum menjadikan jaminan semua akan berjalan lancar khan….

Karena menikah adalah sebuah proses pendewasaan diri. Agar bisa menghadapi dan memenangkan pertarungan dibutuhkan kekuatan dan keberanian, yaitu sebuah kekuatan untuk menemukan jalan keluar dan keberanian dalam menghadapi semua problema kehidupan. Karena kenyataannya untuk bisa menuju jenjang pernikahan ini mesti :

  1. Ada komunikasi dua arah, se-imbang tidak ada dominasi salah satu;
  2. Ada kerelaan mendengar kritik dan saran membangun;
  3. Ada keikhlasan meminta maaf dan memaafkan;
  4. Ada ketulusan melupakan kesalahan dan keberanian untuk mengemukakan pendapat secara JUJUR.

Menikah tentunya bukan sebatas upacara yang disemarakkan oleh lagu cinta, tidak juga karena rancangan gaun pengantin ala putri salju dan juga bukan rangkaian mobil undangan bagaikan rangkaian gerbong kereta api yang panjang.  Mesti kita sadari dan pahami bahwasannya pernikahan itu adalah sebuah keberanian untuk memutuskan bersandar pada satu pelabuhan hati dan bukan bersandar pada dua atau tiga pelabuhan hati, ketika jutaan bahtera yang indah gemerlap dan memikat yang berusaha untuk mendekat dan mengajak  kita untuk terus mengarungi samudra kehidupan yang tidak bertepi. Pun pernikahan itu adalah sebuah proses penggabungan dua orang dengan kesombongannya, egoisme dan idealisme serta dua pikiran dalam satu biduk dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan cinta. Karena sebenarnya persamaan dan keserasian sikap dan sifat hanyalah akan menjadi sebuah jeda dan setetes kenikmatan sesaat saja.

Tidak penting menikah dengan anak siapa (mau anak jenderal, anak menteri atau bahkan anak tukang kebun, tukang sayur bahkan anak pengemis sekalipun), berapa pula harta, emas permata dan intan berlian yang dimilikinya, bukan juga rangkaian melati yang harum mewangi, dan bahkan sebuah perencanaan matang dengan kepanitian yang lengkap, jika pada akhirnya hanya akan membuat keluarga cerai berai.

Yang perlu dipahami dan dimengerti bahwa menikah adalah suatu proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Karena tanpa kenal diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain..? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup..?  Tentunya kita tahu dan mengerti bahwa pelangi begitu indah karena beragam warna menyatu dan membentuk sebuah perpaduan yang serasi. Demikian halnya dengan sebuah pernihakan akan tercipta begitu indah dan membahagiakan jika kita bersama pasangan mampu menyatukan dan memadukan perbedaan-perbedaan itu menuju sebuah keserasian dan keselarasan serta keseimbangan diantaranya tidak ada yang paling dominan antara keduanya, maka Pelangi Pernikahan itu akan dapat kita ciptakan.

Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar untuk bisa saling ^-^menerima dan memaafkan^-^, yang bukan sekedar menerima kritikan atau memaafkan kesalahan semata akan tetapi menerima dan memaafkan dalam arti yang luas dan mendalam.

Maka jika sudah memiliki keinginan untuk menikah, sebelum melangkah tumbuhkan dulu sebuah keberanian dan kekuatan bahwa anda memang mampu dan siap melangkah mengarungi samudra kehidupan dalam sebuah bahtera rumah tangga dengan orang yang benar-benar anda mengerti dan pahami demikian juga sebaliknya. Jadi sebenarnya kapan waktu yang pas kita memutuskan untuk menikah, jawabannya adalah ketika usia sudah cukup dan disaat kita merasa siap dan berani menerima berbagai macam perbedaan dari pasangan hidup kita. Akhirnya selamat kepada mereka yang telah berani menerima perbedaan dan berhasil mengerti dan memahami masing-masing pasangan hidup karena dari sanalah sebenarnya awal kebahagian dalam rumah tangga itu terbentuk.

Comments (7)

  1. Pingback: Garwa .. Sebutan Yang Begitu Romantis |

  2. admin

    Reply

    may :

    “Taukah kamu mengapa Tuhan memberikan ruang kosong diantara jari-jarimu…
    Karena Tuhan telah menciptakan seseorang untuk mengisi dan menggenggam tanganmu..”

    hehehehe…cuma mengutip pak…

    Karena sekarang lagi banyak yang menikah jadi selamat dan semoga menjadi keluarga yang SAMARA..Amin

    Sebuah pemahaman sederhana namun begitu mengena, bagaimana kita memahami dan mengerti akan pasangan kita, saling menggenggam adalah sebuah ungkapan akan asa untuk bisa saling berbagi, saling menghormati dan saling menutupi akan kelebihan dan kekurangan pasangannya.. sukses selalu mbak terima kasih

  3. may

    Reply

    “Taukah kamu mengapa Tuhan memberikan ruang kosong diantara jari-jarimu…
    Karena Tuhan telah menciptakan seseorang untuk mengisi dan menggenggam tanganmu..”

    hehehehe…cuma mengutip pak…

    Karena sekarang lagi banyak yang menikah jadi selamat dan semoga menjadi keluarga yang SAMARA..Amin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.