Jika sudah kita tentukan dan kita pilih sebuah usaha, tentunya yang ada dalam angan kita adalah bagaimana mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam usaha tersebut, memulai adalah sesuatu yang begitu berat karena dibutuhkan sebuah keberanian untuk melaksanakannya, akan tetapi jauh lebih berat adalah mengelola dan mempertahankan apa yang telah kita awali tersebut. Dalam sebuah usaha memang diperlukan beragam motivasi untuk mencapai sebuah keberhasilan, motivasi yang tinggi dan keberanian melangkah, setelah itu maka pengelolaan keuangan yang baik dan benar tentu menjadi sebuah keharusan agar apa yang kita lakukan tidak berbuah sia-sia.

Manajemen usaha kecil memang juah lebih mudah dibandingkan dengan manajemen sebuah perusahaan, akan tetapi dalam pengelolaan manajemen usaha kecil (baca kewirausahaan) dibutuhkan ketekunan, kejelian dan ketelitian agar berbuah kesuksesan tersebut. Hal sederhana namun menjadi sebuah prinsip dalam kewirausahaan adalah dengan menata dan mengelola arus kas usaha tersebut.  Metoda cash flow (aliran kas) merupakan pendekatan pengelolaan keuangan yang praktikal dan sesuai untuk unit usaha kecil yang pola pengelolaan keuangannnya masih sederhana.  Pengertian cash flow adalah aliran kas perusahaan yang secara riil diterima dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan operasi, pendanaan, dan investasi. Aliran kas yang masuk ke perusahaan disebut dengan cash in flow, sedangkan aliran kas yang keluar dari perusahaan dinamai cash out flow. Aliran kas dapat dibedakan menjadi 3 jenis :

Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional),

Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan biaya overhead pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.

Tabel 1:  Format Pencatatan Aliran Kas Operasional Harian per Bulan

Tanggal ……………Bulan……….  Tahun……….

No. Perkiraan OCIF Nilai (Rp) No. Perkiraan OCOF Nilai (Rp)
SALDO KURANG SALDO LEBIH
JUMLAH JUMLAH

Catatan:

  • Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF
  • Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF

 

Tabel 2:  Format Pencatatan Aliran Kas Operasional Rekapitulasi Bulanan

Bulan……….  Tahun……….

Tgl. Perkiraan OCIF Nilai (Rp) Tgl. Perkiraan OCOF Nilai (Rp)
1 1
2 2
dst. dst.
31 31
SALDO KURANG SALDO LEBIH
JUMLAH JUMLAH

Catatan:

  • Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF
  • Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF
  • Tanggal ditulis lengkap selama satu bulan, dari tanggal 1 hingga 30 atau 31, apabila tidak terjadi transaksi pada tanggal tertentu, perkiraan dikosongkan.

Contoh Pencatatan Operational Cash Flow Harian

Tabel 3: Pencatatan Aliran Kas Operasional Harian PT Reformasi

Tanggal   2    Bulan:  Januari   Tahun: 2011

No. Perkiraan OCIF Nilai (Rp) No. Perkiraan OCOF Nilai (Rp)
1 Penerimaan Penjualan 20.000.000 1 Pembayaran Gaji 10.000.000
2 Penerimaan Piutang dari 2 Pembayaran Telepon 750.000
1. Sule 4.500.000 3 Pembayaran Listrik 250.000
2. Azis 1.000.000 4 Biaya Penjualan 600.000
3. Nunung 500.000 5 Pembelian Bahan Baku 2.500.000
6 Pemby. Tenaga Langsung 1.000.000
7 Pem. Hutang ke Pemasok 1.000.000
SALDO KURANG SALDO LEBIH 9.500.000
JUMLAH 26.000.000 JUMLAH 16.500.000

Catatan: Semua transaksi yang dicatat harus bersifat tunai (cash)

 

Contoh Pencatatan Operational Cash Flow Bulanan

Tabel 4: Pencatatan Aliran Kas Operasional Bulanan PT Reformasi

Bulan:  Januari   Tahun: 2011

Tgl. Perkiraan OCIF Nilai (Rp) Tgl. Perkiraan OCOF Nilai (Rp)
1 1
2 Penerimaan Operasi 10.700.000 2 Biaya Operasi 16.700.000
3 3 Biaya Produksi 20.000.000
4 Penerimaan Operasi 25.000.000 4
5 5 Biaya Operasi 800.000
6 6
7 Penerimaan Operasi 17.300.000 7 Biaya Penjualan 600.000
8 Penerimaan Operasi 800.000
dst
dst
20 Biaya Produksi 12.000.000
17 Penerimaan Operasi 11.500.000 21
dst dst
29 29 Biaya Produksi 2.600.000
30 30 Biaya Operasi 1.500.000
31 Penerimaan Operasi 18.500.000 31
SALDO KURANG SALDO LEBIH 22.600.000
JUMLAH 83.800.000 JUMLAH 83.800.000

Catatan:

  • Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF
  • Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF
  • Tanggal ditulis lengkap selama satu bulan, dari tanggal 1 hingga 30 atau 31
  • Apabila tidak terjadi transaksi pada tanggal tertentu, perkiraan dikosongkan.

 

Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan),

Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.

Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi), pencatatannya dalam perioda bulanan (lihat Tabel 2 dan Tabel 4)  atau bahkan tahunan, bukan harian.

Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi)

Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi. Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian, maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.

Setelah anda melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan, berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). Masing-masing laporan aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan Aliran Kas Operasional, Laporan Aliran Kas Pen-danaan, dan Laporan Aliran Kas Investasi. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada pencatatan keuangan usaha kecil.

Mengingat bahwa metoda ini, sesuai dengan namanya Metoda Cash Flow (arus kas tunai), maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya (jumlah uang tunai sesungguhnya). Namun demikian, metoda ini juga memiliki  kelemahan.

Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: Piutang dan Hutang (lihat Tabel 5)

 

Contoh Catatan Pembantu: Piutang – Hutang

Tabel 5: Catatan Piutang dan Hutang

Bulan:  Januari   Tahun: 2011

Tgl. Perkiraan Piutang Nilai (Rp) Tgl. Perkiraan Hutang Nilai (Rp)
2 Penjualan Kredit 9 Pembelian Kredit
kepada: Bahan Baku:
1. Rafi 2.000.000 1. PT Merana 26.300.000
2. Rafa 800.000 2. UD Cepat Laku 3.700.000
3. Nona 1.200.000
21 Pembelian Kredit
16 Penjualan Kredit Bahan Penolong:
kepada: PT. Maju Mapan 11.000.000
1. UD Sejati 18.000.000
2. UD Jepemethe 12.000.000
dst dst
31 31
JUMLAH 34.000.000 JUMLAH 41.800.000

Catatan:

  1. Tanggal yang ditulis hanya ketika terjadi transaksi piutang dan hutang saja
  2. Setiap transaksi harus disertai dokumen dasar seperti (Bon, kuitansi, atau kontrak)
  3. Catatan dapat diperlengkap dengan kolom item unit dan harga per unit produk yang ditransaksikan
  4. Catatan pembantu ini tidak ikut dikompilasi dalam laporan, karena setelah transaksi kredit tersebut dilunasi menjadi kas, langsung dicatat pada Catatan Aliran Kas dengan perkiraan Pembayaran Hutang atau Penerimaan Piutang. Namun catatan pembantu ini tetap disimpan untuk keperluan audit.

 

Laporan Aliran Kas

Laporan aliran kas merupakan rangkuman dari ketiga jenis aliran kas tersebut, dan dipisahkan untuk masing-masing jenis aliran kas. Contoh laporan aliran kas sebagai berikut:

“CV. RAFI RAFA Tbk”

LAPORAN ARUS KAS

1 Januari s.d 31 Desember 2010

 

Uraian Jumlah (Rp)
ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 

ALIRAN KAS MASUK:

Penerimaan Operasi

Penerimaan ……….

Jumlah

ALIRAN KAS KELUAR:

Biaya Operasi

Biaya Produksi

Biaya Penjualan

Biaya ………….

Jumlah

 

 

900.000

100.000

 

 

 

 

1.000.000

 

 

 

 

 

750.000

 

 

500.000

150.000

100.000

 

Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi  

ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

ALIRAN KAS MASUK:

Dana Bergulir Program Studi D3 BK

Iuran Anggota

…………………

Jumlah

ALIRAN KAS KELUAR:

Pengembalian Dana Bergulir

Penyertaan Modal

…………

Jumlah

 

 

 

 

400.000

1.000.000

 

250.000 

 

 

 

 

 

 

1.400.000

 

 

 

 

1.300.000

 

 

400.000

900.000

Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 100.000
 

ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

ALIRAN KAS MASUK:

Penjualan Aktiva Tetap

…………………

Jumlah

ALIRAN KAS KELUAR:

Pembelian Aktiva Tetap

………….

Jumlah

 

 

 

4.000.000

 

 

 

 

 

4.000.000

 

 

 

4.150.000

 

 

 

4.150.000

Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (150.000)
Kenaikan Bersih Kas Selama Periode T.A 2010 

Saldo Awal Kas 01 Januari 2010

200.000 

850.000

Saldo Akhir Kas 31 Desember 2010 1.100.000

Sumber :

Agus S. Irfani, “AKUNTANSI KEUANGAN: Pengelolaan Keuangan Sederhana dengan Metoda Cash Flow dan  Akuntansi”, Pada Acara Pelatihan Manajemen Usaha Kecil.

Andreas, Manajemen Keuangan Untuk UKM, 2011, Graha Ilmu.

Taufik Hidayat, Financial Planning; Mengelola & Merencanakan Keuangan Pribadi & Keluarga, 2010 Media Kita

Westred J. Fred, Thomas Copeland, Manajemen Keuangan; 2010 Airlangga Surabaya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.