Faktur Pajak

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), atau bukti pungutan pajak karena impor Barang Kena Pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.áá Faktur pajak dapat berupa :

  1. Faktur Pajak Standar, yaitu Faktur Pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.á Bentuk dan ukuran Faktur Pajak Standar disesuaikan dengan kepentingan PKP.
    b. Setiap Faktur Pajak Standar harus menggunakan Kode dan Seri Faktur Pajak yang telah ditentukan di dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor: Per-159/ PJ./2006 tentang Saat Pembuatan, Bentuk, Ukuran, Pengadaan, tata Cara Penyampaian, dan Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar
  2. Faktur Pajak Sederhana, yaituá dalah bukti pungutan pajak yang dapat dibuat oleh PKP dalam hal PKP yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir, dan penyerahan BKP dan atau JKP kepada pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya secara lengkap.
  3. Dokumen tertentu yang ditetapkan sebagai Faktur Pajak Standar, dan
  4. Faktur Penjualan yang dapat dipersamakan dengan Faktur Pajak Standar.á Dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat :
  • Identitas yang berwenang menerbitkan dokumen;
  • Nama dan alamat penerima dokumen;
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam hal penerima dokumen adalah sebagai WP Dalam Negeri;
  • Jumlah satuan barang apabila ada;
  • Dasar Pengenaan Pajak;
  • Jumlah pajak yang terutang kecuali dalam hal ekspor.

Dokumen-dokumen tersebut di bawah ini sepanjang memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut di atas diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar, yaitu:

  • Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang dilampiri surat setoran pajak dan atau bukti pungutan pajak oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk impor Barang Kena Pajak;
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut;
  • Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/ dikeluarkan oleh BULOG/ DOLOG untuk penyaluran tepung terigu;
  • Faktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM;
  • Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi;
  • Ticket, Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill), atau Delivery Bill, yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri;
  • Surat Setoran Pajak untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean;
  • Nota Penjualan Jasa yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan;
  • Tanda pembayaran atau kuitansi listrik.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih.

2 comments for “Faktur Pajak

  1. 21 April 2012 at 21:02

    Harus dan wajib tahu tentang pajak karena kita selama ini juga membayar berbagai macam pajak kemana uang kita kumpulnya jangan 2 di makan oleh pegawai oknum pajak yang selama ini kita juga sudah sama2 yahu para orang -orang ukn um pegawai pajak yang makan dari uang pajak.naudzubillah

    • admin
      22 April 2012 at 14:06

      dan semoga kita makin memahami pajak, seiiring dengan ketermanfaatan pajak bagi masyarakat tentunya ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *