Peran, Fungsi dan Cara Kerja Cyber Drone 9, Polisi Internet Indonesia

Perkembangan teknologi informasi sudah tidak bisa lagi terbendung, karena memang sudah menjadi sebuah tuntutan dalam pola kehidupan bermasyarakat, hanya dengan kebijaksanaan dan kearifan dalam berpikir yang bisa mengendalikan ketermanfaatan secara positif dari keberadaan dan perkembangan teknologi informasi; ibarat mata pisau yang tajam tergantung yang menggunakan pisau itu untuk tujuan kebaikan atau bukan, demikian halnya dengan teknologi informasi akan menjadi berkah dan bermanfaat jika dipergunakan untuk aktifitas – aktifitas yang positif, dan tentunya akan menjadi permasalahan yang luar biasa jika dipergunakan dan di fungsinya untuk hal – hal yang jelek dan negatif.

Dan pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika tentu akan terus berusaha memproteksi pengaruh – pengaruh negatif dari perkembangan teknologi informasi (baca internet), karena dari internet ini banyak dan mudah bagi masyarakat untuk bisa mengakses informasi, jika masyarakat kita tidak bijak dalam menerima informasi tersebut, maka tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan bermasyarakat, jika beberapa waktu yang lalu ada sistem pemblokiran konten negative yang ditangani oleh team yang tergabung dalam Trust+, maka sejak 3 Januari 2018 Cyber Drone 9 di fungsikan secara de facto Trust+ di bubarkan. Jadi Cyberdrone 9 adalah sebuah sistem yang di miliki oleh Kemenkominfo yang berfungsi untuk melakukan pemblokiran konten negative, yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan Aritifical Intelligence (AI), cara kerja mesin sensor internet ini akan serba otomatis.

Peran dari Cyber Drone 9 adalah sebagai salah satu bagian di Kemenkominfo yang secara khusus untuk memproteksi masyarakat indonesia dari konten – konten negatif sehingga dengan sistem Cyber Drone 9 ini pemerintah dalam memantau dan mengendalikan konten – konten negatif yang beredar di dunia maya, mulai dari konten pornografi, perjudian, penipuan, persekusi, hoaks, dan ideologi radikal. Sehingga sistem di kendalikan oleh Team yang terdiri dari 58 orang ini, akan benar – benar berfungsi untuk mempercepat proses pencarian atau crawling konten negative, secara ideal melakukan penapisan bisa dimulai dari IP filtering, hosting, URL ataupun dari kontennya. Sistem tersebut di terapkan di router untuk memantau aliran data secara real-time dan melakukan tindakan atas aliran tersebut, sehingga di khawatirkan bakal menggangu privasi pengguna internet di Indonesia.

Cara kerja dari Cyber Drone 9 ini adalah dengan proses Crawling (mengais) dan setelah melalui proses crawling, konten-konten negatif akan diteruskan ke tim verifikator untuk dianalisis. Selanjutnya, konten-konten yang melanggar aturan di-screencapture dan dibawa ke tim eksekutor. Tim eksekutor ini yang menentukan tindakan apa yang bisa diambil atas konten tertentu. Dalam hal ini, Kominfo menjalin komunikasi yang aktif dengan internet service proveider (ISP) dan penyelenggara media sosial. Perlu dicatat, Ais hanya bisa menjaring konten-konten negatif yang bertebaran di ranah maya publik, semisal akun media sosial yang disetel untuk publik, situs-situs di internet, maupun portal berita.

Dalam sistem yang dikembangkan Cyber Drone 9 ini tidak dilengkapi dengan sistem pembunuh situs, akun dan lainnya, Cyber Drone 9 adalah sistem sebagai mesin filter bukan mesin penyadap penggunaan internet yang memakai sistem Deep Packet Inspection (DPI). Sebagai dasar hukum untuk Cyber Drone 9 ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya dasar hukumnya di Pasal 2 dan Pasal 40 ayat  (02).

Semoga Cyber Drone 9 benar – benar mampu menjadi penjaga gerbang awal bagi berkembangnya konten – konten negatif di negeri ini, sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam berselancar di dunia maya, akan tetapi semua juga kembali kepada personal nya bagaimana kita bisa bijaksana dalam menggunakan internet dalam kehidupan sehari – hari, demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *