<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Skripsi</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/skripsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Menentukan Judul Skripsi.. ??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[eka sulistiyana]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mata kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1069" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg" alt="" width="223" height="226" /></a>Sudah ada dua tulisan saya yang membahas masalah skripsi, namun memang seakan tidak ada habisnya kita membicarakan tentang satu kegiatan ini, satu sisi merupakan sebuah kewajiban bagi mahasiswa yang kampusnya melaksanakan program ini, disisi lain terkadang memang menjadi sebuah kendala bagi mahasiswa itu sendiri, ketika menulis dan menyusun tugas akhir, skripsi atau thesis tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati dan kerja keras. Sebelum menyelesaikan membaca tulisan ini ada baiknya juga membaca pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/">Menulis Skripsi Ternyata Tidak Sulit dan Mengasyikkan</a> dan pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/">SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa</a>. Setidakanya kita akan memiliki gambaran kendala-kendala apa saja yang dihadapi ketika menulis skripsi. Terkadang kita terjebak pada pemilihan judul skripsi, begitu pentingnya arti judul pada sebuah tulisan menjadikan kita terhipnotis untuk bisa membuat judul yang fantastis, bombastis biar terkesan wah dan menarik untuk di baca, namun perlu kita pahami bahwa ketika sebuah judul yang begitu menarik namun jika tidak kita imbangi dengan isi yang menarik pula, maka ibarat kita memasak sayur akan terasa hambar. Untuk menghindari hal itu maka tentu ada beberapa tips bagaimana kita menentukan judul skripsi atau penelitian tersebut.<span id="more-1065"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama ketika hendak menyusun skripsi atau tesis adalah <strong>menentukan masalah yang kemudian diturunkan menjadi judul</strong>.  Dan ketika memutuskan untuk menentukan masalah, maka hendaklah mempertimbangkan beberapa point berikut ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong>, adakah relevansinya dengan cita-cita besar hidup kita. Misalnya kita di jurusan Manajemen, dan kita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang Manajemen, maka sebaiknya judul skripsi atau tesis kita mengarah ke sana, masalah yang kita bahas dalam skripsi  nantinya akan mengeksplorasi berbagai macam sumber pustaka, dokumen, dan segala informasi mengenai masalah itu. Efeknya, setelah lulus kita akan digelari sebagai ahli di bidang itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, hendaknya bidang yang akan kita teliti ialah bidang yang paling dikuasai dan disukai atau bahkan yang dibenci. Pengetahuan akan lingkup bidang kajian harus betul-betul dikuasai oleh mahasiswa supaya hambatan yang mungkin terjadi akan dapat terantisipasi dan teratasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga,</strong> sebaiknya tidak mudah ganti tema atau judul. Seringkali, ketika seseorang merasa mentok di satu jalan, dia meninggalkan jalan itu sebelum melihatnya sekali lagi. Ia lalu putus asa dan memilih judul lain. Dalam pengalaman mahasiswa kami, mahasiswa yang ganti tema dan atau judul, dia akan menjadi lebih tinggi tingkat stressnya, boros beaya dan acap kali down secara mental. Akibatnya masa studi menjadi lebih panjang, sementara ibunda di kampong sudah menungggu-nunggu ingin anaknya diwisuda. Sedangkan ayahnya semakin bosan dan berat membayar SPP dan mentransfer sejumlah uang bulanan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong>, pastikan bahwa judul yang kita pergunakan belum pernah atau tidak sedang dikerjakan oleh orang lain. Caranya, cari di catalog skripsi di fakultas atau perpustakaan. Di perpustakaan yang sudah dikomputerisasikan, kita tidak akan mengalami masalah. atau dengan membaca buku besar yang berisi catatan mengenai judul skripsi apa saja yang pernah ditulis oleh alumni. Namun, jika judul atau tema yang kita sukai telah dikerjakan oleh orang lain, maka tidak perlu cemas. kita masih bisa berkelit dengan penggunaan teori yang berbeda, studi kasus yang berbeda atau metode yang berbeda pula. Akan tetapi, skripsi atau tesis yang pernah ada tadi, perlu kita baca dan rangkum, lalu tulis dalam subjudul Tinjauan Pustaka. Dalam subjudul itu, kita diminta berbicara mengenai tema-tema atau judul-judul yang sejenis dengan yang sedang kita kerjakan. Hal ini perlu kejujuran akademis. Di sinilah letak valid atau tidaknya hasil karya tulis kita. Anda perlu mencari sisi lain yang belum pernah ditulis oleh orang lain sebelumnya. Jika kita hanya meniru, maka akan kena vonis sebagai plagiator. Oleh karena itu, pastikan perbedaan karya tulis kita dengan yang pernah ada tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dosen pembimbing biasanya menuntut judul yang yang kita ajukan memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Ringkas, padat, tetapi jelas dan menunjukkan dengan benar masalah yang diteliti. Judul penelitian bisa merujuk pada hubungan variabel –variabel yang akan diteliti.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari judul penelitian yang membuka peluang penafsiran gkita atau beraneka ragam.</li>
<li style="text-align: justify;">Gunakan kata, kalimat dan tata bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
Kita dapat membuat judul lebih dari satu untuk disodorkan kepada Dosen Pembimbing. Usahakan tiga atau empat alternative dan konsultasikan dengan dosen pembimbing, agar Dosen Pembimbing memilihkan mana yang terbaik untuk kita. Sekali lagi, kriteria pemilihan judul terbaik bagi kita adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Yang paling kita senangi. Sekali lagi, tidak ada yang lebih baik kita kerjakan, kecuali kita garap dengan suka cita. Banyak aktivis mahasiswa ingin menulis secara berbeda dengan karya ilmiah yang pernah ada sebelumnya. Ia mampu mengeksplorasi masalah dengan beragam teori yang telah dibacanya dari ratusan buku. Jika kita termasuk dari mereka, maka ini sangat ideal.</li>
<li>Yang paling kita kuasai bahan dan referensinya. Selama ini, bahan-bahan pustaka itu memudahkan pekerjaan kita. Biasanya, setelah memasuki semester lima ke atas, mahasiswa sudah mengkonsentrasikan bacaan dan diskusi ke arah tema yang akan digarap dalam skripsinya nanti.</li>
<li>Yang paling cepat kita bisa kerjakan. Perlu diingat bahwa waktu untuk menulis skripsi atau tesis  tidak cukup panjang bagi kita. Jika kita memiliki suatu tema penelitian yang sangat menarik, maka lihat dulu komponen waktu dan beayanya. Apakah waktu dan beaya kita memungkinkan? Jika tidak, maka pilih yang paling bijaksana untuk diri kita sendiri.</li>
<li>Jika memungkinkan, yang paling ringan konsekuensi beayanya. Kita tahu bahwa hamper semua lini kehidupan sekarang diukur dengan nilai rupiah. Termasuk bahan referensi dan alat percobaan kita tidak bias lepas dari nilai rupiah. Nah, bijaksana juga bila kita melihat kita.</li>
<li>Yang paling mudah kita mengadakan penelitian dan mencari data. Mencari data dan mengadakan penelitian bukan hal gampang. Maka, langkah penting adalah mencari kemudahan sejak awal.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bank Indonesia Dengan Komik</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 16:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[BLK]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Sanering]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Bank-Indonesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-700" title="Bank Indonesia" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Bank-Indonesia.jpg" alt="" width="333" height="151" /></a>Beberapa waktu yang lalu ketika surfing untuk mencari bahan kuliah tentang perbankan, secara tidak sengaja menemukan satu hal yang cukup menarik bagi saya, sebuah upaya dari Bank Indonesia untuk memperkenalkan dari dan membangun image di masyarakat yang dapat dipahami dengan mudah dan menarik. Sebuah metode pengenalan dan penyampaian informasi yang cukup cerdas, dengan bahasa yang sederhana dan dengan model komik Bank Indonesia ingin merangkul semua komponen masyarakat untuk lebih mengenal lebih dekat Bank Sentral Negeri ini.  Sebuah usaha yang cukup briliant menurut saya, memberikan pemahaman dan informasi ke  masyarakat terasa lebih mudah  dengan komik yang dibuat oleh Bank Indonesia,  dengan gaya bahasa dan penyampaian informasi sudah cukup edukatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-699"></span>Dan penyampaian informasi tentang Bank Indonesia bagi anak-anak adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border:0;" src="http://www.cincopa.com/media-platform/api/thumb.aspx?fid=+10735536&#038;size=large" /></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, dan terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bi.go.id/web/id/" target="_blank">Source</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Daya Beli Turun Jika Redenominasi Rupiah, dilaksanakan..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 11:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Redenominasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanering]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Uang1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-682" title="Uang1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Uang1.jpg" alt="" width="245" height="206" /></a>Redenominasi, akhir-akhir ini menjadi sebuah bahasan menarik di kalangan ekonom di negeri ini, begitu Bank Indonesia memunculkan tentang Redenominasi terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat akan perlu tidaknya kebijakan ini harus di keluarkan, sejauhmana positif dan negarifnya jika kebijakan moneter ini benar-benar di berlakukan di negeri ini. Hal ini dipicu salah satunya adalah karena nilai uang ktia sudah begitu gemuk-nya dan menjadikan transaksi keuangan tidak efisien lagi. Sebenarnya redenominasi mata uang (<em>currency redenomination</em>)  adalah <em>menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang  menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol)  tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1, hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan jasa, <span style="text-decoration: underline;">sehingga daya belu masyarakat tidak berubah.</span></em><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-678"></span>Tentu saja hal tersebut sangat berbeda dengan <strong>Sanering</strong> , karena Sanering adalah <em>pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan  nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang,  sehingga daya beli masyarakat menurun.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi dan Sanering dapat kita bedakan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berdasa</strong><strong>rkan pada tujuan pelaksanaannya; </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Redenominasi dilaksanakan memiliki tujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien  dan nyaman dalam  melakuan transaksi.Tujuan berikutnya, mempersiapkan  kesetaraan ekonomi  Indonesia dengan negara regional. SEDANGKAN Sanering  bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan   harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi (inflasi yang sangat   tinggi).</p>
<p><strong>Pengaruh Nilai uang terhadap barang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada redenominasi  nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan  dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan. SEDANGKAN pada Sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya.</p>
<p><strong>Kapan pelaksanaannya..??</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali. Untuk Sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi (hiperinflasi).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masa transisi pelaksanaan kebijakan </strong><br />
Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. SEDANGKAN Sanering tidak ada masa transisi dan dilakukan secara tiba-tiba.</p>
<p><strong>Bagaimana redenominasi dilaksanakan .?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh harga 1 kg beras  seharga Rp 10.000;<br />
Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka  nol), maka dengan uang sebanyak Rp 10 tetap dapat membeli 1 kg beras. Karena harga 1 kg beras juga dinyatakan dalam satuan pecahan  yang sama (baru). SEDANGKAN pada sanering, bila terjadi sanering per seribu rupiah, maka dengan Rp 4,5 hanya  dapat membeli  1/1000 atau 0,001,   1 Kg Beras.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dampak bagi masyarakat.</strong><br />
Pada redenominasi, tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama. Dan pada sanering, menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara matematika, redenominasi rupiah tidak memiliki implikasi yang  berarti bagi masyarakat. Masyarakat yang memiliki uang Rp 1.000.000 diganti  dengan uang Rp 1.000. Masyarakat tidak perlu khawatir soal uang tersebut.  Sebab, keduanya memiliki nilai intrinsik atau daya beli yang sama.  Misal, merek <em>handphone</em> tertentu seharga Rp 1.000.000 sebelum  redenominasi sama dengan Rp 1.000 setelah redenominasi. Jadi, daya beli  Masyarakat secara matematika tak berubah karena redenominasi rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi,  secara psikologis, kebijakan itu bisa mengakibatkan daya beli uang  berbeda antara sebelum dan sesudah redenominasi. Dampak psikologis  merupakan reaksi pelaku bisnis terhadap redenominasi rupiah. Jika pelaku  bisnis yakin bahwa ekonomi berkinerja baik, redenominasi bisa berjalan  sesuai dengan harapan. Tetapi, redenominasi mengakibatkan angka inflasi  meningkat apabila pelaku bisnis berpersepsi ekonomi melambat atau  memburuk ketika kebijakan itu diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melejitnya  angka inflasi itulah yang membuat daya beli keluarga berkurang dengan drastis. Di samping  itu, stabilitas politik sangat dibutuhkan untuk memunculkan dampak  psikologis yang positif kepada pelaku bisnis dalam menyikapi  redenominasi. Ekonomi yang kuat dan politik yang stabil akan memudahkan  proses redenominasi. Alhasil, nilai mata uang sama, baik sebelum atau  sesudah redenominasi. Karena itu, BI harus menyamakan persepsi dengan  pelaku bisnis dalam menentukan periode (<em>timing</em>) kinerja ekonomi dikatakan baik. Tujuannya, redenominasi rupiah tidak menurunkan daya beli masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi jelas berbeda dengan <em>sanering</em>. <em>Sanering</em> merupakan upaya memotong rupiah karena melejitnya angka inflasi yang  tak kunjung turun atau inflasi tidak terkendali. Indonesia memiliki  pengalaman tiga kali melakukan <em>sanering</em>. Pertama, <em>sanering</em> dilakukan pada 19 Maret 1950 dengan memangkas Rp 5 menjadi Rp 2. <em>Sanering</em> kedua dilakukan pada 25 Agustus 1959 dengan memangkas Rp 1000 menjadi Rp 100. <em>Sanering</em> terakhir terjadi pada 13 Desember 1965 dengan memotong Rp 1000 menjadi  Rp 1. Pengalaman pahit masa lalu itu jelas merugikan keluarga Indonesia.  Semoga pengalaman <em>sanering</em> masa lalu tidak membuat masyarakat Indonesia trauma terhadap redenominasi rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat  Indonesia harus memahami bahwa <em>sanering</em> dan redenominasi dilakukan pada angka inflasi yang berbeda. <em>Sanering</em> dilakukan saat angka inflasi tinggi, sedangkan redenominasi diterapkan saat angka inflasi rendah. <em>Sanering</em> dilakukan saat kinerja ekonomi memburuk, sedangkan redenominasi  dijalankan saat kinerja ekonomi prima. Perbedaan itulah yang perlu  dipahami masyarakat  Indonesia, jadi perlukah kita khawatir jika Bank Indonesia me-redenominasi Rupiah kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bisa dipergunakan sebagai bahan perenungan bersama, sekian dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg" alt="" width="115" height="122" /></a>SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya.  Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca <strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di sini</span> </a></span></strong>, namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan<em> sebagai mimpi buruk dan beban berat.</em> Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa,  yang diperlukan adalah : <strong><span style="color: #ff0000;">KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-572"></span>Mengapa, SKRIPSI menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi pada diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi karena hal ini akan menjadi satu kendalah besar nantinya, hal-hal tersebut  adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan <em>relationships</em> yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemilihan topik yang kurang sesuai/tidak dikuasai, masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara <em>ngalor ngidul</em> dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.</li>
<li style="text-align: justify;">Penentuan metode penelitian dan alat analisis yang tidak sesuai, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (<em>scientific approach</em>) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak <em>grounded theory</em>. Sebaliknya, pendekatan naturalis (<em>naturalist approach</em>) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan <em>grounded theory</em>.</li>
</ol>
<p>Setelah ketiga hal diatas dapat kita atasi dan mampu kita sikapi dengan baik dan bijaksana maka dalam menyusun dan membuat skripsi kita-pun harus memperhatikan dan melaksakan hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mempersiapkan Diri.</strong> Hal wajib yang mesti dilakukan, persiapan yang paling penting adalah dari sisi MENTAL dan tentunya ke bahan pendukung lainnya, waktu dan financial juga tidak kalah penting dan ini harus benar-benar kita siapkan. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Doa dan Restu.</strong> Berusaha saja tanpa diimbangi dengan berdoa makan pencapain tidak akan sempurna atau bahkan kita tidak akan mencapai satu kepuasan dalam pekerjaan, percaya atau tidak doa restu orang tua adalah tiada duanya. Niscaya kemudahan dan kelancaran dalam menyusun dan membuat skripsi akan kita dapatkan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuat </strong><em><strong>Time Line</strong></em><strong>.</strong> Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu <em>time-consuming</em>. Buat <em>planning </em>yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.  Hal ini akan menjadikan kegiatan kita berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan jadual. Dan jangan sekali-sekali keluar dari <em>Time Line </em>yang telah kita buat sendiri</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jadilah Orang Yang  Proaktif (Membuka Diri).</strong> Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.  Disisi lain kita juga harus mampu dan bisa share informasi dengan rekan-rekan yang juga sedang menyusun skripsi.</li>
<li style="text-align: justify;"><em><strong>Be Flexible</strong></em><strong>.</strong> Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Disatu sisi kita sudah merasa benar dan yakin bahwa skripsi kita bagus namun ternyata di tengah perjalanan Dosen Pembimbing memutuskan untuk ganti topik (mungkin saja terjadi), atau katakanlah sulitnya menemui Dosen Pembimbing, perbedaan pandangan dan latar belakang berpikir antara manusia itu akan menjadi kendala besar, jadi kita  harus bisa fleksible dan tidak mudah sakit hati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jujur.</strong> Hindari keterantungan dengan  jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Siapkan Duit.</strong> Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada <em>sponsorships</em>). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Hmmm..</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Yakin Pada Diri Sendiri</strong>, ini sangat diperlukan karena jangan sampai kita terjebak pada sebuah keadaan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tujuh point diatas harus sudah kita persiapkan sejak dini, karena keterlambatan dalam menentukan dan menyikapi hal ini akan menjadikan kita berada pada <strong>keterbatasan </strong>dan<strong> kemalasan</strong>, keterbatasan dari sisi waktu, biaya dan relationship karena semakin hari waktu akan selalu mengejar kita sehingga kita tidak bisa jalan ditempat yang ending-nya muncul sebuah kemalasan untuk melakukan dan mengerjakannya karena kita sudah terdesak. Keterbatasan dan Kemalasan itulah HANTU yang sebenarnya karena memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah <strong>KEGAGALAN.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesiapan dan kematangan berpikir serta mentalitas mahasiswa akan dipertaruhkan pada saat menyusun skripsi ini sehingga untuk bisa menyusun dan menelorkan sebuah karya ilmiah dari pikiran kita memang dibutuhkan pengorbanan, kesiapan mental, kerja keras dan tetap dengan semangat tinggi. Karena sebenarnya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menuju sebuah kesuksesan dalam menyusun skripsi ini. Dan mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya amiin.. !!!</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Skripsi, Ternyata Tidak Sulit dan Mengasyikkan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 01:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/02/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-460" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/02/skripsi.jpg" alt="" width="93" height="124" /></a>Skripsi merupakan satu hal yang mesti dilewati oleh mahasiswa di beberapa perguruan tinggi untuk mencapai predikat lulus sehingga akan diperoleh ijazah sebagai tanda kelulusan dari kuliahnya, walau ada beberapa perguruan tinggi yang tidak memasukkan skripsi di kurikulumnya, namun mayoritas perguruan tinggi masih mewajibkan mahasiswa-nya menulis skripsi pada semester akhir sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan derajat ke-sarjana-annya. Dan ternyata skripsi merupakan satu mata kuliah yang dianggap momok oleh sebagian mahasiswa karena merasa kesulitan, tidak mampu atau belum siap untuk menulis skripsi, dan terkadang mahasiswa terbentur pada beberapa hal untuk dapat menyelesaikan skripsi-nya. Namun sebenarnya menulis skripsi itu tidak sulit dan menyenangkan,.. lho kok bisa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-212"></span>Yach.. menulis skripsi tidak-lah sulit, cukup mudah dan menyenangkan, dan jika dalam menulis skripsi kita belum menemukan kemudahan dan kesenangan didalamnya, maka bisa dipastikan skripsi itu akan berkepanjangan dan berakibat pada kelulusan kita yang mundur, bahkan hanya karena skripsi tidak selesai menjadi kandidat mahasiswa abadi&#8230;., agar menulis skripsi itu mudah, maka coba ambil langkah-langkah berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Sebelum menentukan Judul skripsi, pilih dulu satu pembahasan yang memang kita sukai dari mata kuliah yang paling kita sukai, atau mungkin mata kuliah itu di-ampu oleh dosen yang memang favorite kita, dengan demikian kita akan mencoba untuk berusaha semaksimal mungkin.</li>
<li>Atau sebaliknya, tentukan pembahasan yang paling nyebelin dari mata kuliah yang kita benci bahkan dosen yang kita anggap killer dan nyebelin, dari situ kita akan tertantang untuk bisa menaklukkan rasa benci dan sebal itu (tentunya yang suka akan tantangan lho).</li>
<li>Tentukan judul yang simple dan mudah dalam meng-interprestasikannya, tidak usah dengan bahasa yang sulit dan berbelit;</li>
<li>Pergunakan alat analisis yang benar-benar kita bisa dan mampu sehingga tidak akan mempersulit kita dalam membahas-nya;</li>
<li>Tentukan tempat/lokasi penelitian yang kita merasa nyaman dan mendukung terhadap penelitian kita nantinya.</li>
<li>Kerjakan atau mulai-lah menulis per bab dan jangan pernah berhenti atau istirahat lebih dari 1 bulan, karena untuk mengawali-nya akan terasa berat, bahkan inspirasi menulis bisa hilang.</li>
<li>Membuka diri untuk mau dikoreksi dan diarahkan oleh rekan maupun dosen pembimbing.</li>
<li>Tulis sesuai pedoman dan Panduan Penulisan yang ada.</li>
<li>Perbanyak referensi (literatur, skripsi/penelitian terdahulu, jurnal dan sebagainya) akan tetapi jauhi dan jangan pernah berpikir untuk plagiat;</li>
<li>Jangan pernah malu atau gengsi untuk bertanya dan sharing jika mengalami kendala dan hambatan.</li>
<li>Yang terpenting adalah tetap semangat&#8230;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ada kemungkinan yang lain bahwa skripsi tertunda karena dosen pembimbing-nya yang sulit ditemui atau mungkin kita kurang bisa memahami, mengerti akan gaya dan karakter dosen pembimbing kita, mengapa tidak kita coba untuk memilih dosen pembimbing yang sesuai dan pas dengan harapan kita, katakanlah kita suka dan nyaman di bimbing oleh dosen A, untuk bisa memilih beliau tentunya kita harus berusaha untuk membuat tema dan judul dari mata kuliah yang beliau ampu. Dengan demikian kemungkinan untuk dibimbing dosen yang kita harapkan bisa tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan langkah-langkah tersebut diatas, mudah-mudahan menulis skripsi bukan sebagai hal yang menakutkan apalagi hingga menjadikan rekan mahasiswa menunda-nunda kelulusannya, karena tidak segera selesai-nya penulisan skripsi. Semoga bermanfaat&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

