<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Rohani</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/rohani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Manajemen Stress Perlu Untuk Menjaga Kualitas Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 03:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-872" title="Stress and Sex" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a>Stress adalah sebuah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang dalam upaya penyesuaian diri terhadap tekanan  yang sifatnya internal (<strong><em>psikologis</em></strong>) maupun eksternal (<em><strong>lingkungan</strong></em>). Dan manusia sebagai makhluk sosial dan juga makhluk yang dinamis dalam sebuah kehidupan sudah dapat dipastikan mengalami STRESS, karena itu Stress adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan  diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut.  Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar  kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara  untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan <em>eustress</em>, yaitu stress  yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri.  Jadi wajar kalau kita dalam kondisi stres jenis yang ini. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan melewati masa-masa STRESS tersebut dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya dapat email dari rekan sekolah di SMK N 1 Wonosari Gunungkidul, yang isi-nya kurang lebih seperti ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu memberikan perkuliahan Manajemen, seorang dosen membahas masalah MANAJEMEN STRESS, dalam  pembahasan tersebut dosen itu mengangkat gelas yang berisi air  dan bertanya kepada Mahasiswanya &#8220;Kira-kira seberapa berat kah segelas air ini ..?&#8221;, banyak ragam jawaban mahasiswa ketika itu,</p>
<p>&#8220;Itu sih ringan,&#8221; jawab salah satu mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Tidak lebih dari 30 gram&#8221;, jawab yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak lebih berat dari dua buah buku manajemen yang ada disebelah bapak,&#8221; Jawab Mahasiswa lainnya.  Dan masih banyak jawaban lainnya yang intinya bahwa gelas itu tidak-lah berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang dosen kemudian menjelaskan bahwa ini bukanlah berat absolut segelas air yang dimaksudkan melainkan  berat air itu memang tidak akan membebani kita jika hanya memegang beberapa saat lalu meletakkan kembali, namun  ketika mengangkat gelas dalam waktu 1 jam, atau sehari, atau seminggu, dan bahkan mungkin sebelum atau setahun sekalian, maka tentunya tangan kita akan saya sakit, bahkan bila satu hari penuh maka saya bisa pingsan, bila satu minggu, maka anda harus segera memanggil ambulan untuk saya. Sebenarnya beratnya sama namun semakin lama kita memegangnya, beban akan semakin berat, Hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah  segera tuangkan isi gelas tersebut maka kemudian beban dalam gelas itu akan berkurang,&#8221;&#8216; tutur sang Dosen.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Stess tadi, hampir setiap hari kita selalu memiliki dan terbebani berbagai macam persoalan, entah itu pekerjaan, keluarga atau bahkan mungkin dalam bermasyarakat, kemudian secara sengaja atau tidak membawa beban hidup kita terus menerus, sudah barang tentu akan menjadikan kita cenderung selalu khawatir, susah, resah dan hidup terasa berat yang terjadi kemudian adalah STRESS akan menjadi beban yang menekan kita. Semakin hari beban itu semakin berat karena kita khawatir esok hari. Lalu apa yang bisa kita lakukan, ada beberapa hal yang dapat kita laksanakan sehingga STRESS itu dapat kita manage atau kita kelola, sehingga disinilah kemudian ada MANAJEMEN STRESS, <strong></strong>yaitu sebuah kemampuan pada diri manusia dalam  penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental  dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari  manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup  individu itu agar menjadi lebih baik. Tentunya kita selalu berharap kualitas hidup kita terus meningkat menjadi lebih baik, sehingga STRESS yang terjadi pada diri kita harus dapat kita kelola dengan baik pula. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Berusaha untuk bisa sharing dengan orang lain, tentang apa yang menjadi beban dan permasalahan kita, tentunya dengan orang-orang yang benar-benar kita percaya.</li>
<li style="text-align: justify;">Melaksanakan refleksi atau pemijitan tubuh (body massage), untuk sekedar melancarkan peredaran darah yang akan  memulihkan lebih baik keletihan anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam  memerangi stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan hobi anda secara kontinue dan teratur karena melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menghilangkan pikiran yang menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari minuman beralkhohol dan perbanyak minum air putih akan membantu memulihkan tubuh kita dari  kekurangan cairan, karena kekurangan cairan dapat menimbulkan keletihan.</li>
<li style="text-align: justify;">Luangkan waktu untuk melaksanakan menditasi, walau sedekdar berdiam diri sejenak, pejamkan mata dan atur nafas, karena meditasi akan sangat membantu anda melupakan hal-hal yang dapat menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Tetap menjaga pula makan, karenanya jangan sampai melampiaskan dengan mengkonsumsi makanan yang berlebihan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Seks</strong> dengan teratur karena SEKS adalah penyembuhan yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Banyak dokter mengatakan bahwa seks adalah cara yang luar biasa dalam meredam kemarahan dan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Jaga pola tidur kita tetap teratur sesuai dengan kebutuhan kita bahwa tidur tidak sekedar mengistirahatkan badan dari kelelahan akan tetapi juga menuntun otak kita untuk rileks.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sobat, Allah selalu mengingatkan kita agar kita menyerahkan segala beban hidup kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Kemampuan berserah diri kepada Allah inilah yang mampu membuat kita terhindar dari tekanan hidup yang berlebihan. Sebagaimana firmanNya <strong>&#8220;Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami pun telah menurunkan beban darimu yang memberatkan punggungmu dan Kami tinggikan sebutanmu bagimu. Sebab sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (urusan dunia)  maka bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah). Dan hanya kepada TuhanMulah kamu berharap. (QS. al-Insyirah : 1-8)&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terimakasih. Dan saya sampaikan terima kasih terkhusus untuk sahabat saya Mbak Sulastri (makasih kiriman emailnya). <strong><br />
</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Aku Masih Rindu</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/karena-aku-masih-rindu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/karena-aku-masih-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 06:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[<address>selalu kuharap hadirmu</address>
<address>dalam bingkai rindu</address>
<address>selalu ingin ku temui</address>
<address>dalam cinta dan kesucian hati</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address style="text-align: left; padding-left: 30px;">semua tak lepas dari asa</address>
<address style="padding-left: 30px;">akan peluk dan dekap mesra</address>
<address style="padding-left: 30px;">enggan tuk menjauh</address>
<address style="padding-left: 30px;">dalam bisik pada kedalaman relung-relung jiwa</address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address>ku telentang pasrah</address>
<address>menunggu peluk cium</address>
<address>cumbu rayu</address>
<address>ku tengadahkan wajah</address>
<address>rentangkan tangan harap dekap</address>
<address>dalam kehangatan gelora asmara</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address style="padding-left: 30px;">jangan engkau pergi karena aku masih rindu</address>
<address style="padding-left: 30px;">mengharu biru</address>
<address style="padding-left: 30px;">jangan biarkan jiwaku kerontang</address>
<address style="padding-left: 30px;">jangan telantarkan birahiku</address>
<address style="padding-left: 30px;">saat dambakan seteguk nikmat</address>
<address style="padding-left: 30px;">dari tetes-tetes embun cinta</address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address>belum jua ku dendangkan simfoni cinta</address>
<address>belum juga usai kulantunan bait-bait asmara</address>
<address>masih juga separuh tangan ini menghitung satu satu</address>
<address>bulir-bulir tasbih</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address style="padding-left: 30px;">masih beberapa paragraf surat cinta ku baca</address>
<address style="padding-left: 30px;">dan kau akan segera berlalu</address>
<address style="padding-left: 30px;">masihkah kan ku temui esok</address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address style="padding-left: 30px;"> </address>
<address style="padding-left: 30px;">karena aku masih punya rindu</address>
<address>biarkan aku menjadi kekasih-MU</address>
<address>bimbing aku untuk selalu merindukan-MU</address>
<address>tuntun aku untuk setia pada cinta-MU</address>
<address>dan terimalah penyerahan diriku pada-MU</address>
<address>karena aku hanya hamba-MU dan;</address>
<address>karena Engkaulah Sang Penciptaku</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address> </address>
<address>
</address>
<blockquote><address><em>Ramadhan 1431 H (malam ke 20)</em></address>
</blockquote>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/karena-aku-masih-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin, Refleksi Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 22:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="cermin" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg" alt="" width="116" height="136" /></a>Cermin, siapa yang tidak tahu dan mengenal benda yang satu ini, karena dalam setiap ruang, setiap sisi-sisi rumah akan selalu ada benda ini, tiada habisnya kita mamatut diri didepan cermin untuk sekedar bisa melihat apa yang kurang pantas pada diri kita, karena jelas bawah pengertian cermin sendiri adalah permukaan memantul yang cukup  licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda  yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang. <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin" target="_blank">(http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin)</a>. Ach.. itu hanyalah sebuah definisi dan pengertian, namun pernahkah kita sedikit memahami fungsi cermin itu lebih jauh dan lebih dalam lagi, bahwa cermin tidak sekedar pemantul bayang-bayang, bahwa cermin tidak sekedar alat untuk melihat sudah pantaskah dandanan kita. Pernahkah kita menyadari bahwa <strong>cermin begitu jujur</strong> pada kita. Karena apa yang ada pada diri kita akan dipantulkan demikian apa adanya oleh cermin.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-596"></span>Sebuah kesadaran dan rasa mawas diri dapat kita dapatkan dari cermin ini, ada sebuah ungkapan dalam bahasa jawa   <strong>&#8220;Ngiloa Githoke Dhewe&#8221;, </strong>yang secara harfiah adalah <em><span style="text-decoration: underline;">bercerminlah pada tengkuknya  sendiri, </span></em>dengan<em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em>arti sebagai berikut  :</p>
<ul>
<li>Ngilo : bercermin</li>
<li>Ngiloa : bercerminlah</li>
<li>Githok :  tengkuk</li>
<li>Githoke : tengkuknya</li>
<li>Dhewe : Sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Arti yang tersirat dari ungkapan itu adalah<em> kita diajak untuk melihat dan mengetahui tentang diri k</em><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-602" title="cermin2" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg" alt="" width="138" height="202" /></a><em>ita  leb</em><em>ih jauh. Selain ada kebaikan ada juga kekurangan dan kelemahannya.</em> Kita diajak untuk menyadari akan kekurangan dan kelemahan kita sendiri dengan sebuah nilai  yang diajarkan bahwa <em>ungkapan</em><em> ini mengajarkan agar setiap orang mau  mawas diri. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Sejauhmana kita menggunakan cermin selama ini, apakah sebatas kita bercermin untuk badaniah kita..?? sudah pernahkan kita mematut diri di cermin kemudian mencoba untuk melihat dan menyelami diri kita yang sebenarnya, yach.. &#8220;<strong>Cermin Hati</strong>&#8220;.. sering kita lupakan ketika kita berada di depan cermin, karena kita hanya sebatas bercermin untuk badan kita. Mematut diri dan membetulkan dandanan yang kurang pas, namun kita hampir tidak pernah mencoba untuk bisa memahami dan membetulkan sikap, perilaku, tindakan serta ucapan-ucapan kita yang dipantulkan oleh &#8220;<strong>cermin hati</strong>&#8220;<em>, </em>karena kita terkadang kurang respek terhadap <em>&#8220;Kejujuran&#8221;</em> dari Cermin itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cermin akan mengatakan apa adanya tentang diri kita, cermin itu tidak pernah bohong, cermin itu jujur, cermin itu apa adanya tidak ada yang ditutupi cermin apa yang ada pada diri kita itulah yang akan dipantulkan oleh cermin<em>. </em>Sudah sewajarnya jika kita menjadikan cermin adalah sahabat sejati<em> </em>bagi kita karena cermin akan bilang jelek jika kita jelak dan akan bilang baik jika kita baik. Dan karena cermin adalah refleksi sebuah kejujuran sangat tepat dan pas jika cermin kita gunakan sebagai alat untuk instropeksi diri dimana kekurangan dan kelebihan kita dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan demikian kita dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi kehidupan, dengan terus bercermin dengan &#8220;CERMIN HATI&#8221;.. semoga bermanfaat terima kasih <em><br />
</em></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekasih</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kekasih/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kekasih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div>tak terasa jauh sudah perjalanan ini<br />
dibatas cakrawala ku terpekur pada satu penantian<br />
terhanyutku pada ke-indahan, ke-cantikan dan ke-molekan yang fana<br />
setiap ku lihat dalam bayang semu<br />
selalu ingin-ku menyetubuhi semua ke-ingin-an</p>
<p>hasrat yang begitu menggelora berkobar dan berpijar<br />
nafsu-ku untuk selalu menikmati dengan penuh gairah<br />
dalam setiap desahku penuh luapan birahi<br />
tuk dapat peluk, cium dan dekap semua harapan<br />
<span id="more-22"></span>namun birahi sirna<br />
gelora jiwaku musnah<br />
hatiku merintih&#8230;.</p>
<p>gemetar ku rasakan ketika terbayang sebuah jawab<br />
dingin dan beku rasa jiwa ini<br />
begitu ku kangkangi asa dalam jantungku<br />
bagaikan se-onggok sampah&#8230;</p>
<p>ternyata aku berlumur dosa&#8230;<br />
ternyata aku bersimbah kesalahan<br />
ternyata aku jauh dari bilangan manusia berguna<br />
ternyata aku hanya seorang pendosa&#8230;<br />
ternyata aku yang masih penuh kemunafikan</p>
<p>aku ingin kembali pada-MU..<br />
aku ingin selalu didekat-MU..<br />
aku ingin menjadikan-MU Kekasih.. yang sebenarnya Kekasih..<br />
aku ingin menjadikan-MU tempatku berkeluh kesah..<br />
aku ingin selalu berserah pada altar-MU..</p>
<p>Kekasih-ku&#8230;.<br />
ijinkanlah aku untuk memanggil-MU Kekasih<br />
karena Engkau penuh samudera maaf&#8230;<br />
Engkau penuh luapan kasih dan sayang..<br />
kesabaran-MU tiada batas&#8230;</p>
<p>ijinkanlah aku untuk meminta belas kasih-MU<br />
wahai Kekasih..<br />
bimbinglah aku untuk menuju keperaduan-MU<br />
dengan segenap kepasrahan dan ke-ikhlasan..<br />
inginku berserah pada-MU..<br />
Kekasih&#8230;.</p>
<p>&#62; Solo, 1999</p></div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input id="fb_dtsg" name="fb_dtsg" type="hidden" value="7eV6W" />
<input id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="afd3e012c576aef7bd07ab8f117ea8e4" />
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kekasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedamaian itu milik-MU</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kedamaian-itu-milik-mu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kedamaian-itu-milik-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div>hingga perjalanan ini begitu jauh<br />
masih terasa kegersangan hati<br />
ku genggam erat anugrah-MU<br />
namun damai itu kadang lenyap<br />
bersama tiupan angin surgawi kehidupan<br />
<span id="more-16"></span>langkah ini sudah demikian panjang<br />
tetap trasa gundah kalbu ini<br />
ku tenggelam dalam orgasme nikmat-MU<br />
mengapa syukur itu lepas dari dekapku<br />
lebur dikenistaan ketidakpuasanku</p>
<p>tangan ini tak berhenti menggapai<br />
akan sebuah harap<br />
pada uluran tangan kasih-MU<br />
walau tak sampai diujung harapku<br />
tersangkut di kubangan pendosa</p>
<p>sadarku hadir<br />
rintihku menyayat<br />
nalarku memperkosa ayat-ayat-MU<br />
agar ku dapatkan nikmat-MU kembali<br />
Ya.. Rabb<br />
Ya.. Rahman;<br />
Ya.. Rahim;</p>
<p>dan biarkan ku bersimpuh di altar-MU<br />
memuja-MU<br />
jangan pernah ENGKAU tinggalkan aku<br />
Ya.. Malik;<br />
Ya.. Majid;<br />
Ya.. Muta&#8217;ali;<br />
Ya.. Ra&#8217;uf;<br />
Ya.. Malik-ul-Mulk;<br />
Ya.. Dzul-Jalal-Wal-Ikram;<br />
Ya.. Hadi;<br />
Ya.. Rasyid.<br />
karena aku ingin menjadi hamba-MU<br />
kedamaian itu hanya milik-MU</p>
<p>Persimpangan Ujung Kota, oktober 2009</p></div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input id="fb_dtsg" name="fb_dtsg" type="hidden" value="7eV6W" />
<input id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="afd3e012c576aef7bd07ab8f117ea8e4" />
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/kedamaian-itu-milik-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Kasih-MU</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/indahnya-kasih-mu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/indahnya-kasih-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[<p>Engkau tuang arak kenikmatan<br />
dalam cawan cinta-MU<br />
batinku tetap kelu<br />
<span id="more-14"></span>Engkau pijarkan bara asmara<br />
pada tungku kasih-MU<br />
asaku tetap membisu</p>
<p>Engkau bentangkan tikar cinta<br />
di hangat peluk-MU<br />
hasratku membeku</p>
<p>Engkau tetap belai aku<br />
dengan nikmat-MU<br />
Engkau tetap tidurkan aku<br />
dengan senandung ayat-ayat suci-MU<br />
Engkau bawa aku dalam buaian firman-firman-MU</p>
<p>sadarkanku<br />
dari hasrat fana semu semata<br />
tunjukkanku<br />
jalan untuk menghamba-MU kembali<br />
bimbing aku<br />
untuk menuju pijar lentera-MU<br />
berikanku<br />
tongkat keimanan itu<br />
karena ternyata aku hanya seorang pendosa<br />
tuntun aku menuju keindahan kasih-MU</p>
<p>Ujung malam, 20 Okt 2009</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/indahnya-kasih-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

