<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Epidose Status Facebook (2)</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 02:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gigis]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Susah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Biarkan hujan .. biarkan air itu membasahi tubuh, karena sang air penuh kerinduan untuk bisa menyapa dan membasahi tubuhmu, dan biarkan nanti ku dekap dengan kehangatan jiwa dan ketulusan hati, bahwa akupun merindu .. (gigis, 28 Oktober 2011)</p>
<p style="text-align: justify;"> Cintaku padamu tidak berharap balas apapun, karena mampu mencintaimu dengan sepenuh hati adalah sebuah keinginan untuk bisa berhadap kebahagiaan hidup .. ayo nak .. tatap masa depanmu dengan keleluasaan berpikir dan tingginya cita-citamu, karena aku hanya bisa menyertakan doa dan restu dalam setiap langkah dan nafasmu &#8230; (26 Oktober 2011)<span id="more-1028"></span></p>
<div style="text-align: justify;">Dedikasi dan pengabdian menjadi keharusan bagi pekerja terhadap pekerjaannya dan bukan terhadap pimpinan, dan ketika pekerjaan itu tidak mampu memberikan kesejahteraan, kebahagiaan dan tidak lagi menjadikan rasa nyaman dalam bekerja .. sudah saatnya untuk menyudahi pekerjaan itu &#8230; matur  suwun &#8230; nyuwun pangapunten &#8230;. (24 Oktober)</div>
<div style="text-align: justify;">Gambaran kehidupan kita .. laksana gelombang dilautan kadang diatas kadang dibawah, suatu waktu merasa sedih dan dilain waktu bahagia; menikmati sebuah perjalanan dalam hidup adalah jalan terbaik bagi setiap manusia dalam meraih tujuan itu sendiri &#8230; karena gelombang dilautan itu juga naik turun untuk bisa mencapai pantai &#8230; MASIHKAH .. kita tidak bisa bersyukur .. (19 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Satu dari sekian jalan menuju kebahagiaan adalah ketika kita mampu menyelaraskan rasa dihati dengan kenyataan hidup; karena ketika hati tidak bisa menerima keadaan itulah sumber dari kesengsaraan &#8230; (07 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Kehidupan adalah sekumpulan nada dari beragam suara suka dan tidak suka terhadap apa yang kita jalani dan akan terdengar sumbang; namun akan menjadi lagu indah dan merdu ketika mampu menambahkan melodi-melodi dalam hidup sehingga begitu merasa nyaman dalam menjalani kehidupan itu sendiri &#8230; (27 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Manifestasi ikhlas adalah ketika kita bisa menerima dengan lapang dada sebuah ketidaksesuaian antara cita-cita dan realisasi disertai dengan keinginan untuk melakukan instropeksi diri untuk meraih kembali cita-cita itu .. (26 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Memaknai sebuah wejangan jawa &#8220;Urip Nang Donya Mung Mampir Ngombe&#8221; .. begitu dalam artinya; &#8211;&#8221;hidup didunia hanya sekedar mampir untuk minum, karena hidup didunia itu tidak abadi, maka lakukan sesuatu yang berarti dalam hidup, jangan pernah menyia-nyiakan kehidupan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat&#8221;&#8211; .. semoga sekali hidup bisa memberikan arti bagi diri sendiri dan orang lain .. amiin (22 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Biarkan sisa-sisa indah dan nikmat semalam ku abadikan; karena pagi ini masih terasa nikmat itu bersama secangkir kopi manis &#8230; terima kasih sayang .. !! (21 September 2011)</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Harga diri manusia tidak dinilai dari melimpahnya harta, tingginya pangkat dan jabatan, tapi sejauhmana ia mampu menghargai orang lain (20 September 2011)</strong></p>
<div style="text-align: justify;">
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">selembar senyum terbingkai indah pada raut wajahmu, .. selamat pagi cinta &#8230; eratkan jemari, tautkan hati dan satukan jiwa, untuk sambut hari ini dengan berharap ridho-Nya &#8230; (15 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ternyata UANG bisa membikin mata melihat menjadi BUTA, telinga mendengar menjadi TULI; dan perasaan tepa selira menjadi BUAS dan BRUTAL &#8230;; manusia yang begitu santun, halus tingkah laku &#8230; berubah menjadi BERINGAS dan GANAS terkikis sudah jatidiri manusia yang sebenarnya &#8230; mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal itu &#8230; pegang, miliki dan manfaatkan UANG dengan bijaksana .. (14 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Untuk bisa bersahabat dengan orang lain dengan begitu indah, cobalah anda bersahabat dengan diri sendiri dulu dengan indah pula .. ??? (11 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Gerimis sore tadi, telah memberikan inspirasi untuk bisa menghabiskan malam ini hanya bersama-mu, karena ingin ku tumpahkan semua rindu dan cintaku hanya kepadamu &#8230; karena gerimis sore tadi .. (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ingin ku beli mimpi, jika para penjual mimpi itu bisa menjamin menjadikan nyata&#8230;; (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Keinginan, harapan dan cita-cita adalah sebuah ketetapan dalam mencapai rangkaian keberhasilan hidup seseorang .. (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika kita berharap pada sebuah KESUKSESAN, maka ketika itu pula kita harus mampu dan siap menerima sebuah KEGAGALAN .. !! (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Walau cuma secangkir penasaran akan berasa pahit jika diaduk dengan sedok ketidakpastian &#8230;. (03 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Telah ku urai rinduku, bersama aliran darahku, hembusan nafasku, detak jantungku .. karena engkau adalah jiwaku .. (22 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Investasi yang paling berharga adalah putera-puteri kita, maka rawat dan pelihara-lah dengan bijaksana, ia adalah intan permata yang tidak bisa kita tukarkan dengan apapun, dan bekal yang paling mereka butuhkan untuk dunia akherat bukanlah harta dan kemewahan, akan tetapi IMAN dan TAQWA&#8230; semoga ayah-mu ini mampu memberikan bekal yang cukup nak&#8230; !!! (21 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Desah nafasmu adalah naluri hasratku .. dekap mesramu adalah semangat langkahku .. sebelum ku menapak untuk raih rejekiku pagi ini, ijinkan ku cium keningmu &#8230; (19 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Dekap dan peluk aku dalam cinta-MU, sayangi aku dengan samudra kasih-Mu; dan ijinkan aku mencintai-MU, seperti Engkau mencintaiku &#8230; karena hanya pada-MU kuserahkan jiwa dan ragaku &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Mentari selalu setia pada janjinya, tidak akan pernah berubah karena selalu menyertai hadirnya hari &#8230; dan ijinkan ku urai cintaku seperti setianya janji sang mentari &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Obsesiku ingin punya tempat membaca yang dipenuhi segala macam dan jenis buku &#8230; dengan sejuk-nya kembang anggrek, dilain ada kolam kecil disampingnya &#8230; mudah-mudahan &#8230; ??? (13 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika engkau sudah mengatakan &#8220;YA&#8221;, maka jangan pernah ada dalam benakmu untuk mengubah menjadi mengatakan &#8220;TIDAK&#8221; &#8230; karena selama-nya orang tidak akan lagi percaya terhadap apa yang engkau ucapkan &#8230; (08 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Membaca, menulis, berpikir meringkas dan bertanya itulah seorang pembelajar sejati (07 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Menjalani kehidupan yang kita butuhkan adalah sebuah ketentraman dan kedamaian sehingga ditemukan kenyamanan dalam hidup ini, hidup dengan bergelimang harta akan memiliki arti yang sangat berbeda dengan hidup berkecukupan &#8230; ==untuk seseorang yang barusan curhat== (06 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kepercayaan itu sebuah rasa tulus yang keluar dari hati kecil untuk memegang keteguhan hati akan prinsip dan cita-cita, namun ketika kepercayaan itu terkhianati separuh keteguhan hati telah hilang dan separuhnya berupa prinsip dan cita-cita telah musnah &#8230; ==untuk sobatku== (04 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Modal utama untuk menjadi pemimpin sejati adalah KREDIBILITAS, namun terkadang seorang pecundang hanya perlu RUPIAH dan RELIABILITAS untuk memimpin &#8230; bagaimana pendapat anda ..?? (30 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Terlukis dalam indah senyumnya, ketika terbuai harum nafasmu, saat kupagut asmaramu dalam diam, karena aku sedang merindu &#8230;. (27 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kulo namung sadermi nglampahi punopo ingkang ginaris ing agesang, kanthi raos syukur ugi ikhlas mugi-mugi tansah wontening pangayoman panjenengan duh Gusti .. (25 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">UANG diperlukan, akan tetapi ketika beranggapan bahwa uang adalah segala-nya sebuah kekeliruan besar, karena banyak sisi yang akhirnya menjadikan uang adalah sumber bencana, siapa juga mau jadi manusia BERUANG &#8230;. (16 Juli 2011)</p>
</div>
</div>
<div style="text-align: justify;"> <strong>(hanya sekedar usaha untuk bisa memotivasi diri)&#8230; </strong></div>
<div style="text-align: justify;">Baca juga di <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/">Status</a></div>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Akan Datang Ketika Sudah Waktunya, Maka Sambutlah Cintamu</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 01:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/04/cinta-sambutlah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-925" title="cinta sambutlah" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/04/cinta-sambutlah.jpg" alt="" width="222" height="227" /></a>Pernahkah dalam sebuah perenungan dan  kesendirian kita mengamati dan memikirkan sebuah fenomena kehidupan,  lalu sedikit demi sedikit kita coba untuk menguraikannya agar bisa  memberikan sebuah gambaran kehidupan dan akhirnya memberikan manfaat,  pernahkah terbersit dalam benak dan angan kita bahwa bulan dan matahari,  malam dan siang itu selalu tepat waktu dan bergantian dalam menjaga dan  menerangi dunia, tanpa pernah ada keributan diantaranya karena berebut  untuk saling mendahului…  <span id="more-924"></span>Tidak ada rasa iri diantaranya  karena memang telah ditetapkan bahwa bulan dan malam harus bergantian  dengan matahari dan siang, dengan kepatuhan akan sebuah ketetapan  Illahi..  Begitu halnya dengan cinta, dia akan  datang setelah waktunya tiba karena memang telah ditetapkan oleh Allah  Tuhan Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Ketetapan itu adalah sebuah  rahasia kehidupan. Maka untuk menanti cinta tentunya jangan sampai  terhanyut dan terperosok pada harapan dan ilusi dan gebyar ke-indahan  dan kenikmatan duniawi, karena hanya sebuah penyesalan jika kita tidak  mampu memanfaatkan waktu didunia dengan bijaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada masa dimana kita mesti belajar dan  belajar, maka keseriusan dan kesungguhan dalam belajarnya yang harus  kita dahulukan, dan ini pada usia-usia puber (SMP dan SMA), karena pada  saat ini para remaja kita sudah beralih dalam pola berpikirnya, saat  belajar disertai dengan buaian-buaian keindahan <strong>cinta semu</strong>, yang belum dilandasai dengan sebuah kematangan berfikir, <strong>akhirnya cinta-nya adalah nafsu, cinta-nya adalah permainan dan cintanya adalah ke-maksiat-an.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Coba kita berpikir dan merenung  sejenak.. berapa waktu belajar yang dibutuhkan untuk menyiapkan masa  depan dan berapa waktu untuk cinta yang akan kita nikmati.. hitung saja  untuk menyiapkan masa depan pada masa remaja adalah kurang lebih 16  tahun. Mulai dari SD 6 tahun, SMP 3 Tahun, SMA 3  tahun Kuliah 4 tahun, -pun dari waktu itu digunakan dengan serius untuk  memikirkan tentang belajar, belajar dan belajar, hilangkan sebuah  pikiran tentang cinta kasih dengan lawan jenis atau pacaran.. Begitu  selesai belajar dengan sebuah keseriusan saya yakin keberhasilan dengan  gemilang pasti akan tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan bukanlah sebuah hal yang sulit  ketika nilai-nilai belajar kita bagus, dengan tingkat pemahaman sebuah kehidupan dan tentunya kematangan berpikir dan kebijakan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain setelah itu.. nikmati cinta-mu  karena kemapanan dan kematangan dalam kehidupan telah diperoleh, maka  tawaran-tawaran cinta dari pada keluarga yang terpesona dan terhanyut  akan sebuah keberhasilan dalam hidupmu tentu akan datang dengan  sendiri-nya, orang tua mana yang tidak mendambakan menantu dengan akhlaq  mulia, agama yang kuat dan kemapanan dalam kehidupan (pekerjaan pasti  dan jelas).</p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu akan mudah untuk diperoleh dan didapatkan, jika kita mampu menggunakan dan memanfaatkan waktu dengan bijaksana.. <strong>Dan Sambutlah Datang-nya Cinta Itu dengan senyum  kebahagiaan… !!! </strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 11:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,&#8221; teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD).  Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-863"></span> Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu &#8220;Tabloid Bola&#8221;, untuk saya tentunya bayar khan  tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya tanya, &#8220;setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,&#8221;  dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,&#8221; kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,&#8221; perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,&#8221;.. lanjut dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu punya cita-cita apa saat ini,&#8221; tanya saya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,&#8221; jawab dia dengan polos.  &#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,&#8221;  saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain.  Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan  kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Koran&#8230;&#8221;.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hey&#8230; gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,&#8221;.. celoteh saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,&#8221; lanjutku</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8221;.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya&#8221;, timpal dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong &#8220;, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,&#8221;.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;</li>
<li>Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;</li>
<li>Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.</li>
<li>Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stress Perlu Untuk Menjaga Kualitas Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 03:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-872" title="Stress and Sex" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a>Stress adalah sebuah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang dalam upaya penyesuaian diri terhadap tekanan  yang sifatnya internal (<strong><em>psikologis</em></strong>) maupun eksternal (<em><strong>lingkungan</strong></em>). Dan manusia sebagai makhluk sosial dan juga makhluk yang dinamis dalam sebuah kehidupan sudah dapat dipastikan mengalami STRESS, karena itu Stress adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan  diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut.  Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar  kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara  untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan <em>eustress</em>, yaitu stress  yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri.  Jadi wajar kalau kita dalam kondisi stres jenis yang ini. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan melewati masa-masa STRESS tersebut dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya dapat email dari rekan sekolah di SMK N 1 Wonosari Gunungkidul, yang isi-nya kurang lebih seperti ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu memberikan perkuliahan Manajemen, seorang dosen membahas masalah MANAJEMEN STRESS, dalam  pembahasan tersebut dosen itu mengangkat gelas yang berisi air  dan bertanya kepada Mahasiswanya &#8220;Kira-kira seberapa berat kah segelas air ini ..?&#8221;, banyak ragam jawaban mahasiswa ketika itu,</p>
<p>&#8220;Itu sih ringan,&#8221; jawab salah satu mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Tidak lebih dari 30 gram&#8221;, jawab yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak lebih berat dari dua buah buku manajemen yang ada disebelah bapak,&#8221; Jawab Mahasiswa lainnya.  Dan masih banyak jawaban lainnya yang intinya bahwa gelas itu tidak-lah berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang dosen kemudian menjelaskan bahwa ini bukanlah berat absolut segelas air yang dimaksudkan melainkan  berat air itu memang tidak akan membebani kita jika hanya memegang beberapa saat lalu meletakkan kembali, namun  ketika mengangkat gelas dalam waktu 1 jam, atau sehari, atau seminggu, dan bahkan mungkin sebelum atau setahun sekalian, maka tentunya tangan kita akan saya sakit, bahkan bila satu hari penuh maka saya bisa pingsan, bila satu minggu, maka anda harus segera memanggil ambulan untuk saya. Sebenarnya beratnya sama namun semakin lama kita memegangnya, beban akan semakin berat, Hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah  segera tuangkan isi gelas tersebut maka kemudian beban dalam gelas itu akan berkurang,&#8221;&#8216; tutur sang Dosen.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Stess tadi, hampir setiap hari kita selalu memiliki dan terbebani berbagai macam persoalan, entah itu pekerjaan, keluarga atau bahkan mungkin dalam bermasyarakat, kemudian secara sengaja atau tidak membawa beban hidup kita terus menerus, sudah barang tentu akan menjadikan kita cenderung selalu khawatir, susah, resah dan hidup terasa berat yang terjadi kemudian adalah STRESS akan menjadi beban yang menekan kita. Semakin hari beban itu semakin berat karena kita khawatir esok hari. Lalu apa yang bisa kita lakukan, ada beberapa hal yang dapat kita laksanakan sehingga STRESS itu dapat kita manage atau kita kelola, sehingga disinilah kemudian ada MANAJEMEN STRESS, <strong></strong>yaitu sebuah kemampuan pada diri manusia dalam  penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental  dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari  manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup  individu itu agar menjadi lebih baik. Tentunya kita selalu berharap kualitas hidup kita terus meningkat menjadi lebih baik, sehingga STRESS yang terjadi pada diri kita harus dapat kita kelola dengan baik pula. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Berusaha untuk bisa sharing dengan orang lain, tentang apa yang menjadi beban dan permasalahan kita, tentunya dengan orang-orang yang benar-benar kita percaya.</li>
<li style="text-align: justify;">Melaksanakan refleksi atau pemijitan tubuh (body massage), untuk sekedar melancarkan peredaran darah yang akan  memulihkan lebih baik keletihan anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam  memerangi stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan hobi anda secara kontinue dan teratur karena melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menghilangkan pikiran yang menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari minuman beralkhohol dan perbanyak minum air putih akan membantu memulihkan tubuh kita dari  kekurangan cairan, karena kekurangan cairan dapat menimbulkan keletihan.</li>
<li style="text-align: justify;">Luangkan waktu untuk melaksanakan menditasi, walau sedekdar berdiam diri sejenak, pejamkan mata dan atur nafas, karena meditasi akan sangat membantu anda melupakan hal-hal yang dapat menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Tetap menjaga pula makan, karenanya jangan sampai melampiaskan dengan mengkonsumsi makanan yang berlebihan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Seks</strong> dengan teratur karena SEKS adalah penyembuhan yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Banyak dokter mengatakan bahwa seks adalah cara yang luar biasa dalam meredam kemarahan dan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Jaga pola tidur kita tetap teratur sesuai dengan kebutuhan kita bahwa tidur tidak sekedar mengistirahatkan badan dari kelelahan akan tetapi juga menuntun otak kita untuk rileks.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sobat, Allah selalu mengingatkan kita agar kita menyerahkan segala beban hidup kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Kemampuan berserah diri kepada Allah inilah yang mampu membuat kita terhindar dari tekanan hidup yang berlebihan. Sebagaimana firmanNya <strong>&#8220;Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami pun telah menurunkan beban darimu yang memberatkan punggungmu dan Kami tinggikan sebutanmu bagimu. Sebab sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (urusan dunia)  maka bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah). Dan hanya kepada TuhanMulah kamu berharap. (QS. al-Insyirah : 1-8)&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terimakasih. Dan saya sampaikan terima kasih terkhusus untuk sahabat saya Mbak Sulastri (makasih kiriman emailnya). <strong><br />
</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Status</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 10:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/status.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-785" title="status" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/status.jpg" alt="" width="192" height="132" /></a>Status </strong>adalah keadaan atau kedudukan seseorang atau badan dalam sebuah lingkungan bermasyarakat, tergantung dari sudut mana kita memandang dan melihat akan status tersebut; status terkadang mencerminkan sebuah keberadaan dan kepercayaan diri seseorang apalagi jika hal tersebut menyangkut strata sosial di masyarakat, maka status terkadang menjadi sangat penting pada komunitas tertentu, akan tetapi banyak sudah yang menganggap status adalah sebuah pembeda di dunia karena dimata Tuhan status manusia adalah sama dan hanya dibedakan oleh kadar ke-Imanan seseorang dihadapan Tuhannya, jadi apalah artinya status didunia ini, terutama status sosial..?? <span id="more-784"></span> Tidak jauh berbeda dengan bagaimana kita menulis status di jejaring sosial semisal facebook, penulisan status di facebook terkadang merupakan cerminan yang empu-nya account, namun tidak jarang juga sekedar having fun hanya sekedar menulis status. Bahkan ada juga yang menulis status di facebook merupakan sebuah ungkapan keinginan, perasaan dan letupan-letupan emosi, dan disinilah jika dalam menulis status tidak terkontrol bisa menjadi bumerang bagi yang menulisnya. Karena pemahaman sebuah bahasa tulisan akan jauh lebih beragam dan tergantung dari bagaimana yang membaca dalam meng-interpreasikan sebuah status tersebut.  Setidaknya hal itulah yang melatarbelakangi tulisan ini sehingga apa yang tertulis dibawah ini adalah review dari beberapa status di facebook.  Dan semoga mampu menjadikan motivasi kita, amiin..</p>
<p style="text-align: justify;">Dibawah ini adalah sekumpulan kata-kata yang pernah saya tulis menjadi Status dalam account facebook, yang tentunya menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi saya; dan di penghujung tahun ini  stastus-status tersebut saya kumpulkan dengan harapan menjadi kilas balik dari sebuah perjalanan hidup di tahun 2010.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Resiko adalah bagian dari kehidupan, sekecil apapun harus dihadapi dan bukan dihindari, kemampuan menghadapi resiko adalah bukti kedewasaan dan kebijaksanaan berfikir dan bertindak.. (30 Oktober jam 21:09)</li>
<li style="text-align: justify;">Realitas dari sebuah keinginan adalah perencanaan kegiatan, tindakan untuk mewujudkannya dan evaluasi dari hasil kerja (29 Oktober jam 14:00)</li>
<li style="text-align: justify;">Kemampuan dan kemauan bila dapat dikombinasikan dengan serasi adalah sarana mudah mencapai SUATU TUJUAN.. !!!  (22 Oktober jam 7:50)</li>
<li style="text-align: justify;">Untuk bisa mengerti itu begitu sulit akan tetapi untuk meminta di mengerti itu mudah; tapi jauh lebih bijaksana jika kita mampu mengerti dan bukan minta di mengerti; (18 Oktober jam 16:05)</li>
<li style="text-align: justify;">Angan-angan, cita-cita dan tujuan hidup hanya akan menjadi sebuah mimpi dan tak akan pernah menjadi nyata tanpa sebuah tindakan nyata dan kerja keras. (17 Oktober jam 8:36)</li>
<li style="text-align: justify;">Tidak akan tentram dan damai hidup seseorang jika dalam perjalanan hidupnya pernah menyakiti dan mengkhianati (15 Oktober jam 3:12)</li>
<li style="text-align: justify;">Pekerjaan hanya salah satu bagian dari penunjang karier, karena karier adalah sebuah kenyamanan dan ketentraman pribadi dalam melakukan pekerjaan. Jadi untuk mewujudkan karier adalah dengan menikmati dan mensyukuri serta melakukan pekerjaan itu dengan ikhlas. Maka karier akan datang dengan sendirinya (13 Oktober jam 10:43)</li>
<li style="text-align: justify;">Aku akan selalu hadir dalam setiap gerak dan nafasmu, walau engkau tidak lagi mengenalku, karena roh dari kebersamaan ada padaku dan bukan pada yang lainnya (11 Oktober; jam 14:36)</li>
<li style="text-align: justify;">KESUNYIAN HATI dan JIWA adalah milik orang-orang yang memiliki sebuah kerinduan, namun tidak tahu kepada siapa, KETENANGAN HATI dan JIWA adalah milik orang-orang yang memiliki kerinduan pada ILLAHI (09 Oktober jam 21:12)</li>
<li style="text-align: justify;">Persahabatan Sejati berbahan beberapa perbedaan, keinginan dan harapan, yang diracik dalam bejana kebersamaan yang ditaburi bumbu kesepakatan, toleransi dan saling pengertian&#8230; (gigis, 28 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Meninggalkan sebuah tanggungjawab dengan membebankan tanggungjawab pada orang lain, sama saja dengan penkhianat (27 September jam 9:52)</li>
<li style="text-align: justify;">Sabar itu nyata jika mau menerima apa adanya secara tulus dan ikhlas (24 September jam 14:46)</li>
<li style="text-align: justify;">Lebih baik bersatu dalam perbedaan, daripada bergabung dalam persamaan; karena dari perbedaan tercipta sebuah kebersamaan yang utuh; tapi dari persamaan hanya tercipta sebuah kebersamaan separuh saja. (23 September jam 13:06)﻿</li>
<li style="text-align: justify;"> Untuk menyatukan dua pikiran menuju satu visi dan misi ternyata diperlukan sebuah harmonisasi dengan hentakan-hentakan irama indah dalam sebuah melodi kehidupan (gigis, 22 September 2010)&#8230;</li>
<li style="text-align: justify;">Mewujudkan mimpi-mimpi dengan rasa syukur, ketulusan hati dan semangat pantang menyerah adalah salah satu jalan menuju sukses-nya mimpi-mimpi itu sendiri.. (gigis, 20 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Mencoba menepi sejenak memberikan kesempatan bagi yang lain untuk lewat, karena terkadang untuk bisa mengerti adalah sesuatu yang begitu sulit&#8230; sekedar bisa sedikit MEMAHAMI dan MENGERTI akan sebuah tanggungjawab&#8230; (gigis, 19 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Biarkan kukenang itu, walau bukan cerita indah, karena semua adalah bagian dari perjalanan hidup.. (gigis, 17 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Sulit berkembang dan maju, jika tiada keselarasan dan keserasian berpikir dan bertindak, keberanian memutuskan dan menggerakkan orang2 yg berpotensi adl awal yg benar dr sbuah manajemen, jika tidak bersiaplah utk tertahan pd ketidakpastian sebuah perjuangan.. (Gigis, 16 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">JANGAN pernah mengikrarkan diri sebagai pemimpin kalo belum bisa memberi, mengayomi, melindungi, dan siap dicaci maki, karena terkadang keputusan dan tindakan kita belum tentu mengakomodir semua keinginan orang-orang yang kita pimpin.. !!!.. (gigis, 06 September 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Berharap.. itu lebih baik daripada putus asa.. (gigis, 31 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Mengeluh, mengemis, memohon, berharap dan meratap adalah sebuah keharusan manusia pada Tuhan-Nya&#8230; (26 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Apakah SABAR itu harus MENGALAH ..??. adakah korelasi keduanya..?? (gigis, 23 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">MASALAH itu akan selalu ada dalam setiap tarikan nafas kita, dan MANUSIA harus mampu melalui dan menyelesaikannya, Itulah sebenarnya mengapa menusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia, Karenanya, hadapi dan selesaikan masalah itu dengan HATI, PEKERTI DAN NURAI jadi TIDAK DENGAN EMOSI (gigis, 21 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">SALING PERCAYA itu sebuah ikatan, namun kepercayaan itu akan hilang walau cuma satu kesalahan kecil sekalipun, MAKA saling terbuka untuk sebuah kepercayaan adalah hal yang begitu berharga. (gigis, 20 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Dengarlah nak, aku tak ingin jadi ayah yang hebat apalagi sempurna bagi kalian, aku cuma ingin jadi ayah yang bermanfaat dan bertanggungjawab terhadap kehidupan kalian&#8230; !! (gigis, 18 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Jiwaku merdeka.. karena tak ada yang berhak membelenggu, hatiku merdeka karena penuh cinta, dan kehidupanku-pun merdeka karena aku serahkan semua pada-Nya (Gigis, 16 Agustus 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">KESUKSESAN seseorang dalam kehidupan BUKANLAH dari banyaknya harta, emas permata dan kekayaan yang dimiliki, akan tetapi sejauhmana hidup kita MAMPU dan BISA bermanfaat bagi orang lain; (&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.????)</li>
<li style="text-align: justify;">AKU ada bukan datang, aku ada karena kau minta, aku curahkan semua yang ku bisa dan ku mampu tak berharap terbohongi, tertipu, terperas atau bahkan terkhianati; namun jika memang ketidakmampuan dan ketidakmengertianku menjadikan kau bersorak kegirangan dalam kemenangan, aku ucapkan selamat KAWAN, yang perlu kau pahami &#8230;dan mengerti&#8230; adalah MULAI-lah belajar untuk menghitung dengan NURANI dan MATA HATI ..  (gigis, 22 Juli 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ketika harapan itu mulai pudar&#8230; tataplah kedepan, temukan semangat untuk menghimpun kembali atau bahkan harapan baru telah menanti-mu..  (gigis, 22 Juli 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ketika kita bisa mencintai seseorang karena kekurangannya dan bukan kelebihannya adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.. !!! (gigis, 04 Juli 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Merenda asa, merajut cita, untuk rengkuh engkau dalam bahagia-ku, karena kalian jiwaku, hatiku dan hidup-ku &#8230; !!! (gigis, 18 Juni 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Itulah kehidupan.. karena kita bukan perencana kita hanyalah pelaksana.. jalani, nikmati dan syukuri &#8230; didepan adalah kebahagiaan.. !!! (gigis, 17 Juni 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Sinurung rasa welas asih, linambaran wekasing budi, mugi tansah pinaringan karaharjan ugi ridho saking Gusti Kang Murbeng Dumadi&#8230;(gigis, 16 Juni 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Bilang saja CINTA, karena mudah &#8230;. MENGERTI DAN MEMAHAMI arti CINTA itu yang sulit dan rumit&#8230;, kesimpulannya&#8230;. jangan mudah BILANG CINTA kalau belum PAHAM da MENGERTI arti CINTA itu sendiri .(gigis, 11 Juni 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Konsistensi pada ucapan dan keserasian antara mulut, hati dan tindakan adalah langkah awal tercapai-nya kesuksesan dan kepuasan dalan menjalani kehidupan.. (gigis, 06 Juni 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ternyata nikmat hidup, begitu nyata ketika bisa bersyukur pada apapun anugrah-Mu (Gigis, 11 Mei 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Karena kami peduli maka biarkan kami berkreasi sesuai dengan panggilan hati&#8230;.. (gigis, 04 Mei 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Damai, bisa kita temui dari ketenangan berpikir dan keikhlasan dalam berbuat dan bertindak&#8230;. (gigis, 25 April 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">WAKTU tidak akan pernah berjalan mundur.. WAKTU bisa bersahabat dan bisa memusuhi, jadikanlah WAKTU adalah sahabat gunakan setiap detik waktu untuk kegiatan bermanfaat.. !!!(gigis, 24 April 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Awal itu tidak akan ada jika akhir tiada, dan tiada akhiran tanpa awalan (Gigis, 16 April 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">OTAK itu bukan OTOT dan OTOT bukan OTAK keduanya harus seimbang, dan jika manusia hanya mengandalkan OTOT tanpa OTAK tidak beda dengan ROBOT (gigis, 14 April 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ternyata menghadapi beribu pedang dan tombak dari arah depan lebih mudah, daripada sebilah pisau dari arah belakang&#8230; !!!! (gigis, 29 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">CINTA.. tidak selalu datang bersama dengan JODOH, tapi JODOH selalu datang bersama dengan CINTA (gigis, 27 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Dua telinga untuk bisa mendengar, dua mata untuk bisa melihat, dua lubang hidung untuk memberikan keleluasaan bernafas, kenapa hanya SATU MULUT, saja..??(gigis, 27 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Engkau tawarkan asa pada setiap desahmu, ku sambut dengan semangatku, mari kita gapai mimpi menjadi nyata&#8230; (gigis, 24 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Aku mengenalmu dengan apa adanya, saat ku bersamamu apa adanya, kita jalani hari-hari kemaren, saat ini dan besok hari tetap dengan apa adanya, karena kita selalu mencoba untuk bisa bersyukur akan nikmat ini.. !!! (gigis, 23 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ternyata tidak cukup berkata &#8220;aku selalu bersama-mu&#8221;, &#8220;setiaku untukmu&#8221;, ..&#8221;aku ada buatmu&#8221;.. dan sebagai-nya, karena yang diperlukan adalah &#8220;REALITAS dari Ungkapan itu&#8221;, semoga aku tak sekedar bicara, karena aku memang MILIKMU.. !!!!(gigis, 23 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">RESAH DAN GELISAH, ini terjadi disaat kita tidak berani untuk mengawali melangkah, hanya diam tanpa kata, membayangkan dan merekayasa serta mengkonsep yang tidak ada tindaklanjut.. kita akan dikejar-kejar oleh bayangan kita sendiri&#8230; !!!(Gigis, 19 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">LAPANG DADA adalah sebuah masakan kehidupan yang begitu nikmat, ingin tahu resep-nya racik dengan sedikit kesabaran, ditambah satu pengertian, siram dengan keleluasaan berpikir lalu sajikan dengan se-ulas senyuman &#8230; !!!(gigis, 18 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Ideal-nya semua dimulai dari awal, satu persatu, selangkah demi selangkah, diakhiri dengan rasa syukur.. maka keberhasilan dan kesuksesan akan terasa begitu NIKMAT(gigis, 17 Maret 2010)</li>
<li style="text-align: justify;">Salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup adalah dengan &#8220;&#8221;berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut&#8221;"(gigis, 16 Maret 2010)</li>
</ol>
<p>Demikian semoga bermanfaat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin, Refleksi Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 22:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="cermin" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg" alt="" width="116" height="136" /></a>Cermin, siapa yang tidak tahu dan mengenal benda yang satu ini, karena dalam setiap ruang, setiap sisi-sisi rumah akan selalu ada benda ini, tiada habisnya kita mamatut diri didepan cermin untuk sekedar bisa melihat apa yang kurang pantas pada diri kita, karena jelas bawah pengertian cermin sendiri adalah permukaan memantul yang cukup  licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda  yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang. <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin" target="_blank">(http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin)</a>. Ach.. itu hanyalah sebuah definisi dan pengertian, namun pernahkah kita sedikit memahami fungsi cermin itu lebih jauh dan lebih dalam lagi, bahwa cermin tidak sekedar pemantul bayang-bayang, bahwa cermin tidak sekedar alat untuk melihat sudah pantaskah dandanan kita. Pernahkah kita menyadari bahwa <strong>cermin begitu jujur</strong> pada kita. Karena apa yang ada pada diri kita akan dipantulkan demikian apa adanya oleh cermin.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-596"></span>Sebuah kesadaran dan rasa mawas diri dapat kita dapatkan dari cermin ini, ada sebuah ungkapan dalam bahasa jawa   <strong>&#8220;Ngiloa Githoke Dhewe&#8221;, </strong>yang secara harfiah adalah <em><span style="text-decoration: underline;">bercerminlah pada tengkuknya  sendiri, </span></em>dengan<em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em>arti sebagai berikut  :</p>
<ul>
<li>Ngilo : bercermin</li>
<li>Ngiloa : bercerminlah</li>
<li>Githok :  tengkuk</li>
<li>Githoke : tengkuknya</li>
<li>Dhewe : Sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Arti yang tersirat dari ungkapan itu adalah<em> kita diajak untuk melihat dan mengetahui tentang diri k</em><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-602" title="cermin2" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg" alt="" width="138" height="202" /></a><em>ita  leb</em><em>ih jauh. Selain ada kebaikan ada juga kekurangan dan kelemahannya.</em> Kita diajak untuk menyadari akan kekurangan dan kelemahan kita sendiri dengan sebuah nilai  yang diajarkan bahwa <em>ungkapan</em><em> ini mengajarkan agar setiap orang mau  mawas diri. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Sejauhmana kita menggunakan cermin selama ini, apakah sebatas kita bercermin untuk badaniah kita..?? sudah pernahkan kita mematut diri di cermin kemudian mencoba untuk melihat dan menyelami diri kita yang sebenarnya, yach.. &#8220;<strong>Cermin Hati</strong>&#8220;.. sering kita lupakan ketika kita berada di depan cermin, karena kita hanya sebatas bercermin untuk badan kita. Mematut diri dan membetulkan dandanan yang kurang pas, namun kita hampir tidak pernah mencoba untuk bisa memahami dan membetulkan sikap, perilaku, tindakan serta ucapan-ucapan kita yang dipantulkan oleh &#8220;<strong>cermin hati</strong>&#8220;<em>, </em>karena kita terkadang kurang respek terhadap <em>&#8220;Kejujuran&#8221;</em> dari Cermin itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cermin akan mengatakan apa adanya tentang diri kita, cermin itu tidak pernah bohong, cermin itu jujur, cermin itu apa adanya tidak ada yang ditutupi cermin apa yang ada pada diri kita itulah yang akan dipantulkan oleh cermin<em>. </em>Sudah sewajarnya jika kita menjadikan cermin adalah sahabat sejati<em> </em>bagi kita karena cermin akan bilang jelek jika kita jelak dan akan bilang baik jika kita baik. Dan karena cermin adalah refleksi sebuah kejujuran sangat tepat dan pas jika cermin kita gunakan sebagai alat untuk instropeksi diri dimana kekurangan dan kelebihan kita dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan demikian kita dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi kehidupan, dengan terus bercermin dengan &#8220;CERMIN HATI&#8221;.. semoga bermanfaat terima kasih <em><br />
</em></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Mengapa Saya Begitu Menyukai Ketokohan Yudishtira</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/inilah-mengapa-saya-begitu-menyukai-ketokohan-yudishtira/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/inilah-mengapa-saya-begitu-menyukai-ketokohan-yudishtira/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 14:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/AMPIND%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.png" alt="" /> <img src="file:///C:/DOCUME%7E1/AMPIND%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-5.png" alt="" /><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Yudis1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-590" title="Yudis" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Yudis1.jpg" alt="" width="87" height="124" /></a>Yudistira alias Dharmawangsa, adalah salah satu  tokoh protagonis  dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang  raja yang memerintah  kerajaan Kuru, dengan pusat pemerintahan di  Hastinapura. Ia merupakan  yang tertua di antara lima Pandawa, atau para  putera Pandu. Dalam tradisi pewayangan, Yudistira diberi gelar “Prabu”  dan memiliki  julukan Puntadewa, sedangkan kerajaannya disebut dengan  nama Kerajaan  Amarta.    <strong> </strong>Nama Yudistira dalam  bahasa  Sanskerta bermakna “teguh atau kokoh dalam peperangan”. Ia juga  dikenal  dengan sebutan Dharmaraja, yang bermakna “raja Dharma”, karena  ia  selalu berusaha menegakkan dharma sepanjang hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-589"></span></p>
<p><img title="Selebihnya..." src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Beberapa  julukan lain yang dimiliki Yudhisthira adalah:</p>
<ul>
<li>Ajatasatru,  “yang tidak memiliki musuh”.</li>
<li>Bharata, “keturunan Maharaja  Bharata”.</li>
<li>Dharmawangsa atau Dharmaputra, “keturunan Dewa  Dharma”.</li>
<li>Kurumukhya, “pemuka bangsa Kuru”.</li>
<li>Kurunandana,  “kesayangan Dinasti Kuru”.</li>
<li>Kurupati, “raja Dinasti Kuru”.</li>
<li>Pandawa,  “putera Pandu”.</li>
<li>Partha, “putera Prita atau Kunti”.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Beberapa di antara nama-nama di atas juga  dipakai oleh tokoh-tokoh  Dinasti Kuru lainnya, misalnya Arjuna, Bisma,  dan Duryodana. Selain  nama-nama di atas, dalam versi pewayangan Jawa  masih terdapat beberapa  nama atau julukan yang lain lagi untuk  Yudistira, misalnya:</p>
<ul>
<li>Puntadewa,  “derajat keluhurannya setara para dewa”.</li>
<li>Yudistira, “pandai  memerangi nafsu pribadi”.</li>
<li>Gunatalikrama, “pandai bertutur  bahasa”.</li>
<li>Samiaji, “menghormati orang lain bagai diri sendiri”.</li>
</ul>
<p><strong>Sifat  dan kesaktian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sifat-sifat  Yudistira tercermin dalam nama-nama julukannya,  sebagaimana telah  disebutkan di atas. Sifatnya yang paling menonjol  adalah adil, sabar,  jujur, taat terhadap ajaran agama, penuh percaya  diri, dan berani  berspekulasi. Kesaktian Yudistira dalam Mahabharata  terutama dalam hal  memainkan senjata tombak. Sementara itu, versi  pewayangan Jawa lebih  menekankan pada kesaktian batin, misalnya ia  pernah dikisahkan  menjinakkan hewan-hewan buas di hutan Wanamarta dengan  hanya meraba  kepala mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira dalam  pewayangan beberapa pusaka, antara lain Jamus  Kalimasada, Tunggulnaga,  dan Robyong Mustikawarih. Kalimasada berupa  kitab, sedangkan  Tunggulnaga berupa payung. Keduanya menjadi pusaka  utama kerajaan  Amarta. Sementara itu, Robyong Mustikawarih berwujud  kalung yang  terdapat di dalam kulit Yudistira. Pusaka ini adalah  pemberian  Gandamana, yaitu patih kerajaan Hastina pada zaman  pemerintahan Pandu.  Apabila kesabaran Yudistira sampai pada batasnya, ia  pun meraba kalung  tersebut dan seketika itu pula ia pun berubah menjadi  raksasa besar  berkulit putih bersih.</p>
<p><strong>Kelahiran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira adalah putera tertua pasangan  Pandu dan Kunti. Kitab  Mahabharata bagian pertama atau Adiparwa  mengisahkan tentang kutukan  yang dialami Pandu setelah membunuh  brahmana bernama Resi Kindama tanpa  sengaja. Brahmana itu terkena panah  Pandu ketika ia dan istrinya sedang  bersanggama dalam wujud sepasang  rusa. Menjelang ajalnya tiba, Resi  Kindama sempat mengutuk Pandu bahwa  kelak ia akan mati ketika mengawini  istrinya. Dengan penuh penyesalan,  Pandu meninggalkan tahta Hastinapura  dan memulai hidup sebagai pertapa  di hutan demi untuk mengurangi hawa  nafsu. Kedua istrinya, yaitu Kunti  dan Madri dengan setia mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada  suatu hari, Pandu mengutarakan niatnya ingin memiliki anak.  Kunti yang  menguasai mantra Adityahredaya segera mewujudkan keinginan  suaminya  itu. Mantra tersebut adalah ilmu pemanggil dewa untuk  mendapatkan  putera. Dengan menggunakan mantra itu, Kunti berhasil  mendatangkan Dewa  Dharma dan mendapatkan anugerah putera darinya tanpa  melalui  persetubuhan. Putera pertama itu diberi nama Yudistira. Dengan   demikian, Yudistira menjadi putera sulung Pandu, sebagai hasil pemberian   Dharma, yaitu dewa keadilan dan kebijaksanaan. Sifat Dharma itulah  yang  kemudian diwarisi oleh Yudistira sepanjang hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Versi pewayangan Jawa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah dalam pewayangan Jawa agak berbeda.  Menurut versi ini,  Puntadewa merupakan anak kandung Pandu yang lahir di  istana Hastinapura.  Kedatangan Bhatara Dharma hanya sekadar menolong  kelahiran Puntadewa  dan memberi restu untuknya. Berkat bantuan dewa  tersebut, Puntadewa  lahir melalui ubun-ubun Kunti. Dalam pewayangan  Jawa, nama Puntadewa  lebih sering dipakai, sedangkan nama Yudistira  baru digunakan setelah ia  dewasa dan menjadi raja. Versi ini melukiskan  Puntadewa sebagai seorang  manusia berdarah putih, yang merupakan  kiasan bahwa ia adalah sosok  berhati suci dan selalu menegakkan  kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masa kecil dan  pendidikan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira dan  keempat adiknya, yaitu Bima (Bimasena), Arjuna, Nakula,  dan Sadewa  kembali ke Hastinapura setelah ayah mereka (Pandu) meninggal  dunia.  Adapun kelima putera Pandu itu terkenal dengan sebutan para  Pandawa,  yang semua lahir melalui mantra Adityahredaya. Kedatangan para  Pandawa  membuat sepupu mereka, yaitu para Korawa yang dipimpin Duryodana  merasa  cemas. Putera-putera Dretarastra itu takut kalau Pandawa sampai   berkuasa di kerajaan Kuru. Dengan berbagai cara mereka berusaha   menyingkirkan kelima Pandawa, terutama Bima yang dianggap paling kuat.   Di lain pihak, Yudistira selalu berusaha untuk menyabarkan Bima supaya   tidak membalas perbuatan para Korawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandawa dan Korawa kemudian mempelajari ilmu agama, hukum, dan  tata  negara kepada Resi Krepa. Dalam pendidikan tersebut, Yudistira  tampil  sebagai murid yang paling pandai. Krepa sangat mendukung apabila  tahta  Hastinapura diserahkan kepada Pandawa tertua itu. Setelah itu,  Pandawa  dan Korawa berguru ilmu perang kepada Resi Drona. Dalam  pendidikan kedua  ini, Arjuna tampil sebagai murid yang paling pandai,  terutama dalam  ilmu memanah. Sementara itu, Yudistira sendiri lebih  terampil dalam  menggunakan senjata tombak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Konflik memperebutkan kerajaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama Pandu hidup di hutan sampai akhirnya  meninggal dunia, tahta  Hastinapura untuk sementara dipegang oleh  kakaknya, yaitu Dretarastra,  ayah para Korawa. Ketika Yudistira  menginjak usia dewasa, sudah tiba  saatnya bagi Dretarastra untuk  menyerahkan tahta kepada Yudhisthira,  selaku putera sulung Pandu.  Sementara itu putera sulung Dretarastra,  yaitu Duryodana berusaha keras  merebut tahta dan menyingkirkan Pandawa.  Dengan bantuan pamannya dari  pihak ibu, yaitu Sangkuni, Duryodana  pura-pura menjamu kelima sepupunya  itu dalam sebuah gedung di  Waranawata, dimana gedung itu terbuat dari  bahan yang mudah terbakar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika  malam tiba, para Korawa membakar gedung tempat para Pandawa  dan Kunti,  ibu mereka, tidur. Namun, Yudistira sudah mempersiapkan diri  karena  rencana pembunuhan itu telah terdengar oleh pamannya, yaitu  Widura adik  Pandu. Akibatnya, kelima Pandawa dan Kunti berhasil lolos  dari maut.  Pandawa dan Kunti kemudian menjalani berbagai pengalaman  sulit.</p>
<p><strong>Pernikahan dengan Dropadi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lolos dari jebakan maut Korawa,  para Pandawa dan Kunti pergi  melintasi kota Ekachakra, lalu tinggal  sementara di kerajaan Panchala.  Arjuna berhasil memenangkan sayembara  di kerajaan tersebut dan  memperoleh seorang puteri cantik yang bernama  Dropadi. Tanpa sengaja  Kunti memerintahkan agar Dropadi dibagi lima.  Akibatnya, Dropadi pun  menjadi istri kelima Pandawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari perkawinan dengan Yudistira, Dropadi  melahirkan Pratiwindya,  dari Bima lahir Sutasoma, dari Arjuna lahir  Srutasena, dari Nakula lahir  Satanika, dan dari Sadewa lahir  Srutakirti.</p>
<p style="text-align: justify;">Versi Jawa menyebut  Dropadi dengan nama “Drupadi”. Menurut pewayangan  Jawa, setelah  memenangkan sayembara, Arjuna menyerahkan putri itu  kepada Puntadewa  selaku kakak tertua. Semula Puntadewa menolak, namun  setelah didesak  oleh ibu dan keempat adiknya, akhirnya ia pun bersedia  menikahi  Drupadi. Dari perkawinan itu lahir seorang putera bernama  Pancawala.  Jadi, menurut versi asli, tokoh Dropadi menikah dengan kelima  Pandawa,  sedangkan menurut versi Jawa, ia hanya menikah dengan  Yudistira  seorang.</p>
<p><strong>Raja Indraprastha</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menikahi Dropadi, para Pandawa  kembali ke Hastinapura dan  memperoleh sambutan luar biasa, kecuali dari  pihak Duryodana. Persaingan  antara Pandawa dan Korawa atas tahta  Hastinapura kembali terjadi. Para  sesepuh akhirnya sepakat untuk  memberi Pandawa sebagian dari wilayah  kerajaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Korawa yang licik mendapatkan istana  Hastinapura, sedangkan Pandawa  mendapatkan hutan Kandawaprastha sebagai  tempat untuk membangun istana  baru. Meskipun daerah tersebut sangat  gersang dan angker, namun para  Pandawa mau menerima wilayah tersebut.  Selain wilayahnya yang seluas  hampir setengah wilayah kerajaan Kuru,  Kandawaprastha juga merupakan  ibukota kerajaan Kuru yang dulu, sebelum  Hastinapura. Para Pandawa  dibantu sepupu mereka, yaitu Kresna dan  Baladewa, dan berhasil membuka  Kandawaprastha menjadi pemukiman baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Para Pandawa kemudian memperoleh  bantuan dari Wiswakarma, yaitu ahli  bangunan dari kahyangan, dan juga  Anggaraparna dari bangsa Gandharwa.  Maka terciptalah sebuah istana  megah dan indah bernama Indraprastha,  yang bermakna “kota Dewa Indra”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemerintahan Yudistira versi  pewayangan Jawa</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembangunan  kerajaan Amarta</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://tokohwayang.files.wordpress.com/2009/11/upacararajasuyadiindraprastha.jpg?w=225&#38;h=303" alt="Upacara Rajasuya di Indraprastha" hspace="4" width="225" height="303" align="right" />Dalam versi  pewayangan Jawa, nama Indraprastha  lebih terkenal dengan sebutan  kerajaan Amarta. Menurut versi ini, hutan  yang dibuka para Pandawa bukan  bernama Kandawaprastha, melainkan  bernama Wanamarta.</p>
<p>Versi Jawa  mengisahkan, setelah sayembara Dropadi, para Pandawa tidak  kembali ke  Hastinapura melainkan menuju kerajaan Wirata, tempat kerabat  mereka  yang bernama Prabu Matsyapati berkuasa. Matsyapati yang  bersimpati pada  pengalaman Pandawa menyarankan agar mereka membuka  kawasan hutan tak  bertuan bernama Wanamarta menjadi sebuah kerajaan  baru. Hutan Wanamarta  dihuni oleh berbagai makhluk halus yang dipimpin  oleh lima bersaudara,  bernama Yudistira, Danduncana, Suparta, Sapujagad,  dan Sapulebu.  Pekerjaan Pandawa dalam membuka hutan tersebut mengalami  banyak  rintangan. Akhirnya setelah melalui suatu percakapan, para  makhluk  halus merelakan Wanamarta kepada para Pandawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira kemudian memindahkan istana Amarta dari alam jin ke  alam  nyata untuk dihuni para Pandawa. Setelah itu, ia dan keempat  adiknya  menghilang. Salah satu versi menyebut kelimanya masing-masing  menyatu ke  dalam diri lima Pandawa. Puntadewa kemudian menjadi Raja  Amarta setelah  didesak dan dipaksa oleh keempat adiknya. Untuk  mengenang dan  menghormati raja jin yang telah memberinya istana,  Puntadewa pun memakai  gelar Prabu Yudistira.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anugerah Ketentraman</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menjadi Raja Amarta, Puntadewa  berusaha keras untuk  memakmurkan negaranya. Konon terdengar berita  bahwa barang siapa yang  bisa menikahi puteri Kerajaan Slagahima yang  bernama Dewi  Kuntulwinanten, maka negeri tempat ia tinggal akan menjadi  makmur dan  sejahtera. Puntadewa sendiri telah memutuskan untuk  memiliki seorang  istri saja. Namun karena Dropadi mengizinkannya  menikah lagi demi  kemakmuran negara, maka ia pun berangkat menuju  Kerajaan Slagahima. Di  istana Slagahima telah berkumpul sekian banyak  raja dan pangeran yang  datang melamar Kuntulwinanten. Namun sang puteri  hanya sudi menikah  dengan seseorang yang berhati suci, dan ia  menemukan kriteria itu dalam  diri Puntadewa. Kemudian Kuntulwinanten  tiba-tiba musnah dan menyatu ke  dalam diri Puntadewa. Sebenarnya  Kuntulwinanten bukan manusia asli,  melainkan wujud penjelmaan anugerah  dewata untuk seorang raja adil yang  hanya memikirkan kesejahteraan  negaranya. Sedangkan anak raja Slagahima  yang asli bernama  Tambakganggeng. Ia kemudian mengabdi kepada Puntadewa  dan diangkat  sebagai patih di kerajaan Amarta.</p>
<p><strong>Upacara  Rajasuya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kitab Mahabharata  bagian kedua atau Sabhaparwa mengisahkan niat  Yudistira untuk  menyelenggarakan upacara Rajasuya demi menyebarkan  dharma dan  menyingkirkan raja-raja angkara murka. Bima, Arjuna, Nakula,  dan Sadewa  memimpin tentara masing-masing ke empat penjuru Bharatawarsha  (India  Kuno) untuk mengumpulkan upeti dalam penyelenggaraan upacara  agung  tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat yang sama,  seorang raja angkara murka juga mengadakan  upacara mengorbankan seratus  orang raja. Raja tersebut bernama Jarasanda  dari kerajaan Magadha.  Yudistira mengirim Bima dan Arjuna dengan  didampingi Kresna sebagai  penasihat untuk menumpas Jarasanda. Akhirnya,  melalui sebuah  pertandingan seru, Bima berhasil membunuh Jarasanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah semua persyaratan terpenuhi,  Yudistira melaksanakan upacara  Rajasuya yang dihadiri sekian banyak  kaum raja dan pendeta. Dalam  kesempatan itu, Yudistira ditetapkan  sebagai Maharajadhiraja. Kemudian  muncul seorang sekutu Jarasanda  bernama Sisupala yang menghina Kresna di  depan umum. Setelah melewati  penghinaan ke-100, Krishna akhirnya  memenggal kepala Sisupala di depan  umum.</p>
<p><strong>Kehilangan kerajaan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" src="http://tokohwayang.files.wordpress.com/2009/11/permainandaduantarapandawadankorawa.jpg?w=360&#38;h=265" alt="permainan dadu antara Pandawa dan  Korawa" hspace="4" width="360" height="265" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Lukisan dari  Punjab, dibuat sekitar abad ke-18,  menggambarkan suasana aula permainan  dadu antara Pandawa dan Korawa.  Tampak dalam gambar, Dropadi yang  berusaha ditelanjangi oleh Dursasana.  Di sebelah kiri bawah, tampak  kelima Pandawa sedang diam menerima  kekalahannya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menjadi tamu dalam acara Rajasuya,  Duryodana sangat kagum  sekaligus iri menyaksikan keindahan istana  Indraprastha. Timbul niatnya  untuk merebut kerajaan itu, apalagi  setelah ia tersinggung oleh ucapan  Dropadi dalam sebuah pertemuan.  Sangkuni membantu niat Duryodhana dengan  memanfaatkan kegemaran  Yudistira terhadap permainan dadu. Yudistira  memang seorang ahli agama,  namun di sisi lain ia sangat menyukai  permainan tersebut. Undangan  Duryodana diterimanya dengan baik.  Permainan dadu antara Pandawa  melawan Korawa diadakan di istana  Hastinapura. Mula-mula Yudistira  hanya bertaruh kecil-kecilan. Namun  semuanya jatuh ke tangan Duryodana  berkat kepandaian Sakuni dalam  melempar dadu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasutan Sangkuni membuat Yudistira nekad mempertaruhkan semua   hartanya, bahkan Indraprastha. Akhirnya, negeri yang dibangun dengan   susah payah itu pun jatuh ke tangan lawan. Yudistira yang sudah gelap   mata juga mempertaruhkan keempat adiknya secara berurutan. Keempatnya   pun jatuh pula ke tangan Duryodana satu per satu, bahkan akhirnya   Yudistira sendiri. Duryodana tetap memaksa Yudistira yang sudah   kehilangan kemerdekaannya untuk melanjutkan permainan, dengan   mempertaruhkan Dropadi. Akibatnya, Dropadi pun ikut bernasib sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Ratapan Dropadi saat dipermalukan di depan  umum terdengar oleh  Gandari, ibu para Korawa. Ia memerintahkan agar  Duryodana menghentikan  permainan dan mengembalikan semuanya kepada  Pandawa. Dengan berat hati,  Duryodhana terpaksa mematuhi perintah  ibunya itu. Duryodana yang kecewa  kembali menantang Yudistira beberapa  waktu kemudian. Kali ini  peraturannya diganti. Barang siapa yang kalah  harus menyerahkan negara  beserta isinya, dan menjalani hidup di hutan  selama 12 tahun serta  menyamar selama setahun di dalam sebuah kerajaan.  Apabila penyamaran itu  terbongkar, maka wajib mengulangi lagi  pembuangan selama 12 tahun dan  menyamar setahun, begitulah seterusnya.  Akhirnya berkat kelicikan  Sakuni, pihak Pandawa pun mengalami kekalahan  untuk yang kedua kalinya.  Sejak saat itu lima Pandawa dan Dropadi  menjalani masa pembuangan mereka  di hutan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kehidupan dalam Pembuangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan para Pandawa dan Dropadi dalam  menjalani masa pembuangan  selama 12 tahun di hutan dikisahkan pada  jilid ketiga kitab Mahabharata  yang dikenal dengan sebutan Wanaparwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira yang merasa paling  bertanggung jawab atas apa yang menimpa  keluarga dan negaranya berusaha  untuk tetap tabah dalam menjalani  hukuman. Ia sering berselisih paham  dengan Bima yang ingin kembali ke  Hastinapura untuk menumpas para  Korawa. Meskipun demikian, Bima tetap  tunduk dan patuh terhadap  perintah Yudistira supaya menjalani hukuman  sesuai perjanjian.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika para Korawa datang ke dalam  hutan untuk berpesta demi  menyiksa perasaan para Pandawa. Namun, mereka  justru berselisih dengan  kaum Gandharwa yang dipimpin Citrasena. Dalam  peristiwa itu Duryodana  tertangkap oleh Citrasena. Akan tetapi,  Yudistira justru mengirim Bima  dan Arjuna untuk menolong Duryodana. Ia  mengancam akan berangkat sendiri  apabila kedua adiknya itu menolak  perintah. Akhirnya kedua Pandawa itu  berhasil membebaskan Duryodana.  Niat Duryodana datang ke hutan untuk  menyiksa perasaan para Pandawa  justru berakhir dengan rasa malu luar  biasa yang ia rasakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa lain yang terjadi adalah  penculikan Dropadi oleh Jayadrata,  adik ipar Duryodana. Bima dan Arjuna  berhasil menangkap Jayadrata dan  hampir saja membunuhnya. Yudistira  muncul dan memaafkan raja kerajaan  Sindu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peristiwa telaga beracun</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari menjelang berakhirnya  masa pembuangan, Yudistira dan  keempat adiknya membantu seorang  brahmana yang kehilangan peralatan  upacaranya karena tersangkut pada  tanduk seekor rusa liar. Dalam  pengejaran terhadap rusa itu, kelima  Pandawa merasa haus. Yudistira pun  menyuruh Sadewa mencari air minum.  Karena lama tidak kembali, Nakula  disuruh menyusul, kemudian Arjuna,  lalu akhirnya Bima menyusul pula.  Yudistira semakin cemas karena  keempat adiknya tidak ada yang kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira kemudian berangkat menyusul Pandawa dan menjumpai  mereka  telah tewas di tepi sebuah telaga. Muncul seorang raksasa yang  mengaku  sebagai pemilik telaga itu. Ia menceritakan bahwa keempat  Pandawa tewas  keracunan air telaganya karena mereka menolak menjawab  pertanyaan sang  raksasa. Sambil menahan haus, Yudistira mempersilakan  Sang Raksasa untuk  bertanya. Satu per satu pertanyaan demi pertanyaan  berhasil ia jawab.  Akhirnya, Sang Raksasa pun mengaku kalah, namun ia  hanya sanggup  menghidupkan satu orang saja. Dalam hal ini, Yudistira  memilih Nakula  untuk dihidupkan kembali. Raksasa heran karena Nakula  adalah adik tiri,  bukan adik kandung. Yudistira menjawab bahwa dirinya  harus berlaku adil.  Ayahnya, yaitu Pandu memiliki dua orang istri.  Karena Yudistira lahir  dari Kunti, maka yang dipilihnya untuk hidup  kembali harus putera yang  lahir dari Madri, yaitu Nakula.</p>
<p style="text-align: justify;">Raksasa terkesan pada keadilan Yudistira.  Ia pun kembali ke wujud  aslinya, yaitu Dewa Dharma. Kedatangannya  dengan menyamar sebagai rusa  liar dan raksasa adalah untuk memberikan  ujian kepada para Pandawa.  Berkat keadilan dan ketulusan Yudistira,  maka tidak hanya Nakula yang  dihidupkan kembali, melainkan juga Bima,  Arjuna, dan Sadewa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yudistira  dalam masa penyamaran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah  12 tahun menjalani pembuangan di hutan, kelima Pandawa dan  Dropadi  kemudian memasuki masa penyamaran selama setahun. Sebagai tempat   persembunyian, mereka memilih Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh   Wirata. Kisah ini terdapat dalam kitab Mahabharata jilid keempat atau   Wirataparwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira menyamar  dengan nama Kanka di mana ia diterima sebagai  kusir kereta Raja Wirata.  Bima menjadi Balawa sebagai tukang masak,  Arjuna menjadi Wrihanala  sebagai banci guru tari, Nakula menjadi  Damagranti sebagai tukang kuda,  Sadewa menjadi Tantripala sebagai  penggembala sapi, sedangkan Dropadi  menjadi Sailandri sebagai dayang  istana.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhir tahun penyamaran Pandawa, terjadi peristiwa  serangan  kerajaan Kuru terhadap kekuasaan Wirata. Seluruh kekuatan  kerajaan  Matsya dikerahkan menghadapi tentara kerajaan Trigartha,  sekutu  Duryodhana. Akibatnya, istana Matsya menjadi kosong dan dalam  keadaan  terancam oleh serangan pasukan Hastinapura. Utara putera Wirata  yang  ditugasi menjaga istana, berangkat ditemani Wrihanala (Arjuna)  sebagai  kusir. Di medan perang Wrihanala membuka samaran dan tampil  menghadapi  pasukan Duryodana sebagai Arjuna. Seorang diri ia berhasil  memukul  mundur pasukan dari Hastinapura tersebut. Sementara itu,  pasukan Wirata  juga mendapat kemenangan atas pasukan Trigartha. Wirata  dengan bangga  memuji-muji kehebatan Utara yang berhasil mengalahkan  para Korawa  seorang diri. Kanka alias Yudistira menjelaskan bahwa kunci  kemenangan  Utara adalah Wrihanala. Hal itu membuat Wirata tersinggung  dan memukul  kepala Kanka sampai berdarah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam versi pewayangan Jawa, Wirata adalah nama kerajaan,  bukan nama  orang. Sedangkan rajanya bernama Matsyapati. Dalam kerajaan  tersebut,  Yudistira atau Puntadewa menyamar sebagai pengelola pasar ibu  kota  bernama Dwijakangka.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat  batas waktu penyamaran telah genap setahun, kelima Pandawa dan  Dropadi  pun membuka penyamaran. Mengetahui hal itu, Wirata merasa sangat   menyesal telah memperlakukan mereka dengan buruk. Ia pun berjanji akan   menjadi sekutu Pandawa dalam usaha mendapatkan kembali takhta   Indraprastha.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yudistira saat  Bharatayuddha</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika para  Pandawa pulang ke Hastinapura demi menuntut hak yang  seharusnya mereka  terima, Duryodana bersikap sinis terhadap mereka. Ia  tidak mau  menyerahkan Hastinapura kepada Yudistira. Berbagai usaha damai   dilancarkan pihak Pandawa namun selalu ditolak oleh Duryodana. Bahkan,   Duryodana tetap menolak ketika Yudistira hanya meminta lima buah desa   saja, bukan seluruh Indraprastha. Pada puncaknya, Duryodana berusaha   membunuh duta Pandawa, yaitu Kresna, namun gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Perang antara Pandawa dan Korawa tidak  dapat lagi dihindari. Para  pujangga Jawa menyebut peristiwa itu dengan  nama Bharatayuddha.  Sementara itu dalam Mahabharata kisah perang besar  tersebut ditemukan  pada jilid keenam sampai kesepuluh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Awal pertempuran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada bagian Bhismaparwa dikisahkan bahwa  sebelum perang hari pertama  dimulai, Yudistira turun dari keretanya  berjalan kaki ke arah pasukan  Korawa yang berbaris di hadapannya.  Duryodana mengejeknya sebagai  pengecut yang langsung menyerah begitu  melihat kekuatan Korawa dan  sekutu mereka. Namun, kedatangan Yudistira  bukan untuk menyerah,  melainkan meminta doa restu kepada empat sesepuh  yang berperang di pihak  lawan. Mereka adalah Bisma, Krepa, Drona, dan  Salya. Keempatnya  mendoakan semoga pihak Pandawa menang. Hal itu tentu  saja membuat  Duryodana sakit hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira  kembali ke pasukannya. Ia mempersilakan siapa saja yang  ingin pindah  pasukan sebelum perang benar-benar dimulai. Ternyata yang  pindah justru  adik tiri Duryodhana yang lahir dari selir, bernama  Yuyutsu, yang  bergerak meninggalkan Korawa untuk bergabung bersama  Pandawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertempuran melawan Drona</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bisma memimpin pasukan Korawa selama  sepuluh hari. Setelah ia  tumbang, kedudukannya digantikan oleh Drona,  yang mendapat amanat dari  Duryodana supaya menangkap Yudistira  hidup-hidup. Drona senang atas  tugas tersebut, padahal niat Duryodana  adalah menjadikan Yudistira  sebagai sandera untuk memaksa para  pendukungnya menyerah. Berbagai cara  dilancarkan Drona untuk menangkap  Yudistira. Tidak terhitung banyaknya  sekutu Pandawa yang tewas di  tangan Drona karena melindungi Yudistira,  misalnya Drupada dan Wirata.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pada hari ke-15, penasihat  Pandawa, yaitu Kresna menemukan  cara untuk mengalahkan Drona, yaitu  dengan mengumumkan berita kematian  seekor gajah bernama Aswatama.  Aswatama juga merupakan nama putera  tunggal Drona. Kemiripan nama  tersebut dimanfaatkan oleh Kresna untuk  menipu Drona. Atas perintah  Kresna, Bima segera membunuh gajah itu dan  berteriak mengumumkan  kematiannya. Drona cemas mendengar berita kematian  Aswatama. Ia segera  mendatangi Yudistira yang dianggapnya sebagai  manusia paling jujur  untuk bertanya tentang kebenaran berita tersebut.  Yudistira terpaksa  bersikap tidak jujur. Ia membenarkan berita kematian  Aswatama tanpa  berusaha menjelaskan bahwa yang mati adalah gajah, bukan  putera Drona.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban Yudistira itu membuat Drona  jatuh lemas. Ia membuang semua  senjatanya dan duduk bermeditasi.  Tiba-tiba saja Drestadyumna putera  Drupada mendatanginya dan kemudian  memenggal kepalanya dari belakang.  Drona pun tewas seketika. Dalam  peristiwa ini yang paling merasa  bersalah adalah Yudistira.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut versi Jawa, nama gajah yang dibunuh  Bima bukan Aswatama,  melainkan Hastitama. Ketika Drona menanyakan hal  itu, Puntadewa menjawab  bahwa yang mati adalah Hastitama, namun dengan  suara yang sangat pelan.  Akibatnya, terdengar oleh Drona bahwa yang  mati adalah Aswatama.  Selanjutnya, Drona yang lengah pun tewas  dipenggal Drestadyumna.</p>
<p><strong>Pertempuran  melawan Salya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salya adalah  kakak ipar Pandu yang terpaksa membantu Korawa karena  tipu daya  mereka. Pada hari ke-18, ia diangkat sebagai panglima oleh  Duryodana.  Akhirnya ia pun tewas terkena tombak Yudistira.</p>
<p style="text-align: justify;">Naskah Bharatayuddha berbahasa Jawa Kuno  mengisahkan bahwa Salya  memakai senjata bernama Rudrarohastra,  sedangkan Yudistira memakai  senjata bernama Kalimahosaddha. Pusaka  Yudistira yang berupa kitab itu  dilemparkannya dan tiba-tiba berubah  menjadi tombak menembus dada Salya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara  itu menurut versi pewayangan Jawa, Salya mengerahkan ilmu  Candabirawa  berupa raksasa kerdil mengerikan, yang jika dilukai  jumlahnya justru  bertambah banyak. Puntadewa maju mengheningkan cipta.  Candabirawa  lumpuh seketika karena Puntadewa telah dirasuki arwah Resi  Bagaspati,  yaitu pemilik asli ilmu tersebut. Selanjutnya, Puntadewa  melepaskan  Jamus Kalimasada yang melesat menghantam dada Salya. Salya  pun tewas  seketika.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tantangan bagi  Duryodana</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kehabisan  pasukan, Duryodhana bersembunyi di dasar telaga.  Kelima Pandawa  didampingi Kresna berhasil menemukan tempat itu.  Duryodana pun naik ke  darat siap menghadapi kelima Pandawa sekaligus.  Yudistira menolak  tantangan Duryodhana karena Pandawa pantang berbuat  pengecut dengan  cara main keroyok, sebagaimana para Korawa ketika  membunuh Abimanyu  pada hari ke-13. Sebaliknya, Duryodana dipersilakan  bertarung satu  lawan satu melawan salah seorang di antara lima Pandawa.  Apabila ia  kalah, maka kerajaan harus dikembalikan kepada Pandawa.  Sebaliknya  apabila ia menang, Yudistira bersedia kembali hidup di hutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bima terkejut mendengar keputusan Yudistira  yang seolah-olah memberi  kesempatan Duryodana untuk berkuasa lagi,  padahal kemenangan Pandawa  tinggal selangkah saja. Dalam hal ini  Yudistira justru menyalahkan Bima  yang dianggap kurang percaya diri.  Duryodana meskipun bersifat angkara  murka namun ia juga seorang  pemberani. Ia memilih Bima sebagai lawan  perang tanding, yang paling  gagah di antara kelima Pandawa. Setelah  pertarungan sengit terjadi  cukup lama, akhirnya menjelang senja  Duryodana berhasil dikalahkan dan  kemudian menemui kematiannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Maharaja  dunia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah perang  berakhir, Yudistira melaksanakan upacara Tarpana untuk  memuliakan  mereka yang telah tewas. Ia kemudian diangkat sebagai raja  Hastinapura  sekaligus raja Indraprastha. Yudistira dengan sabar menerima   Dretarastra sebagai raja sepuh di kota Hastinapura. Ia melarang   adik-adiknya bersikap kasar dan menyinggung perasaan ayah para Korawa   tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Yudistira kemudian  menyelenggarakan Aswamedha Yadnya, yaitu suatu  upacara pengorbanan  untuk menegakkan kembali aturan dharma di seluruh  dunia. Pada upacara  ini, seekor kuda dilepas untuk mengembara selama  setahun. Arjuna  ditugasi memimpin pasukan untuk mengikuti dan mengawal  kuda tersebut.  Para raja yang wilayah negaranya dilalui oleh kuda  tersebut harus  memilih untuk mengikuti aturan Yudistira atau diperangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya semuanya memilih membayar upeti.  Sekali lagi Yudistira pun  dinobatkan sebagai Maharaja Dunia setelah  Upacara Rajasuya dahulu.</p>
<p><strong>Lengser  lalu naik ke sorga</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" src="http://tokohwayang.files.wordpress.com/2009/11/yudhishthhira-leaves.jpg?w=300&#38;h=233" alt="Yudhishthhira-leaves" hspace="4" width="300" height="233" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Lukisan Yudistira yang sedang  mendaki gunung  Himalaya sebagai perjalanan terakhirnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah permulaan zaman Kaliyuga dan  wafatnya Kresna, Yudistira dan  keempat adiknya mengundurkan diri dari  urusan duniawi. Mereka  meninggalkan tahta kerajaan, harta, dan sifat  keterikatan untuk  melakukan perjalanan terakhir, mengelilingi  Bharatawarsha lalu menuju  puncak Himalaya. Di kaki gunung Himalaya,  Yudistira menemukan anjing dan  kemudian hewan tersebut menjdi  pendamping perjalanan Pandawa yang  setia. Saat mendaki puncak, satu per  satu mulai dari Dropadi, Sadewa,  Nakula, Arjuna, dan Bima meninggal  dunia. Masing-masing terseret oleh  kesalahan dan dosa yang pernah  mereka perbuat. Hanya Yudistira dan  aningnya yang berhasil mencapai  puncak gunung, karena kesucian hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewa Indra, pemimpin masyarakat kahyangan, datang menjemput  Yudistira  untuk diajak naik ke swarga dengan kereta kencananya. Namun,  Indra  menolak anjing yang dibawa Yudistira dengan alasan bahwa hewan  tersebut  tidak suci dan tidak layak untuk masuk swarga. Yudistira  menolak masuk  swargaloka apabila harus berpisah dengan anjingnya. Indra  merasa heran  karena Yudistira tega meninggalkan saudara-saudaranya dan  Dropadi tanpa  mengadakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka, namun  lebih memilih  untuk tidak mau meninggalkan seekor anjing. Yudistira  menjawab bahwa  bukan dirinya yang meninggalkan mereka, tapi merekalah  yang meninggalkan  dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesetiaan  Yudistira telah teruji. Anjingnya pun kembali ke wujud asli  yaitu Dewa  Dharma. Bersama-sama mereka naik ke sorga menggunakan kereta  Indra.  Namun ternyata keempat Pandawa tidak ditemukan di sana. Yang ada  justru  Duryodana dan adik-adiknya yang selama hidup mengumbar angkara  murka.  Indra menjelaskan bahwa keempat Pandawa dan para pahlawan lainnya   sedang menjalani penyiksaan di neraka. Yudistira menyatakan siap masuk   neraka menemani mereka. Namun, ketika terpampang pemandangan neraka yang   disertai suara menyayat hati dan dihiasi darah kental membuatnya  ngeri.  Saat tergoda untuk kabur dari neraka, Yudistira berhasil  menguasai  diri. Terdengar suara saudara-saudaranya memanggil-manggil.  Yudistira  memutuskan untuk tinggal di neraka. Ia merasa lebih baik  hidup tersiksa  bersama sudara-saudaranya yang baik hati daripada  bergembira di sorga  namun ditemani oleh kerabat yang jahat. Tiba-tiba  pemandangan berubah  menjadi indah. Dewa Indra muncul dan berkata bahwa  sekali lagi Yudistira  lulus ujian. Ia menyatakan bahwa sejak saat itu,  Pandawa Lima dan para  pahlawan lainnya dinyatakan sebagai penghuni  Surga, sementara para  korawa akan menjalani siksaan yang kekal di  neraka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut versi pewayangan  Jawa, kematian para Pandawa terjadi  bersamaan dengan Kresna ketika  mereka bermeditasi di dalam Candi Sekar.  Namun, versi ini kurang begitu  populer karena banyak dalang yang lebih  suka mementaskan versi  Mahabharata yang penuh dramatisasi sebagaimana  dikisahkan di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salinan dari :  http://tokohwayang.wordpress.com &#8212;&#62;&#62; terima kasih kepada pemilik  situs atas tulisannya.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/inilah-mengapa-saya-begitu-menyukai-ketokohan-yudishtira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg" alt="" width="115" height="122" /></a>SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya.  Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca <strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di sini</span> </a></span></strong>, namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan<em> sebagai mimpi buruk dan beban berat.</em> Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa,  yang diperlukan adalah : <strong><span style="color: #ff0000;">KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-572"></span>Mengapa, SKRIPSI menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi pada diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi karena hal ini akan menjadi satu kendalah besar nantinya, hal-hal tersebut  adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan <em>relationships</em> yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemilihan topik yang kurang sesuai/tidak dikuasai, masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara <em>ngalor ngidul</em> dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.</li>
<li style="text-align: justify;">Penentuan metode penelitian dan alat analisis yang tidak sesuai, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (<em>scientific approach</em>) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak <em>grounded theory</em>. Sebaliknya, pendekatan naturalis (<em>naturalist approach</em>) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan <em>grounded theory</em>.</li>
</ol>
<p>Setelah ketiga hal diatas dapat kita atasi dan mampu kita sikapi dengan baik dan bijaksana maka dalam menyusun dan membuat skripsi kita-pun harus memperhatikan dan melaksakan hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mempersiapkan Diri.</strong> Hal wajib yang mesti dilakukan, persiapan yang paling penting adalah dari sisi MENTAL dan tentunya ke bahan pendukung lainnya, waktu dan financial juga tidak kalah penting dan ini harus benar-benar kita siapkan. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Doa dan Restu.</strong> Berusaha saja tanpa diimbangi dengan berdoa makan pencapain tidak akan sempurna atau bahkan kita tidak akan mencapai satu kepuasan dalam pekerjaan, percaya atau tidak doa restu orang tua adalah tiada duanya. Niscaya kemudahan dan kelancaran dalam menyusun dan membuat skripsi akan kita dapatkan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuat </strong><em><strong>Time Line</strong></em><strong>.</strong> Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu <em>time-consuming</em>. Buat <em>planning </em>yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.  Hal ini akan menjadikan kegiatan kita berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan jadual. Dan jangan sekali-sekali keluar dari <em>Time Line </em>yang telah kita buat sendiri</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jadilah Orang Yang  Proaktif (Membuka Diri).</strong> Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.  Disisi lain kita juga harus mampu dan bisa share informasi dengan rekan-rekan yang juga sedang menyusun skripsi.</li>
<li style="text-align: justify;"><em><strong>Be Flexible</strong></em><strong>.</strong> Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Disatu sisi kita sudah merasa benar dan yakin bahwa skripsi kita bagus namun ternyata di tengah perjalanan Dosen Pembimbing memutuskan untuk ganti topik (mungkin saja terjadi), atau katakanlah sulitnya menemui Dosen Pembimbing, perbedaan pandangan dan latar belakang berpikir antara manusia itu akan menjadi kendala besar, jadi kita  harus bisa fleksible dan tidak mudah sakit hati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jujur.</strong> Hindari keterantungan dengan  jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Siapkan Duit.</strong> Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada <em>sponsorships</em>). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Hmmm..</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Yakin Pada Diri Sendiri</strong>, ini sangat diperlukan karena jangan sampai kita terjebak pada sebuah keadaan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tujuh point diatas harus sudah kita persiapkan sejak dini, karena keterlambatan dalam menentukan dan menyikapi hal ini akan menjadikan kita berada pada <strong>keterbatasan </strong>dan<strong> kemalasan</strong>, keterbatasan dari sisi waktu, biaya dan relationship karena semakin hari waktu akan selalu mengejar kita sehingga kita tidak bisa jalan ditempat yang ending-nya muncul sebuah kemalasan untuk melakukan dan mengerjakannya karena kita sudah terdesak. Keterbatasan dan Kemalasan itulah HANTU yang sebenarnya karena memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah <strong>KEGAGALAN.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesiapan dan kematangan berpikir serta mentalitas mahasiswa akan dipertaruhkan pada saat menyusun skripsi ini sehingga untuk bisa menyusun dan menelorkan sebuah karya ilmiah dari pikiran kita memang dibutuhkan pengorbanan, kesiapan mental, kerja keras dan tetap dengan semangat tinggi. Karena sebenarnya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menuju sebuah kesuksesan dalam menyusun skripsi ini. Dan mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya amiin.. !!!</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekurangan Kita Adalah Anugrah Yang Indah&#8230;</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 16:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/kekurangan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="kekurangan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/kekurangan.jpg" alt="" width="137" height="137" /></a>Dengan memiliki sebuah kesadaran bahwa kita adalah sebuah makhluk yang  memiliki banyak kekurangan maka kita akan selalu berusaha untuk menutupi  kekurangan-kekurangan itu dengan mengubah kekurangan itu menjadi sebuah  kelebihan, dan jika tidak mampu maka kita cari kelebihan yang ada pada  diri kita untuk kemudian kita kelola dan kembangkan potensi itu untuk  menggapai sebuah kesuksesan dalam hidup, karena Allah AWT menciptakan  manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang  mengandung maksud d<em>iantara manusia itu untuk saling melengkapi satu sama  lain yang akhirnya tercipta suatu hubungan dan silaturahim antara  manusia di muka bumi ini</em>. Namun terkadang <strong>egoisme dan idealisme</strong> pribadi yang membungkus sebuah kesadaran bahwa kita adalah <strong>manusia yang penuh kekurangan, manusia yang tidak bisa sempurna dan manusia yang selalu khilaf dalam tindakan dan perbuatan</strong>.  <strong>Egoisme dan Idealisme itu telah menutup mata hati kita</strong> untuk bisa menyadari dan mengakui bahwa kita adalah manusia yang banyak kekurangannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-566"></span>Jika kita rasakan banyak orang yang begitu menyukai dan menghargai kita karena kelebihan yang kita miliki adalah sebuah kewajaran.  Dan ketika kita menemukan dan mendapati bahwa seseorang begitu menyukai dan menghargai kita karena kekurangan yang ada pada diri kita alangkah indah dan berharganya kehidupan ini. Namun hal tersebut akan begitu sulit untuk kita dapatkan. MENGAPA..??? karena sebagian orang masih beranggapan bahwa kekurangan adalah sebuah MUSIBAH, kekurangan adalah MELAPETAKA padahal dibalik kekurangan yang ada tersimpan dan tersembunyi kelebihan yang begitu luar biasa. Ada beberapa contoh orang-orang yang memiliki kekurangan namun ternyata mampu berprestasi dan memiliki pengaruh yang luar biasa, karena mereka mampu mengurai kekurangan itu menjadi sebuah Anugrah dan kelebihan yang luar biasa.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mark Inglis</strong>, mengalami kecelakaan saat pendakian gunung,  mengakibatkan  kedua kakinya harus diamputasi. Tetapi setelah kejadian  itu, ia mendaki  gunung Everest – gunung terganas di dunia.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Hellen Keller</strong>, pada usia 19 bulan tiba-tiba jatuh sakit dan kemudian  kehilangan indera pendengaran dan penglihatannya, dimana saat itu ia  sedang aktif-aktifnya belajar berbicara sebagaimana balita seusianya. Ia  akhirnya menjadi pembicara dan motivator yang terkenal di dunia dan  menjadi pengacara untuk banyak kasus-kasus sosial.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Wilma Rudolph,</strong> semenjak kecil menderita karena campak, cacar air,  gondok, radang paru-paru dan bahkan polio. Akibat polio, kakinya menjadi  sangat lemah dan bentuknya berubah. Dokter mengatakan bahwa ia tidak  akan pernah bisa berjalan lagi. Wilma Rudolph kemudian tercatat sebagai  peraih 3 medali emas olimpiade 1960 dalam perlombaan lari.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ringo Starr,</strong> pemain drum grup musik the Beatle. Ia berasal dari  keluarga yang sangat miskin. Hidup masa kecilnya selalu ditemani dengan  penyakit dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ke-empat orang diatas hanya sebagian kecil dari gambaran orang-orang yang ada kekurangan akan tetapi mampu bangkit dan menunjukkan pada dunia bahwa kekurangan yang ada pada dirinya bukan sebuah hambatan untuk terus berjuang dan berkarya demi kemajuan dan keberhasilan diri kita. Lalu bagaimanakah kita bisa menyikapi dan menjadi lebih kuat menghadapi kehidupan dengan segala keterbatasan dan segala kekurangan yang ada pada diri kita sebagai manusia.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Sadar Diri, </strong>hal terpenting adalah kita harus mampu dan mau menyadari bahwa kita memiliki banyak kekurangan dan sedikit kelebihan, dengan demikian kita bisa menghargai orang lain tanpa memandang orang itu dari strata sosial, tingkat pendidikan dan kemampuan diri-nya, akan tetapi di landasi rasa sosial dan jiwa kemanusiaan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Selalu Bersyukur (Berdoa)</strong>, dengan mensyukuri apa yang telah kita raih dan kita nikmati adalah sebagai sebuah ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Menggali Potensi Diri</strong>, kita harus berusaha dan mampu memunculkan potensi yang ada pada diri kita dan harus berusaha untuk mengembangkan potensi itu;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Pupuk Rasa Percaya Diri</strong>, jauhkan rasa minder dan rendah diri yang ada pada diri kita, kepercayaan diri sangat kita perlukan jika kita ingin sukses dan berhasil.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Menghargai Orang Lain,</strong> dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya sehingga kita-pun akan dihargai dan dicintai orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuka Diri</strong>, kita harus selalu belajar dan berusaha untuk membuka diri bagi orang lain, dengan demikian kita akan selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran dari orang lain demi kemajuan dan perkembangan kita sendiri.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian kita harus mampu menerima dan meyakini bahwa kekurangan kita adalah sebuah anugrah yang begitu indah, karena dengan kekurangan itu kita akan terus dan selalu berusaha untuk berkembang agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Semoga kita selalu bisa menjadikan kekurangan itu sebagai motivasi untuk terus menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri kita , semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Kedewasaan dan Mentalitas Pada Sebuah Keberhasilan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 01:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<p style="text-align: justify;">Pertama  selamat kepada Belanda dan para fans serta pendukungnya, karena semalam  telah mampu mengalahkan berhasil untuk melajut ke-babak berikutnya  dalam ajang Piala Dunia 2010, sehingga Belanda akhirnya yang lolos ke  semifinal. Pertandingan yang mempertemukan Belanda VS Brazil  dilaksanakan di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth berjalan  cukup menarik, walau di babak pertama Belanda se-akan sulit untuk bisa  menggedor pertahanan Brazil, justeru kebobolan oleh sontekan Robinho  yang lepas dari kawalan pemain-pemain belakang Team Orange karena memang  terlihat kurang solid di babak pertaman. Hingga peluit babak pertama  usia skor 1 – 0 untuk Brazil tidak berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari umpan silang dari sektor  kanan, Julio Cesar yang berusaha meninju bola tidak mengenai sasaran.  Melo yang di saat bersamaan ingin membuang bola justru mengarahkan si  kulit bundar ke dalam gawang sendiri. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1.  Gol itu melecut motivasi pemain Belanda. Sneijder sukses merobek jala  Cesar melalui sundulan kepala setelah bola liar dari Kuyt diselesaikan  dengan baik pada menit ke-67.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-560"></span><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Upaya Brasil untuk menyamakan kedudukan semakin berat  setelah harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke-73, karena Melo  diganjar kartu merah akibat perbuatan tidak terpujinya menginjak Arjen  Robben. Bahkan Belanda Nyaris dua kali menjebol gawang Brasil di sepuluh  menit terakhir lewat Kuyt dan Sneijder. Namun peluang ini terbuang  percuma. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Belanda tetap  bertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertandingan semalam begitu  terlihat bahwa Belanda terlihat lebih siap dan dewasa dalam menghadapi  Brazil dan juga terlihat mentalitas pemain jauh lebih bagus daripada  Brazil, dan mungkin salah satu faktor keberhasilan Belanda semalam  adalah kedewasaan dan mentalitas memberikan kontribusi yang cukup  signifikan terhadap keberhasilan Belanda dalam mengalahkan Brazil,  karena jika dilihat dari kualitas pemain kedua team bisa dianggap  berimbang, sebenarnya Brazil lebih solid di lini belakang, namun Brazil  tidak mampu memanfaatkan sisi kelemahan lini belakang dari Belanda,  ekspresi pemain dan emosi pemain begitu terlihat Brazil lebih  meledak-ledak dibandingkan dengan Belanda. Karena Belanda terlihat lebih  tenang, hikmah yang dapat diambil dari pertandingan semalam adalah,  kedewasaan dalam mengendalikan diri dan emosi serta mental yang mampu  kita kendalikan dengan baik akan mampu mempengaruhi kita dalam  bertindak, berbuat dan melakukan tindakan.</p>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

