Pisang Goreng Dari Rafi, Esensi Sebuah Perjuangan Hidup .. !!!

Seorang anak kira – kira usia 10 tahunan, berjalan menyusuri trotoar di Jalan Merdeka Kota Blitar, sambil menenteng dagangannya, dengan beban yang ia jinjing sesekali di letakkan dagangannya diatas kepalanya, dengan terus menawarkan dagangannya, … “pisang goreng, … pisaaaang goreeenggg,” teriak-nya. Saat itu sudah beranjak ke sore hari karena kira – kira di pukul 14.00 siang, kebetulan saya dan beberapa rekan sedang ada di sekitar Jalan yang dilewati sosok anak tersebut. Udah ada beberapa cangkir kopi dan juga rokok, jika ditambah beberapa potong pisang goreng tentu akan menambah nikmatnya sore itu bercengkerama di samping trotoar jalan.

Ingin Bahagia, Tentukan Tujuan Hidupmu

Manusia hidup di dunia ini tentu ingin bahagia dan tidak berharap mengalami kesusahan apalagi penderitaan, akan tetapi hal itu tidak akan mungkin terjadi, kebahagiaan itu ada karena adanya penderitaan. Dan kesusahan ataupun penderitaan adalah sebuah dinamika dalam kehidupan, dan kita tidak akan merasakan kebahagiaan jika tidak mengalami kesusahan ataupun penderitaan itu sendiri.

Ayah, .. Ajarkan Aku Sebuah Logika

imagesJarang sekali atau bahkan hampir tidak terdengar sebutan ayah yang membumi, yang mampu mendobrak kepekaan berpikir pada anak, karena sosok ayah terkadang masih juga tertutupi oleh peran seorang ibu; apalagi secara nyata ada Ibukota mana ada Ayahkota, ada Ibu Jari mana ada Bapak Jari, ada Ibu Pertiwi mana ada Ayah Pertiwi; hal ini karena memang arti seorang ibu dan makna seorang ibu bagi kehidupan sangat-sangat penting dan begitu mulia; Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548); yang juga ada dalam surat (Qs. Al-Ahqaaf : 15) (source)