
Yudistira alias Dharmawangsa, adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang raja yang memerintah kerajaan Kuru, dengan pusat pemerintahan di Hastinapura. Ia merupakan yang tertua di antara lima Pandawa, atau para putera Pandu. Dalam tradisi pewayangan, Yudistira diberi gelar “Prabu” dan memiliki julukan Puntadewa, sedangkan kerajaannya disebut dengan nama Kerajaan Amarta. Nama Yudistira dalam bahasa Sanskerta bermakna “teguh atau kokoh dalam peperangan”. Ia juga dikenal dengan sebutan Dharmaraja, yang bermakna “raja Dharma”, karena ia selalu berusaha menegakkan dharma sepanjang hidupnya.
Inilah Mengapa Saya Begitu Menyukai Ketokohan Yudishtira
SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??
SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya. Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca di sini , namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan sebagai mimpi buruk dan beban berat. Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa, yang diperlukan adalah : KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA.
Kekurangan Kita Adalah Anugrah Yang Indah…
Dengan memiliki sebuah kesadaran bahwa kita adalah sebuah makhluk yang memiliki banyak kekurangan maka kita akan selalu berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan itu dengan mengubah kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan, dan jika tidak mampu maka kita cari kelebihan yang ada pada diri kita untuk kemudian kita kelola dan kembangkan potensi itu untuk menggapai sebuah kesuksesan dalam hidup, karena Allah AWT menciptakan manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang mengandung maksud diantara manusia itu untuk saling melengkapi satu sama lain yang akhirnya tercipta suatu hubungan dan silaturahim antara manusia di muka bumi ini. Namun terkadang egoisme dan idealisme pribadi yang membungkus sebuah kesadaran bahwa kita adalah manusia yang penuh kekurangan, manusia yang tidak bisa sempurna dan manusia yang selalu khilaf dalam tindakan dan perbuatan. Egoisme dan Idealisme itu telah menutup mata hati kita untuk bisa menyadari dan mengakui bahwa kita adalah manusia yang banyak kekurangannya.
An Article From a Friend
“I’ve learned that you cannot make someone love you. All you can do is be someone who can be loved. The rest is up to them.
I’ve learned that no matter how much I care, some people just don’t care back.
I’ve learned that it’s not what you have in your life, but who you have in your life that counts.
I’ve learned that you can get by on charm for about 15 minutes. After that, you’d better know
something.
Belajar Dari Sang Semut.. !!!
Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup, begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini. Read more…







