<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Kuliah</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/kuliah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Uang, Mengapa Begitu Menggiurkan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 17:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Giral]]></category>
		<category><![CDATA[Kartal]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-998" title="uang" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Siapa yang tidak mengenal uang, rasanya suatu hil yang mustahal manusia hidup tidak mengenal uang, bahkan karena uang juga manusia bisa bertindak &#8220;BODOH&#8221; yang terkadang sudah diluar nalar. Namun hal itu bagi orang-orang yang begitu mendewakan uang sebagai segalanya.  Memang dari sisi manfaat dan keperuntukannya uang mendominasi sektor ekonomi dimana uang akan memiliki peran dan andil yang besar terhadap kestabilan perekonomian, karena mulai anak kecil hingga orang tua akan membutuhkan uang, dari desa hingga kota perlu uang. UANG, begitu terkenalnya sampai dalam keseharian kita tidak akan terlepas dari sosok ini. Sedangkan pemahaman kita akan uang tentu masih sebatas fisiknya saja dan sebatas nominal uang itu. Lebih jauh pada tulisan ini sengaja ingin saya sampaikan secara sederhana apakah itu uang.<span id="more-996"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian Uang dan Syarat Uang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beberapa pakar ekonomi uang diartikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Robertson</strong> dalam buku Money (1922): &#8220;<em>Money is something which is widely accepted in payment for goods</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>R. S. Sayers</strong> dalam buku <em>Modern Banking</em> (1938): &#8220;<em>Money is something that is widely accepted for the settlement of debt</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar ulang,</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>A.C. Pigou</strong> dalam buku <em>The Veil of Money</em>: &#8220;<em>Money are those things that are widely used as a media for exchange</em>”. Uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Albert Gailort </strong><strong>Hart</strong> dalam buku <em>Money</em>, <em>Debt, and Economic Activity: &#8220;Money is properly which the owner can pay off the debt with certainly and without delay</em>&#8220;. Uang adalah kekayaan sehingga pemilik dapat membayar utangnya dalam jumlah dan waktu tertentu.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Rollin G. Thomas</strong> dalam buku <em>Our Modern Banking and Monetary System: &#8220;Money is something that is readily and generally accepted by the public in payment for the sale of goods, services, and other valuable assets, and for the payment of debt&#8221;</em>. Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan untuk pembayaran utang. (Nopirin, 1992)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Secara universal dari beberapa pengertian diatas, maka uang adalah &#8220;<em><strong>sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum seba­gai alat pembayaran dan alat tukar-menukar yang sah&#8221;</strong></em>  dan tentunya tidak bertentangan dengan hukum pada suatu daerah tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian maka ada batasan tertentu sehingga benda dapat disebut sebagai uang, dan syarat-syarat uang adalah :</p>
<ol>
<li>Diterima umum dan sah menurut undang-undang.</li>
<li>Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.</li>
<li>Mudah dibawa ke mana-mana.</li>
<li>Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.</li>
<li>Tahan lama.</li>
<li>Jumlahnya terbatas (tidak berlebih).</li>
<li>Bendanya mempunyai mutu yang sama.</li>
</ol>
<p>Tentunya jika benda tidak memenuhi minimal 7 syarat tersebut diatas tidak dapat disebut uang.</p>
<p><strong>Fungsi dan Nilai Uang<br />
</strong></p>
<p>Dari pengertian dan syarat uang tersebut diatas, tentunya dapat kita pahami apakah fungsi uang tersebut, dan uang berfungsi sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang Sebagai Alat Tukar-Menukar,</strong> hal ini karena pada saat kita melakukan transaksi jual beli, kita akan menyerahkan sejumlah uang, dan kita akan menerima barang kebutuhan. Artinya, kita sudah menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar karena semua barang dapat diukur nilainya dalam mata uang, yang berlaku. Jadi, uang berfungsi adalah sebagai alat tukar-menukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Satuan Hitung, </strong>Dengan melihat banyaknya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sesuatu, maka kita dapat membandingkan nilainya. Jadi, uang berfungsi sebagai alat satuan hitung.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyimpan Kekayaan, </strong>Pasti setiap orang mempunyai tabungan atau deposito di bank. Artinya, setiap orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang. Sehingga uang telah berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan {state of value).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyelesaian Utang Piutang, </strong>Dengan adanya uang, transaksi pinjam-meminjam antara pihak yang berlebihan (surplus unit) dan pihak yang kekurangan (defisit unit) dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga, uang telah berfungsi sebagai alat penyelesaian utang piutang {standard of deferred payments).</li>
</ol>
<p>Nilai uang secara garis besar ada dua yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Nilai nominal</strong> adalah nilai yang tertuls pada setiap mata uang. Misal : di salah satu sisi uang logam tertulis Rp 1.000,00. Artinya, nilai nominal uang tersebut ialah Rp 1.000,00.</li>
<li><strong>Nilai intrinsik</strong> adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, nilai intrinsik uang kertas Rp20.000,00 ialah nilai kertas yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut.</li>
</ol>
<p>Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya uang tidak hanya berjenis kertas dan logam saja, akan tetapi banyak jenisnya tergantung dari  bahan pembuat, nilai, wilayah berlaku, dan lembaga atau badan yang mengeluarkan, yang dapat disampaikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Bahan Pembuat Uang, </strong>Uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas. Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Nilai Uang, </strong>Uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai penuh (fullbodied money). Jika nilai intrinsik lebih kecil daripada nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh (token money) atau uang tanda. Uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Wilayah Berlaku</strong>     (a).   Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht; (b).  Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa. (c).  Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan, </strong>Lembaga yang berwenang menerbitkan uang ialah bank sentral suatu negara. Uang euro dan dolar merupakan contoh dari uang regional dan uang internasional. Uang yang diterbitkan bank sentral ialah uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal yang disebut uang kartal. Bank umum (komersial) juga membuat dan mengedarkan uang dalam bentuk cek, bilyet giro, dan telegraphic transfer. Uang yang dikeluarkan oleh bank-bank umum inilah yang disebut uang giral.</li>
</ol>
<p align="center">Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral</p>
<div align="center">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="304">
<p align="center"><strong>Uang Kartal</strong><strong></strong></p>
</td>
<td valign="top" width="302">
<p align="center"><strong>Uang Giral</strong><strong></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="304">1.      Berlaku di seluruh lapisan masyarakat.2.      Masyarakat umum harus menerimanya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Nilai nominalnya sudah tertera pada mata uang dengan nilai tertentu.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>4.      Dijamin oleh pemerintah.</p>
<p>5.      Adanya kepastian pembayaran sesuai nilai nomi­nalnya.1.      Berlaku di kalangan masyarakat tertentu.2.      Masyarakat umum boleh menolaknya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Besar nilai nominalnya bebas dan harus ditulis dahulu sesuai kebutuhan.</p>
<p>4.      Dijamin oleh bank yang mengeluarkan.</p>
<p>5.      Belum adanya kepastian pembayaran karena tergantung dari ketersediaan dana dan kepastian hukum</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hal diatas itulah yang menjadikan uang begitu menggiurkan dan menjadikan orang untuk memegang dan memilikinya, dan tentunya agar kita tidak terjebak oleh uang tersebut, maka kita harus sebijaksana mungkin ketika memegang dan menyimpan uang, demikian semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Creative Accounting Itu ..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 23:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[creative accounting]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[Firma]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perseroan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-976" title="Creative Accounting" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Perseroah Terbatas, CV, Firma dan perusahaan dalam bentuk yang lain adalah sebuah organisasi bisnis yang merupakan sebuah pertemuan dari berbagai macam kontrak kepentingan (nexus of contract), sehingga di dalam proses akuntansi, ada dimensi politis yang terlibat didalamnya. Dimensi politis tersebut adalah sebuah kenyataan bahwa ada pihak-pihak yang berkepentingan dan cukup mempunyai kekuatan untuk menggunakan pengaruhnya ke dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.<span id="more-975"></span><br />
Teori Akuntansi Positif berkembang seiring kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat seperti yang dikatakan oleh Watts dan Zimmerman [1986] dibandingkan dengan akuntansi normatif yang lebih menjelaskan praktek-praktek akuntansi yang seharusnya (should be) berlaku. Dalam pemilihan kebijakan akuntansi misalnya akan membawa dampak ekonomi terhadap pemilihan kebijakan akuntansi tersebut kepada penggunanya yang sering disebut oleh Zeff [1978] sebagai economic consequences. Dalam mengisi ruang teori akuntansi positif maka ‘creative accounting’ sebagai salah satu tema menarik yang juga perlu diperhatikan oleh akuntan (dan juga penyusun standar akuntansi).</p>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Naser [1993] dalam Amat et.al. [1999] medefinisikan ‘creative accounting’ sebagai berikut:<br />
<strong>The process of manipulating accounting figures by taking advantage of loopholes in accounting rules and the choice of measurement and disclosure practices in them to transform financial statements from what they should be, to what prepares would prefer to see reported, …..and The process by which transactions are structured so as to produce the required accounting results rather than reporing transaction in neutral and consistent way.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Stolowy dan Breton [2000] menyebut ‘creative accounting’ merupakan bagian dari ‘accounting manipulation’ yang terdiri dari ‘earning management’ , ‘income smoothing’ dan ‘creative accounting’ itu sendiri. Dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.  Manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan menurut Watt dan Zimmerman [1986] digolongkan menjadi tiga buah hipotesis, yaitu : (1) bonus-plan hyphotesis,  (2) debt-covenant hyphotesis dan (3) political cost hyphotesis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bonus plan hyphotesis</strong><br />
Healy [1985] dalam Scott [1997] menyatakan bahwa manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diberikan. Jika bonus yang diberikan tergantung pada laba yang akan dihasilkan, maka manajer akan melakukan ‘creative accounting’ dengan menaikkan laba atau mengurangi laba yang akan dilaporkan. Pemilik biasanya menetapkan batas bawah laba yang paling minim agar mendapatkan bonus. Dari pola bonus ini manajer akan menaikkan labanya hingga ke atas batas minimal tadi. Tetapi jika pemilik perusahaan membuat batas atas untuk mendapatkan bonus, maka manajer akan berusaha mengurangkan laba sampai batas atas tadi dan mentransfer laba saat ini ke periode yang akan datang. Hal ini dia lakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut manajer sudah tidak mendapatkan insentif tambahan atas upayanya memperoleh laba di atas batas yang ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Formula bonus yang digunakan Healy didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan terdiri atas manajer yang menghindari resiko (risk averse) sehingga manajer akan memilih discretionary accrual untuk</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">menurunkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual lebih kecil dari bogey (batas bawah) atau melebihi cap (batas atas)</li>
<li style="text-align: justify;">menaikkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual melebihi bogey tetapi tidak melebihi cap. Implikasi yang dikemukakan oleh Healy adalah bahwa manajer akan berperilaku oportunistik menghadapi intertemporal choice.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Debt-covenant hyphotesis</strong><br />
Penelitian dalam bidang teori akuntansi positif juga menjelaskan praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikapi perjanjian hutang. Manajer dalam menyikapi adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang telah jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya dengan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya. Fields, Lys dan Vincent [2001] mengemukakan ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan akuntansi, yaitu pada saat diadakannya perjanjian hutang dan pada saat jatuh temponya hutang. Kontrak hutang jangka panjang (debt covenant) merupakan perjanjian untuk melindungi pemberi pinjaman dari tindakan-tindakan manajer terhadap kepentingan kreditur, seperti pembagian deviden yang berlebihan, atau membiarkan ekuitas berada di bawah tingkat yang telah ditentukan. Semakin cenderung suatu perusahaan untuk melanggar perjanjian hutang maka manajer akan cenderung memilih prosedur akuntansi yang dapat mentransfer laba periode mendatang ke periode berjalan karena hal tersebut dapat mengurangi resiko ‘default’. Sweeney [1994] dalam Scott [1997] menyatakan perilaku ‘memindahkan’ laba tersebut dilakukan oleh perusahaan bermasalah yang terancam kebangkrutan dan ini merupakan strategi untuk bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Political-cost hyphotesis.</strong><br />
Dalam pandangan teori agensi (agency theory), perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil. Perusahaan besar melakukannya sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut. Perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar karena merupakan entitas yang banyak disorot oleh publik secara umum. Para karyawan berkepentingan melihat kenaikan laba sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji. Pemerintah melihat kenaikan laba perusahaan sebagai obyek pajak yang akan ditagihkan. Sehingga pilihan yang dihadapi oleh organisasi adalah dengan cara bagaimana lewat proses akuntansi agar laba dapat ditampilkan lebih rendah. Hal ini yang seringkali disebut dengan political cost hyphoyesis [Watts dan Zimmerman: 1986].</p>
<p><strong>Berbagai macam pola yang dilakukan dalam rangka ‘creative accounting’ menurut Scott [1997] sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Taking Bath, atau disebut juga ‘big bath’. Pola ini dapat terjadi selama ada tekanan organisasional pada saat pergantian manajemen baru yaitu dengan mengakui adanya kegagalan atau defisit dikarenakan manajemen lama dan manajemen baru ingin menghindari kegagalan tersebut. Teknik ini juga dapat mengakui adanya biaya-biaya pada periode mendatang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan yang tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya, manajemen melakukan ‘pembersihan diri’ dengan membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang dan melakukan ‘clear the decks’. Akibatnya laba periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.</li>
<li style="text-align: justify;">Income minimization. Cara ini mirip dengan ‘taking bath’ tetapi kurang ekstrem. Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapatkan perhatian oleh pihak-pihak yang berkepentingan (aspek political-cost). Kebijakan yang diambil dapat berupa write-off atas barang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan biaya iklan, biaya riset dan pengembangan, metode successfull-efforts untuk perusahaan minyak bumi dan sebagainya. Penghapusan tersebut dilakukan bila dengan teknik yang lain masih menunjukkan hasil operasi yang kelihatan masih menarik minat pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari penghapusan ini adalah untuk mencapai suatu tingkat return on assets yang dikehendaki.</li>
<li style="text-align: justify;">Income maximization. Maksimalisasi laba dimaksudkan untuk memperoleh bonus yang lebih besar, dimana laba yang dilaporkan tetap dibawah batas atas yang ditetapkan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Income smoothing. Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan mungkin juga meratakan laba bersihnya untuk pelaporan eksternal dengan maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar dalam meramalkan pertumbuhan laba jangka panjang perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Timing revenue and expense recognition. Teknik ini dapat dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu berkenaan dengan saat atau timing suatu transaksi seperti adanya pengakuan yang prematus atas penjualan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ dapat dikatakan sebagai sebuah praktek akuntansi yang buruk, karena cenderung mereduksi reliabilitas informasi keuangan. Karena manajer memiliki asimetri informasi, yang bagi pihak di luar perusahaan sangat sulit diketahui, maka memaksimalkan keuntungan dengan ‘creative accounting’ akan selalu ada. Masalah sebenarnya adalah tidak diberikannya pengungkapan yang transparan secara menyeluruh tentang proses pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan kebijakan akuntansi (accounting policy). Akibatnya, laporan keuangan dianggap masih memiliki keterbatasan mendasar sehingga belum memadai untuk digunbakan dalam proses pengambilan keputusan.<br />
Merujuk agency theory, laporan keuangan dipersiapkan oleh manajemen sebagai pertanggungjawaban mereka kepada principal. Karena manajemen terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha perusahaan maka manajemen memilikiasimetri informasi dengan melaporkan segala sesuatu yang memaksimumkan utilitasnya. ‘Creative accounting’ sangat mungkin dilakukan oleh manajemen, karena manajemen dengan asimetri informasi yang dimilikinya akan leluasa untuk memilih alternatif metode akuntansi. Manajemen akan memilih metode akuntansi tertentu jika terdapat insentif dan motivasi untuk melakukannya. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan merekayasa laba (earning management), karena laba seringkali menjadi fokus perhatian para pihak eksternal yang berkepentingan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>‘Creative accounting’ dan etika</strong><br />
‘Creative accounting’ mempunyai banyak konsekuensi. Dalam perspektif ekonomi, ‘creative accounting’ dipengaruhi oleh kerangka ekonomi yang bertujuan untuk self-interset. Hal ini mungkin sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. Namun pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah ‘creative accounting’ memang sesuatu yang benar untuk dilakukan? Apakah maksud dan tujuan ‘creative accounting’ sehingga moral judgment-nya tergantung kepada tujuan ‘creative accounting’ itu sendiri. Persepsi ini harus diluruskan agar tidak menjadikan bahwa ‘creative accounting’ menjadi hal yang pro dan kontra.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pandangan orang awam ‘creative accounting’ dianggap tidak etis, bahkan merupakan bentuk dari manipulasi informasi sehingga menyesatkan perhatiannya. Tetapi dalam pandangan teori akuntansi positif, sepanjang ‘creative accounting’ tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, tidak ada masalah yang harus dipersoalkan. Asalkan tidak ada asimetri informasi antara pelaku ‘creative accounting’ dan pengguna informasi keuangan. Perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) para manajer terjadi akibat adanya asimetri informasi dalam penyajian laporan keuangan tidak terlepas dari pertimbangan konsekuensi ekonomi. Perhatian kita mungkin diarahkan bagaimana mendorong keterbukaan informasi secara lebih luas sehingga inside information bukanlah sesuatu yang ‘tabu’ untuk diumumkan kepada khalayak. Karena dalam kerangka keterbukaan yang menyeluruh sebenarnya ‘creative accounting’ atau apapun namanya, tidak akan berpengaruh kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap organisasi. Karena semua pihak akan mempunyai informasi yang sama dan tidak ada asimetri informasi lagi. Sekali lagi, pentingnya mendorong keterbukaan dalam rangka good governance akan membawa dampak kepada ketersediaannya informasi sehingga akan mengeliminasi dan mengurangi dampak ‘creative accounting’. Untuk itu keputusan pelaksanaan &#8220;cretive accunting&#8221; dalam mengelola laporan keuangan perusahaan tentu harus benar-benar dipikirkan dengan mendalam, karena tentu akan berpengaruh terhadap kredibititas perusahaan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui dan mencegah terjadinya creative accounting tersebut..??, dibawah ini ada beberapa metode dan cara untuk kita bisa mengetahui adanya creative accounting dan cara mencegahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Fraudulent financial reporting</em> di suatu perusahaan merupakan hal yang akan berpengaruh besar terhadap semua pihak yang mendasarkan keputusannya atas informasi dalam laporan keuangan  (<em>financial statement</em>) tersebut. Oleh karena  itu akuntan publik harus bisa menccegah dan mendeteksi lebih dini agar tidak terjadi <em>fraud</em>. Untuk mengetahui adanya <em>fraud</em>, biasanya ditunjukkan oleh timbulnya gejala-gejala (<em>symptoms</em>) berupa <em>red flag (fraud indicators</em>), misalnya perilaku tidak etis manajemen. <em>Red  flag</em> ini biasanya selalu muncul di setiap kasus kecurangan (<em>fraud</em>) yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian Wilopo (2006) membuktikan serta mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi dapat diturunkan dengan meningkatkan kefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, moralitas manajemen, serta menghilangkan asimetri informasi. Hasil penelitian Wilopo tersebut juga  menunjukkan bahwa  dalam upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi memerlukan usaha yang menyeluruh, tidak secara partial. Menurut Wilopo, upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi, antara lain :</p>
<ol>
<li>Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.</li>
<li>Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.</li>
<li>Pelaksanaan <em>good governance</em>.</li>
<li>Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan, yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission</em>) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya <em>fraudulent financial reporting, </em>yaitu <em> :</em></p>
<ol>
<li>Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(<em>financial reporting)</em>.</li>
<li>Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke <em>fraudulent financial reporting.</em></li>
<li>Menilai resiko <em>fraudulent financial reporting </em>di dalam perusahaan<em>.</em></li>
<li>Mendisain dan mengimplementasikan <em>internal control </em>yang memadai<em> </em>untuk <em>financial reporting</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mulfrod &#38; Comiskey (2002) menulis buku terkait dengan <em>creative accounting</em> yang berjudul “<em>The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices</em><strong>”. </strong>Buku tersebut meskipun lebih difokuskan bagi para investor sebagai pembelajaran untuk mengetahui secara cepat adanya kecurangan akuntansi<strong><em> (</em></strong><em>fraudulent accounting</em><strong>)<em>, </em></strong>namun perlu diketahui juga oleh auditor. <strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa atribut yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya risiko terdapat  <em>fraudulent financial reporting </em>di perusahaan, antara lain :</p>
<ol>
<li>Terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (<em>internal control</em>).</li>
<li>Perusahaan tidak memiliki komite audit.</li>
<li>Terdapat hubungan kekeluargaan (<em>family relationship</em>) antara manajemen  (<em>Director</em>) dengan karyawan perusahaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Klasifikasi dari  <em>Creative Accounting Practices </em>menurut Mulfrod &#38; Comiskey, terdiri dari :</p>
<ol>
<li>Pengakuan pendapatan fiktif (<em>recognizing Premature or Ficticious Revenue</em>).</li>
<li>Kapitalisasi yang agresif dan Kebijakan amortisasi yang terlalu lebar (<em>Aggressive Capitalization &#38; Extended Amortization Policies</em>).</li>
<li>Pelaporan keliru atas Aktiva &#38; Utang (<em>Misreported Assets and Liabilities</em>).</li>
<li>Perekayasaan Laporan Laba Rugi  (<em>Creative with the Income Statement</em>).</li>
<li>Timbul masalah atas pelaporan Arus Kas (<em>Problems with Cash-flow Reporting</em>).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menurut laporan dari <em>The National Commission on Fraudulent Financial Reporting</em>, pencegahan (<em>prevention</em>)  dan pendeteksian (<em>detection</em>) awal atas <em>fraudulent financial reporting </em>harus dimulai saat penyiapan laporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rezaee (2002), dalam bukunya yang berjudul “<em>Financial Statement Fraud: Prevention and Detection”, </em> membahas cukup mendalam tentang teknik untuk mencegah dan mendeteksi adanya <em>fraud</em> dalam laporan keuangan. Dalam buku tersebut dijelaskan kasus kolapsnya enron di Amerika Serikat, yang menghebohkan kalangan dunia usaha secara jelas dan lengkap, termasuk adanya praktek kolusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara untuk mencegah timbulnya fraud yang diakibatkan kolusi antara manajemen perusahaan dengan akuntan publik adalah pengaturan rotasi auditor (akuntan publik). Sesuai Keputusan Menkeu (KMK) No. 359/KMK. 06/2003 tentang perubahan KMK No. 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik tertanggal 21 Agustus 2003, telah diatur tentang pembatasan dan rotasi terhadap akuntan publik. Pasal 6 ayat 4  Kepmenkeu tersebut dinyatakan bahwa pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) paling lama untuk lima tahun buku berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik paling lama tiga tahun berturut-turut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi perlu menyelenggarakan suatu lokakarya (workshop) tentang <em>fraudulent financial reporting</em> atau<em> fraud in financial statement </em>untuk para akuntan publik agar terdapat pemahaman yang sama, sehingga dapat dilakukan pencegahan serta pendeteksian secara dini kemungkinan terjadinya <em>fraud</em> di perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar akuntan publik dapat berhasil mendeteksi adanya fraud, sehingga  dapat dihindarkan akuntan publik gagal mendeteksi terjadinya <em>fraud</em> yang sangat merugikan berbagai pihak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikumpulkan dari berbagai sumber.</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Kemampuan Usaha Dengan Analisis Break Event Point</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 09:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-884" title="BEP" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Dalam menjalankan usaha, tentunya kita harus memahami dan tahu hasil dari pekerjaan yang telah kita lakukan dengan susah payah, sehingga diperlukan analisis dari usaha kita dengan demikian diharapkan kita akan mampu menyikapi dan mengambil tindakan secepat mungkin jika kemudian ditemukan kejanggalan dan ketidaksesuaian dalam perhitungan kita, karena apa yang kita dapatkan belum tentu menjadikan usaha kita berjalan dengan sehat dan baik . Salah satu cara menilai  kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (<strong><em>Break Even Point</em></strong>) atau <em><strong>titik impas</strong></em>, yakni   tidak ditemuinya keuntungan maupun kerugian pada usaha kita dengan kata lain kita dapat mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua  biaya produksi yang dikeluarkan. Jika diperlukan, Anda juga bisa  menghitung BEP yang baru ketika terjadi perubahan biaya tetap, misalnya  karena Anda melakukan renovasi tempat usaha atau membeli peralatan  kantor yang baru.<br />
<span id="more-883"></span><br />
BEP bisa dihitung dengan menggunakan rumus berikut:</p>
<ol>
<li>Harga per unit &#8211; Biaya variabel per unit = Margin kontribusi per unit</li>
<li>Margin kontribusi per unit : Harga per unit = Rasio margin kontribusi</li>
<li>Break Even = Biaya tetap : Rasio margin kontribusi</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebuah Ilustrasi :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diketauhi dari sebuah laporan keuangan <strong>Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221;</strong> menunjukkan, biaya tetap  usaha itu (dalam ribuan) adalah Rp 49.000, dan biaya variabel per 1 bungkus &#8220;kripik belalang&#8221; adalah Rp 0,3. Jika harga jual tiap sebungkus kripik belalang adalah Rp 1, maka setelah  dikurangi biaya variabel, tiap sebungkus kripik belalang menyumbang Rp 0,7 untuk menutup  pengeluaran tetap.</p>
<p style="text-align: justify;">BEP bisa diketahui dengan membagi biaya tetap  dengan kontribusi tiap sebungkus kripik belalang yang dijual itu, yakni  Rp 49.000 : 0,7 =  70.000 bungkus kripik belalang.  Jika penjualan melampaui 70.000 bungkus kripik belalang, maka Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221;  memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika penjualan kurang dari  70,000, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; akan mengalami kerugian. Kita juga bisa melihat  bahwa peningkatan penjualan 10.000 bungkus kripik belalang di atas BEP (sehingga menjadi  80.000 bungkus kripik belalang) akan menghasilkan keuntungan Rp 7.000, dan peningkatan  30.000 bungkus kripik belalang menjadi 100.000 bungkus kripik belalang akan menghasilkan keuntungan Rp  21.000. Di lain pihak, saat penjualan hanya 60.000 bungkus kripik belalang, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; masih  rugi Rp 7.000, dan pada saat penjualan baru 40.000 bungkus kripik belalang, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; masih rugi Rp 21.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dapat di gambarkan dalam grafik sebagai berikut :</p>
<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP-dua.jpg"><img class="size-full wp-image-885 aligncenter" title="BEP dua" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP-dua.jpg" alt="" width="278" height="181" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dari ilustrasi tersebut diatas diketahui bawah peningkatan penjualan  25% (dari 80.000 ke 100.000 bungkus kripik belalang) akan menghasilkan peningkatan  keuntungan dari Rp 7.000 ke Rp 21.000. Hal yang sama terjadi sebaliknya,  penurunan sedikit saja pada penjualan juga menghasilkan kerugian yang  cukup besar. Denga mengetahui kenyataan tersebut pada akhirnya perusahaan dapat memperhitungkan berapa banyak yang harus diproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, disisi lain sejauhmana kemampuan keuangan perusahaan dalam mengelola kegiatan usaha tersebut akan dapat dipergunakan untuk mengambil kebijak dalam menentukan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan aspek biaya yang harus dikeluarkan, yang akhirnya kita mampu mengukur kemampuan kita dalam menjalankan usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bank Indonesia Dengan Komik</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 16:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[BLK]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Sanering]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Bank-Indonesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-700" title="Bank Indonesia" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Bank-Indonesia.jpg" alt="" width="333" height="151" /></a>Beberapa waktu yang lalu ketika surfing untuk mencari bahan kuliah tentang perbankan, secara tidak sengaja menemukan satu hal yang cukup menarik bagi saya, sebuah upaya dari Bank Indonesia untuk memperkenalkan dari dan membangun image di masyarakat yang dapat dipahami dengan mudah dan menarik. Sebuah metode pengenalan dan penyampaian informasi yang cukup cerdas, dengan bahasa yang sederhana dan dengan model komik Bank Indonesia ingin merangkul semua komponen masyarakat untuk lebih mengenal lebih dekat Bank Sentral Negeri ini.  Sebuah usaha yang cukup briliant menurut saya, memberikan pemahaman dan informasi ke  masyarakat terasa lebih mudah  dengan komik yang dibuat oleh Bank Indonesia,  dengan gaya bahasa dan penyampaian informasi sudah cukup edukatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-699"></span>Dan penyampaian informasi tentang Bank Indonesia bagi anak-anak adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border:0;" src="http://www.cincopa.com/media-platform/api/thumb.aspx?fid=+10735536&#038;size=large" /></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, dan terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bi.go.id/web/id/" target="_blank">Source</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/mengenal-bank-indonesia-dengan-komik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg" alt="" width="115" height="122" /></a>SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya.  Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca <strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di sini</span> </a></span></strong>, namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan<em> sebagai mimpi buruk dan beban berat.</em> Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa,  yang diperlukan adalah : <strong><span style="color: #ff0000;">KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-572"></span>Mengapa, SKRIPSI menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi pada diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi karena hal ini akan menjadi satu kendalah besar nantinya, hal-hal tersebut  adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan <em>relationships</em> yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemilihan topik yang kurang sesuai/tidak dikuasai, masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara <em>ngalor ngidul</em> dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.</li>
<li style="text-align: justify;">Penentuan metode penelitian dan alat analisis yang tidak sesuai, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (<em>scientific approach</em>) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak <em>grounded theory</em>. Sebaliknya, pendekatan naturalis (<em>naturalist approach</em>) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan <em>grounded theory</em>.</li>
</ol>
<p>Setelah ketiga hal diatas dapat kita atasi dan mampu kita sikapi dengan baik dan bijaksana maka dalam menyusun dan membuat skripsi kita-pun harus memperhatikan dan melaksakan hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mempersiapkan Diri.</strong> Hal wajib yang mesti dilakukan, persiapan yang paling penting adalah dari sisi MENTAL dan tentunya ke bahan pendukung lainnya, waktu dan financial juga tidak kalah penting dan ini harus benar-benar kita siapkan. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Doa dan Restu.</strong> Berusaha saja tanpa diimbangi dengan berdoa makan pencapain tidak akan sempurna atau bahkan kita tidak akan mencapai satu kepuasan dalam pekerjaan, percaya atau tidak doa restu orang tua adalah tiada duanya. Niscaya kemudahan dan kelancaran dalam menyusun dan membuat skripsi akan kita dapatkan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuat </strong><em><strong>Time Line</strong></em><strong>.</strong> Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu <em>time-consuming</em>. Buat <em>planning </em>yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.  Hal ini akan menjadikan kegiatan kita berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan jadual. Dan jangan sekali-sekali keluar dari <em>Time Line </em>yang telah kita buat sendiri</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jadilah Orang Yang  Proaktif (Membuka Diri).</strong> Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.  Disisi lain kita juga harus mampu dan bisa share informasi dengan rekan-rekan yang juga sedang menyusun skripsi.</li>
<li style="text-align: justify;"><em><strong>Be Flexible</strong></em><strong>.</strong> Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Disatu sisi kita sudah merasa benar dan yakin bahwa skripsi kita bagus namun ternyata di tengah perjalanan Dosen Pembimbing memutuskan untuk ganti topik (mungkin saja terjadi), atau katakanlah sulitnya menemui Dosen Pembimbing, perbedaan pandangan dan latar belakang berpikir antara manusia itu akan menjadi kendala besar, jadi kita  harus bisa fleksible dan tidak mudah sakit hati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jujur.</strong> Hindari keterantungan dengan  jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Siapkan Duit.</strong> Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada <em>sponsorships</em>). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Hmmm..</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Yakin Pada Diri Sendiri</strong>, ini sangat diperlukan karena jangan sampai kita terjebak pada sebuah keadaan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tujuh point diatas harus sudah kita persiapkan sejak dini, karena keterlambatan dalam menentukan dan menyikapi hal ini akan menjadikan kita berada pada <strong>keterbatasan </strong>dan<strong> kemalasan</strong>, keterbatasan dari sisi waktu, biaya dan relationship karena semakin hari waktu akan selalu mengejar kita sehingga kita tidak bisa jalan ditempat yang ending-nya muncul sebuah kemalasan untuk melakukan dan mengerjakannya karena kita sudah terdesak. Keterbatasan dan Kemalasan itulah HANTU yang sebenarnya karena memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah <strong>KEGAGALAN.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesiapan dan kematangan berpikir serta mentalitas mahasiswa akan dipertaruhkan pada saat menyusun skripsi ini sehingga untuk bisa menyusun dan menelorkan sebuah karya ilmiah dari pikiran kita memang dibutuhkan pengorbanan, kesiapan mental, kerja keras dan tetap dengan semangat tinggi. Karena sebenarnya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menuju sebuah kesuksesan dalam menyusun skripsi ini. Dan mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya amiin.. !!!</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Belajar Jaminan Masa Depan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/sukses-belajar-jaminan-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/sukses-belajar-jaminan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 03:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Belajar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-470" title="Belajar" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Belajar.jpg" alt="" width="96" height="96" /></a>Mungkin judul diatas, bisa menjadi satu kebenaran akan tetapi bisa jadi judul diatas adalah isapan jempol belaka, masa depan sukses sudah barang tentu akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan salah satu faktor penentu disini adalah bagaimana kita waktu belajar (baca sekolah), mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke jenjang Perguruan Tinggi, pernahkan kita meng-evaluasi hasil belajar kita sendiri ?, pernahkan kita menentukan target ketika kita masih sekolah dulu?. Hal yang jarang bahkan mungkin tidak pernah kita lakukan, sehingga hasil belajar kita tidak bisa optimal. Yang ending-nya dengan hasil belajar yang minim akan menyulitkan kita untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas, karena dinegeri ini untuk bisa bekerja ditempat yang nyaman, enak beragam fasilitas akan ditentukan dari nilai-nilai kita sewaktu belajar dulu..??, inilah yang dimaksudkan bahwa <strong>Sukses Belajar Adalah Jaminan Masa Depan.</strong> Berdasarkan pada hal tersebut, akan kita coba untuk share disini bagaimana trik dan tips belajar yang sukses tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-227"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perlu kita tahu bahwa setiap manusia memiliki <strong>WAKTU </strong>yang sama, <em>12 bulan dalam setahun; 365 hari dalam setahun, 24 jam dalam sehari; 60 menit dalam satu jam</em>, <strong><span style="color: #0000ff;">lalu mengapa kita bisa memiliki prestasi yang berbeda satu dengan yang lainnya.??</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini terjadi karena satu hal, WAKTU yang ada untuk kita tidak di-manage dengan baik, secara tidak sadar kita telah membuang waktu itu dengan percuma, menggunakan waktu dengan tidak maksimal. Padahal waktu adalah sesuatu yang begitu berharga. Setelah kita mampu memanage waktu dengan baik, baca di       <a href="http://www.ekasulistyana.co.cc/2009/04/17/3-tiga-kunci-sukses-kuliah/#more-224">3 (Tiga) Kunci Sukses Kuliah</a>. Maka langkah selanjutnya adalah bagaimana kita menentukan pola belajar tentunya setiap orang memiliki cara dan metode belajar yang berbeda-beda, inilah yang akan menentukan prestasi belajar kita. Terkadang ada yang bisa memahami materi hanya dengan mendengar saja, tidak sedikit yang memerlukan kemandirian untuk mencoba soal dan latihan, namun disisi lain ada pula yang mengandalkan daya ingat saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda suka belajar dengan Cara/Konsep Visual (Melihat) , maka perhatikan dan lakukan hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li>Gunakan gambar, grafik atau bahkan peta;</li>
<li>Gambarkan (visualkan) bahan belajar dalam benak anda;</li>
<li>Uraikan dengan bahasa anda, materi dan bahan belajar;</li>
<li>Berikan warna, garis atau tanda-tanda khusus pada materi belajar;</li>
</ol>
<p>Apabila anda suka belajar dengan Cara Auditori (Mendengar), maka hal yang perlu kita lakukan adalah :</p>
<ol>
<li>Dengarkan dengan baik penjelasan materi oleh guru/dosen/pemateri dan buat catatan kecil;</li>
<li>Terangkan dengan lisan materi tersebut pada teman; (terangkan kembali dengan bahasa sendiri);</li>
<li>Gunakan nada-nada dan lagu-lagu untuk membantu mengingat materi.</li>
</ol>
<p>Se-andainya anda menyukai belajar dengan Cara Kinestik (Menulis atau Merangkai), maka hal yang mesti kita perhatikan adalah :</p>
<ol>
<li>Optimalkan anggota tubuh kita untuk bisa menerima informasi dan saling komunikasikan, telinga, mata tangan dan pikiran (fokus);</li>
<li>Memperbanyak latihan-latihan soal;</li>
<li>Ingat dan tuliskan point-point penting.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Disisi lain terkadang kita suka belajar bareng (kelompok) akan tetapi ada juga yang suka belajar mandiri (sendiri), dan kedua metode belajar ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan untuk bisa memperoleh hasil belajar yang maksimal, kita harus bisa menyikapi beberapa hal ketika kita belajar berkelompok dan ketika kita belajar sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita ingin belajar berkelompok, maka langkah awal yang harus kita perhatikan adalah :</p>
<ol>
<li>Pilih dan ajak teman yang cocok dengan kita dan sebaliknya;</li>
<li>Saling share catatan, lihat bandingkan dan lengkapi satu sama lainnya;</li>
<li>Tukar informasi dan metode pengerjaan soal dan bukan hanya jawaban dari soal tersebut;</li>
<li>Ada penjadualan yang jelas kapan dan dimana belajar kelompok dilaksanakan.</li>
</ol>
<p>Demikian halnya jika kita ingin belajar sendiri, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Cari literatur sebanyak mungkin, baik materi maupun contoh soal;</li>
<li>Perlu tempat yang tenang, karena akan lebih konsentrasi jika suasana tenang dan damai;</li>
<li>Ajak rekan, teman untuk berdiskusi setelah kita merasa paham dengan materi; akan lebih baik teman diskusi mereka yang memiliki pemahaman lebih tinggi dari kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari uraian tersebut diatas, satu hal yang harus benar-benar kita camkan, bahwa B<strong>ELAJAR ITU BUKAN MEMBACA, TETAPI MEMAHAMI DAN MENGERTI</strong>. Dengan demikian membaca hanya salah satu cara kita belajar saja. Sebenarnya belajar yang baik dan benar adalah <span style="color: #0000ff;"><em>&#8220;dengan melakukan survey (bisa menterjemahkan dengan bahasa kita sendiri akan materi yang kita pelajari</em>, <strong>dengan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber)</strong>; <em>dengan membuat beberapa pertanyaan terkait dengan materi yang kita pelajari, cari jawaban dengan MEMBACA catatan dan literatur yang ada</em>; <strong>dengan menceritakan kembali apa yang sudah kita pelajari</strong>; <em>dengan membuat catatan-catatan terhadap hasil belajar kita</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Akhrinya semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memotivasi kita untuk dapat belajar lebih baik lagi sehingga kita sudah investasi untuk masa depan, karena ingat bahwa ILMU PENGETAHUAN ADALAH PELITA HIDUP.. terima kasih dan sukses selalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Disarikan dari berbagai sumber bacaan:</p>
<address style="text-align: justify;">Steven Covey, The 7 Habits of Highly Effective Teens, Binarupa Akasara, Jkt, 2001.</address>
<address style="text-align: justify;">Dave Ellis, Becoming a Master Student, 10th ed. Houghton Minfflin Company, USA, 2003.</address>
<address style="text-align: justify;">Robert Feldman, Power Learning, 2nd ed, Mc Graw Hiil, USA, 2003.<br />
</address>
<address style="text-align: justify;"><!--[if !mso]> <mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]--><!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:black; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#CCCCFF !important;} a:active 	{color:#3333CC !important;} a:visited 	{color:#B2B2B2 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--> </address>
<address></address>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/sukses-belajar-jaminan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Skripsi, Ternyata Tidak Sulit dan Mengasyikkan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 01:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/02/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-460" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/02/skripsi.jpg" alt="" width="93" height="124" /></a>Skripsi merupakan satu hal yang mesti dilewati oleh mahasiswa di beberapa perguruan tinggi untuk mencapai predikat lulus sehingga akan diperoleh ijazah sebagai tanda kelulusan dari kuliahnya, walau ada beberapa perguruan tinggi yang tidak memasukkan skripsi di kurikulumnya, namun mayoritas perguruan tinggi masih mewajibkan mahasiswa-nya menulis skripsi pada semester akhir sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan derajat ke-sarjana-annya. Dan ternyata skripsi merupakan satu mata kuliah yang dianggap momok oleh sebagian mahasiswa karena merasa kesulitan, tidak mampu atau belum siap untuk menulis skripsi, dan terkadang mahasiswa terbentur pada beberapa hal untuk dapat menyelesaikan skripsi-nya. Namun sebenarnya menulis skripsi itu tidak sulit dan menyenangkan,.. lho kok bisa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-212"></span>Yach.. menulis skripsi tidak-lah sulit, cukup mudah dan menyenangkan, dan jika dalam menulis skripsi kita belum menemukan kemudahan dan kesenangan didalamnya, maka bisa dipastikan skripsi itu akan berkepanjangan dan berakibat pada kelulusan kita yang mundur, bahkan hanya karena skripsi tidak selesai menjadi kandidat mahasiswa abadi&#8230;., agar menulis skripsi itu mudah, maka coba ambil langkah-langkah berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Sebelum menentukan Judul skripsi, pilih dulu satu pembahasan yang memang kita sukai dari mata kuliah yang paling kita sukai, atau mungkin mata kuliah itu di-ampu oleh dosen yang memang favorite kita, dengan demikian kita akan mencoba untuk berusaha semaksimal mungkin.</li>
<li>Atau sebaliknya, tentukan pembahasan yang paling nyebelin dari mata kuliah yang kita benci bahkan dosen yang kita anggap killer dan nyebelin, dari situ kita akan tertantang untuk bisa menaklukkan rasa benci dan sebal itu (tentunya yang suka akan tantangan lho).</li>
<li>Tentukan judul yang simple dan mudah dalam meng-interprestasikannya, tidak usah dengan bahasa yang sulit dan berbelit;</li>
<li>Pergunakan alat analisis yang benar-benar kita bisa dan mampu sehingga tidak akan mempersulit kita dalam membahas-nya;</li>
<li>Tentukan tempat/lokasi penelitian yang kita merasa nyaman dan mendukung terhadap penelitian kita nantinya.</li>
<li>Kerjakan atau mulai-lah menulis per bab dan jangan pernah berhenti atau istirahat lebih dari 1 bulan, karena untuk mengawali-nya akan terasa berat, bahkan inspirasi menulis bisa hilang.</li>
<li>Membuka diri untuk mau dikoreksi dan diarahkan oleh rekan maupun dosen pembimbing.</li>
<li>Tulis sesuai pedoman dan Panduan Penulisan yang ada.</li>
<li>Perbanyak referensi (literatur, skripsi/penelitian terdahulu, jurnal dan sebagainya) akan tetapi jauhi dan jangan pernah berpikir untuk plagiat;</li>
<li>Jangan pernah malu atau gengsi untuk bertanya dan sharing jika mengalami kendala dan hambatan.</li>
<li>Yang terpenting adalah tetap semangat&#8230;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ada kemungkinan yang lain bahwa skripsi tertunda karena dosen pembimbing-nya yang sulit ditemui atau mungkin kita kurang bisa memahami, mengerti akan gaya dan karakter dosen pembimbing kita, mengapa tidak kita coba untuk memilih dosen pembimbing yang sesuai dan pas dengan harapan kita, katakanlah kita suka dan nyaman di bimbing oleh dosen A, untuk bisa memilih beliau tentunya kita harus berusaha untuk membuat tema dan judul dari mata kuliah yang beliau ampu. Dengan demikian kemungkinan untuk dibimbing dosen yang kita harapkan bisa tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan langkah-langkah tersebut diatas, mudah-mudahan menulis skripsi bukan sebagai hal yang menakutkan apalagi hingga menjadikan rekan mahasiswa menunda-nunda kelulusannya, karena tidak segera selesai-nya penulisan skripsi. Semoga bermanfaat&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah, Nikah Atau Kerja..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini, karena akan menjadi satu kesulitan bagi kita jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan, menentukan skala prioritas dalam pilihan hidup mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana. Beberapa waktu yang lalu sudah diperolah hasil akhir dari sebuah perjuangan bagi rekan-rekan yang menempuh pendidikan menengah, yang pada akhirnya harus menentukan mesti kemana setelah lulus nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-281"></span>Ada 3 pilihan yang dapat dilakukan, oleh mereka yang baru lulus SMU, MA, SMK dan yang sederajat, tiga pilihan itu antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Nikah</li>
<li>Kuliah</li>
<li>Kerja</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketiga-nya memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda yang tentunya di-imbangi dengan sebuah pendewasaan berpikir dan kebijaksanaan bertindak dalam menentukan pilihan ini, karena ketiganya juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Namun jika bicara ideal setelah lulus SMU/MA/SMK sebenarnya hanya dua pilihan yaitu kuliah atau kerja. Namun tidak sedikit pula yang setelah lulus sekolah menengah atas yang memutuskan untuk menikah. Dianggap sebuah pilihan yang sulit tidak juga, jika kita sudah memiliki tujuan dan arah dari kehidupan kita, sudah memiliki rencana-rencana matang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga pilihan yang ada tentunya menjadikan kita berpikir sebelum memutuskan mana yang akan kita lakukan, yang jelas keputusan untuk NIKAH, akan menjadi alternatif pilihan jika sudah mapan atau katakanlah bekerja dan lebih lengkap lagi sudah siap lahir dan bathin. Jadi kita harus memilih yang mana antara Kuliah atau Kerja. Hal ini akan tergantung dari banyak faktor karena-nya banyak indikator yang dipergunaka untuk menentukan mau Kuliah atau Kerja. Jika kita memutuskan untuk Kuliah tentunya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>mau kuliah dimana ?</li>
<li>ambil jurusan apa ?</li>
<li>menghabiskan biaya berapa ?</li>
<li>menempuh program apa ?</li>
<li>setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan ?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tentunya kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana, satu hal jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri, hal ini untuk menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh dibangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri. Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Pilihan Perguruan Tinggi dengan beberapa pilihan tentunya;</li>
<li>Jurusan yang akan kita pilih;</li>
<li>Estimasi biaya untuk kuliah;</li>
<li>Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil;</li>
<li>Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah kita lulus kuliah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika lima hal diatas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (KULIAH) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lain-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika kita memilih untuk bekerja, sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya dalam lapangan pekerjaan, hal yang paling penting di negeri ini dalam mencari pekerjaan adalah :</p>
<ol>
<li>Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya;</li>
<li>Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja;</li>
<li>Kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti;</li>
<li>Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu 5 tahun mendatang tentang pekerjaan kita;</li>
<li>Kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karena jangan sampai kita kerja hanya dengan alasan daripada menganggur, karena jika memutuskan bekerja karena alasan tersebut, sudah dapat dipastikan kita tidak memiliki motivasi kerja dan tidak memiliki target bagaimana kehidupan kita kelak. Dan tentunya bersiap-lah untuk terus menjadi orang yang sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitupun jika memutuskan untuk langsung menikah setelah lulus SMK/MA/SMU, ada beberap hal yang harus diperhatikan, karena menikah tidak hanya memandang dan merasakan nikmat-nya saja, akan tetapi banyak hal yang harus kita kondisikan sejak awal, karena menikah itu kita harus :</p>
<ol>
<li>Siap lahir dan batin;</li>
<li>Siap untuk menafkahi dan dinafkahi;</li>
<li>Siap untuk menjadi orang tua;</li>
<li>Siap untuk melepas masa-masa kebebasan;</li>
<li>Siap untuk bertanggungjawab atas semua langkah dan perbuatan kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Hal diatas hanyalah sebuah gambaran sederhana yang tidak terlepas dari tingkat pemahaman dan landasan berpikir setiap individu, dan pilihan akan tetap pada pribadi kita masing-masing, semoga sedikit tulisan ini mampu memberikan sebuah gambaran dalam wacana berpikir kita. Dan silakan anda untuk memilih mana yang terbaik bagi kehidupan kita kedepan. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 (Tiga) Kunci Sukses Kuliah&#8230;!!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/3-tiga-kunci-sukses-kuliah/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/3-tiga-kunci-sukses-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 00:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kita mungkin pernah mendengar peribahasa &#8220;gantungkan cinta-citamu setinggi langit&#8221;, &#8220;kejarlah ilmu sampai ke negeri cina,&#8221; atau bahkan peribahasa-peribahasa lain yang itu menjadi sebuah motivasi bagi kita untuk bisa terus belajar dan belajar. Kesuksesan dalam kehidupan salah satunya dipengaruhi juga oleh kemauan keras dari kita untuk terus belajar dan belajar. Belajar secara formal mulai dari SD hingga SMA merupakan sebuah proses untuk pembentukan jatidiri, yang kemudian akan dilanjutkan di perguruan tinggi sebagai proses mematangkan karakter seseorang. Namun untuk mencapai sebuah kesuksesan tersebut tentunya tidak semudah yang kita bayangkan tanpa disertai oleh keinginan dan usaha keras, nah terkadang dalam menjalankan kewajiban kuliah bagi mahasiswa ada berapa hal yang menjadikan mahasiswa kurang termotivasi semangat belajarnya. Dan ternyata kuliah-pun membutuhkan tips-tips dalam mencapai kesuksesan tersebut</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-224"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jika untuk memasuki sebuah rumah tentunya kita membutuhkan kunci, demikian halnya untuk bisa mencapai kesuksesan dalam kuliah juga memerlukan kunci tersebut, dan kunci sukses kuliah antara lain sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencapai kesuksesan dalam kuliah ada beberapa hal yang perlu di-ingat dan di-perhatikan, hal yang paling urgen disini adalah menetapkan tujuan, mengapa dan untuk apa kita kuliah :</p>
<ol>
<li>Agar bisa menyenangka hati orang tua;</li>
<li>Agar mampu mencari dan mendapatkan banyak uang;</li>
<li>Agar bisa mendapatkan jodoh;</li>
<li>Mungkin sekedar mengisi waktu daripada tidak ada kegiatan dirumah;</li>
<li>Atau memang karena kita ingin mendapatkan tambahan pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang kita dapatkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tujuan kuliah disini akan menjadi penting karena akan berkaitan dengan langkah-langkah kita dalam menjalankan perkuliahan sehingga motivasi-nya jelas. Disisi lain, jika kita memahami dan mampu menyikapi bahwa kuliah adalah sebuah <strong>INVESTASI BESAR</strong>. Jika kita sadari itu maka kita tidak akan menyia-nyiakan waktu. Fakta dilapangan bahwa lulusan perguruan tinggi itu <strong>Cerdas</strong> tapi tidak pandai berkomunikasi dan tidak mampu kerjasama dalam team, atau bisa jadi kebalikannya pandai berkomunikasi dan bekerjasama dalam team mampu namun kurang Cerdas dalam bidang ilmu-nya. Jika demikian <strong>kunci pertama</strong> adalah<em> Seimbang dalam Menjalani kehidupan di Kampus</em> (se-imbang antara kuliah-organisasi-cita2 dengan fun=kebiasaan, kesenangan-pertemanan-keluarga).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kunci kedua</strong> adalah <em>memiliki motivasi belajar yang tinggi, </em>karena musuh utama hal ini adalah RASA MALAS, maka sikapi dengan <strong><em>Tentukan Sasaran Kita Kuliah</em></strong> itu Apa..?? hal ini dapat kita lakukan dengan :</p>
<ol>
<li><em>Tentukan dan Evaluasi Target Belajar;</em></li>
<li><em>Jangan pernah lari dari tanggungjawab;</em></li>
<li><em>Tentukan skala prioritas;</em></li>
<li><em>Jangan pernah menunda tugas dan kewajiban.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Adakalanya kita menyadari bahwa kita kuliah ternyata <strong>salah jurusan</strong>, kesadaran dan anggapan tersebut tidak salah namun tidak selama-nya benar, jika dalam benak kita muncul hal seperti itu sadarilah bahwa <strong>&#8220;Kuliah kita saat ini adalah sebagai batu loncatan untuk menggapai masa depan dan bukan sebagai Penentu dari masa depan kita tersebut&#8221;</strong>, karena akan ada rahasia besar dibalik itu semua yang telah disiapkan oleh Allah Sang Penentu Kebijakan Paling Tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kunci yang ketiga</strong> adalah <em>Manajemen Waktu</em>, ingat-lah bahwa waktu tidak akan pernah mundur apalagi berhenti,  maka gunakan dan manfaatkan waktu dengan bijaksana. Maka optimalkan waktu yang kita miliki sebaik mungkin, karena penyesalan akan datang diwaktu yang akan datang dan bukan saat ini atau sebelumnya. Efektifitas dan optimalisasi waktu tersebut dapat kita tentukan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><em>Jangan pernah mencoba-coba atau sekedar mengikuti apa kata teman, tentukan sendiri arah tujuan hidup-mu sobat sudah bukan jamannya ikut-ikutan cing, sob, dab, rek.. !!</em></li>
<li><em>Manfaatkan waktu menunggu untuk membaca bahan kuliah, catatan atau kegiatan positif lainnya;</em></li>
<li><em>Jangan pernah menunda-nunda;</em></li>
<li><em>Utamakan yang utama.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tentunya hal diatas tidak MUTLAK menjadikan kita musti sukses dalam kehidupan, karena tentunya masih ada faktor penentu lainnya, namun minimal dalam menjalani itu semua harus disertai dengan rasa syukur dan ke-ikhlas-an akan apa yang telah dan akan kita peroleh.. tetap dengan usaha keras dan semangat tinggi. Akhirnya selamat mencoba kunci tersebut dan semoga sukses.. amiin&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/3-tiga-kunci-sukses-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Kuliah PBM, PBB dan BPHTB</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/mata-kuliah-pbm-pbb-dan-bphtb/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/mata-kuliah-pbm-pbb-dan-bphtb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 23:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu mata kuliah di Program Studi Manajemen Perpajakan adalah PBM, PBB dan BPHTB pada mata kuliah ini dibahas tentang Materai peruntukannya dan besarnya untuk setiap dokumen, Pajak Bumi dan Bangunan serta BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-200"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperolah bahan tentang Bea Materai, Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dapat di sajikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Bea Materai, dalam hal ini akan dibahas dan disajikan tentang pengertian bea materai dan bagaimana penggunaan materai tersebut dan peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah bea meterai. Bahan untuk bea materai silakan download disini.</li>
<li>PBB, penyajian tentang Pajak Bumi dan Bangunan akan definisi, cara perhitungan pajak bumi dan bangunan serta dasar hukum pengenaan pajak bumi dan bangunan, silahkan download<span style="color: #ff0000;"> <a href="http://www.ziddu.com/download/3228327/PajakBumidanBangunan.pdf.html" target="_blank">disini.</a></span></li>
<li>BPHTB, salaha satu materi dari mata kuliah PBM, PBB dan BPHTB untuk menjelaskan tentang Hak-hak Perolehan Atas Tanah dan Bangunan, definisi, dasar hukum dan cara perhitungan akan biaya-biaya dan pajak-nya, materi ini dapat men-download <a href="http://www.ziddu.com/download/3228328/BeaPerolehanHakAtasTanahdanBangunan.pdf.html" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di sini.</span></a></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Demikian bahan-bahan mata kuliah PBM, PBB dan BPHTB, agar penyajian ini makin baik kami berharap adanya komentar, kritik dan saran, terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">Unduh disini mata kuliah <a href="http://www.ziddu.com/download/4318574/2BahanPKSdenganagen.doc.html" target="_blank">Pengantar Perpajakan</a></p>
<p style="text-align: justify;">Tambahan Download beberapa Perundang-undangan tentang Perpajakan :</p>
<ol>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/5324106/UUPA5-1960.pdf.html" target="_blank">UU Pokok Agraria</a></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/mata-kuliah-pbm-pbb-dan-bphtb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

