<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Kerja</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Di Pemberhentian Terakhir</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 22:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto076.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-947" title="Foto076" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto076-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Negeriku gemah ripah loh jinawi, nusantaraku adalah jamrud katulistiwa mimpikah itu ..??, Bukan itu bukan mimpi negeri ini begitu kaya, Indonesia-ku begitu mempesona tidak ada rakyat negeri ini yang akan membantah ini&#8230; karena memang kenyataannya seperti ini, namun ketika kita melihat banyak sisi-sisi lain negeri ini yang perlu diketahui, perlu dipahami dan perlu tindakan nyata untuk bisa mengatasinya, tidak sekedar konsep dan teori. Beberapa waktu yang lalu ketika melakukan perjalanan dari Blitar ke Malang, begitu tertegun dengan adanya pengamen disampingku, walau biasanya banyak pengaman di Bus, namun yang satu ini sedikit berbeda, entah mengapa tiba-tiba aku keluarkan ponsel untuk mengabadikannya. Maaf sobat kecilku.. <span id="more-944"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto073.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-945" title="Foto073" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto073-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a> Umur bocah ini antara 6 sampai dengan 8 tahun, mengamen di Bus hanya bermodalkan tutup botol yang dikaitkan lalu di kasih pegangan kayu, yang lebih ironis lagi dia bersama adek perempuannya yang tidak lebih dari umur 5 tahun. Mengais rupiah per rupiah tidak sekedar untuk menghidupi dirinya karena mungkin juga untuk keluarganya, yang ada kemudian adalah muncul pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut,  ketika melihat kenyataan seperti ini, Benar memang negeri-ku kaya raya, bahkan menurut Koes Plus tonggak-pun bisa jadi tanaman, namun kenyataannya masih ada sisi lain dari negeri ini yang masih membutuhkan kepedulian dan membutuhkan tindakan nyata dari pemimpin negeri ini.  Setelah duduk lalu aku mencoba mendekati dua bocah kecil ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dik..  kok siang gini sudah ngamen, apakah tidak sekolah&#8221;,. tanyaku dengan hati-hati, karena takut juga jika nanti tersinggung.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan enteng dan cukup bersahabat, ia menjawab &#8220;, tidak Om, tidak ada biaya untuk sekolah, makanya saya ngamen Om,&#8221;&#8230; blar&#8230; blar &#8230;  Begitu mahalkah pendidikan di negeri ini, sehingga anak bangsa yang memiliki hak untuk memperoleh pendidikan dan perlakuan yang sama sebagai warga negara tidak mendapatkan haknya&#8230; ini kenyataan  dan realita yang terjadi di masyarakat.  Belum lagi ku lanjutkan pertanyaanku siapakah nama-nya, dimanakah rumah-nya dan dimana orang tua-nya&#8230; perjalanan Bus sudah sampai pemberhentian terakhir perjalananku di Terminal Arjosari &#8211; Malang.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border:0;" src="http://www.cincopa.com/media-platform/api/thumb.aspx?fid=+AkIABlahCKZR&#038;size=large" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menuruni bus, aku menggadeng si adek perempuannya, dan begitu menginjakkan kaki di aspal  terminal kakaknya  sudah berlari kearah samping bus lalu si adek melepaskan diri dari gengaman tanganku untuk menyusul sang kakak, <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto088.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-946" title="Foto088" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto088-225x300.jpg" alt="" width="225" height="266" /></a>mataku nanar mencari-cari ke samping bus kemana anak-anak ini sebenarnya, dan gubrak &#8230;. sesosok wanita yang masih relatif muda telah menunggu dua bocah itu di ujung pemberhentian bus; tertegun sejenak saya melihatnya ketika kantong uang yang dipergunakan untuk mengumpulkan uang mengamennya diberikan pada si Ibu tadi, ketika kesadaranku kembali ke ambil kembali ponselku dengan harapan bisa mengabadikan hal itu, namun yang terjadi Ibu dan kedua anak tadi sudah melangkah menjauh. Jika memang itu Ibu-nya kok sebegitu teganya membiarkan anak-anaknya mengais rejeki dengan seperti itu dan dia hanya menunggu  hasil dari mengamen kedua anaknya, dan mengapa tidak disekolahkan.. apakah sekolah murah di negeri ini adalah IMPIAN. Terbayang dalam anganku dua buah hatiku dirumah, Oh.. anakku betapa berdosa-nya Ayah.. jika kalian seperti apa yang aku lihat tadi. Terasa sesak di dada ketika hak-hak dari anak-anak telah terhempaskan dan  terampas oleh keadaan dan kehidupan dari kedua oarang tuanya.  Mengapa musti anak-anak yang menjadi korban dari sebuah keadaan.  Semoga pengalaman dan tulisan ini bermanfaat terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#160;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 11:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,&#8221; teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD).  Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-863"></span> Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu &#8220;Tabloid Bola&#8221;, untuk saya tentunya bayar khan  tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya tanya, &#8220;setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,&#8221;  dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,&#8221; kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,&#8221; perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,&#8221;.. lanjut dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu punya cita-cita apa saat ini,&#8221; tanya saya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,&#8221; jawab dia dengan polos.  &#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,&#8221;  saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain.  Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan  kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Koran&#8230;&#8221;.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hey&#8230; gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,&#8221;.. celoteh saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,&#8221; lanjutku</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8221;.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya&#8221;, timpal dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong &#8220;, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,&#8221;.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;</li>
<li>Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;</li>
<li>Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.</li>
<li>Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menggapai Mimpi Agar Berhasil Dalam Wirausaha</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-906" title="sukses vs gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg" alt="" width="245" height="206" /></a>Wirausaha, wiraswasta menjadi sebuah pilihan untuk meng-ekspresikan diri untuk mencapai kesuksesan saat ini, setidaknya sedikit banyak sudah ada pergeseran berpikir dari kalangan muda, bahwa sudah saatnya kita menjadi Bos bagi diri sendiri, tidak melulu menjadi karyawan, karena jika tujuannya ingin kaya keputusan menjadi karyawan akan menghambat proses itu sendiri. Maka ber-wiraswasta-lah jika ingin cepat kaya, Namun terkadang bayang-bayang kegagalan menghantui seseorang dalam usaha untuk berwirausaha tersebut.  Kegagalan adalah bagian dari sebuah kesuksesan ini yang terkadang belum sepenuhnya kita pahami bersama, karena tanpa merasakan kegagalan kita tidak bisa merasakan kesuksesan. Dan tentunya sebuah kegagalan dalam berwirausaha dapat diminimalisir dan di tekan bahkan di balik menjadi sebuah kesuksesan, jika kita mampu mengatasi dan berani mengaplikasikan hal-hal berikut ini :</p>
<p><span id="more-904"></span>Penyebab banyaknya wirausaha pemula yang mengalami kegagalan, diantaranya karena faktor-faktor berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Keputusan yang terburu-buru dalam memulai usaha</strong> (ketika kita memutuskan untuk berusaha dibidang apa, kita tidak memiliki sebuah konsep dan jelas dan baik, karena kebanyakan hanya ikut-ikutan saja, tentunya harus dilakukan survey lapangan dulu sebelum memutuskan untuk mengawali usaha tersebut).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tidak baik atau tidak tertib administrasi</strong> (terlalu meremehkan hasil yang diperolah dan tidak mencoba membuat catatan yang baik untuk arus kas dan keuangannya)</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Pemilihan Lokasi usaha yang kurang strategis</strong> (kurang mempertimbangkan aspek ekonomis maupun aspek teknis).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Kurang dapat menghargai diri sendiri</strong> (terkadang karena kita merasa usaha ini adalah milik kita, kita tidak berusaha untuk menghargai diri kita sendiri dengan cara menganggarkan Gaji untuk kita sendiri, karena jika tidak pada akhirnya kebutuhan pribadi dan usaha akan berbaur menjadi satu lambat laun uang usaha habis untuk keperluan pribadi).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Merasa mampu sehingga kurang dapat menjalin kerjasama atau kemitraan</strong> (mereka menganggap tidak perlu kerjasama dan tidak ingin rahasia usaha diketahui pihak lain).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak/Kurang ber-inovasi dan tidak mau belajar</strong> (jiwa entrepreneur akan selalu tidak puas dengan hasil yang diperolehnya, sehingga akan terus mencoba hal-hal baru untuk mendapatkan sesuatu peluang yang baru pula).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak Jujur</strong> (hal ini terjadi ketika pengelolaan usaha tidak dijalankan dengan dasar kejujuran karena sekali menyimpang dari konsep yang telah ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyajikan kebohongan dalam berusaha)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-907" title="berani sukses berani gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg" alt="" width="136" height="133" /></a>Itulah beberapa dari sekian banyak penyebab kegagalan dalam berusaha, sehingga kita harus mampu menghindari beberapa hal tersebut diatas, untuk dapat mencapai keberhasilan dalam menjalankan usaha yang paling penting adalah <strong>TIDAK TAKUT GAGAL DAN BERANI MENGHADAPI RESIKO</strong>, Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dalam tujuan berusaha  dan mimpi-mimpi Anda selama ini.  Berikut tipsnya :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri, Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.</li>
<li style="text-align: justify;">Yakinlah pada diri Anda Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.</li>
<li style="text-align: justify;">Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Evaluasi talenta Anda dengan jujur Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda,  Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika tidak berhasil mencapai sukses.</li>
<li style="text-align: justify;">Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan  tim sepak bola Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda.  Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda, tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu- satunya cara untuk mencapai tujuan. Demikian semoga bermanfaat dan dijadikan sebuah langkah dalam memulai sebuah usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Disarikan dari berbagai sumber.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang, Ternyata Bukan Modal Utama Menjadi Entrepreneur</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/uang-ternyata-bukan-modal-utama-menjadi-entrepreneur/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/uang-ternyata-bukan-modal-utama-menjadi-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 14:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Google Adsanse]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/entrepreneur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-790" title="entrepreneur" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/entrepreneur.jpg" alt="" width="288" height="125" /></a>Membangun sebuah usaha atau menjadi seorang <strong><em>entrepreneur</em></strong>, sudah tentu yang ada dalam pikiran dan benak kita adalah kepemilikan modal (baca UANG), dan benarkah bahwa uang adalah kunci dari kesuksesan sebuah usaha, Jawabnya adalah <strong>TIDAK BENAR, </strong>usaha yang kita bangun tidak harus diawali dengan memiliki uang sekian puluh bahkan sekian ratus juta sebagai modal, akan tetapi usaha yang kita bangun hanya memerlukan empat hal berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-789"></span><strong>Pertama </strong>miliki kemauan yang kuat dan keras, hal ini adalah modal utama karena dengan kita memiliki kemuan yang  kuat dan keras tentu akan menunjang kita dalam mewujudkan sebuah bentuk usaha dengan membuat konsep-konsep usaha yang jelas disertai dengang langkah-langkah implementasikannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, hal wajib lainnya adalah  kebulatan tekad; tanyakan pada hati kita apakah benar bahwa kita ingin menjalankan usaha ini atau tidak, apapun dan bagaimanapun resikonya karena sudah tekad dan niat kita yang bulat sudah barang tentu tidak akan tergoyahkan oleh apapun, ini penting karena kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh pendapat orang lain yang belum tentu menjamin sebuah keberhasilan dan kesuksesan karena setiap orang memiliki style dan konsep berpikir yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong>, segera ambil peluang yang ada, peluang begitu banyak tersebar di depan mata, namun mana peluang yang mampu kita raih dan ambil tentunya harus segera kita rengkuh dan dapatkan, ketika kita berpikir untuk menunda besok maka peluang itu sudah akan beralih pada orang lain. Kemampuan dan keberanian kita dalam mengambil peluang yang ada adalah merupakan kepintaran dan kejelian kita dalam mengambil resiko; dalam memulai sebuah usaha resiko terberat adalah kegagalan dan itu adalah pasti, tergantung sejauhmana kita berani melangkah untuk mengawali usaha tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ke-empat</strong>, tahan banting, ingin sukses dalam berusaha kita jangan sampai lebay mudah putus asa dan tidak segera bangkit dari keterpurukan, tidak ada kesuksesan itu diperoleh dengan instan, namun memerlukan sebuah proses dan harus berhasil melalui jalan yang terjal serta berliku.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ke-empat hal diatas sudah dimiliki maka untuk melangkah menjadi Entrepreneur akan sangat mudah dan gampang, karena jika empat syarat itu sudah berada di pegangan kita kita tinggal mematangkan konsep-konsep yang telah kita miliki untuk akhirnya kita mulai dengan mendobrak peluang-peluang yang ada didepan kita. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/uang-ternyata-bukan-modal-utama-menjadi-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Sederhana Mengelola Keuangan Agar Bisnis Sukses &#8230;??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-sederhana-mengelola-keuangan-agar-bisnis-sukses/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-sederhana-mengelola-keuangan-agar-bisnis-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 05:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/bakso.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-732" title="bakso" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/bakso.jpg" alt="" width="275" height="183" /></a>Kegagalan adalah sebuah hal yang wajar dalam mencapai suatu keinginan hidup kita, namun kegagalan itu tentunya dapat kita hindari jika kita mampu mengelola bisnis tersebut dengan baik, karena tidak mungkin kita melaksanakan usaha berharap sebuah kegagalan, yang pasti kita selalu mengupayakan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Untuk dapat berhasil dalam berbisnis harus ada sebuah kerja keras dan doa dalam melaksanakannya, namun kerja keras dan berdoa tentunya harus di imbangi dengan pelaksanaan kerja yang tertata dengan baik, intinya adalah bagaimana kita mengelola usaha tersebut. Hal paling prinsip yang terkadang sering kita abaikan dan ini sebuah hal yang mendasar adalah bagaimana kita mengelola keuangan dari kegiatan usaha tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-731"></span>Agar keberhasilan yang kita dapatkan dan bukan kegagalan yang kita peroleh ada beberapa hal yang harus kita sikapi dan lakukan, dan pada tulisan ini akan coba disampaikan bagaimana mengelola keuangan bisnis tersebut agar dapat mencapai sukses dalam berbisnis.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Catat dengan rinci semua yang berkaitan dengan keluar masuknya uang usaha</strong>. Jelas dengan waktunya dan dipergunakan untuk apa, sehingga akan jelas juga ketermanfaatan uang tersebut untuk keperluan usaha atau kepentingan pribadi. Sekecil apapun pengeluaran dan pemasukan itu sehingga ada pemilahan uang usaha dan uang pribadi.</li>
<li style="text-align: justify;"> <strong>Hindari keuntungan semu, </strong>tanpa kita sadari terkadang kita sudah puas dan bangga terhadap keuntungan yang kita peroleh dalam ber-usaha padahal jika kita hitung dengan benar belum tentu itu adalah sebuah keuntungan nyata dari usaha kita. Pernahkah kita memperhitungkan biaya-biaya yang kita keluarkan ketika mendapatkan bahan baku/barang dagangan kita. Ada satu contoh kasus sebagai berikut : Pak Fulan membeli daging dan bahan baku lainnya untuk bahan baku bakso-nya menghabiskan uang Rp. 500.000,00 yang diasumsikan jadi 100 porsi keuntungan yang diharapkan 20% jadi harga jual baks0nya adalah Rp. 6.000,00 per porsi; padahal ketika dari rumah ke pasar pulang pergi pak Fulan menggunakan sepeda motor diperkirakan menghabiskan bensin Rp. 10.000,00;  untuk kegiatan produksi sehingga siap di jual memerlukan biaya lain seperti gas, listrik dan air diperkirakan habis Rp.  40.000,00 sekali produksi,; Jadi sebenarnya biaya yang dikeluarkan Pak Fulan untuk baksonya adalah Rp. 550.000,00 dan bukan Rp. 500.000,00,; sehingga harga jual bakso per porsinya adalah Rp. 6.600,00 diperoleh dari Total Biaya yang dikeluarkan Rp. 550.000,00 di tambah dengan keuntungan yang diharapkan sebesar Rp. 110.000 (20% dari Rp. 550.000,00); Sehingga p. 550.000,00 + Rp. 110.000,00 = Rp. 660.000,00 dibagi dengan 100 porsi diperoleh hasil Rp. 6.600,00 dan ini adalah harga jual bakso nya, yang dimaksudkan <strong>keuntungan semua adalah Rp. 600.000,00 &#8211; Rp. 500.000,00 = Rp. 100.000,00, </strong>karena belum memasukkan pengeluaran-pengeluaran selain untuk mendapatkan bahan baku padahal itu merupakan bisaya untuk memproduksinya. <em>Namun jika dengan Rp. 660.000,00 &#8211; Rp. 550.000,00 = Rp. 110.000,00 ini adalah keuntungan riil</em> karena kita sudah memasukkan semua biaya yang telah kita keluarkan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Hargai diri kita sendiri</strong>, perlu kita sadari dan pahami adalah kita melaksanakan usaha tentunya mengeluarkan tenaga dan pikiran, agar modal yang kita tanamkan tidak terganggu oleh kepentingan-kepentingan pribadi di luar kepentingan usaha, semisal membeli kebutuhan pribadi sehari-hari, maka hargai diri kita dengan kita menggaji diri kita sendiri. Sehingga dengan demikian untuk kepentingan sendiri dan pribadi kita tidak akan menggunakan uang atau modal usaha kita.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ambil uang usaha anggap sebagai hutang</strong>, meskipun usaha tersebut adalah kegiatan kita dan yang menanamkan modal adalah kita namun jangan semena-mena menggunakan uang hasil dari kegiatan usaha tersebut, jika kita ambil uang dari usaha tersebut selain gaji (seperti diatas), maka kita anggap itu adalah <strong>hutang</strong>, sehingga kapanpun kita harus mengembalikannya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Buat catatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan terhadap perputaran uang usaha kita</strong>, hal ini perlu dan sangat penting, karena bawaan manusia itu pelupa jangan sampai disatu saat tertentu kita disibukkan dengan mengingat kemana uang usaha kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin lima hal tips sederhana tersebut dapat kita lakukan secara perlahan demi keberhasilan bisnis kita, terkesan sedikit rumit dan membutuhkan waktu, namun jika hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan, maka akan menjadi ringan dan tentunya usaha kita dapat kita ketahui perkembangan keuangannya secara lebih rinci dan detail. Dan tentunya hal tersebut akan sangat membantu kita dalam mengambil keputusan dan kebijakan terhadap kegiatan usaha kita. Dari awal jika memang kita lakukan dengan manajemen yang baik, maka ketika usaha itu semakin maju dan berkembang maka pengelolaannya akan cenderung lebih mudah dan ringan. Demikian terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-sederhana-mengelola-keuangan-agar-bisnis-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memulai Bisnis atau Usaha ..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 03:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/Gambar-Batik.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-727" title="Gambar Batik" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/Gambar-Batik.jpg" alt="" width="115" height="166" /></a>Memulai sebuah usaha/bisnis memerlukan <strong>satu keberanian dan tekad yang kuat</strong>, karena jika melaksanakan sebuah usaha dengan setengah hati maka hasilnya tidak akan bisa maksimal bahkan mungkin bukan keberhasilan yang kita dapatkan namun kegagalan yang kita terima. Bisnis yang akan kita jalankan apapun bentuk dan bidangnya haruslah kita konsep dengan benar dan sistematis.  Sehingga ketika akan melaksanakan kita sudah memiliki panduan yang baku. Dengan demikian maka akan lebih mudah dalam memulai, melaksanakan dan meng-evaluasi. Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita pahami terlebih dahulu untuk memulai Bisnis.<span id="more-315"></span>Sebenarnya hanya ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam melaksanakan bisnis atau usaha, <strong>pertama</strong> membuat konsep dan rencana, <strong>kedua</strong> melaksanakan apa yang telah kita konsep dan rencanakan tersebut dengan baik, <strong>ketiga</strong> melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut secara kontinue.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong> merencanakan dan membuat konsep bisnis, maka hal yang harus kita lakukan adalah :</p>
<ol>
<li>Menentukan bisnis apa yang harus kita lakukan;</li>
<li>Survey lapangan terhadap bisnis yang akan kita lakukan;</li>
<li>Menentukan dan melihat pangsa pasar;</li>
<li>Pemilihan lokasi dan waktu memulai</li>
<li>Merancang konsep bisnis lengkap dengan manajemennya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>,  melaksanakan bisnis, dalam melaksanakan bisnis ini kita terkadang tidak atau belum menerapkan sistem manajemen yang baik, dalam melaksanakan kegiatan bisnis ini tentunya setelah perencanaan dan konsep-konsep bisnis kita tetapkan, maka hal yang harus kita lakukan adalah :</p>
<ol>
<li>Melakukan setiap kegiatan bisnis dengan kesungguhan dan tidak setengah hati;</li>
<li>Tidak boleh keluar dari jalur dan konsep yang telah kita tetapkan;</li>
<li>Jangan menetapkan keuntungan usaha secara financial dalam waktu 2 hingga 3 tahun pertama;</li>
<li>Sadari bahwa bisnis kita beresiko kegagalan sehingga kita ada perencanaan awal ketika bisnis yang kita laksanakan mengalami kemunduran;</li>
<li>Tidak mudah menyerah dalam setiap langkah bisnis kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga, </strong>melaksanakan evaluasi hal ini penting karena akan dapat kita ketahui dimana letak kekurangan dan kebelihan dari bisnis yang kita lakukan, sehingga dengan cepat dapat diambil langkah-langkah prefentive jika terjadi sesuatu diluar konsep awal yang telah kita tetapkan. Dan yang perlu dievaluasi adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pencapaian hasil, tentunya kita harus pasang target untuk bisnis kita sehingga jika target tidak terpenuhi akan kita ketahui dimana letak kekurangan dari pelaksanaan bisnis kita;</li>
<li style="text-align: justify;">Kebiasaaan kerja/rutinitas, kita harus dapat menentukan aktifitas kegiatan kita  dan akan lebih baik jika terjadual dengan rapi, karena kebiasaan kerja akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan; ambil contoh kita harus memiliki jam kerja sehingga pelanggan atau client akan mudah menyesuaikan dengan apa yang kita jadualkan.</li>
<li style="text-align: justify;">Manajemen, manajemen adalah hal terpenting dalam usaha/bisnis mulai dari sumber daya manusia hingga kemampuan keuangan. Jika kita memanage sebuah usaha tidak baik maka bisnis kita juga akan berjalan tidak baik. Dan tentunya harus kita evaluasi sejauhmana sumber daya yang kita miliki dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap kegiatan bisnis kita.</li>
<li style="text-align: justify;">Selalu bandingkan antara konsep, pelaksanaan dan hasil kerja, jika tidak terjadi keselarasan dan kesamaan maka tentu ada hal yang salah diantaranya, carikan sumber permasalahannya dan temukan solusinya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya mari kita mencoba untuk bisa memulai sebuah kegiatan bisnis sesuai dengan karakter dan pemikiran kita, tidak ada yang sulit jika kita berani mencoba dan melaksanakannya dengan baik dengan konsep yang matang dan dengan kerja keras dan selalu diimbangi dengan doa dan rasa syukur. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/AMPIND%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sang Semut.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="Semut Salaman" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg" alt="" width="127" height="66" /></a>Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,  begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.   <span id="more-508"></span>Filosofi itu antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.</li>
<li>Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.  Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya.   Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.   Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.  Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.</li>
<li>Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.</li>
<li>Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya</li>
<li style="text-align: justify;">Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah, Nikah Atau Kerja..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini, karena akan menjadi satu kesulitan bagi kita jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan, menentukan skala prioritas dalam pilihan hidup mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana. Beberapa waktu yang lalu sudah diperolah hasil akhir dari sebuah perjuangan bagi rekan-rekan yang menempuh pendidikan menengah, yang pada akhirnya harus menentukan mesti kemana setelah lulus nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-281"></span>Ada 3 pilihan yang dapat dilakukan, oleh mereka yang baru lulus SMU, MA, SMK dan yang sederajat, tiga pilihan itu antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Nikah</li>
<li>Kuliah</li>
<li>Kerja</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketiga-nya memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda yang tentunya di-imbangi dengan sebuah pendewasaan berpikir dan kebijaksanaan bertindak dalam menentukan pilihan ini, karena ketiganya juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Namun jika bicara ideal setelah lulus SMU/MA/SMK sebenarnya hanya dua pilihan yaitu kuliah atau kerja. Namun tidak sedikit pula yang setelah lulus sekolah menengah atas yang memutuskan untuk menikah. Dianggap sebuah pilihan yang sulit tidak juga, jika kita sudah memiliki tujuan dan arah dari kehidupan kita, sudah memiliki rencana-rencana matang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga pilihan yang ada tentunya menjadikan kita berpikir sebelum memutuskan mana yang akan kita lakukan, yang jelas keputusan untuk NIKAH, akan menjadi alternatif pilihan jika sudah mapan atau katakanlah bekerja dan lebih lengkap lagi sudah siap lahir dan bathin. Jadi kita harus memilih yang mana antara Kuliah atau Kerja. Hal ini akan tergantung dari banyak faktor karena-nya banyak indikator yang dipergunaka untuk menentukan mau Kuliah atau Kerja. Jika kita memutuskan untuk Kuliah tentunya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>mau kuliah dimana ?</li>
<li>ambil jurusan apa ?</li>
<li>menghabiskan biaya berapa ?</li>
<li>menempuh program apa ?</li>
<li>setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan ?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tentunya kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana, satu hal jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri, hal ini untuk menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh dibangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri. Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Pilihan Perguruan Tinggi dengan beberapa pilihan tentunya;</li>
<li>Jurusan yang akan kita pilih;</li>
<li>Estimasi biaya untuk kuliah;</li>
<li>Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil;</li>
<li>Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah kita lulus kuliah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika lima hal diatas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (KULIAH) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lain-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika kita memilih untuk bekerja, sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya dalam lapangan pekerjaan, hal yang paling penting di negeri ini dalam mencari pekerjaan adalah :</p>
<ol>
<li>Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya;</li>
<li>Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja;</li>
<li>Kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti;</li>
<li>Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu 5 tahun mendatang tentang pekerjaan kita;</li>
<li>Kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karena jangan sampai kita kerja hanya dengan alasan daripada menganggur, karena jika memutuskan bekerja karena alasan tersebut, sudah dapat dipastikan kita tidak memiliki motivasi kerja dan tidak memiliki target bagaimana kehidupan kita kelak. Dan tentunya bersiap-lah untuk terus menjadi orang yang sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitupun jika memutuskan untuk langsung menikah setelah lulus SMK/MA/SMU, ada beberap hal yang harus diperhatikan, karena menikah tidak hanya memandang dan merasakan nikmat-nya saja, akan tetapi banyak hal yang harus kita kondisikan sejak awal, karena menikah itu kita harus :</p>
<ol>
<li>Siap lahir dan batin;</li>
<li>Siap untuk menafkahi dan dinafkahi;</li>
<li>Siap untuk menjadi orang tua;</li>
<li>Siap untuk melepas masa-masa kebebasan;</li>
<li>Siap untuk bertanggungjawab atas semua langkah dan perbuatan kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Hal diatas hanyalah sebuah gambaran sederhana yang tidak terlepas dari tingkat pemahaman dan landasan berpikir setiap individu, dan pilihan akan tetap pada pribadi kita masing-masing, semoga sedikit tulisan ini mampu memberikan sebuah gambaran dalam wacana berpikir kita. Dan silakan anda untuk memilih mana yang terbaik bagi kehidupan kita kedepan. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

