<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Kerja</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 12:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sang Semut.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="Semut Salaman" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg" alt="" width="127" height="66" /></a>Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,  begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.   <span id="more-508"></span>Filosofi itu antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.</li>
<li>Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.  Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya.   Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.   Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.  Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.</li>
<li>Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.</li>
<li>Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya</li>
<li style="text-align: justify;">Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah, Nikah Atau Kerja..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini, karena akan menjadi satu kesulitan bagi kita jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan, menentukan skala prioritas dalam pilihan hidup mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana. Beberapa waktu yang lalu sudah diperolah hasil akhir dari sebuah perjuangan bagi rekan-rekan yang menempuh pendidikan menengah, yang pada akhirnya harus menentukan mesti kemana setelah lulus nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-281"></span>Ada 3 pilihan yang dapat dilakukan, oleh mereka yang baru lulus SMU, MA, SMK dan yang sederajat, tiga pilihan itu antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Nikah</li>
<li>Kuliah</li>
<li>Kerja</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketiga-nya memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda yang tentunya di-imbangi dengan sebuah pendewasaan berpikir dan kebijaksanaan bertindak dalam menentukan pilihan ini, karena ketiganya juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Namun jika bicara ideal setelah lulus SMU/MA/SMK sebenarnya hanya dua pilihan yaitu kuliah atau kerja. Namun tidak sedikit pula yang setelah lulus sekolah menengah atas yang memutuskan untuk menikah. Dianggap sebuah pilihan yang sulit tidak juga, jika kita sudah memiliki tujuan dan arah dari kehidupan kita, sudah memiliki rencana-rencana matang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga pilihan yang ada tentunya menjadikan kita berpikir sebelum memutuskan mana yang akan kita lakukan, yang jelas keputusan untuk NIKAH, akan menjadi alternatif pilihan jika sudah mapan atau katakanlah bekerja dan lebih lengkap lagi sudah siap lahir dan bathin. Jadi kita harus memilih yang mana antara Kuliah atau Kerja. Hal ini akan tergantung dari banyak faktor karena-nya banyak indikator yang dipergunaka untuk menentukan mau Kuliah atau Kerja. Jika kita memutuskan untuk Kuliah tentunya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>mau kuliah dimana ?</li>
<li>ambil jurusan apa ?</li>
<li>menghabiskan biaya berapa ?</li>
<li>menempuh program apa ?</li>
<li>setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan ?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tentunya kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana, satu hal jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri, hal ini untuk menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh dibangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri. Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Pilihan Perguruan Tinggi dengan beberapa pilihan tentunya;</li>
<li>Jurusan yang akan kita pilih;</li>
<li>Estimasi biaya untuk kuliah;</li>
<li>Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil;</li>
<li>Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah kita lulus kuliah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika lima hal diatas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (KULIAH) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lain-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika kita memilih untuk bekerja, sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya dalam lapangan pekerjaan, hal yang paling penting di negeri ini dalam mencari pekerjaan adalah :</p>
<ol>
<li>Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya;</li>
<li>Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja;</li>
<li>Kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti;</li>
<li>Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu 5 tahun mendatang tentang pekerjaan kita;</li>
<li>Kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karena jangan sampai kita kerja hanya dengan alasan daripada menganggur, karena jika memutuskan bekerja karena alasan tersebut, sudah dapat dipastikan kita tidak memiliki motivasi kerja dan tidak memiliki target bagaimana kehidupan kita kelak. Dan tentunya bersiap-lah untuk terus menjadi orang yang sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitupun jika memutuskan untuk langsung menikah setelah lulus SMK/MA/SMU, ada beberap hal yang harus diperhatikan, karena menikah tidak hanya memandang dan merasakan nikmat-nya saja, akan tetapi banyak hal yang harus kita kondisikan sejak awal, karena menikah itu kita harus :</p>
<ol>
<li>Siap lahir dan batin;</li>
<li>Siap untuk menafkahi dan dinafkahi;</li>
<li>Siap untuk menjadi orang tua;</li>
<li>Siap untuk melepas masa-masa kebebasan;</li>
<li>Siap untuk bertanggungjawab atas semua langkah dan perbuatan kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Hal diatas hanyalah sebuah gambaran sederhana yang tidak terlepas dari tingkat pemahaman dan landasan berpikir setiap individu, dan pilihan akan tetap pada pribadi kita masing-masing, semoga sedikit tulisan ini mampu memberikan sebuah gambaran dalam wacana berpikir kita. Dan silakan anda untuk memilih mana yang terbaik bagi kehidupan kita kedepan. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>