Ayah, .. Ajarkan Aku Sebuah Logika

imagesJarang sekali atau bahkan hampir tidak terdengar sebutan ayah yang membumi, yang mampu mendobrak kepekaan berpikir pada anak, karena sosok ayah terkadang masih juga tertutupi oleh peran seorang ibu; apalagi secara nyata ada Ibukota mana ada Ayahkota, ada Ibu Jari mana ada Bapak Jari, ada Ibu Pertiwi mana ada Ayah Pertiwi; hal ini karena memang arti seorang ibu dan makna seorang ibu bagi kehidupan sangat-sangat penting dan begitu mulia; Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548); yang juga ada dalam surat (Qs. Al-Ahqaaf : 15) (source)

Di Bronjong Desi Tidak Hanya Slondok Namun Ada Setumpuk Cita-cita

Desi PriDesi Priharyana pemuda 17 tahun kelahiran tahun 1995, warga Dusun Taino, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; memiliki sebuah semangat dan motivasi hidup yang “luar biasa”, begitu sederhana ia memahami kehidupan, menjadikan ia “tidak punya malu” (selama tidak mencuri, merampok atau korupsi dan halal). Banyak orang mengatakan bahwa ini sebuah kisah nyata yang inspiratif; Desi begitu biasa ia di panggil harus mengayuh sepeda sepanjang 12 KM setiap hari dari rumanya menuju ke SMK Negeri 2 Yogyakarta sebagai tempat ia menuntut ilmu, yang luar biasa disini adalah dengan berseragam abu-abu putih ia mengayuh sepeda dengan barang dangannya berupa krupuk slondok di dalam bronjong-nya; dengan tetap tersenyum Desi menikmati setiap kayuhan pedal sepedanya, tidak pernah terucap keluhan dari mulutnya karenanya terus berdoa semoga dagangannya hari ini laris dimana rata-rata perhari sekitar 25 bungkus slondok di dalam bronjong-nya. Per hari rata-rata Desi mampu menjual 10-25 bungkus slondok. Untuk satu bungkus slondok dijual Rp 7.000 bisa mendapatkan uang Rp. 200.00 – Rp. 250.000/bulan;