<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Filosofi</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/filosofi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 12:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cermin, Refleksi Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 22:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="cermin" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg" alt="" width="116" height="136" /></a>Cermin, siapa yang tidak tahu dan mengenal benda yang satu ini, karena dalam setiap ruang, setiap sisi-sisi rumah akan selalu ada benda ini, tiada habisnya kita mamatut diri didepan cermin untuk sekedar bisa melihat apa yang kurang pantas pada diri kita, karena jelas bawah pengertian cermin sendiri adalah permukaan memantul yang cukup  licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda  yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang. <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin" target="_blank">(http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin)</a>. Ach.. itu hanyalah sebuah definisi dan pengertian, namun pernahkah kita sedikit memahami fungsi cermin itu lebih jauh dan lebih dalam lagi, bahwa cermin tidak sekedar pemantul bayang-bayang, bahwa cermin tidak sekedar alat untuk melihat sudah pantaskah dandanan kita. Pernahkah kita menyadari bahwa <strong>cermin begitu jujur</strong> pada kita. Karena apa yang ada pada diri kita akan dipantulkan demikian apa adanya oleh cermin.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-596"></span>Sebuah kesadaran dan rasa mawas diri dapat kita dapatkan dari cermin ini, ada sebuah ungkapan dalam bahasa jawa   <strong>&#8220;Ngiloa Githoke Dhewe&#8221;, </strong>yang secara harfiah adalah <em><span style="text-decoration: underline;">bercerminlah pada tengkuknya  sendiri, </span></em>dengan<em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em>arti sebagai berikut  :</p>
<ul>
<li>Ngilo : bercermin</li>
<li>Ngiloa : bercerminlah</li>
<li>Githok :  tengkuk</li>
<li>Githoke : tengkuknya</li>
<li>Dhewe : Sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Arti yang tersirat dari ungkapan itu adalah<em> kita diajak untuk melihat dan mengetahui tentang diri k</em><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-602" title="cermin2" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg" alt="" width="138" height="202" /></a><em>ita  leb</em><em>ih jauh. Selain ada kebaikan ada juga kekurangan dan kelemahannya.</em> Kita diajak untuk menyadari akan kekurangan dan kelemahan kita sendiri dengan sebuah nilai  yang diajarkan bahwa <em>ungkapan</em><em> ini mengajarkan agar setiap orang mau  mawas diri. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Sejauhmana kita menggunakan cermin selama ini, apakah sebatas kita bercermin untuk badaniah kita..?? sudah pernahkan kita mematut diri di cermin kemudian mencoba untuk melihat dan menyelami diri kita yang sebenarnya, yach.. &#8220;<strong>Cermin Hati</strong>&#8220;.. sering kita lupakan ketika kita berada di depan cermin, karena kita hanya sebatas bercermin untuk badan kita. Mematut diri dan membetulkan dandanan yang kurang pas, namun kita hampir tidak pernah mencoba untuk bisa memahami dan membetulkan sikap, perilaku, tindakan serta ucapan-ucapan kita yang dipantulkan oleh &#8220;<strong>cermin hati</strong>&#8220;<em>, </em>karena kita terkadang kurang respek terhadap <em>&#8220;Kejujuran&#8221;</em> dari Cermin itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cermin akan mengatakan apa adanya tentang diri kita, cermin itu tidak pernah bohong, cermin itu jujur, cermin itu apa adanya tidak ada yang ditutupi cermin apa yang ada pada diri kita itulah yang akan dipantulkan oleh cermin<em>. </em>Sudah sewajarnya jika kita menjadikan cermin adalah sahabat sejati<em> </em>bagi kita karena cermin akan bilang jelek jika kita jelak dan akan bilang baik jika kita baik. Dan karena cermin adalah refleksi sebuah kejujuran sangat tepat dan pas jika cermin kita gunakan sebagai alat untuk instropeksi diri dimana kekurangan dan kelebihan kita dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan demikian kita dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi kehidupan, dengan terus bercermin dengan &#8220;CERMIN HATI&#8221;.. semoga bermanfaat terima kasih <em><br />
</em></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Kedewasaan dan Mentalitas Pada Sebuah Keberhasilan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 01:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<p style="text-align: justify;">Pertama  selamat kepada Belanda dan para fans serta pendukungnya, karena semalam  telah mampu mengalahkan berhasil untuk melajut ke-babak berikutnya  dalam ajang Piala Dunia 2010, sehingga Belanda akhirnya yang lolos ke  semifinal. Pertandingan yang mempertemukan Belanda VS Brazil  dilaksanakan di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth berjalan  cukup menarik, walau di babak pertama Belanda se-akan sulit untuk bisa  menggedor pertahanan Brazil, justeru kebobolan oleh sontekan Robinho  yang lepas dari kawalan pemain-pemain belakang Team Orange karena memang  terlihat kurang solid di babak pertaman. Hingga peluit babak pertama  usia skor 1 – 0 untuk Brazil tidak berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari umpan silang dari sektor  kanan, Julio Cesar yang berusaha meninju bola tidak mengenai sasaran.  Melo yang di saat bersamaan ingin membuang bola justru mengarahkan si  kulit bundar ke dalam gawang sendiri. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1.  Gol itu melecut motivasi pemain Belanda. Sneijder sukses merobek jala  Cesar melalui sundulan kepala setelah bola liar dari Kuyt diselesaikan  dengan baik pada menit ke-67.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-560"></span><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Upaya Brasil untuk menyamakan kedudukan semakin berat  setelah harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke-73, karena Melo  diganjar kartu merah akibat perbuatan tidak terpujinya menginjak Arjen  Robben. Bahkan Belanda Nyaris dua kali menjebol gawang Brasil di sepuluh  menit terakhir lewat Kuyt dan Sneijder. Namun peluang ini terbuang  percuma. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Belanda tetap  bertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertandingan semalam begitu  terlihat bahwa Belanda terlihat lebih siap dan dewasa dalam menghadapi  Brazil dan juga terlihat mentalitas pemain jauh lebih bagus daripada  Brazil, dan mungkin salah satu faktor keberhasilan Belanda semalam  adalah kedewasaan dan mentalitas memberikan kontribusi yang cukup  signifikan terhadap keberhasilan Belanda dalam mengalahkan Brazil,  karena jika dilihat dari kualitas pemain kedua team bisa dianggap  berimbang, sebenarnya Brazil lebih solid di lini belakang, namun Brazil  tidak mampu memanfaatkan sisi kelemahan lini belakang dari Belanda,  ekspresi pemain dan emosi pemain begitu terlihat Brazil lebih  meledak-ledak dibandingkan dengan Belanda. Karena Belanda terlihat lebih  tenang, hikmah yang dapat diambil dari pertandingan semalam adalah,  kedewasaan dalam mengendalikan diri dan emosi serta mental yang mampu  kita kendalikan dengan baik akan mampu mempengaruhi kita dalam  bertindak, berbuat dan melakukan tindakan.</p>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sang Semut.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="Semut Salaman" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg" alt="" width="127" height="66" /></a>Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,  begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.   <span id="more-508"></span>Filosofi itu antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.</li>
<li>Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.  Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya.   Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.   Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.  Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.</li>
<li>Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.</li>
<li>Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya</li>
<li style="text-align: justify;">Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>