Pisang Goreng Dari Rafi, Esensi Sebuah Perjuangan Hidup .. !!!

Seorang anak kira – kira usia 10 tahunan, berjalan menyusuri trotoar di Jalan Merdeka Kota Blitar, sambil menenteng dagangannya, dengan beban yang ia jinjing sesekali di letakkan dagangannya diatas kepalanya, dengan terus menawarkan dagangannya, … “pisang goreng, … pisaaaang goreeenggg,” teriak-nya. Saat itu sudah beranjak ke sore hari karena kira – kira di pukul 14.00 siang, kebetulan saya dan beberapa rekan sedang ada di sekitar Jalan yang dilewati sosok anak tersebut. Udah ada beberapa cangkir kopi dan juga rokok, jika ditambah beberapa potong pisang goreng tentu akan menambah nikmatnya sore itu bercengkerama di samping trotoar jalan.

Empat Perspektif Dalam Penerapan Balance Scorecard

Konsep Balance Scorecard dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di sektor bisnis pada tahun 1990. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata: (1) kartu skor (scorecard) dan (2) berimbang (balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan eksternal.† Dalam definisi lain Balance ScorecardĻ†† adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.