Pementasan Wayang Beber

Pada tulisan terdahulu Wayang Beber, telah disampaikan bahwa dalam pementasan terdapat dua versi yaitu versi Wonosari dan Versi Pacitan. Perbedaan dari kedua versi tersebut adalah pada posisi Dalang-nya, jika pada versi Wonosari posisi Dalang berada di depan Wayang Beber, sedangkan jika versi Pacitan posisi Dalan berada di belakang Wayang Beber. Namun perbedaaan kedua-nya tidak menjadikan suatu hal yang begitu pripsip dalam pelestarian budaya dari Wayang Beber itu sendiri, baik Versi Wonosari ataupun versi Pacitan telah memiliki ruh dan menjadi ciri khas masing-masing, karena dari perbedaan kedua versi tersebut didapat sebuah keragaman khasanah budaya juga. Yang terpenting adalah bagaimana upaya dari masing-masing untuk bisa terus lestari dan tetap menjadi kebanggaan budaya daerah yang memang perlu untuk terus dipertahankan.

Wayang Beber

Wayang, sebuah pertunjukkan seni budaya penuh dengan petuah dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan pada semua pribadi orang jawa, namun modernisasi telah menjadikan kesenian wayang sedikit terpinggirkan, apalagi anak-anak muda sekarang kurang menyukai kesenian Wayang, dari jenis serta bentuk Wayang begitu banyak, jika yang sering dilihat dan didengar tentunya semacam Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Potehi dan Wayang Orang, karena memang masih lumayan eksis di saat ini. Ada satu jenis wayang yang terancam punah karena memang hanya tinggal dua di Dunia, dan ternyata salah satunya terletak di daerah kelahiran saya di Gunungkidul Yogyakarta. Wayang Beber namanya, disebut Wayang Beber karena karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang yang dimainkan sang Dalang.