Mendengar kata ulat yang terbayang dalam angan kita adalah sosok makhluk yang begitu menjijikan dan terbayang sebuah kerasukan, tidak sedikit orang yang begitu geli dan bahkan jijik bila melihat ulat, belum lagi ulat adalah makhluk perusak karena ketika makan tidak akan berhenti sebelum yang dimakannya habis, sehingga ulat begitu identik dengan sifat-sifat yang kurang baik, namun ketika ulat tersebut telah menjadi kupu-kupu terlihat sebuah keindahan dan ke-elokan dari makhluk ciptaan Tuhan. Makanannya pun serbuk sari dari kuncup-kuncup bunga dan apa yang dilakukan kupu-kupu adalah sebuah hal yang mulia karena dari kaki-kaki-nya akan menyebarkan benih-benih tumbuhan, serta terjadi persilangan tumbuhan secara alami.
Ulat, Kepompong, Kupu-kupu Refleksi Sebuah Kehidupan
Temukan Kebahagiaan Itu Pada Diri Kita
Bahagia wow… sebuah harapan yang ingin dicapai oleh setiap insan didunia ini, dengan segala upaya manusia ingin mencapai bahagia itu, baik bahagia didunia dan di akherat. Manusia bekerja membanting tulang sebagai salah satu upaya untuk mencapai dan mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya dan orang-orang yang dicintainya. Manusia berusah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan untuk bisa menggapai kebahagiannya. Pendamping hidup yang tampan atau cantik, harta yang melimpah… benarkah itu syarat untuk mencapai kebahagiaan… jawabnya bisa ya… bisa tidak akan tergantung kebahagiaan apa yang kita inginkan…







