<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Belajar</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Uang, Mengapa Begitu Menggiurkan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 17:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Giral]]></category>
		<category><![CDATA[Kartal]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-998" title="uang" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Siapa yang tidak mengenal uang, rasanya suatu hil yang mustahal manusia hidup tidak mengenal uang, bahkan karena uang juga manusia bisa bertindak &#8220;BODOH&#8221; yang terkadang sudah diluar nalar. Namun hal itu bagi orang-orang yang begitu mendewakan uang sebagai segalanya.  Memang dari sisi manfaat dan keperuntukannya uang mendominasi sektor ekonomi dimana uang akan memiliki peran dan andil yang besar terhadap kestabilan perekonomian, karena mulai anak kecil hingga orang tua akan membutuhkan uang, dari desa hingga kota perlu uang. UANG, begitu terkenalnya sampai dalam keseharian kita tidak akan terlepas dari sosok ini. Sedangkan pemahaman kita akan uang tentu masih sebatas fisiknya saja dan sebatas nominal uang itu. Lebih jauh pada tulisan ini sengaja ingin saya sampaikan secara sederhana apakah itu uang.<span id="more-996"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian Uang dan Syarat Uang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beberapa pakar ekonomi uang diartikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Robertson</strong> dalam buku Money (1922): &#8220;<em>Money is something which is widely accepted in payment for goods</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>R. S. Sayers</strong> dalam buku <em>Modern Banking</em> (1938): &#8220;<em>Money is something that is widely accepted for the settlement of debt</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar ulang,</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>A.C. Pigou</strong> dalam buku <em>The Veil of Money</em>: &#8220;<em>Money are those things that are widely used as a media for exchange</em>”. Uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Albert Gailort </strong><strong>Hart</strong> dalam buku <em>Money</em>, <em>Debt, and Economic Activity: &#8220;Money is properly which the owner can pay off the debt with certainly and without delay</em>&#8220;. Uang adalah kekayaan sehingga pemilik dapat membayar utangnya dalam jumlah dan waktu tertentu.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Rollin G. Thomas</strong> dalam buku <em>Our Modern Banking and Monetary System: &#8220;Money is something that is readily and generally accepted by the public in payment for the sale of goods, services, and other valuable assets, and for the payment of debt&#8221;</em>. Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan untuk pembayaran utang. (Nopirin, 1992)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Secara universal dari beberapa pengertian diatas, maka uang adalah &#8220;<em><strong>sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum seba­gai alat pembayaran dan alat tukar-menukar yang sah&#8221;</strong></em>  dan tentunya tidak bertentangan dengan hukum pada suatu daerah tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian maka ada batasan tertentu sehingga benda dapat disebut sebagai uang, dan syarat-syarat uang adalah :</p>
<ol>
<li>Diterima umum dan sah menurut undang-undang.</li>
<li>Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.</li>
<li>Mudah dibawa ke mana-mana.</li>
<li>Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.</li>
<li>Tahan lama.</li>
<li>Jumlahnya terbatas (tidak berlebih).</li>
<li>Bendanya mempunyai mutu yang sama.</li>
</ol>
<p>Tentunya jika benda tidak memenuhi minimal 7 syarat tersebut diatas tidak dapat disebut uang.</p>
<p><strong>Fungsi dan Nilai Uang<br />
</strong></p>
<p>Dari pengertian dan syarat uang tersebut diatas, tentunya dapat kita pahami apakah fungsi uang tersebut, dan uang berfungsi sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang Sebagai Alat Tukar-Menukar,</strong> hal ini karena pada saat kita melakukan transaksi jual beli, kita akan menyerahkan sejumlah uang, dan kita akan menerima barang kebutuhan. Artinya, kita sudah menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar karena semua barang dapat diukur nilainya dalam mata uang, yang berlaku. Jadi, uang berfungsi adalah sebagai alat tukar-menukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Satuan Hitung, </strong>Dengan melihat banyaknya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sesuatu, maka kita dapat membandingkan nilainya. Jadi, uang berfungsi sebagai alat satuan hitung.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyimpan Kekayaan, </strong>Pasti setiap orang mempunyai tabungan atau deposito di bank. Artinya, setiap orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang. Sehingga uang telah berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan {state of value).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyelesaian Utang Piutang, </strong>Dengan adanya uang, transaksi pinjam-meminjam antara pihak yang berlebihan (surplus unit) dan pihak yang kekurangan (defisit unit) dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga, uang telah berfungsi sebagai alat penyelesaian utang piutang {standard of deferred payments).</li>
</ol>
<p>Nilai uang secara garis besar ada dua yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Nilai nominal</strong> adalah nilai yang tertuls pada setiap mata uang. Misal : di salah satu sisi uang logam tertulis Rp 1.000,00. Artinya, nilai nominal uang tersebut ialah Rp 1.000,00.</li>
<li><strong>Nilai intrinsik</strong> adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, nilai intrinsik uang kertas Rp20.000,00 ialah nilai kertas yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut.</li>
</ol>
<p>Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya uang tidak hanya berjenis kertas dan logam saja, akan tetapi banyak jenisnya tergantung dari  bahan pembuat, nilai, wilayah berlaku, dan lembaga atau badan yang mengeluarkan, yang dapat disampaikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Bahan Pembuat Uang, </strong>Uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas. Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Nilai Uang, </strong>Uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai penuh (fullbodied money). Jika nilai intrinsik lebih kecil daripada nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh (token money) atau uang tanda. Uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Wilayah Berlaku</strong>     (a).   Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht; (b).  Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa. (c).  Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan, </strong>Lembaga yang berwenang menerbitkan uang ialah bank sentral suatu negara. Uang euro dan dolar merupakan contoh dari uang regional dan uang internasional. Uang yang diterbitkan bank sentral ialah uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal yang disebut uang kartal. Bank umum (komersial) juga membuat dan mengedarkan uang dalam bentuk cek, bilyet giro, dan telegraphic transfer. Uang yang dikeluarkan oleh bank-bank umum inilah yang disebut uang giral.</li>
</ol>
<p align="center">Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral</p>
<div align="center">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="304">
<p align="center"><strong>Uang Kartal</strong><strong></strong></p>
</td>
<td valign="top" width="302">
<p align="center"><strong>Uang Giral</strong><strong></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="304">1.      Berlaku di seluruh lapisan masyarakat.2.      Masyarakat umum harus menerimanya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Nilai nominalnya sudah tertera pada mata uang dengan nilai tertentu.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>4.      Dijamin oleh pemerintah.</p>
<p>5.      Adanya kepastian pembayaran sesuai nilai nomi­nalnya.1.      Berlaku di kalangan masyarakat tertentu.2.      Masyarakat umum boleh menolaknya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Besar nilai nominalnya bebas dan harus ditulis dahulu sesuai kebutuhan.</p>
<p>4.      Dijamin oleh bank yang mengeluarkan.</p>
<p>5.      Belum adanya kepastian pembayaran karena tergantung dari ketersediaan dana dan kepastian hukum</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hal diatas itulah yang menjadikan uang begitu menggiurkan dan menjadikan orang untuk memegang dan memilikinya, dan tentunya agar kita tidak terjebak oleh uang tersebut, maka kita harus sebijaksana mungkin ketika memegang dan menyimpan uang, demikian semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Roh Pendidikan Terabaikan .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 01:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-971" title="Patung Bung Karno" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>“Pendidikan adalah proses  harmonisasi antara alam wiraga (dunia tindakan) dan alam wirama (dunia  pengendalian)”  (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, 2 Mei 1889 – 26 April  1959).</strong> Inilah fundamental pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar  Dewantoro waktu itu, sehingga dalam lambang dan” ruh” pendidikan  Indonesia memiliki semboya <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>jika  insan-insan pendidik di negeri ini, pengambil kebijakan (Kemendiknas)  dan juga manusia-manusia yang terhormat (DPR Komisi X)  mengembalikan  akar pendidikan negeri ini ke fundamental pendidikan yang ditancapkan  oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, maka keadaan negeri ini akan  tetap bersatu padu tidak tercerai berai oleh perbedaan pendapat, ras,  partai status sosial dan lain sebagainya. Karena mereka hanya bertujuan  pada pencapaian visi dan misi bersama Indonesia Raya, satu nusa, satu  bangsa dan satu bahasa Indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya potret  pendidikan Indonesia, dulu, kini dan mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI</strong>,  merupakan salah satu penjabaran yang begitu cerdas dari dasar negara  Pancasila, tidak sesederhana yang kita bayangkan dan baca, diperlukan  kecerdasan dan kedalaman berpikir sehingga muncul “Ruh” pendidikan  tersebut. Arti dari semboyan ini adalah: <strong>Ing ngarsa sung tuladha</strong> (<em>di depan, seorang pendidik harus  memberi teladan atau contoh tindakan yang baik</em>), <strong>Ing madya mbangun karsa</strong> (d<em>i tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan  ide</em>), dan <strong>Tut wuri handayani</strong> (<em>dari belakang seorang  guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan)</em>.  Dulu .. dulu sekali para pendidik di negeri ini begitu cerdik dan  cerdas dalam mengarahkan dan mendidik insan-insan calon pemimpin negeri  ini. Dengan semboyan pendidikan yang ada dengan tetap berdasarkan pada  Pancasila. Namun saat ini para petinggi negeri seakan tidak peduli  dengan konsep pendidikan yang begitu indah dan agung. Reformasi yang  diinginkan dan dijalankan sudah salah <strong>arah</strong>, tidak ada  lagi pembatasan konseptual yang pasti, karena kebijakan yang diambil  akan berganti dan beralih setelah 5 tahun berjalan se-umur pemimpin  negeri ini dan yang menjadi korban adalah tunas-tunas bangsa karena  kebijakan. karena egoisme dan karena idealisme sebagian golongan yang  tidak memahami dan mengerti dengan sebenarnya “ruh” dari pendidikan itu  sendiri.<span id="more-970"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan telah diubah layaknya  Perseroan Terbatas dengan semangat komersialisasi dengan harapan akan  mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, padahal keuntungan dari  pendidikan adalah kecakapan, kepintaran dan kemampuan anak tunas-tunas  bangsa dalam menyelesaikan semua persoalan dengan baik yang berpegang  pada budi pekerti dan nurani. Namun ternyata anak didik kita disodori  konsep-konsep pendidikan yang jauh dari semboyan  dan dasar pendidikan  itu sendiri. Tidak ada lagi pemahaman dan pendidikan tentang budi  pekerti, moral dan sosial untuk tunas-tunas bangsa, karena Pendidikan  Moral Pancasila telah hilang dari pendidikan wajib di negeri ini.  Tidak  ada lagi kewajiban bagi anak-anak negeri untuk menghayati dan memahami  Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Hal ini karena ketakutan  kaum reformis terhadap PANSILA itu sendiri, karena dianggap PANCASILA  adalah bawaan orde sebelumnya sehingga harus di tinggalkan karena  dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi. Yang menjadi pertanyaan  apakah reformasi itu harus merubah semuanya, mengapa tidak yang baik  dilanjutkan dan yang jelek di tinggalkan, apakah semua yang dilakukan  oleh orde-orde sebelumnya adalah jelek..??</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan terkejut jika nanti akan banyak  dihasilkan anak-anak cerdas dan pandai akan tetapi tidak memiliki  kemampuan untuk bersosialisasi dengan masyarakat, karena yang kemudian  akan tercipta robot-robot hidup, mereka cerdas dan pintar akan tetapi  tidak akan memiliki jiwa sosial dengan moralitas yang rendah. Karena  pintar hasil dari indoktrinasi dari sebuah konsep. Bukan cerdas karena  pengembangan dan penggalian bakat yang didasarkan pada budi pekerti dan  kedalaman nurani dari setiap anak didik.  Anak-anak sekarang jarang  sekali yang memiliki kemampuan menganalisa dengan daya nalar, karena  penalaran se-akan dimatikan oleh aktualisasi kecepatan berpikir dan  bertindak saja,  Secara sederhana jika ditanya 1 + 1 = 2, mereka akan  menjawab dengan cepat namun ketika dilanjutkan pertanyaannya, mengapa  dan kenapa kok bisa  2,  mereka akan menjawab pokok-nya jawabannya itu.  Padahal sebenarnya 1 + 1 tidak harus 2 karena jawaban 2 hanya untuk ilmu  pasti. Lalu apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita saat  ini ..??</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah barang tentu jika kita  berkeinginan untuk menjadikan pendidikan benar-benar bermanfaat bagi  tunas bangsa dan keberadaan bangsa ini kedepan, tentunya harus  dikembalikan “ruh” dari pendidikan itu sendiri, pendidikan tidak boleh  lepas dari fundamental bangsa ini yaitu Pancasila, dan tentunya Guru  tidak hanya sebatas mendidik karena guru harus mampu menjadi teladan dan  mampu mendorong anak didiknya untuk terus maju dan berkembang sesuai  dengan kemampuan masing-masing. Tulisan ini hanyalah sebuah keprihatinan  atas kondisi pendidikan kita sekarang, dimana hampir semua bangsa  begitu mengagungkan dan menganggap penting dasar dan ideologi negaranya,  negeri ini bergerak mundur dengan mengabaikan ideologi-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah yang mungkin bisa ditempuh adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Memasukkan Pancasila pada kurikulum pendidikan dari pendidikan dasar  hingga pendidikan tinggi dan tidak sekedar mendompleng pada salah satu  mata pelajaran, (ada issue bahwa Pancasila akan dimasukkan pada mata  Pelajaran Pendidikan Agama), tentu ini akan menjadi bias karena bisa  jadi hanya Sila Pertama yang akan terbahas dan bukan Pancasila secara  utuh.</li>
<li>Melaksanakan dan mengaplikasikan dalam sistem pendidikan kita semboyan <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em><strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>secara  utuh juga dan tidak sekedar simbol-simbol dalam hiasan bibir dan  dinding, namun harus menjadi hiasan hati setiap insan pendidik;</li>
<li>Mengembangkan softskill untuk mengasah kemampuan berpikir dan nalar  tidak hanya sekedar memperkaya hafalan dan daya ingat saja, karena hal  ini hanya akan menjadi beban bagi tunas bangsa.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan sederhana ini ada manfaat-nya, terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya tuliskan juga di http://arahkita.com</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 11:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,&#8221; teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD).  Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-863"></span> Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu &#8220;Tabloid Bola&#8221;, untuk saya tentunya bayar khan  tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya tanya, &#8220;setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,&#8221;  dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,&#8221; kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,&#8221; perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,&#8221;.. lanjut dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu punya cita-cita apa saat ini,&#8221; tanya saya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,&#8221; jawab dia dengan polos.  &#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,&#8221;  saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain.  Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan  kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Koran&#8230;&#8221;.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hey&#8230; gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,&#8221;.. celoteh saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,&#8221; lanjutku</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8221;.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya&#8221;, timpal dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong &#8220;, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,&#8221;.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;</li>
<li>Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;</li>
<li>Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.</li>
<li>Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menggapai Mimpi Agar Berhasil Dalam Wirausaha</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-906" title="sukses vs gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg" alt="" width="245" height="206" /></a>Wirausaha, wiraswasta menjadi sebuah pilihan untuk meng-ekspresikan diri untuk mencapai kesuksesan saat ini, setidaknya sedikit banyak sudah ada pergeseran berpikir dari kalangan muda, bahwa sudah saatnya kita menjadi Bos bagi diri sendiri, tidak melulu menjadi karyawan, karena jika tujuannya ingin kaya keputusan menjadi karyawan akan menghambat proses itu sendiri. Maka ber-wiraswasta-lah jika ingin cepat kaya, Namun terkadang bayang-bayang kegagalan menghantui seseorang dalam usaha untuk berwirausaha tersebut.  Kegagalan adalah bagian dari sebuah kesuksesan ini yang terkadang belum sepenuhnya kita pahami bersama, karena tanpa merasakan kegagalan kita tidak bisa merasakan kesuksesan. Dan tentunya sebuah kegagalan dalam berwirausaha dapat diminimalisir dan di tekan bahkan di balik menjadi sebuah kesuksesan, jika kita mampu mengatasi dan berani mengaplikasikan hal-hal berikut ini :</p>
<p><span id="more-904"></span>Penyebab banyaknya wirausaha pemula yang mengalami kegagalan, diantaranya karena faktor-faktor berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Keputusan yang terburu-buru dalam memulai usaha</strong> (ketika kita memutuskan untuk berusaha dibidang apa, kita tidak memiliki sebuah konsep dan jelas dan baik, karena kebanyakan hanya ikut-ikutan saja, tentunya harus dilakukan survey lapangan dulu sebelum memutuskan untuk mengawali usaha tersebut).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tidak baik atau tidak tertib administrasi</strong> (terlalu meremehkan hasil yang diperolah dan tidak mencoba membuat catatan yang baik untuk arus kas dan keuangannya)</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Pemilihan Lokasi usaha yang kurang strategis</strong> (kurang mempertimbangkan aspek ekonomis maupun aspek teknis).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Kurang dapat menghargai diri sendiri</strong> (terkadang karena kita merasa usaha ini adalah milik kita, kita tidak berusaha untuk menghargai diri kita sendiri dengan cara menganggarkan Gaji untuk kita sendiri, karena jika tidak pada akhirnya kebutuhan pribadi dan usaha akan berbaur menjadi satu lambat laun uang usaha habis untuk keperluan pribadi).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Merasa mampu sehingga kurang dapat menjalin kerjasama atau kemitraan</strong> (mereka menganggap tidak perlu kerjasama dan tidak ingin rahasia usaha diketahui pihak lain).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak/Kurang ber-inovasi dan tidak mau belajar</strong> (jiwa entrepreneur akan selalu tidak puas dengan hasil yang diperolehnya, sehingga akan terus mencoba hal-hal baru untuk mendapatkan sesuatu peluang yang baru pula).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak Jujur</strong> (hal ini terjadi ketika pengelolaan usaha tidak dijalankan dengan dasar kejujuran karena sekali menyimpang dari konsep yang telah ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyajikan kebohongan dalam berusaha)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-907" title="berani sukses berani gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg" alt="" width="136" height="133" /></a>Itulah beberapa dari sekian banyak penyebab kegagalan dalam berusaha, sehingga kita harus mampu menghindari beberapa hal tersebut diatas, untuk dapat mencapai keberhasilan dalam menjalankan usaha yang paling penting adalah <strong>TIDAK TAKUT GAGAL DAN BERANI MENGHADAPI RESIKO</strong>, Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dalam tujuan berusaha  dan mimpi-mimpi Anda selama ini.  Berikut tipsnya :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri, Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.</li>
<li style="text-align: justify;">Yakinlah pada diri Anda Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.</li>
<li style="text-align: justify;">Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Evaluasi talenta Anda dengan jujur Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda,  Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika tidak berhasil mencapai sukses.</li>
<li style="text-align: justify;">Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan  tim sepak bola Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda.  Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda, tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu- satunya cara untuk mencapai tujuan. Demikian semoga bermanfaat dan dijadikan sebuah langkah dalam memulai sebuah usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Disarikan dari berbagai sumber.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memulai Bisnis atau Usaha ..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 03:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/Gambar-Batik.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-727" title="Gambar Batik" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/10/Gambar-Batik.jpg" alt="" width="115" height="166" /></a>Memulai sebuah usaha/bisnis memerlukan <strong>satu keberanian dan tekad yang kuat</strong>, karena jika melaksanakan sebuah usaha dengan setengah hati maka hasilnya tidak akan bisa maksimal bahkan mungkin bukan keberhasilan yang kita dapatkan namun kegagalan yang kita terima. Bisnis yang akan kita jalankan apapun bentuk dan bidangnya haruslah kita konsep dengan benar dan sistematis.  Sehingga ketika akan melaksanakan kita sudah memiliki panduan yang baku. Dengan demikian maka akan lebih mudah dalam memulai, melaksanakan dan meng-evaluasi. Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita pahami terlebih dahulu untuk memulai Bisnis.<span id="more-315"></span>Sebenarnya hanya ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam melaksanakan bisnis atau usaha, <strong>pertama</strong> membuat konsep dan rencana, <strong>kedua</strong> melaksanakan apa yang telah kita konsep dan rencanakan tersebut dengan baik, <strong>ketiga</strong> melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut secara kontinue.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong> merencanakan dan membuat konsep bisnis, maka hal yang harus kita lakukan adalah :</p>
<ol>
<li>Menentukan bisnis apa yang harus kita lakukan;</li>
<li>Survey lapangan terhadap bisnis yang akan kita lakukan;</li>
<li>Menentukan dan melihat pangsa pasar;</li>
<li>Pemilihan lokasi dan waktu memulai</li>
<li>Merancang konsep bisnis lengkap dengan manajemennya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>,  melaksanakan bisnis, dalam melaksanakan bisnis ini kita terkadang tidak atau belum menerapkan sistem manajemen yang baik, dalam melaksanakan kegiatan bisnis ini tentunya setelah perencanaan dan konsep-konsep bisnis kita tetapkan, maka hal yang harus kita lakukan adalah :</p>
<ol>
<li>Melakukan setiap kegiatan bisnis dengan kesungguhan dan tidak setengah hati;</li>
<li>Tidak boleh keluar dari jalur dan konsep yang telah kita tetapkan;</li>
<li>Jangan menetapkan keuntungan usaha secara financial dalam waktu 2 hingga 3 tahun pertama;</li>
<li>Sadari bahwa bisnis kita beresiko kegagalan sehingga kita ada perencanaan awal ketika bisnis yang kita laksanakan mengalami kemunduran;</li>
<li>Tidak mudah menyerah dalam setiap langkah bisnis kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga, </strong>melaksanakan evaluasi hal ini penting karena akan dapat kita ketahui dimana letak kekurangan dan kebelihan dari bisnis yang kita lakukan, sehingga dengan cepat dapat diambil langkah-langkah prefentive jika terjadi sesuatu diluar konsep awal yang telah kita tetapkan. Dan yang perlu dievaluasi adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pencapaian hasil, tentunya kita harus pasang target untuk bisnis kita sehingga jika target tidak terpenuhi akan kita ketahui dimana letak kekurangan dari pelaksanaan bisnis kita;</li>
<li style="text-align: justify;">Kebiasaaan kerja/rutinitas, kita harus dapat menentukan aktifitas kegiatan kita  dan akan lebih baik jika terjadual dengan rapi, karena kebiasaan kerja akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan; ambil contoh kita harus memiliki jam kerja sehingga pelanggan atau client akan mudah menyesuaikan dengan apa yang kita jadualkan.</li>
<li style="text-align: justify;">Manajemen, manajemen adalah hal terpenting dalam usaha/bisnis mulai dari sumber daya manusia hingga kemampuan keuangan. Jika kita memanage sebuah usaha tidak baik maka bisnis kita juga akan berjalan tidak baik. Dan tentunya harus kita evaluasi sejauhmana sumber daya yang kita miliki dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap kegiatan bisnis kita.</li>
<li style="text-align: justify;">Selalu bandingkan antara konsep, pelaksanaan dan hasil kerja, jika tidak terjadi keselarasan dan kesamaan maka tentu ada hal yang salah diantaranya, carikan sumber permasalahannya dan temukan solusinya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya mari kita mencoba untuk bisa memulai sebuah kegiatan bisnis sesuai dengan karakter dan pemikiran kita, tidak ada yang sulit jika kita berani mencoba dan melaksanakannya dengan baik dengan konsep yang matang dan dengan kerja keras dan selalu diimbangi dengan doa dan rasa syukur. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/AMPIND%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-memulai-bisnis-atau-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Waktu Terhadap Uang</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/nilai-waktu-terhadap-uang/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/nilai-waktu-terhadap-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 14:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/time-is-money.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-697" title="time is money" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/time-is-money.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Mendengar dan menyikapi masalah issue nasional tentang redenominasi rupiah akhir-akhir ini, jadi teringat satu pembahasan di Manajemen Keuangan tentang Nilai Waktu Terhadap Uang, bahwasannya waktu akan berpengaruh terhadap nilai uang itu sendiri, sebagai contoh sederhana jika waktu kecil dulu Rp. 5,00 bisa dapatkan satu permen sekarang harga permen sudah mencapai kisaran Rp. 50,00, dan kemungkinan untuk beberapa tahun kedepan untuk membeli satu butir permen kita perlu mengeluarkan Rp. 500,00, akhirnya langkah Bank Indonesia untuk menyederhanakan rupiah cukup beralasan mengingat rupiah kita sudah begitu gemuk. Namun disini yang akan dibahas adalah bagaimana Nilai Waktu Terhadap Uang.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep nilai waktu uang sangat relevan dengan keputusan investasi jangka panjang, misalnya investasi pada aktiva tetap. Investasi pada aktiva tetap biasanya hasil pengembaliannya tidak sekaligus, melainkan bertahap dalam beberapa periode. Jumlah dana yang diterima satu tahun yang akan datang nilainya lebih besar daripada jumlah dana yang sama tetapi diterima lima atau sepuluh tahun yang akan datang. Sehubungan dengan itu, dalam pengambilan keputusan investasi pada aktiva tetap nilai waktu uang sangat penting untuk dipertimbangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa konsep nilai waktu uang yaitu <em>Future Value, Present Value, Future Value of An Annuity, </em>dan<em> Present  Value of An Annuity, </em>yang dapat dijelaskan sebagai berikut<em> :</em></p>
<p><em><span id="more-685"></span></em></p>
<p><img style="border:0;" src="http://www.cincopa.com/media-platform/api/thumb.aspx?fid=+10731464&#038;size=large" /></p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat dan untuk bahan dalam pembahasan lain dan  lengkapnya dapat di download <a href="http://www.ziddu.com/download/3149688/MicrosoftWord-VIIIPengaruhWaktuTerhadapUang.pdf.html" target="_blank">disini</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/nilai-waktu-terhadap-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Fasilitas Print di Blog</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/menambahkan-fasilitas-print-di-blog/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/menambahkan-fasilitas-print-di-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 19:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Printer-Hp-Laser-Mono.jpg"><img class="size-full wp-image-647 alignleft" title="Printer Hp Laser Mono" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Printer-Hp-Laser-Mono.jpg" alt="" width="124" height="124" /></a>Blog atau site yang tampil cantik dan menarik, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama blogger akan menjadi satu kepuasan tersendiri, penyediaan fasilitas pada sebuah site juga menjadikan hal yang menarik pada situ itu juga, salah satunya adalah menambahkan fasilitas print disetiap postingan di blog dan setelah sekian lama memiliki keinginan untuk bisa memberikan fasilitas print di setiap postingan pada site ini akhirnya tercapai juga, walau sebelumnya beberapa kali mengalami kesalahan dalam pengaturannya, namun setelah berkali-kali mencoba dan memberanikan diri untuk otak-atik html sesuai dengan perintah dan turorial di <a href="http://lesterchan.net/wordpress/readme/wp-print.html" target="_blank">http://lesterchan.net, </a>akhirnya bisa juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-642"></span>Dan tidak ada jeleknya jika hal ini bisa saya share disini, sebagai langkah awal kita harus download dulu plugin wp-print <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-print/" target="_blank">disini</a>, kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini :</p>
<ol>
<li>Buka cpanel anda kemudian upload hasil download tersebut di di http://namasitus/wp-content/themes/your themes name/plugin;</li>
<li>Lalu Ekstrak file wp-print tersebut;</li>
<li>Kemudian masuk ke dasbord dan aktifkan plugin wp-print;</li>
<li>Langkah selanjutnya buka <strong>wp-content/themes/&#60;YOUR THEME NAME&#62;/index.php; </strong>nantinya bisa kita tempatkan di single.php, post.php, page.php atau theloop.php.</li>
<li> Kemudian cari tulisan <strong>&#60;?php while (have_posts()) : the_post(); ?&#62;</strong></li>
<li> Tambahkan kode  berikut tepat dibawahnya : <em><strong>&#60;?php if(function_exists(&#8216;wp_print&#8217;)) { print_link(); } ?&#62;</strong></em></li>
<li>Langkah selanjutnya adalah mengatur tampilan seperti gambar berikut :</li>
<li><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/admin_print_options.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-643" title="admin_print_options" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/admin_print_options-300x217.png" alt="" width="300" height="217" /></a></li>
<li>Langkah tersebut adalah langkah terakhir dan hasilnya adalah sebagai berikut :</li>
</ol>
<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Hasil-print.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-644" title="Hasil print" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Hasil-print-300x209.jpg" alt="" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat dan silakan mencoba terima kasih.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/menambahkan-fasilitas-print-di-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktur Pajak</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/tentang-pajak/faktur-pajak/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/tentang-pajak/faktur-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Faktur]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Faktur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-393" title="Faktur" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Faktur.jpg" alt="" width="35" height="54" /></a>Faktur Pajak</strong> adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), atau bukti pungutan pajak karena impor Barang Kena Pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.   Faktur pajak dapat berupa :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-387"></span></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Faktur Pajak Standar, yaitu Faktur Pajak yang dibuat oleh  Pengusaha Kena Pajak dengan ketentuan sebagai berikut:<br />
a.    Bentuk dan ukuran Faktur Pajak Standar  disesuaikan dengan kepentingan PKP.<br />
b. Setiap Faktur Pajak Standar harus menggunakan Kode dan Seri Faktur Pajak yang telah ditentukan di dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor: Per-159/ PJ./2006 tentang Saat Pembuatan, Bentuk, Ukuran, Pengadaan, tata Cara Penyampaian, dan Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar</li>
<li style="text-align: justify;">Faktur Pajak       Sederhana, yaitu  dalah bukti pungutan pajak yang dapat dibuat oleh PKP dalam hal PKP yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir, dan penyerahan BKP dan atau JKP kepada pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya secara lengkap.</li>
<li style="text-align: justify;">Dokumen tertentu       yang ditetapkan sebagai Faktur Pajak Standar, dan</li>
<li>Faktur Penjualan yang dapat dipersamakan       dengan Faktur Pajak Standar.  Dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak  Standar paling sedikit harus memuat :</li>
</ol>
<ul>
<blockquote>
<li> Identitas yang berwenang menerbitkan dokumen;</li>
<li> Nama dan alamat penerima dokumen;</li>
<li>Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam hal penerima  dokumen adalah sebagai WP Dalam Negeri;</li>
<li>Jumlah satuan barang apabila ada;</li>
<li> Dasar Pengenaan Pajak;</li>
<li>Jumlah pajak yang terutang kecuali dalam hal  ekspor.</li>
</blockquote>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Dokumen-dokumen tersebut di bawah ini sepanjang memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut di atas diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar, yaitu:</strong></em></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"> Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang dilampiri surat setoran pajak dan atau bukti pungutan pajak oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk impor Barang Kena Pajak;</li>
<li style="text-align: justify;"> Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut;</li>
<li style="text-align: justify;"> Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/  dikeluarkan oleh BULOG/ DOLOG untuk penyaluran tepung terigu;</li>
<li style="text-align: justify;">Faktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/  dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM;</li>
<li style="text-align: justify;"> Tanda pembayaran atau kuitansi untuk  penyerahan jasa telekomunikasi;</li>
<li style="text-align: justify;"> Ticket, Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill), atau Delivery Bill, yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri;</li>
<li style="text-align: justify;"> Surat Setoran Pajak untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean;</li>
<li style="text-align: justify;"> Nota Penjualan Jasa yang dibuat/ dikeluarkan  untuk penyerahan jasa kepelabuhan;</li>
<li style="text-align: justify;">Tanda pembayaran atau kuitansi listrik.</li>
</ul>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/tentang-pajak/faktur-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyaman-nya memiliki pendapatan pasif..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 23:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Uang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-376" title="Uang" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Uang.jpg" alt="Uang" width="154" height="140" /></a> Mungkin selama ini kita masih sering mendengar pertanyaan dari rekan, teman dan sahabat bahkan kerabat jika bertemu dan pertanyaan itu tidak akan lepas dari 3 hal, sekarang tinggal dimana..??, sudah punya anak berapa..?? kerja dimana..??, itu pertanyaan yang seringkali dilontarkan pada kita, dan tentunya dalam menjawab pertanyaan itu akan muncul beragam perasaan, ketika menjawab akan muncul rasa bangga jika jawaban itu adalah jawaban yang positif, yaitu jawaban yang berisi saya sekarang tinggal di Kota X, sudah memiliki momongan 2 dan bekerja di sebuah perusahaan, PNS,  Direktur bahkan Wiraswasta, namun akan minder juga jika jawaban kita tidak seperti diatas atau jawaban yang negatif, terutama jika menjawab tentang pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-373"></span>Diakui atau tidak masyarakat kita melihat bahwa orang bekerja itu berangkat pagi pulang sore bahkan petang, dengan menggunakan seragam dan pakaian yang rapi jali, masyarakat kita masih menganggap bahwa bekerja itu adalah sebuah kegiatan yang mengharuskan kita melakukan aktifitas di luar rumah, padahal inti dari bekerja itu adalah memperoleh pendapatan yang halal dan barokah, baik itu dilakukan dirumah ataupun diluar rumah. Dan jika kita pahami bahwa inti dari pendapatan itu ada dua yaitu pendapatan aktif dan pendapatan pasif. Pendapatan aktif adalah pendapatan yang kita peroleh dari setiap aktifitas yang kita lakukan lalu kita akan memperoleh imbalan secara langsung, sedangkan pendapatan pasif adalah sebuah pendapatan yang kita peroleh tanpa harus bekerja dengan keras jika boleh mengatakan bahwa uang kita lah yang bekerja. Dan pendapatan pasif ini adalah jenis pendapatan yang terbaik yang bisa kita miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena belum begitu membudaya di masyarakat kita, jangan kaget jika kita memiliki pendapatan pasif yang jauh lebih bisa dibandingkan dengan pendapatan aktif akan banyak orang berpendapatan bahwa kita memiliki &#8220;PESUGIHAN&#8221;.. yang memelihara Tuyul, Babi Ngepet, pelihara Blorong dan sebagainya. Padahal pendapatan itu kita peroleh secara halal dan barokah. Dan pendapatan pasif itu bisa kita dapatkan dari kegiatan-kegiatan dan aktifitas-aktifitas secara on-line.  Bagi yang sudah familiar dengan dunia maya (baca internet) mungkin pendapatan pasif ini sudah banyak dilakukan oleh para netter, hanya mungkin seberapa besar pendapatan pasif yang telah mereka peroleh ini tentunya beragam karena akan tergantung dari aktifitas dan cara kerja yang dipilihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh pendapatan pasif antara lain adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Deposito, dengan mendepositokan uang kita di bank maka setiap bulan kita akan memperoleh bunga dari deposito kita tersebut, hanya saja ini memerlukan investasi atau modal yang tidak sedikit, karena semakin banyak  investasi kita akan semakin banyak bunga yang kita terima;</li>
<li style="text-align: justify;">Investasi pada sebuah usaha bersama, hal ini hampir sama dengan pilihan diatas setidaknya kita harus memiliki modal terlebih dahulu.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemasangan iklan di Blog atau Website, dengan memasang iklan di website atau di blog kita maka kita akan memperoleh pendapatan dari iklan-iklan yang kita pasang di blog dan website dengan gratis ataupun berbayar, jika ingin gratis cukup memiliki blog saja dan jika ingin berbayar kita harus memiliki website dengan domain dan hosting yang berlangganan.  Intinya biarlah iklan yang bekerja mencarikan uang untuk kita, karena dia akan bekerja selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu 12 bulan dalam setahun.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu kita garis bahwahi disini adalah kita tidak memelihara Tuyul, Babi Ngepet atau Blorong, tidak ada pesugihan disini, karena kita tetap akan bekerja dan beraktifitas dengan mengelola blog atau website kita agar pengunjung blog kita makin banyak, hanya saja kita tidak perlu bekerja keras untuk mengumpulkan itu semua. Contoh untuk menempatkan iklan di blog atau website kita adalah dengan Google Adsense atau bisa dengan Adsensecamp (Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Google Adsense ataupun Adsense Camp akan kita ulas di lain waktu dan kesempatan, mudah-mudahan tulisan ini sedikit banyak membuka wacana kita terlebih dulu tentang sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan, terima kasih semoga bermanfaat</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Blog Dengan WordPress</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/bikin-blog-dengan-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/bikin-blog-dengan-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-344 alignleft" title="wordpress" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/wordpress.jpg" alt="wordpress" width="105" height="105" />Jika pada tulisan yang lalu disampaikan tentang bagaimana membuat blog dengan blogspot, maka pada kesempatan ini kita ingin berbagi pengalaman bagaimana membuat blog dengan wordpress. Sebenarnya Blogspot ataupun WordPress sama saja, dalam arti kedua-nya tersedia secara gratis dan kita dapat mengelola dengan mudah, namun tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang merupakan ciri khas, sehingga tergantung dari kita nantinya ingin menggunakan blogspot atau wordpress atau bahkan kedua-nya bisa kita gunakan untuk membuat blog.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-342"></span>Dan secara sederhana untuk bisa memiliki blog di wordpress dapat saya sajikan langkah-langkah sederhana sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-345" title="Tutorial WordPress_Page_1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Tutorial-Wordpress_Page_1.jpg" alt="Tutorial WordPress_Page_1" width="561" height="725" /><img class="aligncenter size-large wp-image-351" title="Tutorial WordPress_Page_2" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Tutorial-Wordpress_Page_22-976x1024.jpg" alt="Tutorial WordPress_Page_2" width="527" height="553" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-large wp-image-354" title="Tutorial WordPress_Page_3" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Tutorial-Wordpress_Page_31-791x1024.jpg" alt="Tutorial WordPress_Page_3" width="475" height="614" /><img class="aligncenter size-large wp-image-355" title="Tutorial WordPress_Page_4" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Tutorial-Wordpress_Page_41-791x1023.jpg" alt="Tutorial WordPress_Page_4" width="791" height="1023" /><img class="aligncenter size-large wp-image-356" title="Tutorial WordPress_Page_5" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Tutorial-Wordpress_Page_51-791x1023.jpg" alt="Tutorial WordPress_Page_5" width="791" height="1023" />Demikian secara sederhana dalam membuat blog dengan menggunakan wordpress, untuk mempercantik dan membuat menarik blog tersebut tentunya masih diperlukan ketekunan dalam mengelolanya, karena untuk desain blog akan tergantung pada selera masing-masing pemilik blog. Mungkin pada lain kesempatan akan dapat disajikan tentang bagaimana mengelola blog tersebut, akhirnya terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/teknologi-informasi/tutorial-blog/bikin-blog-dengan-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

