Tag Posting Bahan Kuliah

Menghitung Kemampuan Usaha Dengan Analisis Break Event Point

Dalam menjalankan usaha, tentunya kita harus memahami dan tahu hasil dari pekerjaan yang telah kita lakukan dengan susah payah, sehingga diperlukan analisis dari usaha kita dengan demikian diharapkan kita akan mampu menyikapi dan mengambil tindakan secepat mungkin jika kemudian ditemukan kejanggalan dan ketidaksesuaian dalam perhitungan kita, karena apa yang kita dapatkan belum tentu menjadikan usaha kita berjalan dengan sehat dan baik . Salah satu cara menilai kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (Break Even Point) atau titik impas, yakni  tidak ditemuinya keuntungan maupun kerugian pada usaha kita dengan kata lain kita dapat mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua biaya produksi yang dikeluarkan. Jika diperlukan, Anda juga bisa menghitung BEP yang baru ketika terjadi perubahan biaya tetap, misalnya karena Anda melakukan renovasi tempat usaha atau membeli peralatan kantor yang baru.
Baca hingga selesai »

, , ,

2 Komentar

Mengenal Bank Indonesia Dengan Komik

Beberapa waktu yang lalu ketika surfing untuk mencari bahan kuliah tentang perbankan, secara tidak sengaja menemukan satu hal yang cukup menarik bagi saya, sebuah upaya dari Bank Indonesia untuk memperkenalkan dari dan membangun image di masyarakat yang dapat dipahami dengan mudah dan menarik. Sebuah metode pengenalan dan penyampaian informasi yang cukup cerdas, dengan bahasa yang sederhana dan dengan model komik Bank Indonesia ingin merangkul semua komponen masyarakat untuk lebih mengenal lebih dekat Bank Sentral Negeri ini.  Sebuah usaha yang cukup briliant menurut saya, memberikan pemahaman dan informasi ke  masyarakat terasa lebih mudah  dengan komik yang dibuat oleh Bank Indonesia,  dengan gaya bahasa dan penyampaian informasi sudah cukup edukatif.

Baca hingga selesai »

, , , ,

Belum ada komentar

Nilai Waktu Terhadap Uang

Mendengar dan menyikapi masalah issue nasional tentang redenominasi rupiah akhir-akhir ini, jadi teringat satu pembahasan di Manajemen Keuangan tentang Nilai Waktu Terhadap Uang, bahwasannya waktu akan berpengaruh terhadap nilai uang itu sendiri, sebagai contoh sederhana jika waktu kecil dulu Rp. 5,00 bisa dapatkan satu permen sekarang harga permen sudah mencapai kisaran Rp. 50,00, dan kemungkinan untuk beberapa tahun kedepan untuk membeli satu butir permen kita perlu mengeluarkan Rp. 500,00, akhirnya langkah Bank Indonesia untuk menyederhanakan rupiah cukup beralasan mengingat rupiah kita sudah begitu gemuk. Namun disini yang akan dibahas adalah bagaimana Nilai Waktu Terhadap Uang.

Konsep nilai waktu uang sangat relevan dengan keputusan investasi jangka panjang, misalnya investasi pada aktiva tetap. Investasi pada aktiva tetap biasanya hasil pengembaliannya tidak sekaligus, melainkan bertahap dalam beberapa periode. Jumlah dana yang diterima satu tahun yang akan datang nilainya lebih besar daripada jumlah dana yang sama tetapi diterima lima atau sepuluh tahun yang akan datang. Sehubungan dengan itu, dalam pengambilan keputusan investasi pada aktiva tetap nilai waktu uang sangat penting untuk dipertimbangkan.

Ada beberapa konsep nilai waktu uang yaitu Future Value, Present Value, Future Value of An Annuity, dan Present  Value of An Annuity, yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

Baca hingga selesai »

, ,

Belum ada komentar

Apakah Daya Beli Turun Jika Redenominasi Rupiah, dilaksanakan..??

Redenominasi, akhir-akhir ini menjadi sebuah bahasan menarik di kalangan ekonom di negeri ini, begitu Bank Indonesia memunculkan tentang Redenominasi terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat akan perlu tidaknya kebijakan ini harus di keluarkan, sejauhmana positif dan negarifnya jika kebijakan moneter ini benar-benar di berlakukan di negeri ini. Hal ini dipicu salah satunya adalah karena nilai uang ktia sudah begitu gemuk-nya dan menjadikan transaksi keuangan tidak efisien lagi. Sebenarnya redenominasi mata uang (currency redenomination)  adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1, hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan jasa, sehingga daya belu masyarakat tidak berubah.

Baca hingga selesai »

, , , , ,

3 Komentar