<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Anak</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 01:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-966" title="Foto111" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sabar,.. adalah sebuah kata yang begitu mendalam memaknai-nya, sering kita mendengar bahkan mengucapkan perkataan &#8220;SABAR&#8221; itu sendiri, namun terkadang kita juga tidak begitu saja bisa memaknai dan memahami kesabaran itu dengan sebenarnya, agar kita bisa memaknai dan memahmi serta dapat menerapkan sabar dalam setiap gerak kehidupan kita tentunya harus mengetahui terlebih dahulu sabar itu sendiri. Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan  sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah  &#8220;Shobaro&#8221;, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi &#8220;shabran&#8221;. Dari  segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna  seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;<strong><em>Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru  Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan  janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan  perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang  hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa  nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas&#8221;</em></strong>. (QS. Al-Kahfi/ 18 :  28)&#8221;.<span id="more-965"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:  &#8220;<strong>Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan  lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang  tidak terarah</strong>&#8220;.  Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah &#8220;<em>keteguhan bersama  Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang</em>&#8220;. Hal senada juga  dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah &#8220;<strong>refleksi keteguhan  untuk merealisasikan al-Qur&#8217;an dan sunnah</strong>&#8220;. Sehingga sesungguhnya sabar  tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang  seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah  kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk  berjuang dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa menjadi sabar tidaklah mudah dan segampang membalikkan telapak tangan, namun menjadi manusia sabar bukanlah tidak mungkin, hanya perlu latihan dan terus berusaha untuk menyikapi semua permasalahan tersebut dengan lapang dada dan ke-ikhlasan. Sebenarnya tidak perlu bingung atau repot untuk bisa mengasah dan mengetahui tingkat kesabaran kita, kenapa .. ?? Karena manusia diciptakan untuk menjadi makhluk sosial, makhluk yang harus berinteraksi dengan orang lainnya, didalam berinteraksi dan berkomunikasi tersebut sangat mungkin akan terjadi konflik. Nah disinilah kita dapat mengukur tingkat kesabaran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dimanakah sumber-sumber kesabaran itu ..?, sebuah pertanyaan yang sangat mudah menjawabnya namun masih sulit untuk melaksanakannya.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Anak adalah sumber kesabaran bagi orang tua-nya; ada sebuah contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari dalam mengasuh anak, sering orang tua dibuat jengkel, marah dan harus memarahi anak-anaknya, karena dianggap anak tidak menurut apa yang dikatakan, diperintahkan dan dicontohkan orang tuanya. Tidak jarang orang tua akhirnya sangat marah bahkan hingga hilang kesabarannya, karena menganggap anaknya nakal bandal dan tidak menurut sama orang tua. Tapi tunggu dulu, jika kita sebagai orang tua mampu memahami dan mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada diri si anak, maka kita tidak akan memarahi-nya, disinilah dibutukan toleransi tingkat tinggi dari sosok orang tua sehingga lambat laun Kesabaran kita sebagai orang tua akan terasah.</li>
<li style="text-align: justify;">Orang tua adalah sumber kesabaran bagi anak-anaknya, sebenarnya permasalahannya tidak jauh berbeda dengan hal diatas, hanya saja anak-anak dalam sebuah pemahaman belum begitu sempurna maka tetap anak orang tua yang haru bisa lebih sabar dari anak-anaknya, akan jauh berbeda jika  kondisi orang tua sudah melebihi usia dewasa (baca usia lanjut), maka anak-anaknya harus jauh lebih sabar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika kedua sumber kesabaran tersebut dapat kita maknai dan kita pahami dengan baik, maka akan damailah kehidupan kita, akan menyenangkan sekali hidup ini karena akan kita temukan sebuah ketenangan, kenyamanan dan juga kebahagian dalam kehidupan karena kita mampu menjadi orang-orang yang sabar. Nak.. semoga ayahmu ini mampu menjadi orang tua yang sabar dalam menghadapi kalian. Karena ayahmu sebagai orang tua hanya membutuhkan berkah dan barokah dari Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emak Adalah Nafas Kehidupanku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 23:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-955"></span>Coba kita perhatikan pada lirik berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;">Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang untuk aku anakmu<br />
Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah<br />
Seperti udara kasih yang engkau berikan<br />
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: center;">Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu<br />
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu<br />
Lalu do&#8217;a-do&#8217;a baluri sekujur tubuhku<br />
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: justify;">Lirik diatas hanya sebuah ungkapan kecil dari sosok ibu, karena ibu tak ubahnya adalah sumber kehidupan bagi anak-anaknya, marilah kita flash back ke masa-masa dimana kita masih di ayunan, belum bisa makan sendiri, berlajan sendiri, semua masih membutuhkan uluran tangan dan kasih dari Ibu;   Tak terasa ketika menulis ini ada tetes-tetes air mata dari sudut mataku. Karena hingga detik ini belum mampu aku membahagiakan Ibu, orang yang telah mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dalam perutnya tidak pernah mengeluh karena ada rona bahagia disana. Ibu yang telah mendidik, membimbing dan mengajari tentang makna hidup dan kehidupan, bagaimana mencintai, bagaimana mengasihi dan bagaimana kita mengerti tentang cinta dan kasih sayang. Ibu adalah nafas kehidupan bagi anak-anaknya, karena sumber kehidupan seorang anak adalah tetes-tetes air susu dari Sang Ibu..</p>
<p style="text-align: justify;">Maka terkadang prihatin juga jika banyak melihat Ibu-ibu di usia senja masih harus berjuang sendiri menghidupi dirinya, ibu-ibu di usia senja masih harus menanggung beban kehidupan yang begitu berat, padahal anak-anaknya menjadi anak-anak kehidupan yang perkasa dengan tumpukan kemewahan dan kejayaan. Akan tetapi tahukah kita bahwa ibu tidak membutuhkan balasan apapun dari anak-anaknya, sosok itu tidak pernah berharap dan tidak mau bergantung pada anak-anaknya di usia senja. Karena begitu kuat dan tabahnya seorang ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti dan menjunjung tinggi sosok ibu dalam kehidupan kita, karena Ibu  tergambar sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia</li>
<li style="text-align: justify;">Surga itu ada dibawah telapak kaki kaum ibu (Al hadist)</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu telah mencurahkan semua kasih sayangnya kepada anak-anaknya tanpa batas, mulai dari kandungan, kemudian mengasuh kita dari bayi hingga dewasa;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan berbuat apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan sangat sakit kita melihat anak-anaknya tidak bahagia</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Begitu agungnya Ibu  bagi kehidupan, dan begitu bermaknya ibu bagi kehidupan, akan menjadi sebuah dosa besar bagi anak-anak manusia yang tidak menghormati, menyayangi dan mencintai ibu-nya dengan sepenuh hati. Semoga kita termasuk anak-anak yang mampu menempatkan sosok ibu ke tempat yang paling mulia di hati dan di setiap tarikan nafas kehidupan kita. Mak&#8230; maafkan anakmu yang belum mampu dan belum bisa seperti angan-angan dan harapanmu. Ya Allah&#8230; Ya Rabb&#8230; lindungi-lah emakku, berikan emakku kebahagian dan limpahkan kasihmu untuk emakku&#8230; ada sebuah link yang mungkin juga bermanfaat bagi kita untuk merenung coba klik <a title="Cintailah Ibu" href="http://idhamdahlan.com/cerita-renungan-cintailah-ibu/" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih</p>
<p>&#160;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah.., Aku Takut Mati .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 04:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-940" title="Foto013" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rutinitas biasa jam 16.30  sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan  safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi,  ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku  kenal.</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum,&#8221; tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.<br />
&#8220;Walaikum salam Warrohmah,&#8221;jawabku sambil ku jabat erat tangannya.</p>
<p>Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras  rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan  bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai  bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.<br />
<span id="more-939"></span>&#8220;Ayah, kata Ustadzah, semua orang besok akan mati, benar yah,&#8221; tanya anakku<br />
&#8220;Benar, tidak hanya orang semua makhluk hidup cintaap Allah SWT pasti mati, nak,&#8221; jawabku singkat.<br />
&#8220;Tapi aku takut mati ayah, aku tidak mau mati,&#8221; lanjut anakku dengan  mimik wajah yang begitu serius tidak ada binar keceriaan diwajahnya.<br />
&#8220;Nak, semua orang pasti mati, karena kita adalah makhluk hidup, dan kita  tidak boleh takut menghadapi kematian karena itu sebuah kepastian..?&#8221;  jelasku pada si kecil, namun terlihat jelas belum ada rasa puas dari  rona wajahnya dengan jawabanku tadi.<br />
&#8220;Biar kita nggak takut mati, maka harus rajin sholat, berbakti sama  orang tua, sayang sama ayah, bunda dan adek, juga tidak boleh nakal, dan  baik sama semua orang,&#8221; lanjutku.</p>
<p>Tanpa berkata apapun, anakku langsung berlari ke kamar mandi, karena  rasa penasaran aku ikutin dia ternyata ambil air wudhu (walau belum  benar juga wudhu-nya), begitu selesai ia minta kain sarung dan  melaksanakan sholat (walau gerakan dan rukunnya juga belum benar),  selesai melaksanakan sholat ku dekan dan ku peluk erat dalam keharuan,  oh anakku. Di saat usiamu masih 5 tahun sudah mampu memberikan  pembelajaran dan pelajaran yang sangat berharga.</p>
<p>Dua hari ini aku begitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari  tanya dan celoteh anakku yang ternyata jika kita resapi dan pahami  begitu dalam. Belajar dan berusaha memahami hidup dari anak kecil jauh  lebih natural. Tak kuasa dalam kesendirian ku renungkan semua tanya yang  pernah anakku sampaikan lalu ku urai satu persatu dan ternyata ada  makna yang begitu dalam untuk aku gunakan sebagai koreksi dalam  menjalani hidup dan kehidupan, terima kasih anakku.</p>
<p>Ternyata ayahmu masih perlu banyak belajar dalam kehidupan ini, dan  engkau telah menjadi inspirasi dan semangat pada ayahmu ini nak.. !!!,  Semoga kelak engkau benar-benar menjadi pelita bagi kehidupan orang tua,  agama dan masyarakat nak. Amiin&#8230;</p>
<div></div>
</div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input name="post_form_id" type="hidden" value="339370f9bd872166802ee396cf21fd1b" />
<input name="fb_dtsg" type="hidden" value="dpz8r" />
<input name="feedback_params" type="hidden" value="{&#34;actor&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;target_fbid&#34;:&#34;381906957231&#34;,&#34;target_profile_id&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;type_id&#34;:&#34;14&#34;,&#34;source&#34;:&#34;2&#34;,&#34;assoc_obj_id&#34;:&#34;&#34;,&#34;source_app_id&#34;:&#34;0&#34;,&#34;extra_story_params&#34;:[],&#34;content_timestamp&#34;:&#34;1270529156&#34;,&#34;check_hash&#34;:&#34;5d534b058a0c3d28&#34;}" /><button title="Berhenti menyukai item ini"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 11:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,&#8221; teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD).  Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-863"></span> Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu &#8220;Tabloid Bola&#8221;, untuk saya tentunya bayar khan  tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya tanya, &#8220;setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,&#8221;  dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,&#8221; kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,&#8221; perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,&#8221;.. lanjut dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu punya cita-cita apa saat ini,&#8221; tanya saya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,&#8221; jawab dia dengan polos.  &#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,&#8221;  saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain.  Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan  kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Koran&#8230;&#8221;.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hey&#8230; gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,&#8221;.. celoteh saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,&#8221; lanjutku</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8221;.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya&#8221;, timpal dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong &#8220;, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,&#8221;.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;</li>
<li>Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;</li>
<li>Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.</li>
<li>Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Tabu Bicara Masalah Sex..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 05:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/hamil-diek.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-815" title="hamil diek" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/hamil-diek.jpg" alt="" width="219" height="230" /></a>Berbicara masalah Sex pada masyarakat kita masih menjadi hal tertutup (baca tabu) dan belum bisa ada keterbukaan, apalagi memberikan pemahaman dan pengetahuan masalah SEX terhadap anak, hal inilah yang menjadi salah satu pemicu  anak-anak untuk mencari tahu tentang SEX dari berbagai sumber, baik itu orang lain, buku dan internet.  Rasa ingin tahu yang begitu besar akan pengetahuan dan pemahaman tentang SEX anak-anak dan remaja saat ini sudah begitu mengkhawatirkan, beberapa kasus dan kejadian yang diakibatkan rasa ingin tahu dan tanpa kontrol menjadikan anak-anak dan remaja terbawa arus yang endingnya terjepak pada pergaulan bebas, sudah barang tentu akibat dari hal tersebut akhirnya terjadilah <strong>Maried By Accident (alias MBA)</strong> atau mungkin lebih familiar di telinga kita dengan <strong>HAMIL DILUAR NIKAH</strong> adalah  sesuatu yang bagi masyarakat kita sulit untuk diterima, dan tentunya  hal itu selain juga menimbulkan dan memunculkan rasa malu bagi keluarga juga akan mencoreng nama besar keluarga; dan dari sisi agama dan keyakinan apapun tentunya juga tidak dibenarkan; bahkan dalam Islam tergolong <strong>Dosa Besar</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-811"></span>Dalam sebuah penelitan dari sekitar 1000 remaja peserta konsultasi (curhat) dan polling  yang dilakukan Sahara Indonesia, tempat mereka melakukan hubungan  seksual terbesar dilakukan di tempat kos (51,5%). Menyusul kemudian  di rumah (30%), di rumah perempuan (27,3%), di hotel (11,2%), di taman  (2,5%), di tempat rekreasi (2,4%), di kampus (1,3%), di mobil (0,4%) dan tak diketahui (0,7%).Agus  (ketua Sahara Indonesia) juga menambahkan, sebanyak 72,9 persen  responden mengaku hamil. Sebanyak 91,5 persen diantaranya mengaku telah  melakukan aborsi lebih dari satu kali. Aborsi umumnya dilakukan dengan  bantuan dukun/nonparamedik (94,8%) dan hanya 5,2% dilakukan dengan  bantuan paramedic. Sementara 33,2 persen (perempuan) dan 16,8%  (laki-laki) mengaku menderita penyakit kelamin akibat hubungan seks  bebas itu. Hal inilah yang harus menjadikan keprihatinan bersama jangan sampai hamil diluar nikah menjadi sebuah trend kehidupan, karena hamil diluar nikah adalah sebuah aib.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu semua keluarga akan berusaha untuk terhindar dari kejadian tersebut; banyak faktor yang memang bisa mendorong terjadinya hal tersebut, dan jika memang hal itu sudah terjadi siapakah yang perlu disalahkan dan siapa yang benar ?<strong> </strong>dua pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya dan sulit untuk menjawabnya. Hanya saja tentunya perlu adanya sikap yang bijaksana dari orang tua dalam menyikapinya; dan <span style="text-decoration: underline;">menuru</span><span style="text-decoration: underline;">t saya sikap yang bisa diambil orang tua jika memang anaknya mengalami hal seperti itu </span> adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Jangan emosi secara berlebihan</strong>; Karena hal itu akan berdampak buruk bagi si anak (karena bisa jadi akan  melakukan tindakan nekat; aborsi atau bahkan bunuh diri yang rugi orang  tua juga khan).</li>
<li><strong>Berikan motivasi dan dukungan; </strong>Bagaimanapun kecewa dan marah kita pada anak atau saudara sudah jamak  jika kita harus tetap memberikan motivasi dan dukungan terhadap-nya.</li>
<li><strong>Jangan pernah menyalahkan-nya secara berlebihan (jangan timpakan kesalahan hanya pada-nya); </strong>Karena peran orang tua tentunya akan sangat besar pengaruhnya; dan  memang jelas bahwa si anak salah, akan tetapi kita kembalikan pada  pangkal permasalahannya, kenapa si anak hingga berbuat seperti itu, bisa  jadi orang tua-lah yang bersalah (kurang perhatian, kasih sayang, dan  tidak memberikan pendidikan tentang sex yang cukup) pada si anak mungkin  menjadi salah satu penyebab-nya.</li>
<li><strong>Bimbinglah untuk mohon pengampunan</strong>; Ajak si anak untuk merenung dan mohon ampun pada <strong>Sang Khalik</strong> atas kesalahannya. karena dengan demikian si anak akan merasa tenteram,  dan semakin mengerti akan kesalahan dan bagaimana ia harus bersikap.</li>
<li><strong>Jangan pernah mengucilkan-nya</strong>; Tentunya bukan merupakan jalan keluar yang baik jika kita  mengucilkannya, tetap berikan perhatian yang sama tidak berubah dan akan  lebih baik lagi jika kita memberikan kasih sayang yang lebih.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang menyebabkan dan mendorong hal itu terjadi, hanya saja  hal awal yang perlu diperhatikan untuk dapat mencegah hal tersebut  adalah peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak dan  memberikan <strong>pendidikan seksual</strong> terhadap anak karena tujuannya <em>adalah  untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah  seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat  dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dimaksudkan agar mereka <span style="text-decoration: underline;">tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor</span>. Tetapi lebih sebagai <strong>bawaan  manusia, yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk  kelanggengan kehidupan manusia, dan supaya anak-anak itu bisa belajar  menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut  untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dan tentunya mencegah akan lebih baik khan.. karena-nya kita <strong>usahakan untuk memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus dan ikhlas pada anak-anak dan remaja-remaja kita;</strong> dan yang paling penting lagi adalah <strong>berikan bekal Agama dan Ke-Iman-an maka itu merupakan benteng yang paling ampuh.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda Memiliki Balita Perhatikan Beberapa Hal Ini Agar Terpupuk Kemampuan Dasar-nya</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 04:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Foto018.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-806" title="Foto018" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Foto018-225x300.jpg" alt="" width="176" height="236" /></a>Keluarga merupakan tempat yang tepat bagi Balita dalam menerima  pendidikan paling awal. Karena lingkungan keluarga ini Balita  menghabiskan waktunya. Anak seusia ini komunikasinya masih doniman  dengan keluarga. Menurut penelitan disebutkan bahwa pertumbuhan anak  dimasa Balita merupakan pondasi bagi perkembangannya dimasa mendatang,  maka disinilah peran keluarga dalam membangun dan menumbuh kembangkan  kepribadian dan perkembangan jiwa anak.  Perkembangan manusia itu  ternyata memiliki pola. yang dimaksud adalah setiap perkembangan  tertentu memiliki ciri dan perbedaan setiap masanya, Menurut Erickson,  Manusia membutuhkan kemampuan dasar yang akan bermanfaat dalam  menghadapi masalah dalam kehidupannya kelak, Dan jika kemampuan dasar  tersebut dapat diberikan pada anak dimasa Balita dengan baik, kemampuan  tersebut akan menjadi pegangan dan senjata yang ampuh dalam menghadapi  masalah dan yang akan dihadapi dalam kehidupan pada nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-805"></span>Kemampuan dasar yang harus dipupuk pada masa Balita tersebut adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Trust (rasa percaya diri)</strong>; Yaitu  kemampuan percaya terhadap orang lain, diri sendiri dan percaya bahwa  hidup itu pada hakekatnya baik. Periode ini pada bulan-bulan awal  setelah lahir. Dengan memberikan kasih sayang (ayah dan ibu) dan  memposisikan anak menjadi bagian dari keluarga secara utuh. Yang paling  berperan adalah ibu, bukan berarti peran ayah tidak ada, karena dengan  memberikan ASI terjadi hubungan yang lebih dibandingkan sosok ayah.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Autonomy (kebebasan dan menentukan)</strong>; Periode  ini berjalan antara umur 12 &#8211; 15 bulan. Pada periode ini orang tua  memberikan kebebasan anak dalam memilih meskipun tetap didampingi orang  tua, dengan menumbuhkan kemandirian pada anak, jangan dibuat malu,  dihina, dilecehkan, dimarahi, tidak dihargai, maka anggap anak sebagai  makhluk yang mandiri dan dihormati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Initiative (inisiatif)</strong>; Membentuk  kemampuan inisiatif anak, dengan mencoba memberikan  pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan imajinasi dan kreatifitas  anak. Pada masa ini disaat anak berusia 4 &#8211; 5 tahun, jangan mengkritik  anak tanpa alasan dan jalan keluar, lebih utama berikan motivasi pada  anak untuk yang lebih baik lagi.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Accomplishment</strong> (menyelesaikan tugas); Pada  periode ini berlaku bagi anak usia 6 &#8211; 12 tahun, bagaimana anak dapat  menyelesaikan tugas baik tugas sekolah atau tugas dirumah, dan peran  orang tua adalah dengan membantu dan membimbing anak dengan penuh  kesabarang dan perhatian penuh. Sehingga anak akan merasa tidak  terbebani dan dengan senang hati melaksanakan setiap pekerjaan yang  dibebankan kepadanya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai orang tua kita selalu  berharap anak akan menjadi orang yang baik pada nantinya, berbakti pada  orang tua dan berguna bagi nusa bangsa dan agama, dan itu semua tentunay  diawali dari keluarga dan pendidikan orang tua yang diberikan pada  anak, akhirnya selamat mencoba.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 12:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/09/Selamat-Hari-Raya.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-703" title="Selamat Hari Raya" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/09/Selamat-Hari-Raya.jpg" alt="" width="403" height="270" /></a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engkau Adalah Asaku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 22:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-607" title="anak" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/anak.jpg" alt="" width="182" height="93" /></a>engkau adalah asaku<br />
engkau adalah harapku<br />
dan engkau adalah mimpi-mimpiku<br />
mari gapai tanganku wahai jiwa<br />
peluk dekap erat hatiku wahai permata<br />
<span id="more-606"></span>mari-mari<br />
mendekatlah<br />
kita bingkai indahnya hari<br />
kita kemas masa depan<br />
kita nikmati setiap masa dengan kebersamaan<br />
karena hanya itu mampuku</p>
<p>kemarilah jantung hatiku<br />
biar ku torehkan di sudut-sudut hatimu<br />
akan indah-nya cinta<br />
akan bermaknanya kasih<br />
akan abadinya rasa sayang</p>
<p>kita wujudkan kebahagiaan<br />
kita rangkai bait-bait kehidupan<br />
uluarkan tangan dan hatimu<br />
dengan sepenuh jiwa ragaku<br />
ku bimbing engkau<br />
dalam buaian kasih dan sayang<br />
walau tak akan pernah engkau ku miliki sepenuhnya<br />
anak-anakku</p>
<p>karena kalian anak-anak yang merdeka<br />
karena kalian adalah amanah<br />
karena kalian adalah titipan<br />
karena kalian PUNYA MASA DEPAN<br />
karena kalian PUNYA HARI ESOK<br />
kalian bukan hanya milik-ku<br />
kalian adalah milik alam semesta</p>
<p>melesat-lah bagai anak panah<br />
untuk menggapai mimpi<br />
terbanglah tinggi bak burung-burung camar<br />
untuk dapatkan asamu<br />
dan selalu nyanyikan senandung cinta<br />
untuk sesama<br />
dendangkan simfoni kasih<br />
lantunkan bait-bati suci Qalam Illahi<br />
biarkan aku tetap disini dengan selaksa restu dan doaku<br />
untukmu anak-ku</p>
<p>Medio, Juli 23th 2010<br />
&#8220;&#8221;SELAMAT HARI ANAK&#8221;&#8230; buat kalian</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-anak Bukan Burung Beo &#8230; !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-anak-bukan-burung-beo/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-anak-bukan-burung-beo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Anak-Burung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-464" title="Anak Burung" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Anak-Burung.jpg" alt="" width="133" height="88" /></a>Melihat, menyimak dan mencoba mengikuti serta sedikit banyak telah merasakan serta mengenyam pendidikan di negeri ini setidaknya ada perasaan bangga dan bahagia, namun tidak bisa di pungkiri bahwa terselip juga sebuah pertanyaan besar yang perlu ada jawaban dan tindak lanjut yang nyata dari orang-orang yang memiliki kewenangan serta tanggungjawab akan masa depan anak bangsa di negeri ini. Dan tanggungjawab itu tidak hanya terletak pada orang tua, guru, insan pendidik akan tetapi juga pengambil kebijakan dan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-295"></span>Pernahkah secara sadar atau tidak kita sewaktu masih dibangku sekolah dulu sering kali di-driil menjadi mesin penghafal, masih ingatkan dulu ketika kita sekolah selalu diwajibkan untuk mengikuti apa kata guru, yang cenderung meninabobokan daya kreatifitas kita. Jika ada pertanyaan entah dari orang tua atau guru tidak bisa kita jawab dengan persis maka akan disalahkan. Walau sebenarnya jawaban kita tidak-lah salah, hanya memang belum sesuai atau pas dengan isi pertanyaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika, ada pertanyaan sebagai berikut, &#8220;Masyarakat Indonesia terkenal akan ke &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;, apa yang akan terjawab dari mulut mungil anak-anak se-usia SD,.. tentunya jawaban yang meluncur akan beragam dan bervariasi, bisa jadi jawaban yang muncul adalah &#8230;</p>
<ol>
<li>Ke-sopanannya</li>
<li>Ke-santunannya</li>
<li>Ke-beraniannya</li>
<li>Ke-beragamannya</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Contoh jawaban itu akan dianggap <strong>salah</strong>, karena tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dalam buku pelajaran atau dengan harapan si penanya, karena jawaban yang benar adalah <strong>KERAMAHTAMAHANNYA</strong>. Padahal ke-empat jawaban tersebut tidaklah mutlak salah, akan tetapi belum sesuai atau belum pas dengan pertanyaan yang dimaksud. Jika hal itu berulang kali terjadi dan terus berlanjut, maka yang terjadi adalah terbunuh-nya daya imajinasi, daya kreativitas anak-anak kita. Bisa jadi hal ini akan menjadikan anak-anak akan kehilangan semangat belajar, merasa dongkol, frustasi dan secara perlahan menumbuhkan <strong>budaya beo</strong> pada anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setidaknya untuk menghindari agar anak-anak kita memiliki budaya foto copy, tidak mengembangkan budaya mengikuti dan mengekor adalah dengan :</p>
<ol>
<li>Menumbuhkan logika;</li>
<li>Pemikiran kritis;</li>
<li>Daya kreativitas;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Misalkan dari contoh pertanyaan diatas, kemudian dijawab.. sama, maka si penanya seharusnya tidak memvonis jawaban itu salah akan tetapi, mungkin bisa sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Masyarakat Indonesia terkenal akan ke &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;,</p>
<p style="text-align: justify;">Ke-sopanannya</p>
<p>&#8220;&#8221;Benar, jawaban apalagi yang cocok..&#8221;"</p>
<p>Ke-santunannya &#8211;&#62;&#62; ok, bagus ada lagi yang lain..</p>
<p>Ke-beraniannya &#8211;&#62;&#62; ya.. betul sekali.. coba apa lagi</p>
<p>Ke-beragamannya &#8211;&#62;&#62; Benar.. hayo ada yang lain lagi tidak..</p>
<p>Ke-jahatannya.. nah ini, jawaban betul atau salah..</p>
<p style="text-align: justify;">Maka si anak akan dengan serentak akan menjawab salah.., yang satu lagi adalah <strong>Keramahtamahannya</strong>.., dengan demikian maka anak-anak kita akan berusaha untuk mengembangkan daya imajinasi, daya nalar dan saya kreasi serta kreativitas-nya seiring dengan perkembangan pola pikirnya dengan sehat dan baik. Dan ingat bahwa anak-anak kita bukan burung beo yang harus mengikuti apa yang kita inginkan dan sampaikan, akan tetapi berilah kebebasan agar mereka bisa berkarya dan menemukan jatidirinya. Jangan terlalu banyak dilarang dan diatur akan tetapi arahkan mereka dan berilah contoh pada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan ini bermanfaat dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-anak-bukan-burung-beo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

