Tag Posting Anak
Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua
Sabar,.. adalah sebuah kata yang begitu mendalam memaknai-nya, sering kita mendengar bahkan mengucapkan perkataan “SABAR” itu sendiri, namun terkadang kita juga tidak begitu saja bisa memaknai dan memahami kesabaran itu dengan sebenarnya, agar kita bisa memaknai dan memahmi serta dapat menerapkan sabar dalam setiap gerak kehidupan kita tentunya harus mengetahui terlebih dahulu sabar itu sendiri. Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)”. Baca hingga selesai »
Ayah.., Aku Takut Mati .. !!
Ditulis oleh admin dalam Cinta, Filosofi Hidup, Keluarga pada 5 Mei 2011
Rutinitas biasa jam 16.30 sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi, ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku kenal.
“Assalamu’alaikum,” tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.
“Walaikum salam Warrohmah,”jawabku sambil ku jabat erat tangannya.
Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.
Baca hingga selesai »
Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!
“Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,” teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD). Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.











Terima kasih Komentar-nya