Sebuah Coretan Pada Selembar Kertas
Emak, satu sosok yang tidak akan pernah lekang dari imajinasiku, sampai kapanpun “insya allah”. Sosok yang kelihatan lemah akan tetapi ternyata begitu kuat dan tabah, sosok yang kelihatan tiada berdaya, namun memiliki kekuatan yang dasyat.
Sosok yang begitu mempesona dan mampu merubah dunia, yach.. itulah sosok seorang Ibu, maka berbahagialah wanita-wanita yang telah menjadi seorang ibu. Dari rahim-rahim merekalah pemimpin negeri dan dunia terlahir. Ketika semalam mendengarkan lagu dari Iwan Fals yang kurang lebih lirik-nya seperti ini:
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
(Lirik dan Lagu “IBU” dari Iwan Fals)
Tak terasa sebuah coretan pada selembar kertas menjadi bait-bait puisi, tidak indah memang apalagi istimewa, namun biarlah ku-abadikan pada blog ini. Semoga menjadikan aku termotivasi untuk bisa memberikan dan meluapkan baktiku pada Emak.. (begitu biasanya aku menyebut Ibu-ku).., dan coretan itu adalah sebagai berikut :
surga ditelapak kaki-mu
restumu adalah ridlo-Nya..
marahmu adalah amarah-Nya
senyummu adalah kedamaian
Emak….
dalam sakitmu masih engkau tanyakan bagaimana anakmu
dalam susahmu masih engkau usahakan kebahagiaan anakmu
dalam tidurmu masih engkau mimpikan celoteh anakmu
dalam do’amu anakmu selaku kau sebut..
Emak…
karena engkau aku ada
berkat engkau aku berani menyonsong kehidupan
dari engkau aku bisa memaknai dan mengerti sebuah kasih
karena usap dan belaian cinta-mu
ku tahu sebuah arti persahabatan dan persaudaraan
dari kandungan hingga akhir hayatku
tiada mungkin ku balas semua pengorbananmu
sampai kapanpun tidak akan mungkin
ku tukar semua kasih yang engkau tumpahkan
pada aku anakmu.
dan biarkan ku basuh kakimu
biarkan ku cium telapak kakimu
karena hanya itu yang mampu aku lakukan
sebagai tanda baktiku padamu..
Judul apa yang pantas untuk coretan itupun masih bingung mau diberik judul apa, mungkin bisa juga judulnya sama dengan judul postingan tulisan ini… hhmmm karena memang bingung…
“Selamat Hari Ibu”……










