Ketika Terpikir Untuk Berpaling

kau tawarkan satu keindahan lain;
kau sodorkan satu kenikmatan yang berbeda;
engkau berikan perhatian yang tidak aku dapatkan;
kau hadir dengan senyum dan kepasrahan;
tak ku pungkiri engkau memiliki kelebihan yang berbeda;
namun, bukan-bukan itu yang aku inginkan
tidak…, jangan.. karena ini bukan cinta

pergi, karena aku telah memiliki kedamaian

yang lebih sempurna, lebih mampu memberikan warna

dan lebih bisa memaknai sebuah cinta
disaat aku sadari betapa kecil arti diri ini tanpamu
sewaktu aku mulai mengerti betapa kau sangat berarti bagiku

ku kan tetap mengalirkan sungai kasih padamu
karena kemesraan itu tidak akan pernah punah
karena kehangatan sinar pagi ingin tetap ku nikmati bersamamu
karena buaian dingin malam akan ku habiskan bersamamu

harapku
rembulan tetap setia dengan malam
mentari akan selalu bersama pagi
camar itu akan tetap setia menyongsong senja

percikan dingin air hujan disore ini
tak kuasa ku lewati sendiri
sebuah kerinduan begitu menghujam
merobek kalbu
karena ku tak biasa dengan kesendirianku
dan aku ingin tetap dengan kesetianku padamu..
itulah cinta dan janjiku padamu, isteriku..

0 comments for “Ketika Terpikir Untuk Berpaling

  1. ^_^Mama Danish
    19 November 2008 at 10:07

    Haduh, pliz deh mmg jangan sampe tenggelam dengan pesona wanita lain yg bukan muhrim. Yakinlah bhw pesona itu hanya semu, pesona yg sesungguhnya itu hanya ada dlm pagar sendiri. Oce, Pak?

  2. 19 November 2008 at 08:55

    Lha, mas yudhis, blog yg diblogspot itu di cueki yaa…

    Hmmm,puisi seorang kepala rumah tangga nih…
    Moga isterinya makin dicinta dan disayang…Amiiin…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *