ijinkan aku untuk jujur padamu
biarkan aku untuk bicara dan berucap
karenanya cukup kau dengarkan dan pahami
agar kau tak temui kecewa
agar kau tak merasa aku bohongi
wahai manis permata hatiku
duhai sayang kekasih jiwaku
oh.. juwita pelita hatiku
sadarkah kau
tidak bermimpikah kau
bahwasanya aku ini hanya seorang lelaki kecil
dalam kurun waktu berlalu
tiada apapun ku miliki
kecuali cinta, harapan dan mimpi
dan perlu kau tahu bahwa aku tidaklah
se-mulia Muhammad SAW
se-kaya Sulaiman AS,
se-taqwa Ibrahim AS
se-tabah Ayyub AS
atupun se-gagah Musa AS
apalagi se-tampan Yusuf AS
aku hanya bisa berharap
untuk bisa menjadi bijaksana, sabar dan tawakal
mencoba untuk menuju sholeh
dan mengajakmu untuk senantiasa bersyukur
karena baru itu yang mampu aku berikan padamu
maafkan aku,
karena akupun yakin akan kita raih bahagia itu
dengan kita membuka mata, membuka hati dan membuka diri
Blitar, Medio 08 januari 2008
Tulisan ini dalam waktu bersamaan aku submit juga di www.pintuntter.com











#1 oleh Yudishtira pada 25 Januari 2009 - 06:55
“”Arie”"..Amiin.., mas.. terima kasih atas doa-nya yach.., paling klo udah baca senyum-senyum mas.. he.h.e.
“one-one”.. terima kasih
#2 oleh Ari_S pada 20 Januari 2009 - 23:10
Wach …. Ngomong2,,,,Si Istri Tercinta dah baca tulisan ini lom Pak Yudhis .. Ehm
Besok kl ak dah punya Istri minta ajarin ya buat puisi2 semacam ini
Smoga klrga Pak Yudhis sllu mendapatkn kebahagiaan bdan rahmat dari_NYA….
Amiin
Salam untuk smua keluarga Pak Yudhis …
#3 oleh one-one pada 17 Januari 2009 - 14:06
indah puisinya, rangkaian kata sederhana tapi selaksa makna