itu camar yang kemaren terbang tinggi
disaat temaram senja menghampiri kaki langit
rona jingga ikut memberikan warna
begitu indah…
ku tatap bening matamu
ada kepasrahan disana
ku belai harum wangi rambutmu
kau rebah didadaku
juwita…
permata hati…
belahan jiwaku…
terlihat layu tatap matamu..
terlihat lunglai tubuhmu
kau begitu lelah… lelah…
namun tetap kau berikan senyum manis
tetap kau tawarkan kemesraan
tetap kau tawarkan bara cinta….
kekasih
pelita hati..
belahan jantungku…
habis kata-kataku untuk sekedar mengungkapkan cinta
hanya doa pada yang MAHA KASIH
bahwa aku dikaruniai-mu….
bahwa aku terlalu cinta pada-mu
kemarilah manis
kemarilah cinta…
dekatlah padaku…
relakan engkau aku dekap dalam hangat
ikhlaskan engkau untuk aku peluk erat
agar kau terjaga dari dinginnya malam
agar kau bisa lelap dan damai
terima kasih cinta
atas semua pengorbanan dan kasih sayangmu padaku
terima kasih Tuhan
telah Engkau berikan tambatan hati, belahan jiwa
telah Engkau temukan tulang rusukku, pelita hidupku
semoga cintaku padamu selalu dipenuhi dengan keikhlasan
kasih sayang, pengertian, kerendahan hati…. dan kejujuran
medio, maret 2008
Pernah aku publish di www.pintunet.com











#1 oleh Mar pada 18 November 2008 - 10:32
Ka… berbahagialah orang yang selalu mengerti apa arti sebuah cinta dan pengorbanan. Gileeeeeeeeee dalam bo……
#2 oleh wirati pada 13 November 2008 - 09:14
waduh pusinya keren
#3 oleh ^_^Mama Danish pada 9 November 2008 - 13:46
OMG..! Kl aku jadi istrimu bisa pingsan dikasih puisi begini, Mas.
#4 oleh Jauhari pada 7 November 2008 - 06:48
Mendayu banget
#5 oleh alid abdul pada 6 November 2008 - 19:39
sippppp keren udah getu jadinya hahaha
sukses…
kerasa banget kan puasnya klo buat dengan manual..