Pisang Goreng Dari Rafi, Esensi Sebuah Perjuangan Hidup .. !!!

Seorang anak kira – kira usia 10 tahunan, berjalan menyusuri trotoar di Jalan Merdeka Kota Blitar, sambil menenteng dagangannya, dengan beban yang ia jinjing sesekali di letakkan dagangannya diatas kepalanya, dengan terus menawarkan dagangannya, … “pisang goreng, … pisaaaang goreeenggg,” teriak-nya. Saat itu sudah beranjak ke sore hari karena kira – kira di pukul 14.00 siang, kebetulan saya dan beberapa rekan sedang ada di sekitar Jalan yang dilewati sosok anak tersebut. Udah ada beberapa cangkir kopi dan juga rokok, jika ditambah beberapa potong pisang goreng tentu akan menambah nikmatnya sore itu bercengkerama di samping trotoar jalan.

“Dik, pisang goreng-nya, ” panggil saya untuk melengkapi kopi dan rokok tadi, lalu si anak menghampiri kami yang sedang melakukan kegiatan di Perempatan Jalan itu. Sambil mengambil beberapa potong pisang goreng yang masih lumayan panas, iseng – iseng saya ajukan beberapa pertanyaan ke anak tersebut. Dari obrolan itulah saya jadi tahu nama anak itu Rafi, sama dengan sebutan anak sulung saya, masih sekolah di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sukorejo, setiap hari selepas sekolah ia membantu Ibunya untuk menjajakan pisang goreng, masih usia 10 tahunan sama dengan usia anak saya yang kedua, namun sudah berani menerima tanggungjawab membantu sang ibu mencari rejeki. Tidak banyak anak – anak seusia itu berani dan mampu menerima tanggungjawab yang besar seperti ini, bisa jadi karena memang kondisi keluarga, bisa jadi karena memang sudah ada jiwa – jiwa entrepreneur di anak tersebut, namun lepas dari itu angkat topi dan salut saya dengan perjuangan hidup anak itu.

Rafi dengan pisang gorengnya secara tidak sengaja telah menemukan “esensi sebuah perjuangan hidup“. Dan minggu kemaren saya ketemu Rafi yang tetap dengan pisang goreng diatas kepalanya. Semoga nantinya engkau menjadi orang sukses di bidang yang engkau impikan dan tetap dengan kepolosan serta keluguanmu, Nak. Secara kebetulan pada pertemuan yang kedua ini terdengar sayup -sayup sebuah lagu dari Iwan Fals dari lagu “Sore Tugu Pancoran

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal

Mungkin cerita ini bukan sebuah cerita yang istimewa, karena tentu masih banyak anak – anak seusia Rafi yang juga memiliki nasib yang sama atau malah mungkin tidak seberuntung ini, namun terkadang tanpa kita sadari sebuah makna dari perjuangan hidup itulah yang harus dapat kita sikapi dengan bijaksana, saat di lain waktu masih kita jumpai orang – orang yang lebih beruntung belum bisa menghargai hidup dengan bijaksana. Minimal tulisan ini akan selalu menjadi pengingat bagi saya pribadi, bahwa saya pun dulu pernah seperti Rafi, saat berjuang untuk mencari “esensi sebuah perjuangan hidup”, sehingga saya akan selalu berusaha untuk bisa menghargai hidup saya. Terima kasih semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *