Jangan Pernah Berharap Sukses Jadi Technopreneur, Jika Tidak Menguasai Ini !!

Technopreneur, sebenarnya bukan sebuah kata yang asing di era digital saat ini, karena kata itu telah ada sejak munculnya internet sebagai salah satu media dalam berekspresi dari segala lini kehidupan, untuk mengetahui lebih dalam tentang Technopreneur harus kita pahami dahulu apa itu enterpreneur. Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. (http://wikipedia.org). (sumber gambar)

Entrepreneur tidak sekedar pengusaha, karena ada pembeda yang begitu prinsip antara Entrepenuer dengan pengusaha, inilah beberapa pembeda tersebut :

 
Pengusaha Entrepreneur
Ide Pengusaha bisa memilih ide bisnis yang sedang naik daun dan menguntungkan terlepas dari apakah itu gagasan aslinya atau dari orang lain. Entrepreneur adalah penemu dan pencipta produk yang pertama. Entrepreneur berani menyisihkan waktu, energi dan uang untuk gagasannya sendiri
Tujuan Mayoritas pengusaha melakukan bisnis untuk mendapatkan keuntungan, untuk mencapai keuangan yang stabil, bahkan menjadi sukses Entrepreneur lebih peduli pada perubahan yang ada di sekitar mereka. Mereka ingin mengejar passion dan mencapai tujuan akhir yang memiliki kesenangan.
Resiko Pengusaha mengambil risiko yang dihitung dan dikelola. Mereka sebisa mungkin nggak mau kehilangan uang dan mengalami kebangkrutan. Entrepreneur itu seperti sky divers. Mereka mengambil risiko yang gila. Mereka sering nggak peduli kehilangan waktu dan uang hanya untuk mengejar passion. Tapi karena mereka melakukannya dengan semangat, cinta, dan penuh sukacita, mereka sering mendapatkan hasil yang luar biasa
Waktu Pengusaha nggak membuang waktu. Dia selalu mengecek jam dan nggak mau ada pekerjaan atau kegiatan yang harus tertunda di luar jadwal. Entrepreneur bekerja seperti seniman atau ilmuwan di laboratorium. Produknya adalah karya besarnya. Itulah sebabnya dia bisa agak lamban dan bisa menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan dan menyempurnakan produknya
Kesuksesan Pengusaha mendefinisikan kesuksesan sebagai keberhasilan bisnis dan pemangku kepentingannya. Pemangku kepentingannya meliputi dirinya sendiri, pemilik bersama, karyawan, pelanggan, investor, dan bahkan komunitasnya Entrepreneur melakukan pekerjaannya dan membiarkan perjalanan mendefinisikan kesuksesan yang dia capai.

Sumber :

Dari definisi diatas dan juga beberapa pemahaman diatas, maka Technopreneur mengandung makna tentang bagaimana cara pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang pesat untuk dijadikan sebagai peluang usaha, atau lebih mudahnya adalah seorang entrepreneur yang mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis-nya.

Dari beberapa catatan diatas, untuk bisa berhasil menjadi seorang Technopreneur tentu tidak sekedar punya modal besar atau orang yang pintar, karena terkadang modal besar dan orang yang pintar belum tentu mampu menjadi Entrepreneur bahkan Technopreneur yang sukses, dan untuk menjadi Technopreneur yang sukses jangan hanya mengandalkan nilai tinggi dari bangku sekolah dan kuliah serta kepemilikan modal besar, namun lebih pada softskill yang dimiliki oleh seorang Technopreneur, yang dimaksud dengan softskill sendiri adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Pengetahuan dan kemampuan secara hardskill saat mudah didapatkan di bangku sekolah dan bangku kuliah, karena hardskill tolok ukurnya adalah IPK/nilai sekolah yang bagus, dan itu tidak cukup untuk mencapai kesuksesan.

Jalan menuju Technopreneur terbuka sangat lebar dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, sebuah proses belajar yang begitu mudah dan gampang karena ketersediaan sarana dan prasarana yang begitu mudah, namun hal yang paling mendasar yang harus di miliki seorang technopreneur sejati adalah ATTITUDE. Yach SIKAP dan ini tidak diajarkan di bangku sekolah ataupun bangku kuliah, sikap harus dipelajari dan didapatkan saat kita berbaur dengan lingkungan sekitar, maka ada beberapa ciri dan watak mendasar yang harus dimiliki seseorang untuk bisa berhasil menjadi technopreneur, hal tersebut antara lain sebagai berikut :

Ciri Watak
Percaya Diri Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme
Berorientasi Tugas dan Hasil Kebutuhan akan prestasi, beorientasi hasil, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, memilki dorongan kuat, enerjik dan berinisiatif
Pengambil resiko Kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan
Kepemimpinan Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain
Orisinalitas Fleksible, memiliki banyak sumber, serba bisa, mengetahui banyak hal
Berorientasi ke masa depan Pandangan ke depan, perseptif

(sumber)

Semakin banyak ciri dan watak tersebut diatas kita miliki, maka semakin dekat seoarang technopreneur menuju keberhasilan, sehingga jangan hanya mengandalkan hardskill untuk menjadi technopreneur yang sukses, tapi harus juga diimbangi dengan softskill yang mumpuni. Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.

Daftar Pustaka :

  1. 2010, Technopreneur, Lingga Wardhana dan Nursaka M, Elek Media Komputindo
  2. 2017, The Power Of Digital Marketing, GM. Susanto, Elek Media Komputindo
  3. 2016, Kiat Menjadi Pengusaha Inovatif (Prinsip, Proses, Inovasi, Pengembangan), Bambang S. Pujantiyo, Tirtamedia.
  4. https://www.merriam-webster.com/dictionary/technopreneur, diakses Oktober 2018;
  5. The Next Big Thing in The Start – UP Ecosystem – Technopreneurship, Bala V Balachandran, https://www.entrepreneur.com/article/312888, diakses Oktober 2018

 

 

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.