Ayah.., Aku Takut Mati .. !!

Rutinitas biasa jam 16.30 sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi, ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku kenal.

“Assalamu’alaikum,” tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.
“Walaikum salam Warrohmah,”jawabku sambil ku jabat erat tangannya.

Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.
“Ayah, kata Ustadzah, semua orang besok akan mati, benar yah,” tanya anakku
“Benar, tidak hanya orang semua makhluk hidup cintaap Allah SWT pasti mati, nak,” jawabku singkat.
“Tapi aku takut mati ayah, aku tidak mau mati,” lanjut anakku dengan mimik wajah yang begitu serius tidak ada binar keceriaan diwajahnya.
“Nak, semua orang pasti mati, karena kita adalah makhluk hidup, dan kita tidak boleh takut menghadapi kematian karena itu sebuah kepastian..?” jelasku pada si kecil, namun terlihat jelas belum ada rasa puas dari rona wajahnya dengan jawabanku tadi.
“Biar kita nggak takut mati, maka harus rajin sholat, berbakti sama orang tua, sayang sama ayah, bunda dan adek, juga tidak boleh nakal, dan baik sama semua orang,” lanjutku.

Tanpa berkata apapun, anakku langsung berlari ke kamar mandi, karena rasa penasaran aku ikutin dia ternyata ambil air wudhu (walau belum benar juga wudhu-nya), begitu selesai ia minta kain sarung dan melaksanakan sholat (walau gerakan dan rukunnya juga belum benar), selesai melaksanakan sholat ku dekan dan ku peluk erat dalam keharuan, oh anakku. Di saat usiamu masih 5 tahun sudah mampu memberikan pembelajaran dan pelajaran yang sangat berharga.

Dua hari ini aku begitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari tanya dan celoteh anakku yang ternyata jika kita resapi dan pahami begitu dalam. Belajar dan berusaha memahami hidup dari anak kecil jauh lebih natural. Tak kuasa dalam kesendirian ku renungkan semua tanya yang pernah anakku sampaikan lalu ku urai satu persatu dan ternyata ada makna yang begitu dalam untuk aku gunakan sebagai koreksi dalam menjalani hidup dan kehidupan, terima kasih anakku.

Ternyata ayahmu masih perlu banyak belajar dalam kehidupan ini, dan engkau telah menjadi inspirasi dan semangat pada ayahmu ini nak.. !!!, Semoga kelak engkau benar-benar menjadi pelita bagi kehidupan orang tua, agama dan masyarakat nak. Amiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.