Uang, Mengapa Begitu Menggiurkan

Uang, Mengapa Begitu Menggiurkan

Siapa yang tidak mengenal uang, rasanya suatu hil yang mustahal manusia hidup tidak mengenal uang, bahkan karena uang juga manusia bisa bertindak “BODOH” yang terkadang sudah diluar nalar. Namun hal itu bagi orang-orang yang begitu mendewakan uang sebagai segalanya.  Memang dari sisi manfaat dan keperuntukannya uang mendominasi sektor ekonomi dimana uang akan memiliki peran dan andil yang besar terhadap kestabilan perekonomian, karena mulai anak kecil hingga orang tua akan membutuhkan uang, dari desa hingga kota perlu uang. UANG, begitu terkenalnya sampai dalam keseharian kita tidak akan terlepas dari sosok ini. Sedangkan pemahaman kita akan uang tentu masih sebatas fisiknya saja dan sebatas nominal uang itu. Lebih jauh pada tulisan ini sengaja ingin saya sampaikan secara sederhana apakah itu uang.

Pengertian Uang dan Syarat Uang.

Menurut beberapa pakar ekonomi uang diartikan sebagai berikut :

  1. Robertson dalam buku Money (1922): “Money is something which is widely accepted in payment for goods“. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.
  2. R. S. Sayers dalam buku Modern Banking (1938): “Money is something that is widely accepted for the settlement of debt“. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar ulang,
  3. A.C. Pigou dalam buku The Veil of Money: “Money are those things that are widely used as a media for exchange”. Uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar.
  4. Albert Gailort Hart dalam buku Money, Debt, and Economic Activity: “Money is properly which the owner can pay off the debt with certainly and without delay“. Uang adalah kekayaan sehingga pemilik dapat membayar utangnya dalam jumlah dan waktu tertentu.
  5. Rollin G. Thomas dalam buku Our Modern Banking and Monetary System: “Money is something that is readily and generally accepted by the public in payment for the sale of goods, services, and other valuable assets, and for the payment of debt”. Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan untuk pembayaran utang. (Nopirin, 1992)

Secara universal dari beberapa pengertian diatas, maka uang adalah “sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum seba­gai alat pembayaran dan alat tukar-menukar yang sah”  dan tentunya tidak bertentangan dengan hukum pada suatu daerah tertentu.

Dengan demikian maka ada batasan tertentu sehingga benda dapat disebut sebagai uang, dan syarat-syarat uang adalah :

  1. Diterima umum dan sah menurut undang-undang.
  2. Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
  3. Mudah dibawa ke mana-mana.
  4. Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.
  5. Tahan lama.
  6. Jumlahnya terbatas (tidak berlebih).
  7. Bendanya mempunyai mutu yang sama.

Tentunya jika benda tidak memenuhi minimal 7 syarat tersebut diatas tidak dapat disebut uang.

Fungsi dan Nilai Uang

Dari pengertian dan syarat uang tersebut diatas, tentunya dapat kita pahami apakah fungsi uang tersebut, dan uang berfungsi sebagai berikut :

  1. Uang Sebagai Alat Tukar-Menukar, hal ini karena pada saat kita melakukan transaksi jual beli, kita akan menyerahkan sejumlah uang, dan kita akan menerima barang kebutuhan. Artinya, kita sudah menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar karena semua barang dapat diukur nilainya dalam mata uang, yang berlaku. Jadi, uang berfungsi adalah sebagai alat tukar-menukar.
  2. Uang sebagai Alat Satuan Hitung, Dengan melihat banyaknya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sesuatu, maka kita dapat membandingkan nilainya. Jadi, uang berfungsi sebagai alat satuan hitung.
  3. Uang sebagai Alat Penyimpan Kekayaan, Pasti setiap orang mempunyai tabungan atau deposito di bank. Artinya, setiap orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang. Sehingga uang telah berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan {state of value).
  4. Uang sebagai Alat Penyelesaian Utang Piutang, Dengan adanya uang, transaksi pinjam-meminjam antara pihak yang berlebihan (surplus unit) dan pihak yang kekurangan (defisit unit) dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga, uang telah berfungsi sebagai alat penyelesaian utang piutang {standard of deferred payments).

Nilai uang secara garis besar ada dua yaitu :

  1. Nilai nominal adalah nilai yang tertuls pada setiap mata uang. Misal : di salah satu sisi uang logam tertulis Rp 1.000,00. Artinya, nilai nominal uang tersebut ialah Rp 1.000,00.
  2. Nilai intrinsik adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, nilai intrinsik uang kertas Rp20.000,00 ialah nilai kertas yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut.

Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya;

Sebenarnya uang tidak hanya berjenis kertas dan logam saja, akan tetapi banyak jenisnya tergantung dari  bahan pembuat, nilai, wilayah berlaku, dan lembaga atau badan yang mengeluarkan, yang dapat disampaikan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan Bahan Pembuat Uang, Uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas. Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.
  2. Berdasarkan Nilai Uang, Uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai penuh (fullbodied money). Jika nilai intrinsik lebih kecil daripada nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh (token money) atau uang tanda. Uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.
  3. Berdasarkan Wilayah Berlaku     (a).   Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht; (b).  Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa. (c).  Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling.
  4. Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan, Lembaga yang berwenang menerbitkan uang ialah bank sentral suatu negara. Uang euro dan dolar merupakan contoh dari uang regional dan uang internasional. Uang yang diterbitkan bank sentral ialah uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal yang disebut uang kartal. Bank umum (komersial) juga membuat dan mengedarkan uang dalam bentuk cek, bilyet giro, dan telegraphic transfer. Uang yang dikeluarkan oleh bank-bank umum inilah yang disebut uang giral.

Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral

Uang Kartal

Uang Giral

1.      Berlaku di seluruh lapisan masyarakat.2.      Masyarakat umum harus menerimanya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Nilai nominalnya sudah tertera pada mata uang dengan nilai tertentu.

4.      Dijamin oleh pemerintah.

5.      Adanya kepastian pembayaran sesuai nilai nomi­nalnya.1.      Berlaku di kalangan masyarakat tertentu.2.      Masyarakat umum boleh menolaknya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Besar nilai nominalnya bebas dan harus ditulis dahulu sesuai kebutuhan.

4.      Dijamin oleh bank yang mengeluarkan.

5.      Belum adanya kepastian pembayaran karena tergantung dari ketersediaan dana dan kepastian hukum

Beberapa hal diatas itulah yang menjadikan uang begitu menggiurkan dan menjadikan orang untuk memegang dan memilikinya, dan tentunya agar kita tidak terjebak oleh uang tersebut, maka kita harus sebijaksana mungkin ketika memegang dan menyimpan uang, demikian semoga bermanfaat.

  • Prev Post
  • Next Post

LeaveComment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.