Mengapa Harus Tabu Bicara Masalah Sex..??

Berbicara masalah Sex pada masyarakat kita masih menjadi hal tertutup (baca tabu) dan belum bisa ada keterbukaan, apalagi memberikan pemahaman dan pengetahuan masalah SEX terhadap anak, hal inilah yang menjadi salah satu pemicuá anak-anak untuk mencari tahu tentang SEX dari berbagai sumber, baik itu orang lain, buku dan internet.á Rasa ingin tahu yang begitu besar akan pengetahuan dan pemahaman tentang SEX anak-anak dan remaja saat ini sudah begitu mengkhawatirkan, beberapa kasus dan kejadian yang diakibatkan rasa ingin tahu dan tanpa kontrol menjadikan anak-anak dan remaja terbawa arus yang endingnya terjepak pada pergaulan bebas, sudah barang tentu akibat dari hal tersebut akhirnya terjadilah Maried By Accident (alias MBA) atau mungkin lebih familiar di telinga kita dengan HAMIL DILUAR NIKAH adalah sesuatu yang bagi masyarakat kita sulit untuk diterima, dan tentunya hal itu selain juga menimbulkan dan memunculkan rasa malu bagi keluarga juga akan mencoreng nama besar keluarga; dan dari sisi agama dan keyakinan apapun tentunya juga tidak dibenarkan; bahkan dalam Islam tergolong Dosa Besar.

Dalam sebuah penelitan dari sekitar 1000 remaja peserta konsultasi (curhat) dan polling yang dilakukan Sahara Indonesia, tempat mereka melakukan hubungan seksual terbesar dilakukan di tempat kos (51,5%). Menyusul kemudian di rumah (30%), di rumah perempuan (27,3%), di hotel (11,2%), di taman (2,5%), di tempat rekreasi (2,4%), di kampus (1,3%), di mobil (0,4%) dan tak diketahui (0,7%).Agus (ketua Sahara Indonesia) juga menambahkan, sebanyak 72,9 persen responden mengaku hamil. Sebanyak 91,5 persen diantaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Aborsi umumnya dilakukan dengan bantuan dukun/nonparamedik (94,8%) dan hanya 5,2% dilakukan dengan bantuan paramedic. Sementara 33,2 persen (perempuan) dan 16,8% (laki-laki) mengaku menderita penyakit kelamin akibat hubungan seks bebas itu. Hal inilah yang harus menjadikan keprihatinan bersama jangan sampai hamil diluar nikah menjadi sebuah trend kehidupan, karena hamil diluar nikah adalah sebuah aib.

Tentu semua keluarga akan berusaha untuk terhindar dari kejadian tersebut; banyak faktor yang memang bisa mendorong terjadinya hal tersebut, dan jika memang hal itu sudah terjadi siapakah yang perlu disalahkan dan siapa yang benar ? dua pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya dan sulit untuk menjawabnya. Hanya saja tentunya perlu adanya sikap yang bijaksana dari orang tua dalam menyikapinya; dan menurut saya sikap yang bisa diambil orang tua jika memang anaknya mengalami hal seperti itu adalah :

  1. Jangan emosi secara berlebihan; Karena hal itu akan berdampak buruk bagi si anak (karena bisa jadi akan melakukan tindakan nekat; aborsi atau bahkan bunuh diri yang rugi orang tua juga khan).
  2. Berikan motivasi dan dukungan; Bagaimanapun kecewa dan marah kita pada anak atau saudara sudah jamak jika kita harus tetap memberikan motivasi dan dukungan terhadap-nya.
  3. Jangan pernah menyalahkan-nya secara berlebihan (jangan timpakan kesalahan hanya pada-nya); Karena peran orang tua tentunya akan sangat besar pengaruhnya; dan memang jelas bahwa si anak salah, akan tetapi kita kembalikan pada pangkal permasalahannya, kenapa si anak hingga berbuat seperti itu, bisa jadi orang tua-lah yang bersalah (kurang perhatian, kasih sayang, dan tidak memberikan pendidikan tentang sex yang cukup) pada si anak mungkin menjadi salah satu penyebab-nya.
  4. Bimbinglah untuk mohon pengampunan; Ajak si anak untuk merenung dan mohon ampun pada Sang Khalik atas kesalahannya. karena dengan demikian si anak akan merasa tenteram, dan semakin mengerti akan kesalahan dan bagaimana ia harus bersikap.
  5. Jangan pernah mengucilkan-nya; Tentunya bukan merupakan jalan keluar yang baik jika kita mengucilkannya, tetap berikan perhatian yang sama tidak berubah dan akan lebih baik lagi jika kita memberikan kasih sayang yang lebih.

Banyak hal yang menyebabkan dan mendorong hal itu terjadi, hanya saja hal awal yang perlu diperhatikan untuk dapat mencegah hal tersebut adalah peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak dan memberikan pendidikan seksual terhadap anak karena tujuannya adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.

Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi lebih sebagai bawaan manusia, yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, dan supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.

Dan tentunya mencegah akan lebih baik khan.. karena-nya kita usahakan untuk memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus dan ikhlas pada anak-anak dan remaja-remaja kita; dan yang paling penting lagi adalah berikan bekal Agama dan Ke-Iman-an maka itu merupakan benteng yang paling ampuh.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *