Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua

Sabar,.. adalah sebuah kata yang begitu mendalam memaknai-nya, sering kita mendengar bahkan mengucapkan perkataan “SABAR” itu sendiri, namun terkadang kita juga tidak begitu saja bisa memaknai dan memahami kesabaran itu dengan sebenarnya, agar kita bisa memaknai dan memahmi serta dapat menerapkan sabar dalam setiap gerak kehidupan kita tentunya harus mengetahui terlebih dahulu sabar itu sendiri. Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)”.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:á “Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah“.á Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah “keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang“. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah “refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur’an dan sunnah“. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.

Untuk bisa menjadi sabar tidaklah mudah dan segampang membalikkan telapak tangan, namun menjadi manusia sabar bukanlah tidak mungkin, hanya perlu latihan dan terus berusaha untuk menyikapi semua permasalahan tersebut dengan lapang dada dan ke-ikhlasan. Sebenarnya tidak perlu bingung atau repot untuk bisa mengasah dan mengetahui tingkat kesabaran kita, kenapa .. ?? Karena manusia diciptakan untuk menjadi makhluk sosial, makhluk yang harus berinteraksi dengan orang lainnya, didalam berinteraksi dan berkomunikasi tersebut sangat mungkin akan terjadi konflik. Nah disinilah kita dapat mengukur tingkat kesabaran kita.

Dimanakah sumber-sumber kesabaran itu ..?, sebuah pertanyaan yang sangat mudah menjawabnya namun masih sulit untuk melaksanakannya.

  1. Anak adalah sumber kesabaran bagi orang tua-nya; ada sebuah contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari dalam mengasuh anak, sering orang tua dibuat jengkel, marah dan harus memarahi anak-anaknya, karena dianggap anak tidak menurut apa yang dikatakan, diperintahkan dan dicontohkan orang tuanya. Tidak jarang orang tua akhirnya sangat marah bahkan hingga hilang kesabarannya, karena menganggap anaknya nakal bandal dan tidak menurut sama orang tua. Tapi tunggu dulu, jika kita sebagai orang tua mampu memahami dan mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada diri si anak, maka kita tidak akan memarahi-nya, disinilah dibutukan toleransi tingkat tinggi dari sosok orang tua sehingga lambat laun Kesabaran kita sebagai orang tua akan terasah.
  2. Orang tua adalah sumber kesabaran bagi anak-anaknya, sebenarnya permasalahannya tidak jauh berbeda dengan hal diatas, hanya saja anak-anak dalam sebuah pemahaman belum begitu sempurna maka tetap anak orang tua yang haru bisa lebih sabar dari anak-anaknya, akan jauh berbeda jikaá kondisi orang tua sudah melebihi usia dewasa (baca usia lanjut), maka anak-anaknya harus jauh lebih sabar.

Jika kedua sumber kesabaran tersebut dapat kita maknai dan kita pahami dengan baik, maka akan damailah kehidupan kita, akan menyenangkan sekali hidup ini karena akan kita temukan sebuah ketenangan, kenyamanan dan juga kebahagian dalam kehidupan karena kita mampu menjadi orang-orang yang sabar. Nak.. semoga ayahmu ini mampu menjadi orang tua yang sabar dalam menghadapi kalian. Karena ayahmu sebagai orang tua hanya membutuhkan berkah dan barokah dari Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin…

1 comment for “Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua

  1. Weni
    24 June 2011 at 17:39

    smoga bisa menjadi inspirasi untuk menjadikan ortu lebih sabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.