Emak Adalah Nafas Kehidupanku

Coba kita perhatikan pada lirik berikut ini :

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .

Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-do’a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .

Lirik diatas hanya sebuah ungkapan kecil dari sosok ibu, karena ibu tak ubahnya adalah sumber kehidupan bagi anak-anaknya, marilah kita flash back ke masa-masa dimana kita masih di ayunan, belum bisa makan sendiri, berlajan sendiri, semua masih membutuhkan uluran tangan dan kasih dari Ibu; á Tak terasa ketika menulis ini ada tetes-tetes air mata dari sudut mataku. Karena hingga detik ini belum mampu aku membahagiakan Ibu, orang yang telah mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dalam perutnya tidak pernah mengeluh karena ada rona bahagia disana. Ibu yang telah mendidik, membimbing dan mengajari tentang makna hidup dan kehidupan, bagaimana mencintai, bagaimana mengasihi dan bagaimana kita mengerti tentang cinta dan kasih sayang. Ibu adalah nafas kehidupan bagi anak-anaknya, karena sumber kehidupan seorang anak adalah tetes-tetes air susu dari Sang Ibu..

Maka terkadang prihatin juga jika banyak melihat Ibu-ibu di usia senja masih harus berjuang sendiri menghidupi dirinya, ibu-ibu di usia senja masih harus menanggung beban kehidupan yang begitu berat, padahal anak-anaknya menjadi anak-anak kehidupan yang perkasa dengan tumpukan kemewahan dan kejayaan. Akan tetapi tahukah kita bahwa ibu tidak membutuhkan balasan apapun dari anak-anaknya, sosok itu tidak pernah berharap dan tidak mau bergantung pada anak-anaknya di usia senja. Karena begitu kuat dan tabahnya seorang ibu.

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti dan menjunjung tinggi sosok ibu dalam kehidupan kita, karena Ibuá tergambar sebagai berikut :

  1. Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia
  2. Surga itu ada dibawah telapak kaki kaum ibu (Al hadist)
  3. Ibu telah mencurahkan semua kasih sayangnya kepada anak-anaknya tanpa batas, mulai dari kandungan, kemudian mengasuh kita dari bayi hingga dewasa;
  4. Ibu akan berbuat apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya;
  5. Ibu akan sangat sakit kita melihat anak-anaknya tidak bahagia

Begitu agungnya Ibuá bagi kehidupan, dan begitu bermaknya ibu bagi kehidupan, akan menjadi sebuah dosa besar bagi anak-anak manusia yang tidak menghormati, menyayangi dan mencintai ibu-nya dengan sepenuh hati. Semoga kita termasuk anak-anak yang mampu menempatkan sosok ibu ke tempat yang paling mulia di hati dan di setiap tarikan nafas kehidupan kita. Mak… maafkan anakmu yang belum mampu dan belum bisa seperti angan-angan dan harapanmu. Ya Allah… Ya Rabb… lindungi-lah emakku, berikan emakku kebahagian dan limpahkan kasihmu untuk emakku… ada sebuah link yang mungkin juga bermanfaat bagi kita untuk merenung coba klik disini

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih

 

3 comments for “Emak Adalah Nafas Kehidupanku

  1. Weni
    24 June 2011 at 17:40

    terkadang kita masih selalu mengecewakan dan membuat beliau menangis, maafkan daku bundaku

  2. jing_hsu
    22 May 2011 at 19:01

    Lirik Iwan Fals adalah pengantar yang tepat untuk dijadikan sandingan. Ibu, tak bisa dilukiskan dengan hanya kata-kata. Prosa pendek dan puisi pun belum mampu menandingi kehebatan kasih sayangnya. Mulia, bahkan teramat mulia.

    Saya nyaris kehilangan kata-kata. Sosok ibu nyaris tiada cela bagi kita. Aduh, Ya Allah…, saya harus berkata apalgi karena kata-kata ini sudah kau ciptakan terlebih dahulu melalui ikhlasmu berbagi kasih sayang pada anakmu…

    • admin
      23 May 2011 at 01:47

      Kang… terima kasih sudah mau mampir di pondok ini… semua juga berkat motivasi akang untuk terus menulis.. he..he, dan ini hanya sebuat tulisan sederhana akupun nggak yakin tulisan ini akan di baca Emak.. karena memang Emak gak pernah kenal internet.. tapi mudah-mudahan di baca anak-anak Indonesia sehingga mereka bisa memahami bagaimana Sosok Ibu yang begitu mulia amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *