Belajar Dari Sang Semut.. !!!

Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,á begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.á Filosofi itu antara lain :

  1. Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.
  2. Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.á Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya. á Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.áá Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.
  3. Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.á Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.
  4. Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :

  1. Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.
  2. Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.
  3. Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
  4. Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.

2 comments for “Belajar Dari Sang Semut.. !!!

  1. may
    21 June 2010 at 12:24

    bila semua manusia bisa bersikap seperti semut pasti tidak akan ada pertengkaran atau perpecahan.
    semoga rasa pantang menyerah selalu ada pada diri kita dan tidak ada rasa iri, dengki, srei, jail methekil….istilah jawanya gitu ya pak….hehehehe

    • admin
      25 July 2010 at 09:29

      amiin… semoga.. saja kesadaran akan sebuah kebersamaan menciptakan kerukunan umat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.