<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Menentukan Judul Skripsi.. ??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[eka sulistiyana]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mata kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1069" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg" alt="" width="223" height="226" /></a>Sudah ada dua tulisan saya yang membahas masalah skripsi, namun memang seakan tidak ada habisnya kita membicarakan tentang satu kegiatan ini, satu sisi merupakan sebuah kewajiban bagi mahasiswa yang kampusnya melaksanakan program ini, disisi lain terkadang memang menjadi sebuah kendala bagi mahasiswa itu sendiri, ketika menulis dan menyusun tugas akhir, skripsi atau thesis tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati dan kerja keras. Sebelum menyelesaikan membaca tulisan ini ada baiknya juga membaca pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/">Menulis Skripsi Ternyata Tidak Sulit dan Mengasyikkan</a> dan pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/">SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa</a>. Setidakanya kita akan memiliki gambaran kendala-kendala apa saja yang dihadapi ketika menulis skripsi. Terkadang kita terjebak pada pemilihan judul skripsi, begitu pentingnya arti judul pada sebuah tulisan menjadikan kita terhipnotis untuk bisa membuat judul yang fantastis, bombastis biar terkesan wah dan menarik untuk di baca, namun perlu kita pahami bahwa ketika sebuah judul yang begitu menarik namun jika tidak kita imbangi dengan isi yang menarik pula, maka ibarat kita memasak sayur akan terasa hambar. Untuk menghindari hal itu maka tentu ada beberapa tips bagaimana kita menentukan judul skripsi atau penelitian tersebut.<span id="more-1065"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama ketika hendak menyusun skripsi atau tesis adalah <strong>menentukan masalah yang kemudian diturunkan menjadi judul</strong>.  Dan ketika memutuskan untuk menentukan masalah, maka hendaklah mempertimbangkan beberapa point berikut ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong>, adakah relevansinya dengan cita-cita besar hidup kita. Misalnya kita di jurusan Manajemen, dan kita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang Manajemen, maka sebaiknya judul skripsi atau tesis kita mengarah ke sana, masalah yang kita bahas dalam skripsi  nantinya akan mengeksplorasi berbagai macam sumber pustaka, dokumen, dan segala informasi mengenai masalah itu. Efeknya, setelah lulus kita akan digelari sebagai ahli di bidang itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, hendaknya bidang yang akan kita teliti ialah bidang yang paling dikuasai dan disukai atau bahkan yang dibenci. Pengetahuan akan lingkup bidang kajian harus betul-betul dikuasai oleh mahasiswa supaya hambatan yang mungkin terjadi akan dapat terantisipasi dan teratasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga,</strong> sebaiknya tidak mudah ganti tema atau judul. Seringkali, ketika seseorang merasa mentok di satu jalan, dia meninggalkan jalan itu sebelum melihatnya sekali lagi. Ia lalu putus asa dan memilih judul lain. Dalam pengalaman mahasiswa kami, mahasiswa yang ganti tema dan atau judul, dia akan menjadi lebih tinggi tingkat stressnya, boros beaya dan acap kali down secara mental. Akibatnya masa studi menjadi lebih panjang, sementara ibunda di kampong sudah menungggu-nunggu ingin anaknya diwisuda. Sedangkan ayahnya semakin bosan dan berat membayar SPP dan mentransfer sejumlah uang bulanan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong>, pastikan bahwa judul yang kita pergunakan belum pernah atau tidak sedang dikerjakan oleh orang lain. Caranya, cari di catalog skripsi di fakultas atau perpustakaan. Di perpustakaan yang sudah dikomputerisasikan, kita tidak akan mengalami masalah. atau dengan membaca buku besar yang berisi catatan mengenai judul skripsi apa saja yang pernah ditulis oleh alumni. Namun, jika judul atau tema yang kita sukai telah dikerjakan oleh orang lain, maka tidak perlu cemas. kita masih bisa berkelit dengan penggunaan teori yang berbeda, studi kasus yang berbeda atau metode yang berbeda pula. Akan tetapi, skripsi atau tesis yang pernah ada tadi, perlu kita baca dan rangkum, lalu tulis dalam subjudul Tinjauan Pustaka. Dalam subjudul itu, kita diminta berbicara mengenai tema-tema atau judul-judul yang sejenis dengan yang sedang kita kerjakan. Hal ini perlu kejujuran akademis. Di sinilah letak valid atau tidaknya hasil karya tulis kita. Anda perlu mencari sisi lain yang belum pernah ditulis oleh orang lain sebelumnya. Jika kita hanya meniru, maka akan kena vonis sebagai plagiator. Oleh karena itu, pastikan perbedaan karya tulis kita dengan yang pernah ada tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dosen pembimbing biasanya menuntut judul yang yang kita ajukan memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Ringkas, padat, tetapi jelas dan menunjukkan dengan benar masalah yang diteliti. Judul penelitian bisa merujuk pada hubungan variabel –variabel yang akan diteliti.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari judul penelitian yang membuka peluang penafsiran gkita atau beraneka ragam.</li>
<li style="text-align: justify;">Gunakan kata, kalimat dan tata bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
Kita dapat membuat judul lebih dari satu untuk disodorkan kepada Dosen Pembimbing. Usahakan tiga atau empat alternative dan konsultasikan dengan dosen pembimbing, agar Dosen Pembimbing memilihkan mana yang terbaik untuk kita. Sekali lagi, kriteria pemilihan judul terbaik bagi kita adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Yang paling kita senangi. Sekali lagi, tidak ada yang lebih baik kita kerjakan, kecuali kita garap dengan suka cita. Banyak aktivis mahasiswa ingin menulis secara berbeda dengan karya ilmiah yang pernah ada sebelumnya. Ia mampu mengeksplorasi masalah dengan beragam teori yang telah dibacanya dari ratusan buku. Jika kita termasuk dari mereka, maka ini sangat ideal.</li>
<li>Yang paling kita kuasai bahan dan referensinya. Selama ini, bahan-bahan pustaka itu memudahkan pekerjaan kita. Biasanya, setelah memasuki semester lima ke atas, mahasiswa sudah mengkonsentrasikan bacaan dan diskusi ke arah tema yang akan digarap dalam skripsinya nanti.</li>
<li>Yang paling cepat kita bisa kerjakan. Perlu diingat bahwa waktu untuk menulis skripsi atau tesis  tidak cukup panjang bagi kita. Jika kita memiliki suatu tema penelitian yang sangat menarik, maka lihat dulu komponen waktu dan beayanya. Apakah waktu dan beaya kita memungkinkan? Jika tidak, maka pilih yang paling bijaksana untuk diri kita sendiri.</li>
<li>Jika memungkinkan, yang paling ringan konsekuensi beayanya. Kita tahu bahwa hamper semua lini kehidupan sekarang diukur dengan nilai rupiah. Termasuk bahan referensi dan alat percobaan kita tidak bias lepas dari nilai rupiah. Nah, bijaksana juga bila kita melihat kita.</li>
<li>Yang paling mudah kita mengadakan penelitian dan mencari data. Mencari data dan mengadakan penelitian bukan hal gampang. Maka, langkah penting adalah mencari kemudahan sejak awal.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menggapai Sukses Dalam Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Diploma]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1048" title="sukses" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a>Sukses atau kesuksesan menurut saya adalah sesuatu yang relatif, karena setiap manusia memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda, kita semua dalam kehidupan memiliki mimpi, namun mimpi kita akan selalu berbeda, mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sulit, karena definisi sukses itu akan berbeda satu dengan yang lain, namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu &#8220;Tercapainya suatu keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam menggapai harapan&#8221; yang membedakan adalah target sukses setiap manusia. Dengan demikian maka sudah barang tentu langkah-langkah dalam menggapai kesuksesan dalam hidup akan sama.<span id="more-1047"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam cara akan selalu dilakukan agar kesuksesan bisa diraih, namun bagaimana dan seperti apa cara menggapai sukses itu yang terpenting, karena kesuksesan tergantung akan langkah dan cara-cara yang kita tetapkan dalam menggapai kesuksesan tersebut, setidaknya beberapa hal dibawah ini mudah-mudahan mampu memberikan gambaran bagaimana kita manggapai kesuksesan dalam hidup :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Tetapkan Visi dan Misi, dalam hidup kita harus memiliki kejelasan tujuan dari arah kehidupan kita, jika tidak maka hidup hanya akan berjalan datar tanpa banyak perubahan yang berarti, karena tidak adanya visi dan misi dalam kehidupan sama halnya kita hanya pasrah terhadap keadaan. Padahal keadaan itu akan bisa kita ubah ketika kita memiliki kejelasan tujuan hidup;</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat Perencaaan Hidup, setelah visi dan misi kita pahami dan kita miliki maka langkah berikutnya adalah dengan membuat perencanaan akan upaya dalam pencapaian tujuan tersebut, kita tentukan skala prioritas dalam tingkat kebutuhan hidup kita, kita harus mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan; perencanaan ini nantinya yang akan dipergunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur sejauhmana pencapaian dari kesuksesan yang kita inginkan, sehingga kita dengan mudah mengevaluasi apakah masih ada langkah yang salah;</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan Perencaaan Dengan Konsisten, konsistensi terhadap timeline yang telah kita buat akan menjadikan kesuksesan menjadi lebih riil dan nyata, karena ketika kita inkonsistensi maka akan menjauhkan kita dari tujuan awal dari kehidupan kita sendiri;</li>
<li style="text-align: justify;">Koreksi dan Evaluasi, apa yang telah kita lakukan tidak akan mengalami kendala hal ini memerlukan sebuah koreksi terhadap apa yang telah kita lakukan, sehingga kita memerlukan sebuah evaluasi karena apa yang telah kita tetapkan dan rencanakan akan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan kita sendiri;</li>
</ol>
<p>Selain beberapa hal diatas yang merupakan sebuah konsep untuk menentukan langkah-langkah yang harus kita lakukan, masih ada beberapa hal berikut yang tidak bisa kita abaikan, yaitu :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Dekat dan Sayangi Orang Tua; kesuksesan seorang anak manusia akan terletak restu dan doa orang tua &#8212; (terutama Ibu), bagaimanapun, siapapun beliau adalah tetap orang tua, dengan kedekatan dan rasa sayang kita sudah barang tentu doa dan restu akan selalu mengiringi langkah-langkah kita dalam hidup, karena ridho orang tua adalah pintu keridho-an Allah SWT;</li>
<li style="text-align: justify;">Perbanyak sedekah .. dengan kita mengupayakan secara rutin berbagi akan rejeki yang telah kita dapatkan kepada orang lain yang membutuhkan, maka pintu kesuksesan akan terbuka dengan lebih, karena ketika kita mengulurkan tangan untuk bisa membantu satu atau dua orang, Allah SWT akan melipatgandakan kesempatan kita untuk menggapai kesuksesan yang telah kita tentukan;</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan hanya melihat keatas dan menatap kedepan, adakalanya harus juga menoleh kebelakang atau menengok ke bawah, karena yang didepan dan diatas adalah tujuan dan juga harapan kita, terkadang kita begitu bersikeras untuk bisa menggapai apa yang telah orang lain capai dalam hal tingkat keberhasilan, sehingga kita terkadang lupa diri terhadap fitrah kita sebagai manusia yang butuh interaksi dan dukungan orang lain, maka ketika kita menoleh ke belakang dan menengok kebawah, naluri kemanusiaan kita akan berimbang, karena ternyata masih ada banyak orang yang belum seberuntung kita, masih banyak manusia yang lain memerlukan uluran tangan kita, maka ketika kita berusaha untuk bisa melihat keatas dan kebawah akan tercapai sebuah keseimbangan dalam hidup, hidup kita akan dipenuhi rasa syukur dan ikhlas yang begitu dalam, dan ketika kita mampu terus bersyukur serta ikhlas, Allah SWT akan mencurahkan kemurahan-Nya untuk memberikan ruang dan jalan bagi kita dalam menggapai sukses;</li>
<li style="text-align: justify;">Jauhkan dari sifat suka mempermainkan perasaan orang lain, karena ketika itu orang lain akan merasa kecewa dengan kita, dan tentunya hal ini akan berakibat fatal bagi keinginan kita dalam mencapai sebuah kesuksesan hidup; kekecewaan orang lain terhadap perilaku, bicara dan tingkah perbuatan kita hanya akan menutup kesempatan kita untuk bisa mengembangkan diri;</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa hal yang dapat kita laksanakan sebagai salah satu cara dalam menggapai kesuksesan dalam hidup, yang sudah barang tentu ini hanya beberapa bagian dari sekian banyak cara dalam menggapai sukses, akhirnya terima kasih telah meluangkan waktu, serta Salam Sukses bagi kita semua, terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Epidose Status Facebook (2)</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 02:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gigis]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Susah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Biarkan hujan .. biarkan air itu membasahi tubuh, karena sang air penuh kerinduan untuk bisa menyapa dan membasahi tubuhmu, dan biarkan nanti ku dekap dengan kehangatan jiwa dan ketulusan hati, bahwa akupun merindu .. (gigis, 28 Oktober 2011)</p>
<p style="text-align: justify;"> Cintaku padamu tidak berharap balas apapun, karena mampu mencintaimu dengan sepenuh hati adalah sebuah keinginan untuk bisa berhadap kebahagiaan hidup .. ayo nak .. tatap masa depanmu dengan keleluasaan berpikir dan tingginya cita-citamu, karena aku hanya bisa menyertakan doa dan restu dalam setiap langkah dan nafasmu &#8230; (26 Oktober 2011)<span id="more-1028"></span></p>
<div style="text-align: justify;">Dedikasi dan pengabdian menjadi keharusan bagi pekerja terhadap pekerjaannya dan bukan terhadap pimpinan, dan ketika pekerjaan itu tidak mampu memberikan kesejahteraan, kebahagiaan dan tidak lagi menjadikan rasa nyaman dalam bekerja .. sudah saatnya untuk menyudahi pekerjaan itu &#8230; matur  suwun &#8230; nyuwun pangapunten &#8230;. (24 Oktober)</div>
<div style="text-align: justify;">Gambaran kehidupan kita .. laksana gelombang dilautan kadang diatas kadang dibawah, suatu waktu merasa sedih dan dilain waktu bahagia; menikmati sebuah perjalanan dalam hidup adalah jalan terbaik bagi setiap manusia dalam meraih tujuan itu sendiri &#8230; karena gelombang dilautan itu juga naik turun untuk bisa mencapai pantai &#8230; MASIHKAH .. kita tidak bisa bersyukur .. (19 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Satu dari sekian jalan menuju kebahagiaan adalah ketika kita mampu menyelaraskan rasa dihati dengan kenyataan hidup; karena ketika hati tidak bisa menerima keadaan itulah sumber dari kesengsaraan &#8230; (07 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Kehidupan adalah sekumpulan nada dari beragam suara suka dan tidak suka terhadap apa yang kita jalani dan akan terdengar sumbang; namun akan menjadi lagu indah dan merdu ketika mampu menambahkan melodi-melodi dalam hidup sehingga begitu merasa nyaman dalam menjalani kehidupan itu sendiri &#8230; (27 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Manifestasi ikhlas adalah ketika kita bisa menerima dengan lapang dada sebuah ketidaksesuaian antara cita-cita dan realisasi disertai dengan keinginan untuk melakukan instropeksi diri untuk meraih kembali cita-cita itu .. (26 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Memaknai sebuah wejangan jawa &#8220;Urip Nang Donya Mung Mampir Ngombe&#8221; .. begitu dalam artinya; &#8211;&#8221;hidup didunia hanya sekedar mampir untuk minum, karena hidup didunia itu tidak abadi, maka lakukan sesuatu yang berarti dalam hidup, jangan pernah menyia-nyiakan kehidupan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat&#8221;&#8211; .. semoga sekali hidup bisa memberikan arti bagi diri sendiri dan orang lain .. amiin (22 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Biarkan sisa-sisa indah dan nikmat semalam ku abadikan; karena pagi ini masih terasa nikmat itu bersama secangkir kopi manis &#8230; terima kasih sayang .. !! (21 September 2011)</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Harga diri manusia tidak dinilai dari melimpahnya harta, tingginya pangkat dan jabatan, tapi sejauhmana ia mampu menghargai orang lain (20 September 2011)</strong></p>
<div style="text-align: justify;">
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">selembar senyum terbingkai indah pada raut wajahmu, .. selamat pagi cinta &#8230; eratkan jemari, tautkan hati dan satukan jiwa, untuk sambut hari ini dengan berharap ridho-Nya &#8230; (15 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ternyata UANG bisa membikin mata melihat menjadi BUTA, telinga mendengar menjadi TULI; dan perasaan tepa selira menjadi BUAS dan BRUTAL &#8230;; manusia yang begitu santun, halus tingkah laku &#8230; berubah menjadi BERINGAS dan GANAS terkikis sudah jatidiri manusia yang sebenarnya &#8230; mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal itu &#8230; pegang, miliki dan manfaatkan UANG dengan bijaksana .. (14 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Untuk bisa bersahabat dengan orang lain dengan begitu indah, cobalah anda bersahabat dengan diri sendiri dulu dengan indah pula .. ??? (11 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Gerimis sore tadi, telah memberikan inspirasi untuk bisa menghabiskan malam ini hanya bersama-mu, karena ingin ku tumpahkan semua rindu dan cintaku hanya kepadamu &#8230; karena gerimis sore tadi .. (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ingin ku beli mimpi, jika para penjual mimpi itu bisa menjamin menjadikan nyata&#8230;; (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Keinginan, harapan dan cita-cita adalah sebuah ketetapan dalam mencapai rangkaian keberhasilan hidup seseorang .. (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika kita berharap pada sebuah KESUKSESAN, maka ketika itu pula kita harus mampu dan siap menerima sebuah KEGAGALAN .. !! (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Walau cuma secangkir penasaran akan berasa pahit jika diaduk dengan sedok ketidakpastian &#8230;. (03 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Telah ku urai rinduku, bersama aliran darahku, hembusan nafasku, detak jantungku .. karena engkau adalah jiwaku .. (22 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Investasi yang paling berharga adalah putera-puteri kita, maka rawat dan pelihara-lah dengan bijaksana, ia adalah intan permata yang tidak bisa kita tukarkan dengan apapun, dan bekal yang paling mereka butuhkan untuk dunia akherat bukanlah harta dan kemewahan, akan tetapi IMAN dan TAQWA&#8230; semoga ayah-mu ini mampu memberikan bekal yang cukup nak&#8230; !!! (21 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Desah nafasmu adalah naluri hasratku .. dekap mesramu adalah semangat langkahku .. sebelum ku menapak untuk raih rejekiku pagi ini, ijinkan ku cium keningmu &#8230; (19 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Dekap dan peluk aku dalam cinta-MU, sayangi aku dengan samudra kasih-Mu; dan ijinkan aku mencintai-MU, seperti Engkau mencintaiku &#8230; karena hanya pada-MU kuserahkan jiwa dan ragaku &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Mentari selalu setia pada janjinya, tidak akan pernah berubah karena selalu menyertai hadirnya hari &#8230; dan ijinkan ku urai cintaku seperti setianya janji sang mentari &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Obsesiku ingin punya tempat membaca yang dipenuhi segala macam dan jenis buku &#8230; dengan sejuk-nya kembang anggrek, dilain ada kolam kecil disampingnya &#8230; mudah-mudahan &#8230; ??? (13 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika engkau sudah mengatakan &#8220;YA&#8221;, maka jangan pernah ada dalam benakmu untuk mengubah menjadi mengatakan &#8220;TIDAK&#8221; &#8230; karena selama-nya orang tidak akan lagi percaya terhadap apa yang engkau ucapkan &#8230; (08 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Membaca, menulis, berpikir meringkas dan bertanya itulah seorang pembelajar sejati (07 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Menjalani kehidupan yang kita butuhkan adalah sebuah ketentraman dan kedamaian sehingga ditemukan kenyamanan dalam hidup ini, hidup dengan bergelimang harta akan memiliki arti yang sangat berbeda dengan hidup berkecukupan &#8230; ==untuk seseorang yang barusan curhat== (06 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kepercayaan itu sebuah rasa tulus yang keluar dari hati kecil untuk memegang keteguhan hati akan prinsip dan cita-cita, namun ketika kepercayaan itu terkhianati separuh keteguhan hati telah hilang dan separuhnya berupa prinsip dan cita-cita telah musnah &#8230; ==untuk sobatku== (04 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Modal utama untuk menjadi pemimpin sejati adalah KREDIBILITAS, namun terkadang seorang pecundang hanya perlu RUPIAH dan RELIABILITAS untuk memimpin &#8230; bagaimana pendapat anda ..?? (30 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Terlukis dalam indah senyumnya, ketika terbuai harum nafasmu, saat kupagut asmaramu dalam diam, karena aku sedang merindu &#8230;. (27 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kulo namung sadermi nglampahi punopo ingkang ginaris ing agesang, kanthi raos syukur ugi ikhlas mugi-mugi tansah wontening pangayoman panjenengan duh Gusti .. (25 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">UANG diperlukan, akan tetapi ketika beranggapan bahwa uang adalah segala-nya sebuah kekeliruan besar, karena banyak sisi yang akhirnya menjadikan uang adalah sumber bencana, siapa juga mau jadi manusia BERUANG &#8230;. (16 Juli 2011)</p>
</div>
</div>
<div style="text-align: justify;"> <strong>(hanya sekedar usaha untuk bisa memotivasi diri)&#8230; </strong></div>
<div style="text-align: justify;">Baca juga di <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/">Status</a></div>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wus Luwih Satus Candra</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 03:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[candra]]></category>
		<category><![CDATA[nimas]]></category>
		<category><![CDATA[panguripan]]></category>
		<category><![CDATA[rembulan]]></category>
		<category><![CDATA[rina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/09/rembulan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1017" title="rembulan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/09/rembulan.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>mungkurake karep ing rasa</p>
<p>kang tansah lelimengan</p>
<p>ing tapluking netraku</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>nalika sliramu pamitan</p>
<p>netepi karep nguber asmara</p>
<p>kinanthi pangestuku rikala semana</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>aruming rikmamu</p>
<p>manis esemmu</p>
<p>netramu kang cinandra rina</p>
<p>solah bawamu kang tansah anglam-lami</p>
<p>lakuku ing padhang panguripan</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>wewayangira tansah ngetut lakuku</p>
<p>nimas, puspitaning ati ..</p>
<p>muga Gusti paring kabagyan marang sliramu</p>
<p>kinanthi pandonga suci mreh rasa pangrasaku</p>
<p>lilakno wewayanganmu tansah ndak kekep</p>
<p>kanthi kebak asih, amarga mung wewayangmu</p>
<p>kang tansah ngancani aku napaki pangarep-arep</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Gedog,.. lingsir rina .. 10-09-11</p>
<p><a title="Wus Luwih Satu Candra" href="http://www.facebook.com/notes/eka-gigis-sulistiyana/wus-luwih-satus-candra/10150308154742232" target="_blank">Source</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>
</div>
<p><button title="Berhenti menyukai item ini" name="unlike" type="submit" data-ft="{&#34;type&#34;:23}"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 09:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/kartu-lebaran-eka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1010" title="kartu lebaran eka" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/kartu-lebaran-eka-300x162.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang, Mengapa Begitu Menggiurkan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 17:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Giral]]></category>
		<category><![CDATA[Kartal]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-998" title="uang" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/uang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Siapa yang tidak mengenal uang, rasanya suatu hil yang mustahal manusia hidup tidak mengenal uang, bahkan karena uang juga manusia bisa bertindak &#8220;BODOH&#8221; yang terkadang sudah diluar nalar. Namun hal itu bagi orang-orang yang begitu mendewakan uang sebagai segalanya.  Memang dari sisi manfaat dan keperuntukannya uang mendominasi sektor ekonomi dimana uang akan memiliki peran dan andil yang besar terhadap kestabilan perekonomian, karena mulai anak kecil hingga orang tua akan membutuhkan uang, dari desa hingga kota perlu uang. UANG, begitu terkenalnya sampai dalam keseharian kita tidak akan terlepas dari sosok ini. Sedangkan pemahaman kita akan uang tentu masih sebatas fisiknya saja dan sebatas nominal uang itu. Lebih jauh pada tulisan ini sengaja ingin saya sampaikan secara sederhana apakah itu uang.<span id="more-996"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian Uang dan Syarat Uang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beberapa pakar ekonomi uang diartikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Robertson</strong> dalam buku Money (1922): &#8220;<em>Money is something which is widely accepted in payment for goods</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>R. S. Sayers</strong> dalam buku <em>Modern Banking</em> (1938): &#8220;<em>Money is something that is widely accepted for the settlement of debt</em>&#8220;. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar ulang,</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>A.C. Pigou</strong> dalam buku <em>The Veil of Money</em>: &#8220;<em>Money are those things that are widely used as a media for exchange</em>”. Uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Albert Gailort </strong><strong>Hart</strong> dalam buku <em>Money</em>, <em>Debt, and Economic Activity: &#8220;Money is properly which the owner can pay off the debt with certainly and without delay</em>&#8220;. Uang adalah kekayaan sehingga pemilik dapat membayar utangnya dalam jumlah dan waktu tertentu.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Rollin G. Thomas</strong> dalam buku <em>Our Modern Banking and Monetary System: &#8220;Money is something that is readily and generally accepted by the public in payment for the sale of goods, services, and other valuable assets, and for the payment of debt&#8221;</em>. Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan untuk pembayaran utang. (Nopirin, 1992)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Secara universal dari beberapa pengertian diatas, maka uang adalah &#8220;<em><strong>sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum seba­gai alat pembayaran dan alat tukar-menukar yang sah&#8221;</strong></em>  dan tentunya tidak bertentangan dengan hukum pada suatu daerah tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian maka ada batasan tertentu sehingga benda dapat disebut sebagai uang, dan syarat-syarat uang adalah :</p>
<ol>
<li>Diterima umum dan sah menurut undang-undang.</li>
<li>Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.</li>
<li>Mudah dibawa ke mana-mana.</li>
<li>Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.</li>
<li>Tahan lama.</li>
<li>Jumlahnya terbatas (tidak berlebih).</li>
<li>Bendanya mempunyai mutu yang sama.</li>
</ol>
<p>Tentunya jika benda tidak memenuhi minimal 7 syarat tersebut diatas tidak dapat disebut uang.</p>
<p><strong>Fungsi dan Nilai Uang<br />
</strong></p>
<p>Dari pengertian dan syarat uang tersebut diatas, tentunya dapat kita pahami apakah fungsi uang tersebut, dan uang berfungsi sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang Sebagai Alat Tukar-Menukar,</strong> hal ini karena pada saat kita melakukan transaksi jual beli, kita akan menyerahkan sejumlah uang, dan kita akan menerima barang kebutuhan. Artinya, kita sudah menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar karena semua barang dapat diukur nilainya dalam mata uang, yang berlaku. Jadi, uang berfungsi adalah sebagai alat tukar-menukar.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Satuan Hitung, </strong>Dengan melihat banyaknya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sesuatu, maka kita dapat membandingkan nilainya. Jadi, uang berfungsi sebagai alat satuan hitung.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyimpan Kekayaan, </strong>Pasti setiap orang mempunyai tabungan atau deposito di bank. Artinya, setiap orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang. Sehingga uang telah berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan {state of value).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Uang sebagai Alat Penyelesaian Utang Piutang, </strong>Dengan adanya uang, transaksi pinjam-meminjam antara pihak yang berlebihan (surplus unit) dan pihak yang kekurangan (defisit unit) dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga, uang telah berfungsi sebagai alat penyelesaian utang piutang {standard of deferred payments).</li>
</ol>
<p>Nilai uang secara garis besar ada dua yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Nilai nominal</strong> adalah nilai yang tertuls pada setiap mata uang. Misal : di salah satu sisi uang logam tertulis Rp 1.000,00. Artinya, nilai nominal uang tersebut ialah Rp 1.000,00.</li>
<li><strong>Nilai intrinsik</strong> adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, nilai intrinsik uang kertas Rp20.000,00 ialah nilai kertas yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut.</li>
</ol>
<p>Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya uang tidak hanya berjenis kertas dan logam saja, akan tetapi banyak jenisnya tergantung dari  bahan pembuat, nilai, wilayah berlaku, dan lembaga atau badan yang mengeluarkan, yang dapat disampaikan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Bahan Pembuat Uang, </strong>Uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas. Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Nilai Uang, </strong>Uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai penuh (fullbodied money). Jika nilai intrinsik lebih kecil daripada nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh (token money) atau uang tanda. Uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Wilayah Berlaku</strong>     (a).   Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht; (b).  Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa. (c).  Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan, </strong>Lembaga yang berwenang menerbitkan uang ialah bank sentral suatu negara. Uang euro dan dolar merupakan contoh dari uang regional dan uang internasional. Uang yang diterbitkan bank sentral ialah uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal yang disebut uang kartal. Bank umum (komersial) juga membuat dan mengedarkan uang dalam bentuk cek, bilyet giro, dan telegraphic transfer. Uang yang dikeluarkan oleh bank-bank umum inilah yang disebut uang giral.</li>
</ol>
<p align="center">Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral</p>
<div align="center">
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="304">
<p align="center"><strong>Uang Kartal</strong><strong></strong></p>
</td>
<td valign="top" width="302">
<p align="center"><strong>Uang Giral</strong><strong></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="304">1.      Berlaku di seluruh lapisan masyarakat.2.      Masyarakat umum harus menerimanya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Nilai nominalnya sudah tertera pada mata uang dengan nilai tertentu.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>4.      Dijamin oleh pemerintah.</p>
<p>5.      Adanya kepastian pembayaran sesuai nilai nomi­nalnya.1.      Berlaku di kalangan masyarakat tertentu.2.      Masyarakat umum boleh menolaknya sebagai alat pembayaran, alat tukar, dan alat pelunasan utang.3.      Besar nilai nominalnya bebas dan harus ditulis dahulu sesuai kebutuhan.</p>
<p>4.      Dijamin oleh bank yang mengeluarkan.</p>
<p>5.      Belum adanya kepastian pembayaran karena tergantung dari ketersediaan dana dan kepastian hukum</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hal diatas itulah yang menjadikan uang begitu menggiurkan dan menjadikan orang untuk memegang dan memilikinya, dan tentunya agar kita tidak terjebak oleh uang tersebut, maka kita harus sebijaksana mungkin ketika memegang dan menyimpan uang, demikian semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/uang-mengapa-begitu-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Creative Accounting Itu ..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 23:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[creative accounting]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[Firma]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perseroan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-976" title="Creative Accounting" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Perseroah Terbatas, CV, Firma dan perusahaan dalam bentuk yang lain adalah sebuah organisasi bisnis yang merupakan sebuah pertemuan dari berbagai macam kontrak kepentingan (nexus of contract), sehingga di dalam proses akuntansi, ada dimensi politis yang terlibat didalamnya. Dimensi politis tersebut adalah sebuah kenyataan bahwa ada pihak-pihak yang berkepentingan dan cukup mempunyai kekuatan untuk menggunakan pengaruhnya ke dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.<span id="more-975"></span><br />
Teori Akuntansi Positif berkembang seiring kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat seperti yang dikatakan oleh Watts dan Zimmerman [1986] dibandingkan dengan akuntansi normatif yang lebih menjelaskan praktek-praktek akuntansi yang seharusnya (should be) berlaku. Dalam pemilihan kebijakan akuntansi misalnya akan membawa dampak ekonomi terhadap pemilihan kebijakan akuntansi tersebut kepada penggunanya yang sering disebut oleh Zeff [1978] sebagai economic consequences. Dalam mengisi ruang teori akuntansi positif maka ‘creative accounting’ sebagai salah satu tema menarik yang juga perlu diperhatikan oleh akuntan (dan juga penyusun standar akuntansi).</p>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Naser [1993] dalam Amat et.al. [1999] medefinisikan ‘creative accounting’ sebagai berikut:<br />
<strong>The process of manipulating accounting figures by taking advantage of loopholes in accounting rules and the choice of measurement and disclosure practices in them to transform financial statements from what they should be, to what prepares would prefer to see reported, …..and The process by which transactions are structured so as to produce the required accounting results rather than reporing transaction in neutral and consistent way.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Stolowy dan Breton [2000] menyebut ‘creative accounting’ merupakan bagian dari ‘accounting manipulation’ yang terdiri dari ‘earning management’ , ‘income smoothing’ dan ‘creative accounting’ itu sendiri. Dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.  Manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan menurut Watt dan Zimmerman [1986] digolongkan menjadi tiga buah hipotesis, yaitu : (1) bonus-plan hyphotesis,  (2) debt-covenant hyphotesis dan (3) political cost hyphotesis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bonus plan hyphotesis</strong><br />
Healy [1985] dalam Scott [1997] menyatakan bahwa manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diberikan. Jika bonus yang diberikan tergantung pada laba yang akan dihasilkan, maka manajer akan melakukan ‘creative accounting’ dengan menaikkan laba atau mengurangi laba yang akan dilaporkan. Pemilik biasanya menetapkan batas bawah laba yang paling minim agar mendapatkan bonus. Dari pola bonus ini manajer akan menaikkan labanya hingga ke atas batas minimal tadi. Tetapi jika pemilik perusahaan membuat batas atas untuk mendapatkan bonus, maka manajer akan berusaha mengurangkan laba sampai batas atas tadi dan mentransfer laba saat ini ke periode yang akan datang. Hal ini dia lakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut manajer sudah tidak mendapatkan insentif tambahan atas upayanya memperoleh laba di atas batas yang ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Formula bonus yang digunakan Healy didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan terdiri atas manajer yang menghindari resiko (risk averse) sehingga manajer akan memilih discretionary accrual untuk</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">menurunkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual lebih kecil dari bogey (batas bawah) atau melebihi cap (batas atas)</li>
<li style="text-align: justify;">menaikkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual melebihi bogey tetapi tidak melebihi cap. Implikasi yang dikemukakan oleh Healy adalah bahwa manajer akan berperilaku oportunistik menghadapi intertemporal choice.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Debt-covenant hyphotesis</strong><br />
Penelitian dalam bidang teori akuntansi positif juga menjelaskan praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikapi perjanjian hutang. Manajer dalam menyikapi adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang telah jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya dengan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya. Fields, Lys dan Vincent [2001] mengemukakan ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan akuntansi, yaitu pada saat diadakannya perjanjian hutang dan pada saat jatuh temponya hutang. Kontrak hutang jangka panjang (debt covenant) merupakan perjanjian untuk melindungi pemberi pinjaman dari tindakan-tindakan manajer terhadap kepentingan kreditur, seperti pembagian deviden yang berlebihan, atau membiarkan ekuitas berada di bawah tingkat yang telah ditentukan. Semakin cenderung suatu perusahaan untuk melanggar perjanjian hutang maka manajer akan cenderung memilih prosedur akuntansi yang dapat mentransfer laba periode mendatang ke periode berjalan karena hal tersebut dapat mengurangi resiko ‘default’. Sweeney [1994] dalam Scott [1997] menyatakan perilaku ‘memindahkan’ laba tersebut dilakukan oleh perusahaan bermasalah yang terancam kebangkrutan dan ini merupakan strategi untuk bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Political-cost hyphotesis.</strong><br />
Dalam pandangan teori agensi (agency theory), perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil. Perusahaan besar melakukannya sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut. Perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar karena merupakan entitas yang banyak disorot oleh publik secara umum. Para karyawan berkepentingan melihat kenaikan laba sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji. Pemerintah melihat kenaikan laba perusahaan sebagai obyek pajak yang akan ditagihkan. Sehingga pilihan yang dihadapi oleh organisasi adalah dengan cara bagaimana lewat proses akuntansi agar laba dapat ditampilkan lebih rendah. Hal ini yang seringkali disebut dengan political cost hyphoyesis [Watts dan Zimmerman: 1986].</p>
<p><strong>Berbagai macam pola yang dilakukan dalam rangka ‘creative accounting’ menurut Scott [1997] sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Taking Bath, atau disebut juga ‘big bath’. Pola ini dapat terjadi selama ada tekanan organisasional pada saat pergantian manajemen baru yaitu dengan mengakui adanya kegagalan atau defisit dikarenakan manajemen lama dan manajemen baru ingin menghindari kegagalan tersebut. Teknik ini juga dapat mengakui adanya biaya-biaya pada periode mendatang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan yang tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya, manajemen melakukan ‘pembersihan diri’ dengan membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang dan melakukan ‘clear the decks’. Akibatnya laba periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.</li>
<li style="text-align: justify;">Income minimization. Cara ini mirip dengan ‘taking bath’ tetapi kurang ekstrem. Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapatkan perhatian oleh pihak-pihak yang berkepentingan (aspek political-cost). Kebijakan yang diambil dapat berupa write-off atas barang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan biaya iklan, biaya riset dan pengembangan, metode successfull-efforts untuk perusahaan minyak bumi dan sebagainya. Penghapusan tersebut dilakukan bila dengan teknik yang lain masih menunjukkan hasil operasi yang kelihatan masih menarik minat pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari penghapusan ini adalah untuk mencapai suatu tingkat return on assets yang dikehendaki.</li>
<li style="text-align: justify;">Income maximization. Maksimalisasi laba dimaksudkan untuk memperoleh bonus yang lebih besar, dimana laba yang dilaporkan tetap dibawah batas atas yang ditetapkan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Income smoothing. Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan mungkin juga meratakan laba bersihnya untuk pelaporan eksternal dengan maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar dalam meramalkan pertumbuhan laba jangka panjang perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Timing revenue and expense recognition. Teknik ini dapat dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu berkenaan dengan saat atau timing suatu transaksi seperti adanya pengakuan yang prematus atas penjualan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ dapat dikatakan sebagai sebuah praktek akuntansi yang buruk, karena cenderung mereduksi reliabilitas informasi keuangan. Karena manajer memiliki asimetri informasi, yang bagi pihak di luar perusahaan sangat sulit diketahui, maka memaksimalkan keuntungan dengan ‘creative accounting’ akan selalu ada. Masalah sebenarnya adalah tidak diberikannya pengungkapan yang transparan secara menyeluruh tentang proses pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan kebijakan akuntansi (accounting policy). Akibatnya, laporan keuangan dianggap masih memiliki keterbatasan mendasar sehingga belum memadai untuk digunbakan dalam proses pengambilan keputusan.<br />
Merujuk agency theory, laporan keuangan dipersiapkan oleh manajemen sebagai pertanggungjawaban mereka kepada principal. Karena manajemen terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha perusahaan maka manajemen memilikiasimetri informasi dengan melaporkan segala sesuatu yang memaksimumkan utilitasnya. ‘Creative accounting’ sangat mungkin dilakukan oleh manajemen, karena manajemen dengan asimetri informasi yang dimilikinya akan leluasa untuk memilih alternatif metode akuntansi. Manajemen akan memilih metode akuntansi tertentu jika terdapat insentif dan motivasi untuk melakukannya. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan merekayasa laba (earning management), karena laba seringkali menjadi fokus perhatian para pihak eksternal yang berkepentingan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>‘Creative accounting’ dan etika</strong><br />
‘Creative accounting’ mempunyai banyak konsekuensi. Dalam perspektif ekonomi, ‘creative accounting’ dipengaruhi oleh kerangka ekonomi yang bertujuan untuk self-interset. Hal ini mungkin sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. Namun pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah ‘creative accounting’ memang sesuatu yang benar untuk dilakukan? Apakah maksud dan tujuan ‘creative accounting’ sehingga moral judgment-nya tergantung kepada tujuan ‘creative accounting’ itu sendiri. Persepsi ini harus diluruskan agar tidak menjadikan bahwa ‘creative accounting’ menjadi hal yang pro dan kontra.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pandangan orang awam ‘creative accounting’ dianggap tidak etis, bahkan merupakan bentuk dari manipulasi informasi sehingga menyesatkan perhatiannya. Tetapi dalam pandangan teori akuntansi positif, sepanjang ‘creative accounting’ tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, tidak ada masalah yang harus dipersoalkan. Asalkan tidak ada asimetri informasi antara pelaku ‘creative accounting’ dan pengguna informasi keuangan. Perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) para manajer terjadi akibat adanya asimetri informasi dalam penyajian laporan keuangan tidak terlepas dari pertimbangan konsekuensi ekonomi. Perhatian kita mungkin diarahkan bagaimana mendorong keterbukaan informasi secara lebih luas sehingga inside information bukanlah sesuatu yang ‘tabu’ untuk diumumkan kepada khalayak. Karena dalam kerangka keterbukaan yang menyeluruh sebenarnya ‘creative accounting’ atau apapun namanya, tidak akan berpengaruh kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap organisasi. Karena semua pihak akan mempunyai informasi yang sama dan tidak ada asimetri informasi lagi. Sekali lagi, pentingnya mendorong keterbukaan dalam rangka good governance akan membawa dampak kepada ketersediaannya informasi sehingga akan mengeliminasi dan mengurangi dampak ‘creative accounting’. Untuk itu keputusan pelaksanaan &#8220;cretive accunting&#8221; dalam mengelola laporan keuangan perusahaan tentu harus benar-benar dipikirkan dengan mendalam, karena tentu akan berpengaruh terhadap kredibititas perusahaan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui dan mencegah terjadinya creative accounting tersebut..??, dibawah ini ada beberapa metode dan cara untuk kita bisa mengetahui adanya creative accounting dan cara mencegahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Fraudulent financial reporting</em> di suatu perusahaan merupakan hal yang akan berpengaruh besar terhadap semua pihak yang mendasarkan keputusannya atas informasi dalam laporan keuangan  (<em>financial statement</em>) tersebut. Oleh karena  itu akuntan publik harus bisa menccegah dan mendeteksi lebih dini agar tidak terjadi <em>fraud</em>. Untuk mengetahui adanya <em>fraud</em>, biasanya ditunjukkan oleh timbulnya gejala-gejala (<em>symptoms</em>) berupa <em>red flag (fraud indicators</em>), misalnya perilaku tidak etis manajemen. <em>Red  flag</em> ini biasanya selalu muncul di setiap kasus kecurangan (<em>fraud</em>) yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian Wilopo (2006) membuktikan serta mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi dapat diturunkan dengan meningkatkan kefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, moralitas manajemen, serta menghilangkan asimetri informasi. Hasil penelitian Wilopo tersebut juga  menunjukkan bahwa  dalam upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi memerlukan usaha yang menyeluruh, tidak secara partial. Menurut Wilopo, upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi, antara lain :</p>
<ol>
<li>Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.</li>
<li>Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.</li>
<li>Pelaksanaan <em>good governance</em>.</li>
<li>Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan, yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission</em>) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya <em>fraudulent financial reporting, </em>yaitu <em> :</em></p>
<ol>
<li>Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(<em>financial reporting)</em>.</li>
<li>Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke <em>fraudulent financial reporting.</em></li>
<li>Menilai resiko <em>fraudulent financial reporting </em>di dalam perusahaan<em>.</em></li>
<li>Mendisain dan mengimplementasikan <em>internal control </em>yang memadai<em> </em>untuk <em>financial reporting</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mulfrod &#38; Comiskey (2002) menulis buku terkait dengan <em>creative accounting</em> yang berjudul “<em>The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices</em><strong>”. </strong>Buku tersebut meskipun lebih difokuskan bagi para investor sebagai pembelajaran untuk mengetahui secara cepat adanya kecurangan akuntansi<strong><em> (</em></strong><em>fraudulent accounting</em><strong>)<em>, </em></strong>namun perlu diketahui juga oleh auditor. <strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa atribut yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya risiko terdapat  <em>fraudulent financial reporting </em>di perusahaan, antara lain :</p>
<ol>
<li>Terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (<em>internal control</em>).</li>
<li>Perusahaan tidak memiliki komite audit.</li>
<li>Terdapat hubungan kekeluargaan (<em>family relationship</em>) antara manajemen  (<em>Director</em>) dengan karyawan perusahaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Klasifikasi dari  <em>Creative Accounting Practices </em>menurut Mulfrod &#38; Comiskey, terdiri dari :</p>
<ol>
<li>Pengakuan pendapatan fiktif (<em>recognizing Premature or Ficticious Revenue</em>).</li>
<li>Kapitalisasi yang agresif dan Kebijakan amortisasi yang terlalu lebar (<em>Aggressive Capitalization &#38; Extended Amortization Policies</em>).</li>
<li>Pelaporan keliru atas Aktiva &#38; Utang (<em>Misreported Assets and Liabilities</em>).</li>
<li>Perekayasaan Laporan Laba Rugi  (<em>Creative with the Income Statement</em>).</li>
<li>Timbul masalah atas pelaporan Arus Kas (<em>Problems with Cash-flow Reporting</em>).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menurut laporan dari <em>The National Commission on Fraudulent Financial Reporting</em>, pencegahan (<em>prevention</em>)  dan pendeteksian (<em>detection</em>) awal atas <em>fraudulent financial reporting </em>harus dimulai saat penyiapan laporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rezaee (2002), dalam bukunya yang berjudul “<em>Financial Statement Fraud: Prevention and Detection”, </em> membahas cukup mendalam tentang teknik untuk mencegah dan mendeteksi adanya <em>fraud</em> dalam laporan keuangan. Dalam buku tersebut dijelaskan kasus kolapsnya enron di Amerika Serikat, yang menghebohkan kalangan dunia usaha secara jelas dan lengkap, termasuk adanya praktek kolusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara untuk mencegah timbulnya fraud yang diakibatkan kolusi antara manajemen perusahaan dengan akuntan publik adalah pengaturan rotasi auditor (akuntan publik). Sesuai Keputusan Menkeu (KMK) No. 359/KMK. 06/2003 tentang perubahan KMK No. 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik tertanggal 21 Agustus 2003, telah diatur tentang pembatasan dan rotasi terhadap akuntan publik. Pasal 6 ayat 4  Kepmenkeu tersebut dinyatakan bahwa pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) paling lama untuk lima tahun buku berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik paling lama tiga tahun berturut-turut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi perlu menyelenggarakan suatu lokakarya (workshop) tentang <em>fraudulent financial reporting</em> atau<em> fraud in financial statement </em>untuk para akuntan publik agar terdapat pemahaman yang sama, sehingga dapat dilakukan pencegahan serta pendeteksian secara dini kemungkinan terjadinya <em>fraud</em> di perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar akuntan publik dapat berhasil mendeteksi adanya fraud, sehingga  dapat dihindarkan akuntan publik gagal mendeteksi terjadinya <em>fraud</em> yang sangat merugikan berbagai pihak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikumpulkan dari berbagai sumber.</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Roh Pendidikan Terabaikan .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 01:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-971" title="Patung Bung Karno" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>“Pendidikan adalah proses  harmonisasi antara alam wiraga (dunia tindakan) dan alam wirama (dunia  pengendalian)”  (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, 2 Mei 1889 – 26 April  1959).</strong> Inilah fundamental pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar  Dewantoro waktu itu, sehingga dalam lambang dan” ruh” pendidikan  Indonesia memiliki semboya <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>jika  insan-insan pendidik di negeri ini, pengambil kebijakan (Kemendiknas)  dan juga manusia-manusia yang terhormat (DPR Komisi X)  mengembalikan  akar pendidikan negeri ini ke fundamental pendidikan yang ditancapkan  oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, maka keadaan negeri ini akan  tetap bersatu padu tidak tercerai berai oleh perbedaan pendapat, ras,  partai status sosial dan lain sebagainya. Karena mereka hanya bertujuan  pada pencapaian visi dan misi bersama Indonesia Raya, satu nusa, satu  bangsa dan satu bahasa Indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya potret  pendidikan Indonesia, dulu, kini dan mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI</strong>,  merupakan salah satu penjabaran yang begitu cerdas dari dasar negara  Pancasila, tidak sesederhana yang kita bayangkan dan baca, diperlukan  kecerdasan dan kedalaman berpikir sehingga muncul “Ruh” pendidikan  tersebut. Arti dari semboyan ini adalah: <strong>Ing ngarsa sung tuladha</strong> (<em>di depan, seorang pendidik harus  memberi teladan atau contoh tindakan yang baik</em>), <strong>Ing madya mbangun karsa</strong> (d<em>i tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan  ide</em>), dan <strong>Tut wuri handayani</strong> (<em>dari belakang seorang  guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan)</em>.  Dulu .. dulu sekali para pendidik di negeri ini begitu cerdik dan  cerdas dalam mengarahkan dan mendidik insan-insan calon pemimpin negeri  ini. Dengan semboyan pendidikan yang ada dengan tetap berdasarkan pada  Pancasila. Namun saat ini para petinggi negeri seakan tidak peduli  dengan konsep pendidikan yang begitu indah dan agung. Reformasi yang  diinginkan dan dijalankan sudah salah <strong>arah</strong>, tidak ada  lagi pembatasan konseptual yang pasti, karena kebijakan yang diambil  akan berganti dan beralih setelah 5 tahun berjalan se-umur pemimpin  negeri ini dan yang menjadi korban adalah tunas-tunas bangsa karena  kebijakan. karena egoisme dan karena idealisme sebagian golongan yang  tidak memahami dan mengerti dengan sebenarnya “ruh” dari pendidikan itu  sendiri.<span id="more-970"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan telah diubah layaknya  Perseroan Terbatas dengan semangat komersialisasi dengan harapan akan  mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, padahal keuntungan dari  pendidikan adalah kecakapan, kepintaran dan kemampuan anak tunas-tunas  bangsa dalam menyelesaikan semua persoalan dengan baik yang berpegang  pada budi pekerti dan nurani. Namun ternyata anak didik kita disodori  konsep-konsep pendidikan yang jauh dari semboyan  dan dasar pendidikan  itu sendiri. Tidak ada lagi pemahaman dan pendidikan tentang budi  pekerti, moral dan sosial untuk tunas-tunas bangsa, karena Pendidikan  Moral Pancasila telah hilang dari pendidikan wajib di negeri ini.  Tidak  ada lagi kewajiban bagi anak-anak negeri untuk menghayati dan memahami  Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Hal ini karena ketakutan  kaum reformis terhadap PANSILA itu sendiri, karena dianggap PANCASILA  adalah bawaan orde sebelumnya sehingga harus di tinggalkan karena  dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi. Yang menjadi pertanyaan  apakah reformasi itu harus merubah semuanya, mengapa tidak yang baik  dilanjutkan dan yang jelek di tinggalkan, apakah semua yang dilakukan  oleh orde-orde sebelumnya adalah jelek..??</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan terkejut jika nanti akan banyak  dihasilkan anak-anak cerdas dan pandai akan tetapi tidak memiliki  kemampuan untuk bersosialisasi dengan masyarakat, karena yang kemudian  akan tercipta robot-robot hidup, mereka cerdas dan pintar akan tetapi  tidak akan memiliki jiwa sosial dengan moralitas yang rendah. Karena  pintar hasil dari indoktrinasi dari sebuah konsep. Bukan cerdas karena  pengembangan dan penggalian bakat yang didasarkan pada budi pekerti dan  kedalaman nurani dari setiap anak didik.  Anak-anak sekarang jarang  sekali yang memiliki kemampuan menganalisa dengan daya nalar, karena  penalaran se-akan dimatikan oleh aktualisasi kecepatan berpikir dan  bertindak saja,  Secara sederhana jika ditanya 1 + 1 = 2, mereka akan  menjawab dengan cepat namun ketika dilanjutkan pertanyaannya, mengapa  dan kenapa kok bisa  2,  mereka akan menjawab pokok-nya jawabannya itu.  Padahal sebenarnya 1 + 1 tidak harus 2 karena jawaban 2 hanya untuk ilmu  pasti. Lalu apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita saat  ini ..??</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah barang tentu jika kita  berkeinginan untuk menjadikan pendidikan benar-benar bermanfaat bagi  tunas bangsa dan keberadaan bangsa ini kedepan, tentunya harus  dikembalikan “ruh” dari pendidikan itu sendiri, pendidikan tidak boleh  lepas dari fundamental bangsa ini yaitu Pancasila, dan tentunya Guru  tidak hanya sebatas mendidik karena guru harus mampu menjadi teladan dan  mampu mendorong anak didiknya untuk terus maju dan berkembang sesuai  dengan kemampuan masing-masing. Tulisan ini hanyalah sebuah keprihatinan  atas kondisi pendidikan kita sekarang, dimana hampir semua bangsa  begitu mengagungkan dan menganggap penting dasar dan ideologi negaranya,  negeri ini bergerak mundur dengan mengabaikan ideologi-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah yang mungkin bisa ditempuh adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Memasukkan Pancasila pada kurikulum pendidikan dari pendidikan dasar  hingga pendidikan tinggi dan tidak sekedar mendompleng pada salah satu  mata pelajaran, (ada issue bahwa Pancasila akan dimasukkan pada mata  Pelajaran Pendidikan Agama), tentu ini akan menjadi bias karena bisa  jadi hanya Sila Pertama yang akan terbahas dan bukan Pancasila secara  utuh.</li>
<li>Melaksanakan dan mengaplikasikan dalam sistem pendidikan kita semboyan <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em><strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>secara  utuh juga dan tidak sekedar simbol-simbol dalam hiasan bibir dan  dinding, namun harus menjadi hiasan hati setiap insan pendidik;</li>
<li>Mengembangkan softskill untuk mengasah kemampuan berpikir dan nalar  tidak hanya sekedar memperkaya hafalan dan daya ingat saja, karena hal  ini hanya akan menjadi beban bagi tunas bangsa.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan sederhana ini ada manfaat-nya, terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya tuliskan juga di http://arahkita.com</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 01:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-966" title="Foto111" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sabar,.. adalah sebuah kata yang begitu mendalam memaknai-nya, sering kita mendengar bahkan mengucapkan perkataan &#8220;SABAR&#8221; itu sendiri, namun terkadang kita juga tidak begitu saja bisa memaknai dan memahami kesabaran itu dengan sebenarnya, agar kita bisa memaknai dan memahmi serta dapat menerapkan sabar dalam setiap gerak kehidupan kita tentunya harus mengetahui terlebih dahulu sabar itu sendiri. Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan  sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah  &#8220;Shobaro&#8221;, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi &#8220;shabran&#8221;. Dari  segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna  seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;<strong><em>Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru  Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan  janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan  perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang  hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa  nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas&#8221;</em></strong>. (QS. Al-Kahfi/ 18 :  28)&#8221;.<span id="more-965"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:  &#8220;<strong>Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan  lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang  tidak terarah</strong>&#8220;.  Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah &#8220;<em>keteguhan bersama  Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang</em>&#8220;. Hal senada juga  dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah &#8220;<strong>refleksi keteguhan  untuk merealisasikan al-Qur&#8217;an dan sunnah</strong>&#8220;. Sehingga sesungguhnya sabar  tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang  seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah  kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk  berjuang dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa menjadi sabar tidaklah mudah dan segampang membalikkan telapak tangan, namun menjadi manusia sabar bukanlah tidak mungkin, hanya perlu latihan dan terus berusaha untuk menyikapi semua permasalahan tersebut dengan lapang dada dan ke-ikhlasan. Sebenarnya tidak perlu bingung atau repot untuk bisa mengasah dan mengetahui tingkat kesabaran kita, kenapa .. ?? Karena manusia diciptakan untuk menjadi makhluk sosial, makhluk yang harus berinteraksi dengan orang lainnya, didalam berinteraksi dan berkomunikasi tersebut sangat mungkin akan terjadi konflik. Nah disinilah kita dapat mengukur tingkat kesabaran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dimanakah sumber-sumber kesabaran itu ..?, sebuah pertanyaan yang sangat mudah menjawabnya namun masih sulit untuk melaksanakannya.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Anak adalah sumber kesabaran bagi orang tua-nya; ada sebuah contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari dalam mengasuh anak, sering orang tua dibuat jengkel, marah dan harus memarahi anak-anaknya, karena dianggap anak tidak menurut apa yang dikatakan, diperintahkan dan dicontohkan orang tuanya. Tidak jarang orang tua akhirnya sangat marah bahkan hingga hilang kesabarannya, karena menganggap anaknya nakal bandal dan tidak menurut sama orang tua. Tapi tunggu dulu, jika kita sebagai orang tua mampu memahami dan mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada diri si anak, maka kita tidak akan memarahi-nya, disinilah dibutukan toleransi tingkat tinggi dari sosok orang tua sehingga lambat laun Kesabaran kita sebagai orang tua akan terasah.</li>
<li style="text-align: justify;">Orang tua adalah sumber kesabaran bagi anak-anaknya, sebenarnya permasalahannya tidak jauh berbeda dengan hal diatas, hanya saja anak-anak dalam sebuah pemahaman belum begitu sempurna maka tetap anak orang tua yang haru bisa lebih sabar dari anak-anaknya, akan jauh berbeda jika  kondisi orang tua sudah melebihi usia dewasa (baca usia lanjut), maka anak-anaknya harus jauh lebih sabar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika kedua sumber kesabaran tersebut dapat kita maknai dan kita pahami dengan baik, maka akan damailah kehidupan kita, akan menyenangkan sekali hidup ini karena akan kita temukan sebuah ketenangan, kenyamanan dan juga kebahagian dalam kehidupan karena kita mampu menjadi orang-orang yang sabar. Nak.. semoga ayahmu ini mampu menjadi orang tua yang sabar dalam menghadapi kalian. Karena ayahmu sebagai orang tua hanya membutuhkan berkah dan barokah dari Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emak Adalah Nafas Kehidupanku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 23:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-955"></span>Coba kita perhatikan pada lirik berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;">Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang untuk aku anakmu<br />
Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah<br />
Seperti udara kasih yang engkau berikan<br />
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: center;">Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu<br />
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu<br />
Lalu do&#8217;a-do&#8217;a baluri sekujur tubuhku<br />
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: justify;">Lirik diatas hanya sebuah ungkapan kecil dari sosok ibu, karena ibu tak ubahnya adalah sumber kehidupan bagi anak-anaknya, marilah kita flash back ke masa-masa dimana kita masih di ayunan, belum bisa makan sendiri, berlajan sendiri, semua masih membutuhkan uluran tangan dan kasih dari Ibu;   Tak terasa ketika menulis ini ada tetes-tetes air mata dari sudut mataku. Karena hingga detik ini belum mampu aku membahagiakan Ibu, orang yang telah mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dalam perutnya tidak pernah mengeluh karena ada rona bahagia disana. Ibu yang telah mendidik, membimbing dan mengajari tentang makna hidup dan kehidupan, bagaimana mencintai, bagaimana mengasihi dan bagaimana kita mengerti tentang cinta dan kasih sayang. Ibu adalah nafas kehidupan bagi anak-anaknya, karena sumber kehidupan seorang anak adalah tetes-tetes air susu dari Sang Ibu..</p>
<p style="text-align: justify;">Maka terkadang prihatin juga jika banyak melihat Ibu-ibu di usia senja masih harus berjuang sendiri menghidupi dirinya, ibu-ibu di usia senja masih harus menanggung beban kehidupan yang begitu berat, padahal anak-anaknya menjadi anak-anak kehidupan yang perkasa dengan tumpukan kemewahan dan kejayaan. Akan tetapi tahukah kita bahwa ibu tidak membutuhkan balasan apapun dari anak-anaknya, sosok itu tidak pernah berharap dan tidak mau bergantung pada anak-anaknya di usia senja. Karena begitu kuat dan tabahnya seorang ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti dan menjunjung tinggi sosok ibu dalam kehidupan kita, karena Ibu  tergambar sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia</li>
<li style="text-align: justify;">Surga itu ada dibawah telapak kaki kaum ibu (Al hadist)</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu telah mencurahkan semua kasih sayangnya kepada anak-anaknya tanpa batas, mulai dari kandungan, kemudian mengasuh kita dari bayi hingga dewasa;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan berbuat apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan sangat sakit kita melihat anak-anaknya tidak bahagia</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Begitu agungnya Ibu  bagi kehidupan, dan begitu bermaknya ibu bagi kehidupan, akan menjadi sebuah dosa besar bagi anak-anak manusia yang tidak menghormati, menyayangi dan mencintai ibu-nya dengan sepenuh hati. Semoga kita termasuk anak-anak yang mampu menempatkan sosok ibu ke tempat yang paling mulia di hati dan di setiap tarikan nafas kehidupan kita. Mak&#8230; maafkan anakmu yang belum mampu dan belum bisa seperti angan-angan dan harapanmu. Ya Allah&#8230; Ya Rabb&#8230; lindungi-lah emakku, berikan emakku kebahagian dan limpahkan kasihmu untuk emakku&#8230; ada sebuah link yang mungkin juga bermanfaat bagi kita untuk merenung coba klik <a title="Cintailah Ibu" href="http://idhamdahlan.com/cerita-renungan-cintailah-ibu/" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih</p>
<p>&#160;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

