<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Apr 2012 08:11:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Empat Perspektif Dalam Penerapan Balance Scorecard</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/empat-perspektif-dalam-penerapan-balance-scorecard/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/empat-perspektif-dalam-penerapan-balance-scorecard/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 08:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Balance Scorecard]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BSC]]></category>
		<category><![CDATA[Competition]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Industrial]]></category>
		<category><![CDATA[Kaplan]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[Robert]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1155" title="images" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg" alt="" width="253" height="199" /></a>Konsep <strong>Balance Scorecard</strong> dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di sektor bisnis pada tahun 1990. <em>Balanced Scorecard </em>terdiri dari dua kata: (1) kartu skor (<em>scorecard</em>) dan (2) berimbang (<em>balanced</em>). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan eksternal.  Dalam definisi lain <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_skor_berimbang" target="_blank">Balance Scorecard</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_skor_berimbang" target="_blank">¹ </a>  adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.<span id="more-1154"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Balanced scorecard</em> secara singkat adalah suatu sistem manajemen untuk mengelola implementasi strategi, mengukur kinerja secara utuh, mengkomunikasikan visi, strategi dan sasaran kepada <em>stakeholders</em>. Kata <em>balanced</em> dalam <em>balanced scorecard</em> merujuk pada konsep keseimbangan antara berbagai perspektif, jangka waktu (pendek dan panjang), lingkup perhatian (intern dan ekstern). Kata <em>scorecard</em> mengacu pada rencana kinerja organisasi dan bagian-bagiannya serta ukurannya secara kuantitatif.</p>
<p style="text-align: justify;"> <em>Balanced scorecard </em>memberi manfaat bagi organisasi dalam beberapa cara:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">menjelaskan visi organisasi</li>
<li style="text-align: justify;">menyelaraskan organisasi untuk mencapai visi itu</li>
<li style="text-align: justify;">mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber daya</li>
<li style="text-align: justify;">meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"> Selanjutnya dalam menerapkan <em>balanced scorecard</em>, Robert Kaplan dan David Norton, mensyaratkan dipegangnya lima prinsip utama berikut:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis <em>balanced scorecard </em>ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang dapat memahami</li>
<li style="text-align: justify;">Menghubungkan dan menyelaraskan organisasi dengan strategi itu. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada staf garis depan</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua orang melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi strategis</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat strategi suatu proses terus menerus melalui pembelajaran dan adaptasi organisasi dan</li>
<li style="text-align: justify;">Melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna memobilisasi perubahan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Munculnya Balanced Scorecard </strong>disebabkan karena adanya pergeseran tingkat persaingan bisnis dari <strong><em>industrial competition</em></strong> ke <strong><em>information competition</em></strong>, sehingga mengubah alat ukur atau acuan yang dipakai oleh perusahaan untuk mengukur kinerjanya. Perubahan Teknologi → Persaingan ketat di dunia bisnis → Mendorong kebutuhan akan Informasi → Mengakibatkan persaingan Informasi → Untuk membantu ambil keputusan, adanya kata Balance itu sendiri menunjukkan sebuah keseimbangan dalam pengelolaan organisasi sehingga dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kinerja organisasi dengan baik. Untuk mewujudkan itu maka dalam Balance Scorecard dalam konsep ini memperkenalkan suatu sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria tersebut sebenarnya merupakan penjabaran dari apa yang menjadi misi dan strategi perusahaan dalam jangka panjang, yang digolongkan menjadi empat perspektif yang berbeda yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em><strong>Perspektif finansial</strong></em> yaitu Bagaimana kita berorientasi pada para pemegang saham.</li>
<li><em><strong>Perspektif customer</strong> adalah </em>Bagaimana kita bisa menjadi <em>supplier </em>utama yang paling bernilai bagi para <em>customer</em>.</li>
<li><strong><em>Perspektif proses, bisnis internal</em></strong>, yakni Proses bisnis apa saja yang terbaik yang harus kita lakukan, dalam jangka panjang maupun jangka pendek untuk mencapai tujuan finansial dan kepuasan <em>customer</em>.</li>
<li><strong><em>Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran</em></strong> ialah Bagaimana kita dapat meningkatkan dan menciptakan <em>value </em>secara terus menerus,terutama dalam hubungannya dengan kemampuan dan motivasi karyawan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam <em>Balanced Scorecard</em>, keempat persektif tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keempat perspektif tersebut juga merupakan indikator pengukuran kinerja yang saling melengkapi dan saling memiliki hubungan sebab akibat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengukuran ke-empat prespektif tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perspektif Financial</strong> menurut Kaplan (Kaplan, 1996) pada saat perusahaan melakukan pengukuransecara finansial, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mendeteksikeberadaan industri yang dimilikinya. Kaplan menggolongkan tiga tahap perkembanganindustri yaitu; <em>growth, sustain, </em>dan <em>harvest.</em>Dari tahap-tahap perkembangan industri tersebut akan diperlukan strategi-strategi yang berbeda-beda. Dalam perspektif finansial, terdapat tiga aspek dari strategi yang dilakukan suatu  perusahaan; <em>(1) pertumbuhan pendapatan dan kombinasi pendapatan yang dimiliki suatu organisasi bisnis</em>, <em>(2) penurunan biaya dan peningkatan produktivitas</em>, <em>(3) penggunaan aset yang optimal dan strategi investasi.<strong></strong></em></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perspektif Customer, </strong>dalam perspektif customer ini mengidentifikasi bagaimana kondisi customer mereka dan segmen pasar yang telah dipilih oleh perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor mereka. Segmen yang telah mereka pilih ini mencerminkan keberadaan customer tersebut sebagai sumber pendapatan mereka. Dalam perspektif ini, pengukuran dilakukan dengan lima aspek utama (Kaplan,1996:67); yaitu
<ul>
<li><em>pengukuran pangsa pasar</em>, pengukuran terhadap besarnya pangsa pasar perusahaan mencerminkan proporsi bisnis dalam satu area bisnis tertentu yang diungkapkan dalam bentuk uang, jumlah customer, atau unit volume yang terjual atas setiap unit produk yang terjual.</li>
<li><em>customer retention</em>, pengukuran dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya prosentase pertumbuhan bisnis dengan jumlah customer yang saat ini dimiliki oleh perusahaan.</li>
<li><em>customer acquisition</em>, pengukuran dapat dilakukan melalui prosentase jumlah penambahan customer baru dan perbandingan total penjualan dengan jumlah customer baru yang ada.</li>
<li><em>customer satisfaction</em>, pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik diantaranya adalah : survei melalui surat (pos), interview melalui telepon, atau personal interview.</li>
<li><em>customer profitability,</em> pengukuran terhadap customer profitability dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Activity Based-Costing (ABC).</li>
</ul>
</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perspektif Proses Bisnis Internal, d</strong>alam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi customer dan juga para pemegang saham. Dalam hal ini perusahaan berfokus pada tiga proses bisnis utama yaitu: proses inovasi, proses operasi, proses pasca penjualan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran</strong>, Perspektif yang terakhir dalam Balanced Scorecard adalah perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kaplan (Kaplan,1996) mengungkapkan betapa pentingnya suatu organisasi bisnis untuk terus memperhatikan karyawannya, memantau kesejahteraan karyawan dan meningkatkan pengetahuan karyawan karena dengan meningkatnya tingkat pengetahuan karyawan akan meningkatkan pula kemampuan karyawan untuk berpartisipasi dalam pencapaian hasil ketiga perspektif di atas dan tujuan perusahaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan yang timbul dalam penerapan Balanced Scorecard dan banyak dihadapi oleh perusahaan yang ingin sekali menerapkan Balanced Scorecard dalam sistem manajemennya antara lain adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Bagaimana mendesain sebuah scorecard, Desain scorecard yang baik pada dasarnya adalah desain yang mencerminkan tujuan strategik organisasi. Beberapa perusahaan di Amerika telah mencoba mendesain sebuah scorecard penilaian kinerja berdasarkan kategori-kategori yang diungkapkan oleh Kaplan &#38; Norton. Dalam prakteknya, masih banyak perusahaan yang tidak dapat merumuskan strateginya dan memiliki strategi yang tidak jelas sama sekali (Mavrinac &#38; Vitale, 1999:1). Hal ini tentu saja akan menyulitkan desain scorecard yang sesuai dengan tujuan strategik perusahaan yang ingin dicapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Banyaknya alat ukur yang diperlukan, Banyaknya alat ukur yang dikembangkan oleh perusahaan tidak menjadi masalah yang terpenting adalah bagaimana alat ukur-alat ukur yang ada tersebut bias mencakup keseluruhan strategi perusahaan terutama dapat mengukur dimensi yang terpenting dari sebuah strategi. Tetapi hal yang harus diingat adalah bahwa alat ukur tersebut dapat menjangkau perspektif peningkatan kinerja secara luas dengan pengukuran minimal.</li>
<li style="text-align: justify;">Apakah Scorecard cukup layak untuk dijadikan penilai kinerja, Menurut Sarah Marvinack (Marvinack, 1999:1) Layak atau tidaknya scorecard yang dibentuk oleh perusahaan akan tergantung pada nilai dan orientasi strategi perusahaan yang bersangkutan. Pada beberapa perusahaan di Amerika, mereka lebih memperhatikan nilai-nilai yang secara eksplisit dan kuantitatif dikaitkan dengan strategi bisnis mereka.</li>
<li style="text-align: justify;">d. Perlunya Scorecard dikaitkan dengan gainsharing secara individu, Banyak perusahaan di Amerika yang menghubungkan antara kinerja dalam Balanced Scorecard dengan pembagian keuntungan (gainsharing) secara individual. Tetapi haruslah diingat bahwa dasar pembagian keuntungan (gainsharing) tersebut adalah seberapa besar dukungan inovasi atau perubahan kultur yang diberikan oleh individu kepada peningkatan kinerja perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;">Apakah scorecard yang ada dapat menggantikan keseluruhan sistem manajemen lama, Dalam prakteknya, sangat sulit mengganti sistem manajemen yang lama dengan sistem manajemen yang sama sekali baru (Balanced Scorecard), tetapi perusahaan diharapkan dapat melakukannya apabila dirasa sistem manajemen yang lama sudah tidak bisa mendukung tujuan organisasi selama ini. Pada beberapa perusahaan di Amerika yang berusaha menerapkan konsep Balanced Scorecard dalam perusahaannya (Mavrinac, 1999:4), mereka memilih menggabungkan antara sistem yang masih relevan dengan pencapaian tujuan organisasi dengan system Balanced Scorecard.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Salah satu kunci keberhasilan penerapan Balanced Scorecard menurut O’Reilly (Mattson, 1999:2) adalah adanya dukungan penuh dari setiap lapisan manajemen yang ada dalam organisasi. Balanced Scorecard tidak hanya berfungsi sebagai laporan saja tetapi lebih dari itu, Balanced Scorecard haruslah benar-benar merupakan refleksi dari sebuah strategi perusahaan serta visi dari organisasi. Bahkan O’Reilly mengatakan bahwa Balanced Scorecard dapat dipandang sebagai sebuah alat untuk mengkomunikasikan strategi dan visi organisasi perusahaan secara kontinyu. Ian Alliott, sebuah perusahaan konsultan besar di Amerika, berhasil mengidentifikasi empat langkah utama yang harus ditempuh oleh perusahaan apabila perusahaan akan menerapkan konsep Balanced Scorecard. Langkah-langkah tersebut adalah (Mattson,1999:2) :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Memperoleh kesepakatan dan komitmen bersama antara pihak manajemen puncak perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;">Mendesain sebuah model (kerangka) Balanced Scorecard, yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan beberapa faktor penentu seperti tujuan strategik, perspektif bisnis, indikator-indikator kunci penilaian kinerja.</li>
<li style="text-align: justify;">Mengembangkan suatu program pendekatan yang paling tepat digunakan oleh perusahaan sehingga Balanced Scorecard menjadi bagian dari kultur organisasi yang bersangkutan. Konsep Scorecard yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu pengendali jika terjadi perubahan kultur dalam perusahaan. Dengan kata lain perusahaan haruslah memperhitungkan apakah penerapan Balanced Scorecard akan mengakibatkan perubahan yang cukup besar dalam organisasi perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;">Aspek penggunaan teknologi, Banyak perusahaan sudah mulai menggunakan software komputer dalam menentukan elemen-elemen scorecard dan mengotomatisasikan pendistribusian data ke dalam scorecard. Data-data scorecard, yang berwujud angka-angka pengukuran tersebut, akan interview dari periode ke periode secara terus-menerus.</li>
</ol>
<p>Demikian semoga bermanfaat tulisan ini, terima kasih</p>
<p>&#160;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ol>
<li><em><strong>Kaplan R.S. &#38; Norton, D.P.; The Balanced Scorecard, Translating Strategy into Action, 1996</strong></em></li>
<li><em><strong>Mulyadi, Balanced Scorecard, 2001</strong></em></li>
</ol>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/empat-perspektif-dalam-penerapan-balance-scorecard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Nduwe Rasa Tresno</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/aku-nduwe-rasa-tresno/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/aku-nduwe-rasa-tresno/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 02:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[Kidung]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Tresno]]></category>
		<category><![CDATA[Wuyung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1087</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1090" title="images" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/images.jpg" alt="" width="184" height="274" /></a>kidung lembayung</p>
<p>kidung ati kang wuyung</p>
<p>aduh biyung &#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>crita karipta cinipta</p>
<p>ciptaning rasa</p>
<p>rasa sukma larabranta</p>
<p>aduh rama ..</p>
<p>&#160;</p>
<p>bungah lan susah</p>
<p>garising urip jalma tinitah</p>
<p>ngrekso rasa lan ukara</p>
<p>yen .. tho pance aku nduwe rasa tresno ..</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>pinggir rel &#8211;(gedog), 22 Februari 2012</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/aku-nduwe-rasa-tresno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luntur</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/luntur/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/luntur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 02:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[gerimis]]></category>
		<category><![CDATA[luntur]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1092" title="images" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/images1.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>mendung temlawung opo pratanda udan</p>
<p>ah &#8230; mung grimis ngrecih</p>
<p>tumiyuping angin sembribit ngawa rasa</p>
<p>mbuyarake wewayanganmu</p>
<p><span id="more-1084"></span></p>
<p>mendung temlawung opo pratanda udan</p>
<p>mangka soroting rahina ngancar-ancar</p>
<p>madangi jagad peteng lelimengan</p>
<p>ah .. rasaku durung luntur</p>
<p>&#160;</p>
<p>kamangka wus ndak kanthi luwih 1000 sasi</p>
<p>nglegewa ing pengangen-angenku</p>
<p>nalikanira nate ngucap janji</p>
<p>rikala ndak pagut lathimu nang tengahing candi</p>
<p>yekti rasa kang nyawiji</p>
<p>ananging dudu aku sing mblenjani ..</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bantarangin, Wetan nDeso, 18 Januari 2012</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/luntur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasratku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/hasratku/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/hasratku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 02:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bercumbu]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hasrat]]></category>
		<category><![CDATA[menggauli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[<p>jangan kau pergi dariku</p>
<p>karena aku belum puas mencumbumu</p>
<p>jangan kau lari dariku</p>
<p>karena aku belum selesai menggaulimu</p>
<p><span id="more-1082"></span></p>
<p>biarkan nafsuku merengkuhmu</p>
<p>ijinkan hasratku tetap dalam kehangatan cinta</p>
<p>karena esok adalah kedamaian</p>
<p>&#160;</p>
<p>ketika prosa-prosa kehidupan bersajak tentang masa depan</p>
<p>akupun masih bermasyuk dengan cita-cita;</p>
<p>disaat sajak-sajak dan melodi kedamaian bersenandung</p>
<p>aku masih asyik merengkuhmu wahai harapan</p>
<p>&#160;</p>
<p>dan biarkan pikiranku mencumbui cita-cita;</p>
<p>jangan engkau kekang ketika naluriku bersetubuh dengan harapan;</p>
<p>karena kedamaian hidup yang ingin aku nikmati</p>
<p>akhirnya aku terkapar pada altar harapan setelah semalam menggauli mimpi</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>tepi malam, bumi bung karno, 19 nopember 2011</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/hasratku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Faktor Keberhasilan Dalam Usaha</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/8-faktor-keberhasilan-dalam-usaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/8-faktor-keberhasilan-dalam-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 12:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Cara]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Kecil Menengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/Mengelola.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1078" title="Mengelola" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2012/02/Mengelola.jpeg" alt="" width="217" height="232" /></a>&#8220;Saya merasa telah pandai mengatur uang, akan tetapi mengapa saya belum sukses&#8221;, ini adalah pertanyaan dari salah satu Peserta pada Acara Bimbingan Teknis Bagi Pelaku Usaha, Industi dan/atau Usaha Kecil dan Menengah yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Daerah Kota Blitar, kebetulan dalam paparan saya menyampaikan bahwa,  salah satu KUNCI KESUKSESAN  kita dalam berusaha adalah sejauhmana kita mampu dan pandai mengatur UANG ..??, kepintaran dan kepandaian dalam mengatur uang bukan-lah syarat mutlak seseorang mencapai sukses dalam berusaha, karena masih ada faktor-faktor lain yang harus mampu kita pahami dan laksanakan, dan tentunya faktor-faktor tersebut tidak kalah penting;<span id="more-1077"></span>Berarti bahwa kesuksesan berusaha tersebut akan tercapai jika kita mampu mengelola dan melaksanakan faktor-faktor tersebut dengan baik, dimana faktor-faktor tersebut adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Selalu BERDOA dan BERUSAHA</strong>;  manusia sebagai hamba Allah memiliki kewajiban untuk terus berdoa dan tawaduq dihadapan-Nya, dan manusia dalam kaitannya dengan tujuan hidup maka ia harus selalu berusaha; jadi ketika ada usaha mesti di-imbangi dengan doa demikian sebaliknya. Ketika kita hanya berdoa saja tanpa usaha tentu keberhasilan dan kesuksesan hanya benar-benar menjadi MIMPI.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ingin Terus Selalu Belajar</strong>; keinginan untuk berubah dan juga mencapai keberhasilan dalam usaha harus didukung pula dengan keinginan kita untuk selalu belajar dan mengembangkan diri, karena jaman terus berkembang, tentu permasalahan dan tingkat persaingan juga semakin kompleks.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak Takut Gagal (Berani Ambil Resiko)</strong>, resiko merupakan bagian dari sebuah keberhasilan, semakin tinggi resiko semakin besar kemungkinan kita berhasil, karena keberhasilan penuh dengan tantangan, tidak ada sebuah keberhasilan tanpa usaha keras;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Terus Ber-Inovasi;</strong> jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai,  terus melakukan perubahan terhadap hasil kerja adalah sebuah bentuk inovasi; produk yang monoton dan stagnan tanpa perubahan lambat laun akan dikalahkan oleh pesaing. Sebaik dan sebagus mungkin produk tersebut.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mampu Menyesuaikan Diri</strong>; Kemampuan seseorang dalam melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang ada pada dirinya adalah salah satu hal yang bisa digunakan untuk menyesuaikan diri pada setiap situasi dan kondisi apapun dalam menggapai keberhasilan usaha.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Memiliki Rasa Percaya Diri</strong>; jika 5 hal tersebut diatas sudah kita laksanakan dengan baik, maka kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kepercayaan diri akan USAHA yang kita lakukan pasti berhasil akan menjadikan kita memiliki motivasi tersendiri.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Selalu Berpikir Positif;</strong> berpikir positif merupakan energi tersendiri bagi kita untuk mengawali langkah kita dalam berusaha, karena ketika kita berpikir negatif terhadap usaha yang akan kita lakukan maka yang ada adalah keraguan untuk melangkah dan bertindak, dan ini hanya akan menjadi kendala dalam menggapai keberhasilan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mampu Mengelola Keuangan Dengan Baik</strong>; tujuh hal tersebut diatas akan sulit tercapai ketika apa yang kita hasilkan tidak dapat kita kelola dengan baik, terutama masalah keuangan, usaha industri, perdagangan, jasa ataupun produksi tentu bertujuan pada laba; dengan demikian maka kita harus memperhatikan arus keuangan pada usaha kita tersebut; Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting ketika usaha yang kita laksanakan tidak segera berujung pada tingkat keuntungan. Maka kemampuan mengelola keuangan sangat diperlukan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Delapan hal tersebut diatas tentu bersifat fleksible dan kondisional, karena kembali pada tujuan seseorang dalam mencapai keberhasilan atau kesuksesan itu sendiri; pola pikir dan tujuan hidup setiap orang berbeda-beda, hal ini hanya sebuah gambaran secara universal, dan tentunya menjadi hal yang ideal bagi seseorang ketika memandang dan memahami konsep keberhasilan dan kesuksesan dari sisi universal dan tidak dikaitkan dengan sebuah pernyataan  pribadi &#8220;bahwa saya hidup tidak butuh uang&#8221; &#8230; , karena dalam sebuah kehidupan uang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akherat dengan catatan KITA MAMPU MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BAIK;</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/8-faktor-keberhasilan-dalam-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menentukan Judul Skripsi.. ??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[eka sulistiyana]]></category>
		<category><![CDATA[judul]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mata kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1069" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/12/skripsi.jpg" alt="" width="223" height="226" /></a>Sudah ada dua tulisan saya yang membahas masalah skripsi, namun memang seakan tidak ada habisnya kita membicarakan tentang satu kegiatan ini, satu sisi merupakan sebuah kewajiban bagi mahasiswa yang kampusnya melaksanakan program ini, disisi lain terkadang memang menjadi sebuah kendala bagi mahasiswa itu sendiri, ketika menulis dan menyusun tugas akhir, skripsi atau thesis tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati dan kerja keras. Sebelum menyelesaikan membaca tulisan ini ada baiknya juga membaca pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/">Menulis Skripsi Ternyata Tidak Sulit dan Mengasyikkan</a> dan pada tulisan <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/">SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa</a>. Setidakanya kita akan memiliki gambaran kendala-kendala apa saja yang dihadapi ketika menulis skripsi. Terkadang kita terjebak pada pemilihan judul skripsi, begitu pentingnya arti judul pada sebuah tulisan menjadikan kita terhipnotis untuk bisa membuat judul yang fantastis, bombastis biar terkesan wah dan menarik untuk di baca, namun perlu kita pahami bahwa ketika sebuah judul yang begitu menarik namun jika tidak kita imbangi dengan isi yang menarik pula, maka ibarat kita memasak sayur akan terasa hambar. Untuk menghindari hal itu maka tentu ada beberapa tips bagaimana kita menentukan judul skripsi atau penelitian tersebut.<span id="more-1065"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama ketika hendak menyusun skripsi atau tesis adalah <strong>menentukan masalah yang kemudian diturunkan menjadi judul</strong>.  Dan ketika memutuskan untuk menentukan masalah, maka hendaklah mempertimbangkan beberapa point berikut ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong>, adakah relevansinya dengan cita-cita besar hidup kita. Misalnya kita di jurusan Manajemen, dan kita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang Manajemen, maka sebaiknya judul skripsi atau tesis kita mengarah ke sana, masalah yang kita bahas dalam skripsi  nantinya akan mengeksplorasi berbagai macam sumber pustaka, dokumen, dan segala informasi mengenai masalah itu. Efeknya, setelah lulus kita akan digelari sebagai ahli di bidang itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, hendaknya bidang yang akan kita teliti ialah bidang yang paling dikuasai dan disukai atau bahkan yang dibenci. Pengetahuan akan lingkup bidang kajian harus betul-betul dikuasai oleh mahasiswa supaya hambatan yang mungkin terjadi akan dapat terantisipasi dan teratasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga,</strong> sebaiknya tidak mudah ganti tema atau judul. Seringkali, ketika seseorang merasa mentok di satu jalan, dia meninggalkan jalan itu sebelum melihatnya sekali lagi. Ia lalu putus asa dan memilih judul lain. Dalam pengalaman mahasiswa kami, mahasiswa yang ganti tema dan atau judul, dia akan menjadi lebih tinggi tingkat stressnya, boros beaya dan acap kali down secara mental. Akibatnya masa studi menjadi lebih panjang, sementara ibunda di kampong sudah menungggu-nunggu ingin anaknya diwisuda. Sedangkan ayahnya semakin bosan dan berat membayar SPP dan mentransfer sejumlah uang bulanan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong>, pastikan bahwa judul yang kita pergunakan belum pernah atau tidak sedang dikerjakan oleh orang lain. Caranya, cari di catalog skripsi di fakultas atau perpustakaan. Di perpustakaan yang sudah dikomputerisasikan, kita tidak akan mengalami masalah. atau dengan membaca buku besar yang berisi catatan mengenai judul skripsi apa saja yang pernah ditulis oleh alumni. Namun, jika judul atau tema yang kita sukai telah dikerjakan oleh orang lain, maka tidak perlu cemas. kita masih bisa berkelit dengan penggunaan teori yang berbeda, studi kasus yang berbeda atau metode yang berbeda pula. Akan tetapi, skripsi atau tesis yang pernah ada tadi, perlu kita baca dan rangkum, lalu tulis dalam subjudul Tinjauan Pustaka. Dalam subjudul itu, kita diminta berbicara mengenai tema-tema atau judul-judul yang sejenis dengan yang sedang kita kerjakan. Hal ini perlu kejujuran akademis. Di sinilah letak valid atau tidaknya hasil karya tulis kita. Anda perlu mencari sisi lain yang belum pernah ditulis oleh orang lain sebelumnya. Jika kita hanya meniru, maka akan kena vonis sebagai plagiator. Oleh karena itu, pastikan perbedaan karya tulis kita dengan yang pernah ada tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dosen pembimbing biasanya menuntut judul yang yang kita ajukan memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Ringkas, padat, tetapi jelas dan menunjukkan dengan benar masalah yang diteliti. Judul penelitian bisa merujuk pada hubungan variabel –variabel yang akan diteliti.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari judul penelitian yang membuka peluang penafsiran gkita atau beraneka ragam.</li>
<li style="text-align: justify;">Gunakan kata, kalimat dan tata bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
Kita dapat membuat judul lebih dari satu untuk disodorkan kepada Dosen Pembimbing. Usahakan tiga atau empat alternative dan konsultasikan dengan dosen pembimbing, agar Dosen Pembimbing memilihkan mana yang terbaik untuk kita. Sekali lagi, kriteria pemilihan judul terbaik bagi kita adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Yang paling kita senangi. Sekali lagi, tidak ada yang lebih baik kita kerjakan, kecuali kita garap dengan suka cita. Banyak aktivis mahasiswa ingin menulis secara berbeda dengan karya ilmiah yang pernah ada sebelumnya. Ia mampu mengeksplorasi masalah dengan beragam teori yang telah dibacanya dari ratusan buku. Jika kita termasuk dari mereka, maka ini sangat ideal.</li>
<li>Yang paling kita kuasai bahan dan referensinya. Selama ini, bahan-bahan pustaka itu memudahkan pekerjaan kita. Biasanya, setelah memasuki semester lima ke atas, mahasiswa sudah mengkonsentrasikan bacaan dan diskusi ke arah tema yang akan digarap dalam skripsinya nanti.</li>
<li>Yang paling cepat kita bisa kerjakan. Perlu diingat bahwa waktu untuk menulis skripsi atau tesis  tidak cukup panjang bagi kita. Jika kita memiliki suatu tema penelitian yang sangat menarik, maka lihat dulu komponen waktu dan beayanya. Apakah waktu dan beaya kita memungkinkan? Jika tidak, maka pilih yang paling bijaksana untuk diri kita sendiri.</li>
<li>Jika memungkinkan, yang paling ringan konsekuensi beayanya. Kita tahu bahwa hamper semua lini kehidupan sekarang diukur dengan nilai rupiah. Termasuk bahan referensi dan alat percobaan kita tidak bias lepas dari nilai rupiah. Nah, bijaksana juga bila kita melihat kita.</li>
<li>Yang paling mudah kita mengadakan penelitian dan mencari data. Mencari data dan mengadakan penelitian bukan hal gampang. Maka, langkah penting adalah mencari kemudahan sejak awal.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/ragam-skripsi/bagaimana-menentukan-judul-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menggapai Sukses Dalam Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Diploma]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1048" title="sukses" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a>Sukses atau kesuksesan menurut saya adalah sesuatu yang relatif, karena setiap manusia memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda, kita semua dalam kehidupan memiliki mimpi, namun mimpi kita akan selalu berbeda, mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sulit, karena definisi sukses itu akan berbeda satu dengan yang lain, namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu &#8220;Tercapainya suatu keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam menggapai harapan&#8221; yang membedakan adalah target sukses setiap manusia. Dengan demikian maka sudah barang tentu langkah-langkah dalam menggapai kesuksesan dalam hidup akan sama.<span id="more-1047"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam cara akan selalu dilakukan agar kesuksesan bisa diraih, namun bagaimana dan seperti apa cara menggapai sukses itu yang terpenting, karena kesuksesan tergantung akan langkah dan cara-cara yang kita tetapkan dalam menggapai kesuksesan tersebut, setidaknya beberapa hal dibawah ini mudah-mudahan mampu memberikan gambaran bagaimana kita manggapai kesuksesan dalam hidup :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Tetapkan Visi dan Misi, dalam hidup kita harus memiliki kejelasan tujuan dari arah kehidupan kita, jika tidak maka hidup hanya akan berjalan datar tanpa banyak perubahan yang berarti, karena tidak adanya visi dan misi dalam kehidupan sama halnya kita hanya pasrah terhadap keadaan. Padahal keadaan itu akan bisa kita ubah ketika kita memiliki kejelasan tujuan hidup;</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat Perencaaan Hidup, setelah visi dan misi kita pahami dan kita miliki maka langkah berikutnya adalah dengan membuat perencanaan akan upaya dalam pencapaian tujuan tersebut, kita tentukan skala prioritas dalam tingkat kebutuhan hidup kita, kita harus mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan; perencanaan ini nantinya yang akan dipergunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur sejauhmana pencapaian dari kesuksesan yang kita inginkan, sehingga kita dengan mudah mengevaluasi apakah masih ada langkah yang salah;</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan Perencaaan Dengan Konsisten, konsistensi terhadap timeline yang telah kita buat akan menjadikan kesuksesan menjadi lebih riil dan nyata, karena ketika kita inkonsistensi maka akan menjauhkan kita dari tujuan awal dari kehidupan kita sendiri;</li>
<li style="text-align: justify;">Koreksi dan Evaluasi, apa yang telah kita lakukan tidak akan mengalami kendala hal ini memerlukan sebuah koreksi terhadap apa yang telah kita lakukan, sehingga kita memerlukan sebuah evaluasi karena apa yang telah kita tetapkan dan rencanakan akan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan kita sendiri;</li>
</ol>
<p>Selain beberapa hal diatas yang merupakan sebuah konsep untuk menentukan langkah-langkah yang harus kita lakukan, masih ada beberapa hal berikut yang tidak bisa kita abaikan, yaitu :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Dekat dan Sayangi Orang Tua; kesuksesan seorang anak manusia akan terletak restu dan doa orang tua &#8212; (terutama Ibu), bagaimanapun, siapapun beliau adalah tetap orang tua, dengan kedekatan dan rasa sayang kita sudah barang tentu doa dan restu akan selalu mengiringi langkah-langkah kita dalam hidup, karena ridho orang tua adalah pintu keridho-an Allah SWT;</li>
<li style="text-align: justify;">Perbanyak sedekah .. dengan kita mengupayakan secara rutin berbagi akan rejeki yang telah kita dapatkan kepada orang lain yang membutuhkan, maka pintu kesuksesan akan terbuka dengan lebih, karena ketika kita mengulurkan tangan untuk bisa membantu satu atau dua orang, Allah SWT akan melipatgandakan kesempatan kita untuk menggapai kesuksesan yang telah kita tentukan;</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan hanya melihat keatas dan menatap kedepan, adakalanya harus juga menoleh kebelakang atau menengok ke bawah, karena yang didepan dan diatas adalah tujuan dan juga harapan kita, terkadang kita begitu bersikeras untuk bisa menggapai apa yang telah orang lain capai dalam hal tingkat keberhasilan, sehingga kita terkadang lupa diri terhadap fitrah kita sebagai manusia yang butuh interaksi dan dukungan orang lain, maka ketika kita menoleh ke belakang dan menengok kebawah, naluri kemanusiaan kita akan berimbang, karena ternyata masih ada banyak orang yang belum seberuntung kita, masih banyak manusia yang lain memerlukan uluran tangan kita, maka ketika kita berusaha untuk bisa melihat keatas dan kebawah akan tercapai sebuah keseimbangan dalam hidup, hidup kita akan dipenuhi rasa syukur dan ikhlas yang begitu dalam, dan ketika kita mampu terus bersyukur serta ikhlas, Allah SWT akan mencurahkan kemurahan-Nya untuk memberikan ruang dan jalan bagi kita dalam menggapai sukses;</li>
<li style="text-align: justify;">Jauhkan dari sifat suka mempermainkan perasaan orang lain, karena ketika itu orang lain akan merasa kecewa dengan kita, dan tentunya hal ini akan berakibat fatal bagi keinginan kita dalam mencapai sebuah kesuksesan hidup; kekecewaan orang lain terhadap perilaku, bicara dan tingkah perbuatan kita hanya akan menutup kesempatan kita untuk bisa mengembangkan diri;</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa hal yang dapat kita laksanakan sebagai salah satu cara dalam menggapai kesuksesan dalam hidup, yang sudah barang tentu ini hanya beberapa bagian dari sekian banyak cara dalam menggapai sukses, akhirnya terima kasih telah meluangkan waktu, serta Salam Sukses bagi kita semua, terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Epidose Status Facebook (2)</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 02:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gigis]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Susah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Biarkan hujan .. biarkan air itu membasahi tubuh, karena sang air penuh kerinduan untuk bisa menyapa dan membasahi tubuhmu, dan biarkan nanti ku dekap dengan kehangatan jiwa dan ketulusan hati, bahwa akupun merindu .. (gigis, 28 Oktober 2011)</p>
<p style="text-align: justify;"> Cintaku padamu tidak berharap balas apapun, karena mampu mencintaimu dengan sepenuh hati adalah sebuah keinginan untuk bisa berhadap kebahagiaan hidup .. ayo nak .. tatap masa depanmu dengan keleluasaan berpikir dan tingginya cita-citamu, karena aku hanya bisa menyertakan doa dan restu dalam setiap langkah dan nafasmu &#8230; (26 Oktober 2011)<span id="more-1028"></span></p>
<div style="text-align: justify;">Dedikasi dan pengabdian menjadi keharusan bagi pekerja terhadap pekerjaannya dan bukan terhadap pimpinan, dan ketika pekerjaan itu tidak mampu memberikan kesejahteraan, kebahagiaan dan tidak lagi menjadikan rasa nyaman dalam bekerja .. sudah saatnya untuk menyudahi pekerjaan itu &#8230; matur  suwun &#8230; nyuwun pangapunten &#8230;. (24 Oktober)</div>
<div style="text-align: justify;">Gambaran kehidupan kita .. laksana gelombang dilautan kadang diatas kadang dibawah, suatu waktu merasa sedih dan dilain waktu bahagia; menikmati sebuah perjalanan dalam hidup adalah jalan terbaik bagi setiap manusia dalam meraih tujuan itu sendiri &#8230; karena gelombang dilautan itu juga naik turun untuk bisa mencapai pantai &#8230; MASIHKAH .. kita tidak bisa bersyukur .. (19 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Satu dari sekian jalan menuju kebahagiaan adalah ketika kita mampu menyelaraskan rasa dihati dengan kenyataan hidup; karena ketika hati tidak bisa menerima keadaan itulah sumber dari kesengsaraan &#8230; (07 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Kehidupan adalah sekumpulan nada dari beragam suara suka dan tidak suka terhadap apa yang kita jalani dan akan terdengar sumbang; namun akan menjadi lagu indah dan merdu ketika mampu menambahkan melodi-melodi dalam hidup sehingga begitu merasa nyaman dalam menjalani kehidupan itu sendiri &#8230; (27 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Manifestasi ikhlas adalah ketika kita bisa menerima dengan lapang dada sebuah ketidaksesuaian antara cita-cita dan realisasi disertai dengan keinginan untuk melakukan instropeksi diri untuk meraih kembali cita-cita itu .. (26 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Memaknai sebuah wejangan jawa &#8220;Urip Nang Donya Mung Mampir Ngombe&#8221; .. begitu dalam artinya; &#8211;&#8221;hidup didunia hanya sekedar mampir untuk minum, karena hidup didunia itu tidak abadi, maka lakukan sesuatu yang berarti dalam hidup, jangan pernah menyia-nyiakan kehidupan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat&#8221;&#8211; .. semoga sekali hidup bisa memberikan arti bagi diri sendiri dan orang lain .. amiin (22 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Biarkan sisa-sisa indah dan nikmat semalam ku abadikan; karena pagi ini masih terasa nikmat itu bersama secangkir kopi manis &#8230; terima kasih sayang .. !! (21 September 2011)</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Harga diri manusia tidak dinilai dari melimpahnya harta, tingginya pangkat dan jabatan, tapi sejauhmana ia mampu menghargai orang lain (20 September 2011)</strong></p>
<div style="text-align: justify;">
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">selembar senyum terbingkai indah pada raut wajahmu, .. selamat pagi cinta &#8230; eratkan jemari, tautkan hati dan satukan jiwa, untuk sambut hari ini dengan berharap ridho-Nya &#8230; (15 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ternyata UANG bisa membikin mata melihat menjadi BUTA, telinga mendengar menjadi TULI; dan perasaan tepa selira menjadi BUAS dan BRUTAL &#8230;; manusia yang begitu santun, halus tingkah laku &#8230; berubah menjadi BERINGAS dan GANAS terkikis sudah jatidiri manusia yang sebenarnya &#8230; mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal itu &#8230; pegang, miliki dan manfaatkan UANG dengan bijaksana .. (14 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Untuk bisa bersahabat dengan orang lain dengan begitu indah, cobalah anda bersahabat dengan diri sendiri dulu dengan indah pula .. ??? (11 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Gerimis sore tadi, telah memberikan inspirasi untuk bisa menghabiskan malam ini hanya bersama-mu, karena ingin ku tumpahkan semua rindu dan cintaku hanya kepadamu &#8230; karena gerimis sore tadi .. (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ingin ku beli mimpi, jika para penjual mimpi itu bisa menjamin menjadikan nyata&#8230;; (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Keinginan, harapan dan cita-cita adalah sebuah ketetapan dalam mencapai rangkaian keberhasilan hidup seseorang .. (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika kita berharap pada sebuah KESUKSESAN, maka ketika itu pula kita harus mampu dan siap menerima sebuah KEGAGALAN .. !! (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Walau cuma secangkir penasaran akan berasa pahit jika diaduk dengan sedok ketidakpastian &#8230;. (03 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Telah ku urai rinduku, bersama aliran darahku, hembusan nafasku, detak jantungku .. karena engkau adalah jiwaku .. (22 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Investasi yang paling berharga adalah putera-puteri kita, maka rawat dan pelihara-lah dengan bijaksana, ia adalah intan permata yang tidak bisa kita tukarkan dengan apapun, dan bekal yang paling mereka butuhkan untuk dunia akherat bukanlah harta dan kemewahan, akan tetapi IMAN dan TAQWA&#8230; semoga ayah-mu ini mampu memberikan bekal yang cukup nak&#8230; !!! (21 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Desah nafasmu adalah naluri hasratku .. dekap mesramu adalah semangat langkahku .. sebelum ku menapak untuk raih rejekiku pagi ini, ijinkan ku cium keningmu &#8230; (19 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Dekap dan peluk aku dalam cinta-MU, sayangi aku dengan samudra kasih-Mu; dan ijinkan aku mencintai-MU, seperti Engkau mencintaiku &#8230; karena hanya pada-MU kuserahkan jiwa dan ragaku &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Mentari selalu setia pada janjinya, tidak akan pernah berubah karena selalu menyertai hadirnya hari &#8230; dan ijinkan ku urai cintaku seperti setianya janji sang mentari &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Obsesiku ingin punya tempat membaca yang dipenuhi segala macam dan jenis buku &#8230; dengan sejuk-nya kembang anggrek, dilain ada kolam kecil disampingnya &#8230; mudah-mudahan &#8230; ??? (13 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika engkau sudah mengatakan &#8220;YA&#8221;, maka jangan pernah ada dalam benakmu untuk mengubah menjadi mengatakan &#8220;TIDAK&#8221; &#8230; karena selama-nya orang tidak akan lagi percaya terhadap apa yang engkau ucapkan &#8230; (08 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Membaca, menulis, berpikir meringkas dan bertanya itulah seorang pembelajar sejati (07 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Menjalani kehidupan yang kita butuhkan adalah sebuah ketentraman dan kedamaian sehingga ditemukan kenyamanan dalam hidup ini, hidup dengan bergelimang harta akan memiliki arti yang sangat berbeda dengan hidup berkecukupan &#8230; ==untuk seseorang yang barusan curhat== (06 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kepercayaan itu sebuah rasa tulus yang keluar dari hati kecil untuk memegang keteguhan hati akan prinsip dan cita-cita, namun ketika kepercayaan itu terkhianati separuh keteguhan hati telah hilang dan separuhnya berupa prinsip dan cita-cita telah musnah &#8230; ==untuk sobatku== (04 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Modal utama untuk menjadi pemimpin sejati adalah KREDIBILITAS, namun terkadang seorang pecundang hanya perlu RUPIAH dan RELIABILITAS untuk memimpin &#8230; bagaimana pendapat anda ..?? (30 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Terlukis dalam indah senyumnya, ketika terbuai harum nafasmu, saat kupagut asmaramu dalam diam, karena aku sedang merindu &#8230;. (27 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kulo namung sadermi nglampahi punopo ingkang ginaris ing agesang, kanthi raos syukur ugi ikhlas mugi-mugi tansah wontening pangayoman panjenengan duh Gusti .. (25 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">UANG diperlukan, akan tetapi ketika beranggapan bahwa uang adalah segala-nya sebuah kekeliruan besar, karena banyak sisi yang akhirnya menjadikan uang adalah sumber bencana, siapa juga mau jadi manusia BERUANG &#8230;. (16 Juli 2011)</p>
</div>
</div>
<div style="text-align: justify;"> <strong>(hanya sekedar usaha untuk bisa memotivasi diri)&#8230; </strong></div>
<div style="text-align: justify;">Baca juga di <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/">Status</a></div>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wus Luwih Satus Candra</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 03:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geguritan]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[candra]]></category>
		<category><![CDATA[nimas]]></category>
		<category><![CDATA[panguripan]]></category>
		<category><![CDATA[rembulan]]></category>
		<category><![CDATA[rina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/09/rembulan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1017" title="rembulan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/09/rembulan.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>mungkurake karep ing rasa</p>
<p>kang tansah lelimengan</p>
<p>ing tapluking netraku</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>nalika sliramu pamitan</p>
<p>netepi karep nguber asmara</p>
<p>kinanthi pangestuku rikala semana</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>aruming rikmamu</p>
<p>manis esemmu</p>
<p>netramu kang cinandra rina</p>
<p>solah bawamu kang tansah anglam-lami</p>
<p>lakuku ing padhang panguripan</p>
<p>&#160;</p>
<p>wektu wis lumaku luwih satus candra</p>
<p>wewayangira tansah ngetut lakuku</p>
<p>nimas, puspitaning ati ..</p>
<p>muga Gusti paring kabagyan marang sliramu</p>
<p>kinanthi pandonga suci mreh rasa pangrasaku</p>
<p>lilakno wewayanganmu tansah ndak kekep</p>
<p>kanthi kebak asih, amarga mung wewayangmu</p>
<p>kang tansah ngancani aku napaki pangarep-arep</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Gedog,.. lingsir rina .. 10-09-11</p>
<p><a title="Wus Luwih Satu Candra" href="http://www.facebook.com/notes/eka-gigis-sulistiyana/wus-luwih-satus-candra/10150308154742232" target="_blank">Source</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>
</div>
<p><button title="Berhenti menyukai item ini" name="unlike" type="submit" data-ft="{&#34;type&#34;:23}"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/geguritan/wus-luwih-satus-candra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 09:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/kartu-lebaran-eka.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1010" title="kartu lebaran eka" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/08/kartu-lebaran-eka-300x162.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/ucapan-sastra/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

