<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 12:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cermin, Refleksi Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 22:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="cermin" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/cermin.jpg" alt="" width="116" height="136" /></a>Cermin, siapa yang tidak tahu dan mengenal benda yang satu ini, karena dalam setiap ruang, setiap sisi-sisi rumah akan selalu ada benda ini, tiada habisnya kita mamatut diri didepan cermin untuk sekedar bisa melihat apa yang kurang pantas pada diri kita, karena jelas bawah pengertian cermin sendiri adalah permukaan memantul yang cukup  licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda  yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang. <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin" target="_blank">(http://ms.wikipedia.org/wiki/Cermin)</a>. Ach.. itu hanyalah sebuah definisi dan pengertian, namun pernahkah kita sedikit memahami fungsi cermin itu lebih jauh dan lebih dalam lagi, bahwa cermin tidak sekedar pemantul bayang-bayang, bahwa cermin tidak sekedar alat untuk melihat sudah pantaskah dandanan kita. Pernahkah kita menyadari bahwa <strong>cermin begitu jujur</strong> pada kita. Karena apa yang ada pada diri kita akan dipantulkan demikian apa adanya oleh cermin.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-596"></span>Sebuah kesadaran dan rasa mawas diri dapat kita dapatkan dari cermin ini, ada sebuah ungkapan dalam bahasa jawa   <strong>&#8220;Ngiloa Githoke Dhewe&#8221;, </strong>yang secara harfiah adalah <em><span style="text-decoration: underline;">bercerminlah pada tengkuknya  sendiri, </span></em>dengan<em><span style="text-decoration: underline;"> </span></em>arti sebagai berikut  :</p>
<ul>
<li>Ngilo : bercermin</li>
<li>Ngiloa : bercerminlah</li>
<li>Githok :  tengkuk</li>
<li>Githoke : tengkuknya</li>
<li>Dhewe : Sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Arti yang tersirat dari ungkapan itu adalah<em> kita diajak untuk melihat dan mengetahui tentang diri k</em><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-602" title="cermin2" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/cermin2.jpg" alt="" width="138" height="202" /></a><em>ita  leb</em><em>ih jauh. Selain ada kebaikan ada juga kekurangan dan kelemahannya.</em> Kita diajak untuk menyadari akan kekurangan dan kelemahan kita sendiri dengan sebuah nilai  yang diajarkan bahwa <em>ungkapan</em><em> ini mengajarkan agar setiap orang mau  mawas diri. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Sejauhmana kita menggunakan cermin selama ini, apakah sebatas kita bercermin untuk badaniah kita..?? sudah pernahkan kita mematut diri di cermin kemudian mencoba untuk melihat dan menyelami diri kita yang sebenarnya, yach.. &#8220;<strong>Cermin Hati</strong>&#8220;.. sering kita lupakan ketika kita berada di depan cermin, karena kita hanya sebatas bercermin untuk badan kita. Mematut diri dan membetulkan dandanan yang kurang pas, namun kita hampir tidak pernah mencoba untuk bisa memahami dan membetulkan sikap, perilaku, tindakan serta ucapan-ucapan kita yang dipantulkan oleh &#8220;<strong>cermin hati</strong>&#8220;<em>, </em>karena kita terkadang kurang respek terhadap <em>&#8220;Kejujuran&#8221;</em> dari Cermin itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cermin akan mengatakan apa adanya tentang diri kita, cermin itu tidak pernah bohong, cermin itu jujur, cermin itu apa adanya tidak ada yang ditutupi cermin apa yang ada pada diri kita itulah yang akan dipantulkan oleh cermin<em>. </em>Sudah sewajarnya jika kita menjadikan cermin adalah sahabat sejati<em> </em>bagi kita karena cermin akan bilang jelek jika kita jelak dan akan bilang baik jika kita baik. Dan karena cermin adalah refleksi sebuah kejujuran sangat tepat dan pas jika cermin kita gunakan sebagai alat untuk instropeksi diri dimana kekurangan dan kelebihan kita dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan demikian kita dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi kehidupan, dengan terus bercermin dengan &#8220;CERMIN HATI&#8221;.. semoga bermanfaat terima kasih <em><br />
</em></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cermin-refleksi-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Thesis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-573" title="skripsi" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/skripsi.jpg" alt="" width="115" height="122" /></a>SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya.  Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca <strong><span style="color: #ff0000;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/menulis-skripsi-ternyata-tidak-sulit-dan-mengasyikkan/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di sini</span> </a></span></strong>, namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan<em> sebagai mimpi buruk dan beban berat.</em> Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa,  yang diperlukan adalah : <strong><span style="color: #ff0000;">KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-572"></span>Mengapa, SKRIPSI menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi pada diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi karena hal ini akan menjadi satu kendalah besar nantinya, hal-hal tersebut  adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan <em>relationships</em> yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemilihan topik yang kurang sesuai/tidak dikuasai, masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara <em>ngalor ngidul</em> dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.</li>
<li style="text-align: justify;">Penentuan metode penelitian dan alat analisis yang tidak sesuai, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (<em>scientific approach</em>) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak <em>grounded theory</em>. Sebaliknya, pendekatan naturalis (<em>naturalist approach</em>) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan <em>grounded theory</em>.</li>
</ol>
<p>Setelah ketiga hal diatas dapat kita atasi dan mampu kita sikapi dengan baik dan bijaksana maka dalam menyusun dan membuat skripsi kita-pun harus memperhatikan dan melaksakan hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mempersiapkan Diri.</strong> Hal wajib yang mesti dilakukan, persiapan yang paling penting adalah dari sisi MENTAL dan tentunya ke bahan pendukung lainnya, waktu dan financial juga tidak kalah penting dan ini harus benar-benar kita siapkan. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Doa dan Restu.</strong> Berusaha saja tanpa diimbangi dengan berdoa makan pencapain tidak akan sempurna atau bahkan kita tidak akan mencapai satu kepuasan dalam pekerjaan, percaya atau tidak doa restu orang tua adalah tiada duanya. Niscaya kemudahan dan kelancaran dalam menyusun dan membuat skripsi akan kita dapatkan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuat </strong><em><strong>Time Line</strong></em><strong>.</strong> Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu <em>time-consuming</em>. Buat <em>planning </em>yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.  Hal ini akan menjadikan kegiatan kita berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan jadual. Dan jangan sekali-sekali keluar dari <em>Time Line </em>yang telah kita buat sendiri</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jadilah Orang Yang  Proaktif (Membuka Diri).</strong> Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.  Disisi lain kita juga harus mampu dan bisa share informasi dengan rekan-rekan yang juga sedang menyusun skripsi.</li>
<li style="text-align: justify;"><em><strong>Be Flexible</strong></em><strong>.</strong> Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Disatu sisi kita sudah merasa benar dan yakin bahwa skripsi kita bagus namun ternyata di tengah perjalanan Dosen Pembimbing memutuskan untuk ganti topik (mungkin saja terjadi), atau katakanlah sulitnya menemui Dosen Pembimbing, perbedaan pandangan dan latar belakang berpikir antara manusia itu akan menjadi kendala besar, jadi kita  harus bisa fleksible dan tidak mudah sakit hati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Jujur.</strong> Hindari keterantungan dengan  jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Siapkan Duit.</strong> Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada <em>sponsorships</em>). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Hmmm..</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Yakin Pada Diri Sendiri</strong>, ini sangat diperlukan karena jangan sampai kita terjebak pada sebuah keadaan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tujuh point diatas harus sudah kita persiapkan sejak dini, karena keterlambatan dalam menentukan dan menyikapi hal ini akan menjadikan kita berada pada <strong>keterbatasan </strong>dan<strong> kemalasan</strong>, keterbatasan dari sisi waktu, biaya dan relationship karena semakin hari waktu akan selalu mengejar kita sehingga kita tidak bisa jalan ditempat yang ending-nya muncul sebuah kemalasan untuk melakukan dan mengerjakannya karena kita sudah terdesak. Keterbatasan dan Kemalasan itulah HANTU yang sebenarnya karena memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah <strong>KEGAGALAN.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesiapan dan kematangan berpikir serta mentalitas mahasiswa akan dipertaruhkan pada saat menyusun skripsi ini sehingga untuk bisa menyusun dan menelorkan sebuah karya ilmiah dari pikiran kita memang dibutuhkan pengorbanan, kesiapan mental, kerja keras dan tetap dengan semangat tinggi. Karena sebenarnya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menuju sebuah kesuksesan dalam menyusun skripsi ini. Dan mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya amiin.. !!!</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/skripsi-mengapa-masih-menghantui-sebagian-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekurangan Kita Adalah Anugrah Yang Indah&#8230;</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 16:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/kekurangan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="kekurangan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/07/kekurangan.jpg" alt="" width="137" height="137" /></a>Dengan memiliki sebuah kesadaran bahwa kita adalah sebuah makhluk yang  memiliki banyak kekurangan maka kita akan selalu berusaha untuk menutupi  kekurangan-kekurangan itu dengan mengubah kekurangan itu menjadi sebuah  kelebihan, dan jika tidak mampu maka kita cari kelebihan yang ada pada  diri kita untuk kemudian kita kelola dan kembangkan potensi itu untuk  menggapai sebuah kesuksesan dalam hidup, karena Allah AWT menciptakan  manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang  mengandung maksud d<em>iantara manusia itu untuk saling melengkapi satu sama  lain yang akhirnya tercipta suatu hubungan dan silaturahim antara  manusia di muka bumi ini</em>. Namun terkadang <strong>egoisme dan idealisme</strong> pribadi yang membungkus sebuah kesadaran bahwa kita adalah <strong>manusia yang penuh kekurangan, manusia yang tidak bisa sempurna dan manusia yang selalu khilaf dalam tindakan dan perbuatan</strong>.  <strong>Egoisme dan Idealisme itu telah menutup mata hati kita</strong> untuk bisa menyadari dan mengakui bahwa kita adalah manusia yang banyak kekurangannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-566"></span>Jika kita rasakan banyak orang yang begitu menyukai dan menghargai kita karena kelebihan yang kita miliki adalah sebuah kewajaran.  Dan ketika kita menemukan dan mendapati bahwa seseorang begitu menyukai dan menghargai kita karena kekurangan yang ada pada diri kita alangkah indah dan berharganya kehidupan ini. Namun hal tersebut akan begitu sulit untuk kita dapatkan. MENGAPA..??? karena sebagian orang masih beranggapan bahwa kekurangan adalah sebuah MUSIBAH, kekurangan adalah MELAPETAKA padahal dibalik kekurangan yang ada tersimpan dan tersembunyi kelebihan yang begitu luar biasa. Ada beberapa contoh orang-orang yang memiliki kekurangan namun ternyata mampu berprestasi dan memiliki pengaruh yang luar biasa, karena mereka mampu mengurai kekurangan itu menjadi sebuah Anugrah dan kelebihan yang luar biasa.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Mark Inglis</strong>, mengalami kecelakaan saat pendakian gunung,  mengakibatkan  kedua kakinya harus diamputasi. Tetapi setelah kejadian  itu, ia mendaki  gunung Everest – gunung terganas di dunia.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Hellen Keller</strong>, pada usia 19 bulan tiba-tiba jatuh sakit dan kemudian  kehilangan indera pendengaran dan penglihatannya, dimana saat itu ia  sedang aktif-aktifnya belajar berbicara sebagaimana balita seusianya. Ia  akhirnya menjadi pembicara dan motivator yang terkenal di dunia dan  menjadi pengacara untuk banyak kasus-kasus sosial.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Wilma Rudolph,</strong> semenjak kecil menderita karena campak, cacar air,  gondok, radang paru-paru dan bahkan polio. Akibat polio, kakinya menjadi  sangat lemah dan bentuknya berubah. Dokter mengatakan bahwa ia tidak  akan pernah bisa berjalan lagi. Wilma Rudolph kemudian tercatat sebagai  peraih 3 medali emas olimpiade 1960 dalam perlombaan lari.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ringo Starr,</strong> pemain drum grup musik the Beatle. Ia berasal dari  keluarga yang sangat miskin. Hidup masa kecilnya selalu ditemani dengan  penyakit dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ke-empat orang diatas hanya sebagian kecil dari gambaran orang-orang yang ada kekurangan akan tetapi mampu bangkit dan menunjukkan pada dunia bahwa kekurangan yang ada pada dirinya bukan sebuah hambatan untuk terus berjuang dan berkarya demi kemajuan dan keberhasilan diri kita. Lalu bagaimanakah kita bisa menyikapi dan menjadi lebih kuat menghadapi kehidupan dengan segala keterbatasan dan segala kekurangan yang ada pada diri kita sebagai manusia.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Sadar Diri, </strong>hal terpenting adalah kita harus mampu dan mau menyadari bahwa kita memiliki banyak kekurangan dan sedikit kelebihan, dengan demikian kita bisa menghargai orang lain tanpa memandang orang itu dari strata sosial, tingkat pendidikan dan kemampuan diri-nya, akan tetapi di landasi rasa sosial dan jiwa kemanusiaan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Selalu Bersyukur (Berdoa)</strong>, dengan mensyukuri apa yang telah kita raih dan kita nikmati adalah sebagai sebuah ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Menggali Potensi Diri</strong>, kita harus berusaha dan mampu memunculkan potensi yang ada pada diri kita dan harus berusaha untuk mengembangkan potensi itu;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Pupuk Rasa Percaya Diri</strong>, jauhkan rasa minder dan rendah diri yang ada pada diri kita, kepercayaan diri sangat kita perlukan jika kita ingin sukses dan berhasil.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Menghargai Orang Lain,</strong> dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya sehingga kita-pun akan dihargai dan dicintai orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita;</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Membuka Diri</strong>, kita harus selalu belajar dan berusaha untuk membuka diri bagi orang lain, dengan demikian kita akan selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran dari orang lain demi kemajuan dan perkembangan kita sendiri.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian kita harus mampu menerima dan meyakini bahwa kekurangan kita adalah sebuah anugrah yang begitu indah, karena dengan kekurangan itu kita akan terus dan selalu berusaha untuk berkembang agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Semoga kita selalu bisa menjadikan kekurangan itu sebagai motivasi untuk terus menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri kita , semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kekurangan-kita-adalah-anugrah-yang-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Kedewasaan dan Mentalitas Pada Sebuah Keberhasilan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 01:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<p style="text-align: justify;">Pertama  selamat kepada Belanda dan para fans serta pendukungnya, karena semalam  telah mampu mengalahkan berhasil untuk melajut ke-babak berikutnya  dalam ajang Piala Dunia 2010, sehingga Belanda akhirnya yang lolos ke  semifinal. Pertandingan yang mempertemukan Belanda VS Brazil  dilaksanakan di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth berjalan  cukup menarik, walau di babak pertama Belanda se-akan sulit untuk bisa  menggedor pertahanan Brazil, justeru kebobolan oleh sontekan Robinho  yang lepas dari kawalan pemain-pemain belakang Team Orange karena memang  terlihat kurang solid di babak pertaman. Hingga peluit babak pertama  usia skor 1 – 0 untuk Brazil tidak berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari umpan silang dari sektor  kanan, Julio Cesar yang berusaha meninju bola tidak mengenai sasaran.  Melo yang di saat bersamaan ingin membuang bola justru mengarahkan si  kulit bundar ke dalam gawang sendiri. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1.  Gol itu melecut motivasi pemain Belanda. Sneijder sukses merobek jala  Cesar melalui sundulan kepala setelah bola liar dari Kuyt diselesaikan  dengan baik pada menit ke-67.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-560"></span><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/u1djcbWRdDc"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Upaya Brasil untuk menyamakan kedudukan semakin berat  setelah harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke-73, karena Melo  diganjar kartu merah akibat perbuatan tidak terpujinya menginjak Arjen  Robben. Bahkan Belanda Nyaris dua kali menjebol gawang Brasil di sepuluh  menit terakhir lewat Kuyt dan Sneijder. Namun peluang ini terbuang  percuma. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Belanda tetap  bertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertandingan semalam begitu  terlihat bahwa Belanda terlihat lebih siap dan dewasa dalam menghadapi  Brazil dan juga terlihat mentalitas pemain jauh lebih bagus daripada  Brazil, dan mungkin salah satu faktor keberhasilan Belanda semalam  adalah kedewasaan dan mentalitas memberikan kontribusi yang cukup  signifikan terhadap keberhasilan Belanda dalam mengalahkan Brazil,  karena jika dilihat dari kualitas pemain kedua team bisa dianggap  berimbang, sebenarnya Brazil lebih solid di lini belakang, namun Brazil  tidak mampu memanfaatkan sisi kelemahan lini belakang dari Belanda,  ekspresi pemain dan emosi pemain begitu terlihat Brazil lebih  meledak-ledak dibandingkan dengan Belanda. Karena Belanda terlihat lebih  tenang, hikmah yang dapat diambil dari pertandingan semalam adalah,  kedewasaan dalam mengendalikan diri dan emosi serta mental yang mampu  kita kendalikan dengan baik akan mampu mempengaruhi kita dalam  bertindak, berbuat dan melakukan tindakan.</p>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/pengaruh-kedewasaan-dan-mentalitas-pada-sebuah-keberhasilan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>An Article From a Friend</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/an-article-from-a-friend/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/an-article-from-a-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 11:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Sammy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;I&#8217;ve learned that you cannot make someone love you. All you can do is be someone who can be loved. The rest is up to them.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how much I care, some people just don&#8217;t care back.<br />
I&#8217;ve learned that it&#8217;s not what you have in your life, but who you have in your life that counts.<br />
I&#8217;ve learned that you can get by on charm for about 15 minutes. After that, you&#8217;d better know<br />
something.</p>
<p><span id="more-529"></span>I&#8217;ve learned that you shouldn&#8217;t compare yourself to the best others can do, but to the best you can do.<br />
I&#8217;ve learned that it&#8217;s not what happens to people that&#8217;s important. It&#8217;s what they do about it.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how thin you slice it, there are always two sides.<br />
I&#8217;ve learned that it&#8217;s taking me a long time to become the person I want to be.<br />
I&#8217;ve learned that it&#8217;s a lot easier to react than it is to think.<br />
I&#8217;ve learned that you should always leave loved ones with loving words. It may be the last time you see them.<br />
I&#8217;ve learned that you can keep going long after you think you can&#8217;t.</p>
<p>I&#8217;ve learned that we are responsible for what we do, no matter how we feel.<br />
I&#8217;ve learned that either you control your attitude or it controls you.<br />
I&#8217;ve learned that regardless of how hot and steamy a relationship is at first, the passion fades and there had better be something else to take its place.<br />
I&#8217;ve learned that heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done, regardless of the consequences.<br />
I&#8217;ve learned that learning to forgive takes practice.<br />
I&#8217;ve learned that there are people who love you dearly, but just don&#8217;t know how to show it.<br />
I&#8217;ve learned that money is a lousy way of keeping score.<br />
I&#8217;ve learned that my best friend and I can do anything or nothing and have the best time.</p>
<p>I&#8217;ve learned that sometimes the people you expect to kick you when you&#8217;re down may be the ones to help you get back up.<br />
I&#8217;ve learned that I&#8217;m getting more and more like my grandma, and I&#8217;m kinda happy about it.<br />
I&#8217;ve learned that sometimes when I&#8217;m angry I have the right to be angry, but that doesn&#8217;t give me the right to be cruel.<br />
I&#8217;ve learned that true friendship continues to grow, even over the longest distance. Same goes for true love.<br />
I&#8217;ve learned that just because someone doesn&#8217;t love you the way you want them to doesn&#8217;t mean they don&#8217;t love you with all they have.</p>
<p>I&#8217;ve learned that maturity has more to do with what types of experiences you&#8217;ve had and what you&#8217;ve learned from them and less to do with how many birthdays you&#8217;ve celebrated.<br />
I&#8217;ve learned that you should never tell a child her dreams are unlikely or outlandish. Few things are more humiliating, and what a tragedy it would be if she believed it.<br />
I&#8217;ve learned that your family won&#8217;t always be there for you. It may seem funny, but people you aren&#8217;t related to can take care of you and love you and teach you to trust people again. Families aren&#8217;t biological.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how good a friend someone is, they&#8217;re going to hurt you every once in a while and you must forgive them for that.<br />
I&#8217;ve learned that it isn&#8217;t always enough to be forgiven by others. Sometimes you have to learn to forgive yourself.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how bad your heart is broken the world doesn&#8217;t stop for your grief.</p>
<p>I&#8217;ve learned that our background and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.<br />
I&#8217;ve learned that sometimes when my friends fight, I&#8217;m forced to choose sides even when I don&#8217;t want to.<br />
I&#8217;ve learned that just because two people argue, it doesn&#8217;t mean they don&#8217;t love each other. And just because they don&#8217;t argue, it doesn&#8217;t mean they do.<br />
I&#8217;ve learned that sometimes you have to put the individual ahead of their actions.<br />
I&#8217;ve learned that we don&#8217;t have to change friends if we understand that friends change.</p>
<p>I&#8217;ve learned that if you don&#8217;t want to forget something, stick it in your underwear drawer.<br />
I&#8217;ve learned that you shouldn&#8217;t be so eager to find out a secret. It could change your life forever.<br />
I&#8217;ve learned that the clothes I like best are the ones with the most holes in them.<br />
I&#8217;ve learned that two people can look at the exact same thing and see something totally different.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how you try to protect your children, they will eventually get hurt and you will hurt in the process.<br />
I&#8217;ve learned that there are many ways of falling and staying in love.<br />
I&#8217;ve learned that no matter the consequences, those who are honest with themselves, get further in life.</p>
<p>I&#8217;ve learned that many things can be powered by the mind, the trick is self-control.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how many friends you have, if you are their pillar, you will feel lonely and lost at the times you need them most.<br />
I&#8217;ve learned that your life can be changed in a matter of hours by people who don&#8217;t even know you.<br />
I&#8217;ve learned that even when you think you have no more to give, when a friend cries out to you, you will find the strength to help.<br />
I&#8217;ve learned that writing, as well as talking, can ease emotional pains.<br />
I&#8217;ve learned that the paradigm we live in is not all that is offered to us.<br />
I&#8217;ve learned that credentials on the wall do not make you a decent human being.</p>
<p>I&#8217;ve learned that the people you care most about in life are taken from you too soon.<br />
I&#8217;ve learned that although the word &#8220;love&#8221; can have many different meanings, it loses value when overly used.<br />
I&#8217;ve learned that it&#8217;s hard to determine where to draw the line between being nice and not hurting people&#8217;s feelings and standing up for what you believe.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how fast or how far you go, you can&#8217;t outrun God.<br />
I&#8217;ve learned that no matter how far away I&#8217;ve been, He&#8217;ll always welcome me back.<br />
I&#8217;ve learned that love is not for me to keep, but to pass on to the next person I see.<br />
I&#8217;ve learned that even if you do the right thing for the wrong reason, it&#8217;s still the wrong thing to do.&#8221;</p>
<p>Special thanks for Mbak Sammy Samini atas tulisan-nya.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/an-article-from-a-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulat, Kepompong, Kupu-kupu Refleksi Sebuah Kehidupan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif"><img class="alignright size-full wp-image-500" title="kupu_metamorph" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif" alt="" width="150" height="138" /></a>Mendengar kata ulat yang terbayang dalam angan kita adalah sosok makhluk yang begitu menjijikan dan terbayang sebuah kerasukan, tidak sedikit orang yang begitu geli dan bahkan jijik bila melihat ulat, belum lagi ulat adalah makhluk perusak karena ketika makan tidak akan berhenti sebelum yang dimakannya habis, sehingga ulat begitu identik dengan sifat-sifat yang kurang baik, namun ketika ulat tersebut telah menjadi kupu-kupu terlihat sebuah keindahan dan ke-elokan dari makhluk ciptaan Tuhan. Makanannya pun serbuk sari dari kuncup-kuncup bunga dan apa yang dilakukan kupu-kupu adalah sebuah hal yang mulia karena dari kaki-kaki-nya akan menyebarkan benih-benih tumbuhan, serta terjadi persilangan tumbuhan secara alami.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-495"></span><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg"><img class="size-full wp-image-499 alignleft" title="Ulat" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg" alt="" width="210" height="158" /></a>Ulat untuk menjadi kupu-kupu harus terlebih dahulu menjadi kepompong, itulah sebuah metamorfosa yang harus dilewati dan kita tidak mengalami Metamorfosa, dalam artian fisik yang sesungguhnya, tidak mengalami proses terlahir serupa telur, menjadi ulat, menjadi kepompong lalu terlahir kembali menjadi seperti kupu-kupu. Tetapi sebenarnya, dengan sebuah pemahaman bahwa manusia selalu mengalami perubahan hidup itu ya dan pasti.  Ada sebuah proses metamorfosa dapat terjadi pada manusia secara psikologis pada momen-momen tertentu dalam kehidupan, yang menandai berbagai macam perubahan, baik perubahan peran, perubahan kepribadian, perubahan kualitas hidup, bahkan perubahan nasibnya. Setiap proses perubahan yang terjadi, mengandung pilihan bijak individu, untuk berubah menjadi sosok yang lebih indah &#8211; bagaikan kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu pembeda antara manusia dengan ulat dimana ulat tidak memiliki pilihan, karena ia hanya akan menjadi kupu-kupu akan tetapi manusia justru memiliki kesempatan untuk memilih akan menjadi manusia yang bagaimana dan seperti apa, dan proses inilah yang merupakan sebuah metamorfosa dalam diri manusia, menumbuhkan motivasi dalam diri, mengambil keputusan, menjalani proses belajar, memaknai hidup dan menjadi (seperti) Kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ulat harus berubah menjadi kepompong baru akan menjadi kupu-kupu, sedangkan manusia lahir sebagai bayi berkembang yang kemudian menjadi anak-anak terus menginjak remaja berubah sebagai manusia dewasa untuk mempersiapkan diri menghadapi hari tua-nya dengan sebuah kebahagiaan. Yang dapat kita ambil dari hikmah dalam sebuah metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Ulat, adalah sebuah makhluk hidup yang ia gunakan hidup-nya untuk makan dan makan tanpa ada tindakan apapun selain menghabiskan apa yang ia bisa makan, sama hal-nya dengan manusia ketika masih bayi hingga anak-anak karena masih dalam masa pertumbuhan baik fisik maupun psikis-nya, maka terkadang usia bayi dan anak-anak adalah masa-masa pembentukan jatidiri manusia.</li>
<li style="text-align: justify;">Kepompong perubahan dari ulat dimana ia tidak lagi makan, akan tetapi sudah terbungkus cangkang yang ia akan berpuasa tidak bergerak untuk bisa berubah menjadi kupu-kupu, jika dalam kehidupan manusia usia remaja hingga dewasa-lah hal ini kita lakukan, pada masa-masa remaja hingga dewasa manusia mulai bisa berpikir dan merenungkan akan apa yang akan ia lakukan dan perbuat untuk bisa menuju sebuah kesuksesan hidup. Jika memang ia habiskan waktu remaja dan dewasa-nya untuk foya-foya, bermalas-malasan, atau hanya berdiam diri, maka di hari tua-nya nanti hanya berbuah penyesalan, berbeda jika masa remaja hingga dewasa ia gunakan untuk belajar, bekerja keras, terus termotivasi untuk maju di hari tua kelak kebahagian hakiki yang ia peroleh.</li>
<li style="text-align: justify;">Kupu-kupu sebuah makhluk yang begitu indah dipandang dan menyenangkan, sosok kupu-kupu adalah buah dari hasil perjuangan kepompong dalam cangkang dan keluar dengan susah payah yang akhirnya memiliki sayap-sayap indah untuk terbang. Demikian hal-nya manusia jika kita bisa memanfaatkan waktu remaja dan dewasa dengan sebaik-baiknya, di hari tua tidak akan rugi karena tujuan hidup dapat tercapai.</li>
</ol>
<p>Potret bagaimana perjuangan ulat untuk menjadi kupu-kupu dapat kita lihat dalam video berikut :<a class="aligncenter" href="http://"><object id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="swliveconnect" value="true" /><param name="quality" value="high" /><param name="scale" value="showall" /><param name="salign" value="r" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="name" value="Kupu-kupu" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" /><param name="align" value="top" /><param name="bgcolor" value="#0066ff" /><param name="vspace" value="5" /><param name="hspace" value="5" /><embed id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" hspace="5" vspace="5" bgcolor="#0066ff" align="top" name="Kupu-kupu" wmode="transparent" salign="r" scale="showall" quality="high" swliveconnect="true"></embed></object></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan itulah sebuah potret metamorfosa sebuah makhluk hidup berupa ulat untuk bisa menjadi kupu-kupu ternyata diperlukan sebuah perjuangan yang tidak mudah dan ringan, akankah kita sebagai manusia hanya akan berserah dan berdiam diri saja untuk mencapai sebuah tujuan dalam hidup.  Untuk itu rekan Black Community Maka setidaknya untuk mencapai tujuan dan cita-cita dalam kehidupan kita, minimal kita harus melakukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pertama, menentukan tujuan secara spefisik, begitu variatifnya tujuan hidup kita menjadikan kita tidak fokus akan apa yang menjadi keinginan kita dalam hidup ini, untuk lebih spesifik-nya kita bisa menentukan visi, misi dan tujuan dari kehidupan kita, karena ternyata hanya 5 persen di antara mereka yang memiliki tujuan yang spesifik. Selebihnya hanya tujuan yang ngambang yang tidak jelas cara pencapaiannya. Seperti, tujuan hidup adalah menjadi manusia yang berguna untuk nusa bangsa dan negara, menjadi manusia yang bermanfaat, dll.</li>
<li style="text-align: justify;">Kedua, buat keputusan untuk memulai melangkah dari langkah pertama sampai langkah terakhir. Punya tujuan hidup saja tanpa memutuskan untuk mulai melangkah tidak memiliki arti apa-apa. Karena bisa saja kita hanya terjebak pada niat kita ingin bertindak A atau berbuat B akan tetapi tidak segera melangkah, maka yang ada hanya sebuah konsep tanpa tindakan;</li>
<li style="text-align: justify;">Ketiga, fleksibel dalam menggunakan cara untuk mencapai tujuan bukan berarti meng-halal-kan segala cara. Satu cara bisa saja berhasil dan bisa juga tidak berhasil mencapai tujuan. Artinya, kalau satu jalan berhasil mencapai tujuan kita dapat menyumpulkan memang itulah caranya. Namun apabila satu<a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-502" title="kupu2 menghisap madu" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg" alt="" width="173" height="130" /></a> cara belum berhasil, jangan cepat putus asa. Ulangi kembali dengan cara lain yang berbeda sampai berhasil.</li>
<li style="text-align: justify;">Dan yang terakhir, keempat pahami hukum proses. Hukum proses mengatakan bahwa untuk mencapai satu titik maka diperlukan waktu tertentu. Bisa cepat, bisa juga lambat. Dan ini artinya, untuk mencapai satu tujuan tertentu tidak ada istilah karbitan, jalan pintas, karena semua butuh sebuah proses yang harus dilalui setiap tahapannya, tidak ada kesuksesan tanpa mengerti sebuah perjuangan dan kegagalan, tidak akan merasa bahagia tanpa senang memaknai rasa sedih dan duka.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan ke-empat langkah tadi tentunya harus disertai dengan doa dan motivasi tinggi untuk bisa mewujudkan apa yang akan kita capai, Ulat menjadi Kepompong  dan kepompong menjadi Kupu-kupu adalah Refleksi sebuah kehidupan yang pantas untuk kita maknai untuk memunculkan motivasi dalam hidup.   Demikian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyaman-nya memiliki pendapatan pasif..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 23:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Uang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-376" title="Uang" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Uang.jpg" alt="Uang" width="154" height="140" /></a> Mungkin selama ini kita masih sering mendengar pertanyaan dari rekan, teman dan sahabat bahkan kerabat jika bertemu dan pertanyaan itu tidak akan lepas dari 3 hal, sekarang tinggal dimana..??, sudah punya anak berapa..?? kerja dimana..??, itu pertanyaan yang seringkali dilontarkan pada kita, dan tentunya dalam menjawab pertanyaan itu akan muncul beragam perasaan, ketika menjawab akan muncul rasa bangga jika jawaban itu adalah jawaban yang positif, yaitu jawaban yang berisi saya sekarang tinggal di Kota X, sudah memiliki momongan 2 dan bekerja di sebuah perusahaan, PNS,  Direktur bahkan Wiraswasta, namun akan minder juga jika jawaban kita tidak seperti diatas atau jawaban yang negatif, terutama jika menjawab tentang pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-373"></span>Diakui atau tidak masyarakat kita melihat bahwa orang bekerja itu berangkat pagi pulang sore bahkan petang, dengan menggunakan seragam dan pakaian yang rapi jali, masyarakat kita masih menganggap bahwa bekerja itu adalah sebuah kegiatan yang mengharuskan kita melakukan aktifitas di luar rumah, padahal inti dari bekerja itu adalah memperoleh pendapatan yang halal dan barokah, baik itu dilakukan dirumah ataupun diluar rumah. Dan jika kita pahami bahwa inti dari pendapatan itu ada dua yaitu pendapatan aktif dan pendapatan pasif. Pendapatan aktif adalah pendapatan yang kita peroleh dari setiap aktifitas yang kita lakukan lalu kita akan memperoleh imbalan secara langsung, sedangkan pendapatan pasif adalah sebuah pendapatan yang kita peroleh tanpa harus bekerja dengan keras jika boleh mengatakan bahwa uang kita lah yang bekerja. Dan pendapatan pasif ini adalah jenis pendapatan yang terbaik yang bisa kita miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena belum begitu membudaya di masyarakat kita, jangan kaget jika kita memiliki pendapatan pasif yang jauh lebih bisa dibandingkan dengan pendapatan aktif akan banyak orang berpendapatan bahwa kita memiliki &#8220;PESUGIHAN&#8221;.. yang memelihara Tuyul, Babi Ngepet, pelihara Blorong dan sebagainya. Padahal pendapatan itu kita peroleh secara halal dan barokah. Dan pendapatan pasif itu bisa kita dapatkan dari kegiatan-kegiatan dan aktifitas-aktifitas secara on-line.  Bagi yang sudah familiar dengan dunia maya (baca internet) mungkin pendapatan pasif ini sudah banyak dilakukan oleh para netter, hanya mungkin seberapa besar pendapatan pasif yang telah mereka peroleh ini tentunya beragam karena akan tergantung dari aktifitas dan cara kerja yang dipilihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh pendapatan pasif antara lain adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Deposito, dengan mendepositokan uang kita di bank maka setiap bulan kita akan memperoleh bunga dari deposito kita tersebut, hanya saja ini memerlukan investasi atau modal yang tidak sedikit, karena semakin banyak  investasi kita akan semakin banyak bunga yang kita terima;</li>
<li style="text-align: justify;">Investasi pada sebuah usaha bersama, hal ini hampir sama dengan pilihan diatas setidaknya kita harus memiliki modal terlebih dahulu.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemasangan iklan di Blog atau Website, dengan memasang iklan di website atau di blog kita maka kita akan memperoleh pendapatan dari iklan-iklan yang kita pasang di blog dan website dengan gratis ataupun berbayar, jika ingin gratis cukup memiliki blog saja dan jika ingin berbayar kita harus memiliki website dengan domain dan hosting yang berlangganan.  Intinya biarlah iklan yang bekerja mencarikan uang untuk kita, karena dia akan bekerja selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu 12 bulan dalam setahun.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu kita garis bahwahi disini adalah kita tidak memelihara Tuyul, Babi Ngepet atau Blorong, tidak ada pesugihan disini, karena kita tetap akan bekerja dan beraktifitas dengan mengelola blog atau website kita agar pengunjung blog kita makin banyak, hanya saja kita tidak perlu bekerja keras untuk mengumpulkan itu semua. Contoh untuk menempatkan iklan di blog atau website kita adalah dengan Google Adsense atau bisa dengan Adsensecamp (Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Google Adsense ataupun Adsense Camp akan kita ulas di lain waktu dan kesempatan, mudah-mudahan tulisan ini sedikit banyak membuka wacana kita terlebih dulu tentang sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan, terima kasih semoga bermanfaat</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/nyaman-nya-memiliki-pendapatan-pasif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah, Nikah Atau Kerja..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup adalah pilihan, mungkin sebagian dari kita akan menyadari dan merasakan hal itu, karena memang kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini, karena akan menjadi satu kesulitan bagi kita jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan, menentukan skala prioritas dalam pilihan hidup mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana. Beberapa waktu yang lalu sudah diperolah hasil akhir dari sebuah perjuangan bagi rekan-rekan yang menempuh pendidikan menengah, yang pada akhirnya harus menentukan mesti kemana setelah lulus nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-281"></span>Ada 3 pilihan yang dapat dilakukan, oleh mereka yang baru lulus SMU, MA, SMK dan yang sederajat, tiga pilihan itu antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Nikah</li>
<li>Kuliah</li>
<li>Kerja</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ketiga-nya memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda yang tentunya di-imbangi dengan sebuah pendewasaan berpikir dan kebijaksanaan bertindak dalam menentukan pilihan ini, karena ketiganya juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Namun jika bicara ideal setelah lulus SMU/MA/SMK sebenarnya hanya dua pilihan yaitu kuliah atau kerja. Namun tidak sedikit pula yang setelah lulus sekolah menengah atas yang memutuskan untuk menikah. Dianggap sebuah pilihan yang sulit tidak juga, jika kita sudah memiliki tujuan dan arah dari kehidupan kita, sudah memiliki rencana-rencana matang dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga pilihan yang ada tentunya menjadikan kita berpikir sebelum memutuskan mana yang akan kita lakukan, yang jelas keputusan untuk NIKAH, akan menjadi alternatif pilihan jika sudah mapan atau katakanlah bekerja dan lebih lengkap lagi sudah siap lahir dan bathin. Jadi kita harus memilih yang mana antara Kuliah atau Kerja. Hal ini akan tergantung dari banyak faktor karena-nya banyak indikator yang dipergunaka untuk menentukan mau Kuliah atau Kerja. Jika kita memutuskan untuk Kuliah tentunya akan muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>mau kuliah dimana ?</li>
<li>ambil jurusan apa ?</li>
<li>menghabiskan biaya berapa ?</li>
<li>menempuh program apa ?</li>
<li>setelah lulus nanti apakah bisa dapat pekerjaan ?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tentunya kita harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan bijaksana, satu hal jangan sampai jawaban tersebut kita dapatkan dari orang lain dan bukan dari diri kita sendiri, hal ini untuk menghindari ketidaksesuaian apa yang kita tempuh dibangku kuliah dengan minat dan bakat kita, maka jawaban tersebut harus datang dari diri kita sendiri. Dengan demikian minimal jika kita ingin kuliah harus bisa menentukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Pilihan Perguruan Tinggi dengan beberapa pilihan tentunya;</li>
<li>Jurusan yang akan kita pilih;</li>
<li>Estimasi biaya untuk kuliah;</li>
<li>Diploma atau Sarjana program yang akan kita ambil;</li>
<li>Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah kita lulus kuliah.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika lima hal diatas sudah kita selesaikan, maka melangkah untuk melanjutkan studi (KULIAH) tentunya dengan semangat dan motivasi yang kuat maka kuliah tidak sekedar ikut saran teman, mengikuti keinginan orang tua atau alasan lain-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jika kita memilih untuk bekerja, sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri untuk mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya dalam lapangan pekerjaan, hal yang paling penting di negeri ini dalam mencari pekerjaan adalah :</p>
<ol>
<li>Kita harus memiliki skill lebih dibandingkan kompetitor lainnya;</li>
<li>Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja;</li>
<li>Kita harus siap untuk berkompetisi setelah diterima kerja nanti;</li>
<li>Kita harus menentukan target pribadi dalam waktu 5 tahun mendatang tentang pekerjaan kita;</li>
<li>Kita harus menentukan bekerja pada orang lain (karyawan) atau menciptakan lapangan kerja sendiri (usaha mandiri).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karena jangan sampai kita kerja hanya dengan alasan daripada menganggur, karena jika memutuskan bekerja karena alasan tersebut, sudah dapat dipastikan kita tidak memiliki motivasi kerja dan tidak memiliki target bagaimana kehidupan kita kelak. Dan tentunya bersiap-lah untuk terus menjadi orang yang sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitupun jika memutuskan untuk langsung menikah setelah lulus SMK/MA/SMU, ada beberap hal yang harus diperhatikan, karena menikah tidak hanya memandang dan merasakan nikmat-nya saja, akan tetapi banyak hal yang harus kita kondisikan sejak awal, karena menikah itu kita harus :</p>
<ol>
<li>Siap lahir dan batin;</li>
<li>Siap untuk menafkahi dan dinafkahi;</li>
<li>Siap untuk menjadi orang tua;</li>
<li>Siap untuk melepas masa-masa kebebasan;</li>
<li>Siap untuk bertanggungjawab atas semua langkah dan perbuatan kita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Hal diatas hanyalah sebuah gambaran sederhana yang tidak terlepas dari tingkat pemahaman dan landasan berpikir setiap individu, dan pilihan akan tetap pada pribadi kita masing-masing, semoga sedikit tulisan ini mampu memberikan sebuah gambaran dalam wacana berpikir kita. Dan silakan anda untuk memilih mana yang terbaik bagi kehidupan kita kedepan. Terima kasih semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/kuliah-nikah-atau-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita, Makhluk Paling Unik dan Sulit Dimengerti, Tahu Kenapa..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/wanita-makhluk-paling-unik-dan-sulit-dimengerti-tahu-kenapa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/wanita-makhluk-paling-unik-dan-sulit-dimengerti-tahu-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 15:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2008/11/jilbab-cantik.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-30" title="jilbab-cantik" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2008/11/jilbab-cantik.jpg" alt="" width="74" height="89" /></a>Wanita adalah makhluk yang paling unik di dunia menurut saya, tidak akan ada habisnya untuk dibicarakan dan dibahas tentang wanita ini, wanita bisa selembut sutera, tapi bisa sekeras karang. Dan untuk membahagiakan wanita tentunya <span style="color: #313a42;">kaum adam</span>(bapak, kakak, adik, mas atau om), haruslah bisa memahami, mengerti dan bisa menyelami perasaan wanita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-286"></span></p>
<p><span style="color: #313a42;">Melihat dan memahami</span> <span> </span>wanita <span> </span><em>jangan</em> hanya dari <span style="color: #313a42;">body-nya yang bak gitar Spanyol</span>, atau <span style="color: #313a42;">wajah rupawan secantik Miss World atau Miss Universe bahkan Monalisa</span>, atau <span style="color: #313a42;">gerakannya yang lemah gemulai bak penari India</span>, bahkan mungkin dari <span style="color: #313a42;">desah suara yang begitu merdu semerdu suara Madonna.</span>.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Tapi pahamilah seutuhnya bahwa wanita itu</span> :<br />
<span style="color: #313a42;">Cerewet</span> : <em>Pahamilah ia tidak ada maksud untuk <span style="text-decoration: underline;">mengatur</span>, kadang hanya ingin LELAKI atau kita mengikut kata-katanya sekali waktu saja, maka mengerti dan pahamilah.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Cinta</span>:<em>CINTA pertama bagi wanita <span> </span>adalah yang paling dalam dan tulus, cinta wanita <span> </span>itu tanpa syarat, maka dapatkanlah cinta wanita yang tulus itu, Maka akan kau dapatkan indah dan manisnya cinta sejati</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Ego</span>: Wanita <em>yang terlalu menyayangi orang yang dikasihi-nya sanggup menolak EGO-nya apabila bertemu dengan yang dicintainya.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Halus</span>:<em>Ibarat sehelai sutera, cantik, mulus, lembut dan mudah tercabik serta koyak itulah perasaan Wanita. Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan, biasanya <span> </span>Wanita <span> </span>akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pelajaran. <span style="text-decoration: underline;">Dan bukan DENDAM</span>, karena wanita <span> </span>itu pemaaf.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Ikhlas</span>: <em>ke-Ikhlas-an hati seorang wanita <span> </span>tak perlu diragukan lagi, dia akan menerima dengan apa adanya dan memberikan segalanya tanpa berharap imbalan. Karena kasihnya itu tulus</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">ber-Korban</span>: Wanita <em>sanggup berkorban apa saja untuk seseorang yang amat disayangi, termasuk ibu bapak, anak-anak dan suami, serta kekasihnya. Ia akan menyerahkan segalanya untuk berkorban, karena Wanita <span> </span>amat tabah.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Manja</span>:<em>Walaupun dia adalah seorang Wanita yang pandai berdikari, naluri seorang Wanita tetaplah seorang Wanita. Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama LELAKI , namun juga sesama kaum.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Prihatin</span> : <em>Sentiasa memerhatikan keadaan sekeliling dalam diam. Karena Wanita bertindak berdasarkan perasaan dan bukan akal-nya</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Sensitif</span> : <em>Ketahuilah bukan karena ia bermaksud suka merajuk, tapi hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian, maka perhatikanlah.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;">Seks</span> : <em>SEKS bukanlah segala-galanya buat Wanita karena Wanita <span> </span>diciptakan dengan 9 nafsu dan satu akal. NAFSU yang banyak dan tidak tertumpu kepada satu saja. LELAKI pula dijadikan dengan 9 akal dan satu nafsu. Fungsi lelaki adalah <span style="text-decoration: underline;">membimbing </span>Wanita dan bukan menghanyutkannya.</em></p>
<p>Yakinlah.. jika kita bisa memahami, mengerti dan menyikapi serta menerima kesepuluh hal diatas, maka untuk membahagiakan wanita tidaklah sulit, karena belum tentu harta, paras cantik dan kedudukan tinggi mampu memberikan kebahagiaan hati dan jiwa bagi wanita.</p>
<p>Satu lagi yang perlu kita tahu, bahwa wanita itu hanya memiliki satu kekurangan, yaitu <span style="color: #313a42;">DIA LUPA BETAPA BERHARGA DIRINYA.</span>, maka <span style="color: #313a42;">selalu bimbing dan ingatkan serta hargailah wanita itu, dengan sepenuh hati didasar keikhlasan dan ketulusan.</span> Jika sekali satu wanita lupa akan <span style="color: #313a42;">harga diri (tahu khan yang saya maksud)</span>-nya akan hancurlah, semuanya&#8230;.. oh&#8230; <span> </span>wanita &#8230; Nah.. itulah uniknya wanita <span style="color: #313a42;">begitu banyak kelebihannya tapi hanya satu kekurangannya yang bisa menjadikan kehancuran sebuah dunia, dimana wanita itu tidak menyadari betapa diri-nya begitu berharga sehingga ia akan lupa terhadap harga diri-nya karena terbuai oleh nikmat dan gemerlapnya dunia fana… </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tulisan ini pernah aku publish di www.pintunet.com</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/wanita-makhluk-paling-unik-dan-sulit-dimengerti-tahu-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>