<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Menggapai Sukses Dalam Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Diploma]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1048" title="sukses" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a>Sukses atau kesuksesan menurut saya adalah sesuatu yang relatif, karena setiap manusia memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda, kita semua dalam kehidupan memiliki mimpi, namun mimpi kita akan selalu berbeda, mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sulit, karena definisi sukses itu akan berbeda satu dengan yang lain, namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu &#8220;Tercapainya suatu keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam menggapai harapan&#8221; yang membedakan adalah target sukses setiap manusia. Dengan demikian maka sudah barang tentu langkah-langkah dalam menggapai kesuksesan dalam hidup akan sama.<span id="more-1047"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam cara akan selalu dilakukan agar kesuksesan bisa diraih, namun bagaimana dan seperti apa cara menggapai sukses itu yang terpenting, karena kesuksesan tergantung akan langkah dan cara-cara yang kita tetapkan dalam menggapai kesuksesan tersebut, setidaknya beberapa hal dibawah ini mudah-mudahan mampu memberikan gambaran bagaimana kita manggapai kesuksesan dalam hidup :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Tetapkan Visi dan Misi, dalam hidup kita harus memiliki kejelasan tujuan dari arah kehidupan kita, jika tidak maka hidup hanya akan berjalan datar tanpa banyak perubahan yang berarti, karena tidak adanya visi dan misi dalam kehidupan sama halnya kita hanya pasrah terhadap keadaan. Padahal keadaan itu akan bisa kita ubah ketika kita memiliki kejelasan tujuan hidup;</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat Perencaaan Hidup, setelah visi dan misi kita pahami dan kita miliki maka langkah berikutnya adalah dengan membuat perencanaan akan upaya dalam pencapaian tujuan tersebut, kita tentukan skala prioritas dalam tingkat kebutuhan hidup kita, kita harus mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan; perencanaan ini nantinya yang akan dipergunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur sejauhmana pencapaian dari kesuksesan yang kita inginkan, sehingga kita dengan mudah mengevaluasi apakah masih ada langkah yang salah;</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan Perencaaan Dengan Konsisten, konsistensi terhadap timeline yang telah kita buat akan menjadikan kesuksesan menjadi lebih riil dan nyata, karena ketika kita inkonsistensi maka akan menjauhkan kita dari tujuan awal dari kehidupan kita sendiri;</li>
<li style="text-align: justify;">Koreksi dan Evaluasi, apa yang telah kita lakukan tidak akan mengalami kendala hal ini memerlukan sebuah koreksi terhadap apa yang telah kita lakukan, sehingga kita memerlukan sebuah evaluasi karena apa yang telah kita tetapkan dan rencanakan akan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan kita sendiri;</li>
</ol>
<p>Selain beberapa hal diatas yang merupakan sebuah konsep untuk menentukan langkah-langkah yang harus kita lakukan, masih ada beberapa hal berikut yang tidak bisa kita abaikan, yaitu :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Dekat dan Sayangi Orang Tua; kesuksesan seorang anak manusia akan terletak restu dan doa orang tua &#8212; (terutama Ibu), bagaimanapun, siapapun beliau adalah tetap orang tua, dengan kedekatan dan rasa sayang kita sudah barang tentu doa dan restu akan selalu mengiringi langkah-langkah kita dalam hidup, karena ridho orang tua adalah pintu keridho-an Allah SWT;</li>
<li style="text-align: justify;">Perbanyak sedekah .. dengan kita mengupayakan secara rutin berbagi akan rejeki yang telah kita dapatkan kepada orang lain yang membutuhkan, maka pintu kesuksesan akan terbuka dengan lebih, karena ketika kita mengulurkan tangan untuk bisa membantu satu atau dua orang, Allah SWT akan melipatgandakan kesempatan kita untuk menggapai kesuksesan yang telah kita tentukan;</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan hanya melihat keatas dan menatap kedepan, adakalanya harus juga menoleh kebelakang atau menengok ke bawah, karena yang didepan dan diatas adalah tujuan dan juga harapan kita, terkadang kita begitu bersikeras untuk bisa menggapai apa yang telah orang lain capai dalam hal tingkat keberhasilan, sehingga kita terkadang lupa diri terhadap fitrah kita sebagai manusia yang butuh interaksi dan dukungan orang lain, maka ketika kita menoleh ke belakang dan menengok kebawah, naluri kemanusiaan kita akan berimbang, karena ternyata masih ada banyak orang yang belum seberuntung kita, masih banyak manusia yang lain memerlukan uluran tangan kita, maka ketika kita berusaha untuk bisa melihat keatas dan kebawah akan tercapai sebuah keseimbangan dalam hidup, hidup kita akan dipenuhi rasa syukur dan ikhlas yang begitu dalam, dan ketika kita mampu terus bersyukur serta ikhlas, Allah SWT akan mencurahkan kemurahan-Nya untuk memberikan ruang dan jalan bagi kita dalam menggapai sukses;</li>
<li style="text-align: justify;">Jauhkan dari sifat suka mempermainkan perasaan orang lain, karena ketika itu orang lain akan merasa kecewa dengan kita, dan tentunya hal ini akan berakibat fatal bagi keinginan kita dalam mencapai sebuah kesuksesan hidup; kekecewaan orang lain terhadap perilaku, bicara dan tingkah perbuatan kita hanya akan menutup kesempatan kita untuk bisa mengembangkan diri;</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa hal yang dapat kita laksanakan sebagai salah satu cara dalam menggapai kesuksesan dalam hidup, yang sudah barang tentu ini hanya beberapa bagian dari sekian banyak cara dalam menggapai sukses, akhirnya terima kasih telah meluangkan waktu, serta Salam Sukses bagi kita semua, terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Epidose Status Facebook (2)</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 02:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gigis]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>
		<category><![CDATA[Susah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Biarkan hujan .. biarkan air itu membasahi tubuh, karena sang air penuh kerinduan untuk bisa menyapa dan membasahi tubuhmu, dan biarkan nanti ku dekap dengan kehangatan jiwa dan ketulusan hati, bahwa akupun merindu .. (gigis, 28 Oktober 2011)</p>
<p style="text-align: justify;"> Cintaku padamu tidak berharap balas apapun, karena mampu mencintaimu dengan sepenuh hati adalah sebuah keinginan untuk bisa berhadap kebahagiaan hidup .. ayo nak .. tatap masa depanmu dengan keleluasaan berpikir dan tingginya cita-citamu, karena aku hanya bisa menyertakan doa dan restu dalam setiap langkah dan nafasmu &#8230; (26 Oktober 2011)<span id="more-1028"></span></p>
<div style="text-align: justify;">Dedikasi dan pengabdian menjadi keharusan bagi pekerja terhadap pekerjaannya dan bukan terhadap pimpinan, dan ketika pekerjaan itu tidak mampu memberikan kesejahteraan, kebahagiaan dan tidak lagi menjadikan rasa nyaman dalam bekerja .. sudah saatnya untuk menyudahi pekerjaan itu &#8230; matur  suwun &#8230; nyuwun pangapunten &#8230;. (24 Oktober)</div>
<div style="text-align: justify;">Gambaran kehidupan kita .. laksana gelombang dilautan kadang diatas kadang dibawah, suatu waktu merasa sedih dan dilain waktu bahagia; menikmati sebuah perjalanan dalam hidup adalah jalan terbaik bagi setiap manusia dalam meraih tujuan itu sendiri &#8230; karena gelombang dilautan itu juga naik turun untuk bisa mencapai pantai &#8230; MASIHKAH .. kita tidak bisa bersyukur .. (19 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Satu dari sekian jalan menuju kebahagiaan adalah ketika kita mampu menyelaraskan rasa dihati dengan kenyataan hidup; karena ketika hati tidak bisa menerima keadaan itulah sumber dari kesengsaraan &#8230; (07 Oktober 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Kehidupan adalah sekumpulan nada dari beragam suara suka dan tidak suka terhadap apa yang kita jalani dan akan terdengar sumbang; namun akan menjadi lagu indah dan merdu ketika mampu menambahkan melodi-melodi dalam hidup sehingga begitu merasa nyaman dalam menjalani kehidupan itu sendiri &#8230; (27 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Manifestasi ikhlas adalah ketika kita bisa menerima dengan lapang dada sebuah ketidaksesuaian antara cita-cita dan realisasi disertai dengan keinginan untuk melakukan instropeksi diri untuk meraih kembali cita-cita itu .. (26 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Memaknai sebuah wejangan jawa &#8220;Urip Nang Donya Mung Mampir Ngombe&#8221; .. begitu dalam artinya; &#8211;&#8221;hidup didunia hanya sekedar mampir untuk minum, karena hidup didunia itu tidak abadi, maka lakukan sesuatu yang berarti dalam hidup, jangan pernah menyia-nyiakan kehidupan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat&#8221;&#8211; .. semoga sekali hidup bisa memberikan arti bagi diri sendiri dan orang lain .. amiin (22 September 2011)</div>
<div style="text-align: justify;">Biarkan sisa-sisa indah dan nikmat semalam ku abadikan; karena pagi ini masih terasa nikmat itu bersama secangkir kopi manis &#8230; terima kasih sayang .. !! (21 September 2011)</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Harga diri manusia tidak dinilai dari melimpahnya harta, tingginya pangkat dan jabatan, tapi sejauhmana ia mampu menghargai orang lain (20 September 2011)</strong></p>
<div style="text-align: justify;">
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">selembar senyum terbingkai indah pada raut wajahmu, .. selamat pagi cinta &#8230; eratkan jemari, tautkan hati dan satukan jiwa, untuk sambut hari ini dengan berharap ridho-Nya &#8230; (15 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ternyata UANG bisa membikin mata melihat menjadi BUTA, telinga mendengar menjadi TULI; dan perasaan tepa selira menjadi BUAS dan BRUTAL &#8230;; manusia yang begitu santun, halus tingkah laku &#8230; berubah menjadi BERINGAS dan GANAS terkikis sudah jatidiri manusia yang sebenarnya &#8230; mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal itu &#8230; pegang, miliki dan manfaatkan UANG dengan bijaksana .. (14 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Untuk bisa bersahabat dengan orang lain dengan begitu indah, cobalah anda bersahabat dengan diri sendiri dulu dengan indah pula .. ??? (11 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Gerimis sore tadi, telah memberikan inspirasi untuk bisa menghabiskan malam ini hanya bersama-mu, karena ingin ku tumpahkan semua rindu dan cintaku hanya kepadamu &#8230; karena gerimis sore tadi .. (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ingin ku beli mimpi, jika para penjual mimpi itu bisa menjamin menjadikan nyata&#8230;; (10 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Keinginan, harapan dan cita-cita adalah sebuah ketetapan dalam mencapai rangkaian keberhasilan hidup seseorang .. (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika kita berharap pada sebuah KESUKSESAN, maka ketika itu pula kita harus mampu dan siap menerima sebuah KEGAGALAN .. !! (09 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Walau cuma secangkir penasaran akan berasa pahit jika diaduk dengan sedok ketidakpastian &#8230;. (03 September 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Telah ku urai rinduku, bersama aliran darahku, hembusan nafasku, detak jantungku .. karena engkau adalah jiwaku .. (22 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Investasi yang paling berharga adalah putera-puteri kita, maka rawat dan pelihara-lah dengan bijaksana, ia adalah intan permata yang tidak bisa kita tukarkan dengan apapun, dan bekal yang paling mereka butuhkan untuk dunia akherat bukanlah harta dan kemewahan, akan tetapi IMAN dan TAQWA&#8230; semoga ayah-mu ini mampu memberikan bekal yang cukup nak&#8230; !!! (21 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Desah nafasmu adalah naluri hasratku .. dekap mesramu adalah semangat langkahku .. sebelum ku menapak untuk raih rejekiku pagi ini, ijinkan ku cium keningmu &#8230; (19 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Dekap dan peluk aku dalam cinta-MU, sayangi aku dengan samudra kasih-Mu; dan ijinkan aku mencintai-MU, seperti Engkau mencintaiku &#8230; karena hanya pada-MU kuserahkan jiwa dan ragaku &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Mentari selalu setia pada janjinya, tidak akan pernah berubah karena selalu menyertai hadirnya hari &#8230; dan ijinkan ku urai cintaku seperti setianya janji sang mentari &#8230; (16 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Obsesiku ingin punya tempat membaca yang dipenuhi segala macam dan jenis buku &#8230; dengan sejuk-nya kembang anggrek, dilain ada kolam kecil disampingnya &#8230; mudah-mudahan &#8230; ??? (13 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Ketika engkau sudah mengatakan &#8220;YA&#8221;, maka jangan pernah ada dalam benakmu untuk mengubah menjadi mengatakan &#8220;TIDAK&#8221; &#8230; karena selama-nya orang tidak akan lagi percaya terhadap apa yang engkau ucapkan &#8230; (08 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Membaca, menulis, berpikir meringkas dan bertanya itulah seorang pembelajar sejati (07 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Menjalani kehidupan yang kita butuhkan adalah sebuah ketentraman dan kedamaian sehingga ditemukan kenyamanan dalam hidup ini, hidup dengan bergelimang harta akan memiliki arti yang sangat berbeda dengan hidup berkecukupan &#8230; ==untuk seseorang yang barusan curhat== (06 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kepercayaan itu sebuah rasa tulus yang keluar dari hati kecil untuk memegang keteguhan hati akan prinsip dan cita-cita, namun ketika kepercayaan itu terkhianati separuh keteguhan hati telah hilang dan separuhnya berupa prinsip dan cita-cita telah musnah &#8230; ==untuk sobatku== (04 Agustus 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Modal utama untuk menjadi pemimpin sejati adalah KREDIBILITAS, namun terkadang seorang pecundang hanya perlu RUPIAH dan RELIABILITAS untuk memimpin &#8230; bagaimana pendapat anda ..?? (30 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Terlukis dalam indah senyumnya, ketika terbuai harum nafasmu, saat kupagut asmaramu dalam diam, karena aku sedang merindu &#8230;. (27 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">Kulo namung sadermi nglampahi punopo ingkang ginaris ing agesang, kanthi raos syukur ugi ikhlas mugi-mugi tansah wontening pangayoman panjenengan duh Gusti .. (25 Juli 2011)</p>
<p data-ft="{&#34;type&#34;:1}">UANG diperlukan, akan tetapi ketika beranggapan bahwa uang adalah segala-nya sebuah kekeliruan besar, karena banyak sisi yang akhirnya menjadikan uang adalah sumber bencana, siapa juga mau jadi manusia BERUANG &#8230;. (16 Juli 2011)</p>
</div>
</div>
<div style="text-align: justify;"> <strong>(hanya sekedar usaha untuk bisa memotivasi diri)&#8230; </strong></div>
<div style="text-align: justify;">Baca juga di <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/status/">Status</a></div>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/epidose-status-facebook-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Creative Accounting Itu ..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 23:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[creative accounting]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[Firma]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perseroan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-976" title="Creative Accounting" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Creative-Accounting-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Perseroah Terbatas, CV, Firma dan perusahaan dalam bentuk yang lain adalah sebuah organisasi bisnis yang merupakan sebuah pertemuan dari berbagai macam kontrak kepentingan (nexus of contract), sehingga di dalam proses akuntansi, ada dimensi politis yang terlibat didalamnya. Dimensi politis tersebut adalah sebuah kenyataan bahwa ada pihak-pihak yang berkepentingan dan cukup mempunyai kekuatan untuk menggunakan pengaruhnya ke dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.<span id="more-975"></span><br />
Teori Akuntansi Positif berkembang seiring kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat seperti yang dikatakan oleh Watts dan Zimmerman [1986] dibandingkan dengan akuntansi normatif yang lebih menjelaskan praktek-praktek akuntansi yang seharusnya (should be) berlaku. Dalam pemilihan kebijakan akuntansi misalnya akan membawa dampak ekonomi terhadap pemilihan kebijakan akuntansi tersebut kepada penggunanya yang sering disebut oleh Zeff [1978] sebagai economic consequences. Dalam mengisi ruang teori akuntansi positif maka ‘creative accounting’ sebagai salah satu tema menarik yang juga perlu diperhatikan oleh akuntan (dan juga penyusun standar akuntansi).</p>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Naser [1993] dalam Amat et.al. [1999] medefinisikan ‘creative accounting’ sebagai berikut:<br />
<strong>The process of manipulating accounting figures by taking advantage of loopholes in accounting rules and the choice of measurement and disclosure practices in them to transform financial statements from what they should be, to what prepares would prefer to see reported, …..and The process by which transactions are structured so as to produce the required accounting results rather than reporing transaction in neutral and consistent way.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Stolowy dan Breton [2000] menyebut ‘creative accounting’ merupakan bagian dari ‘accounting manipulation’ yang terdiri dari ‘earning management’ , ‘income smoothing’ dan ‘creative accounting’ itu sendiri. Dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.  Manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan menurut Watt dan Zimmerman [1986] digolongkan menjadi tiga buah hipotesis, yaitu : (1) bonus-plan hyphotesis,  (2) debt-covenant hyphotesis dan (3) political cost hyphotesis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bonus plan hyphotesis</strong><br />
Healy [1985] dalam Scott [1997] menyatakan bahwa manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diberikan. Jika bonus yang diberikan tergantung pada laba yang akan dihasilkan, maka manajer akan melakukan ‘creative accounting’ dengan menaikkan laba atau mengurangi laba yang akan dilaporkan. Pemilik biasanya menetapkan batas bawah laba yang paling minim agar mendapatkan bonus. Dari pola bonus ini manajer akan menaikkan labanya hingga ke atas batas minimal tadi. Tetapi jika pemilik perusahaan membuat batas atas untuk mendapatkan bonus, maka manajer akan berusaha mengurangkan laba sampai batas atas tadi dan mentransfer laba saat ini ke periode yang akan datang. Hal ini dia lakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut manajer sudah tidak mendapatkan insentif tambahan atas upayanya memperoleh laba di atas batas yang ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Formula bonus yang digunakan Healy didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan terdiri atas manajer yang menghindari resiko (risk averse) sehingga manajer akan memilih discretionary accrual untuk</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">menurunkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual lebih kecil dari bogey (batas bawah) atau melebihi cap (batas atas)</li>
<li style="text-align: justify;">menaikkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual melebihi bogey tetapi tidak melebihi cap. Implikasi yang dikemukakan oleh Healy adalah bahwa manajer akan berperilaku oportunistik menghadapi intertemporal choice.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Debt-covenant hyphotesis</strong><br />
Penelitian dalam bidang teori akuntansi positif juga menjelaskan praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikapi perjanjian hutang. Manajer dalam menyikapi adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang telah jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya dengan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya. Fields, Lys dan Vincent [2001] mengemukakan ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan akuntansi, yaitu pada saat diadakannya perjanjian hutang dan pada saat jatuh temponya hutang. Kontrak hutang jangka panjang (debt covenant) merupakan perjanjian untuk melindungi pemberi pinjaman dari tindakan-tindakan manajer terhadap kepentingan kreditur, seperti pembagian deviden yang berlebihan, atau membiarkan ekuitas berada di bawah tingkat yang telah ditentukan. Semakin cenderung suatu perusahaan untuk melanggar perjanjian hutang maka manajer akan cenderung memilih prosedur akuntansi yang dapat mentransfer laba periode mendatang ke periode berjalan karena hal tersebut dapat mengurangi resiko ‘default’. Sweeney [1994] dalam Scott [1997] menyatakan perilaku ‘memindahkan’ laba tersebut dilakukan oleh perusahaan bermasalah yang terancam kebangkrutan dan ini merupakan strategi untuk bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Political-cost hyphotesis.</strong><br />
Dalam pandangan teori agensi (agency theory), perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil. Perusahaan besar melakukannya sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut. Perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar karena merupakan entitas yang banyak disorot oleh publik secara umum. Para karyawan berkepentingan melihat kenaikan laba sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji. Pemerintah melihat kenaikan laba perusahaan sebagai obyek pajak yang akan ditagihkan. Sehingga pilihan yang dihadapi oleh organisasi adalah dengan cara bagaimana lewat proses akuntansi agar laba dapat ditampilkan lebih rendah. Hal ini yang seringkali disebut dengan political cost hyphoyesis [Watts dan Zimmerman: 1986].</p>
<p><strong>Berbagai macam pola yang dilakukan dalam rangka ‘creative accounting’ menurut Scott [1997] sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Taking Bath, atau disebut juga ‘big bath’. Pola ini dapat terjadi selama ada tekanan organisasional pada saat pergantian manajemen baru yaitu dengan mengakui adanya kegagalan atau defisit dikarenakan manajemen lama dan manajemen baru ingin menghindari kegagalan tersebut. Teknik ini juga dapat mengakui adanya biaya-biaya pada periode mendatang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan yang tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya, manajemen melakukan ‘pembersihan diri’ dengan membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang dan melakukan ‘clear the decks’. Akibatnya laba periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.</li>
<li style="text-align: justify;">Income minimization. Cara ini mirip dengan ‘taking bath’ tetapi kurang ekstrem. Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapatkan perhatian oleh pihak-pihak yang berkepentingan (aspek political-cost). Kebijakan yang diambil dapat berupa write-off atas barang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan biaya iklan, biaya riset dan pengembangan, metode successfull-efforts untuk perusahaan minyak bumi dan sebagainya. Penghapusan tersebut dilakukan bila dengan teknik yang lain masih menunjukkan hasil operasi yang kelihatan masih menarik minat pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari penghapusan ini adalah untuk mencapai suatu tingkat return on assets yang dikehendaki.</li>
<li style="text-align: justify;">Income maximization. Maksimalisasi laba dimaksudkan untuk memperoleh bonus yang lebih besar, dimana laba yang dilaporkan tetap dibawah batas atas yang ditetapkan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Income smoothing. Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan mungkin juga meratakan laba bersihnya untuk pelaporan eksternal dengan maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar dalam meramalkan pertumbuhan laba jangka panjang perusahaan.</li>
<li style="text-align: justify;"> Timing revenue and expense recognition. Teknik ini dapat dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu berkenaan dengan saat atau timing suatu transaksi seperti adanya pengakuan yang prematus atas penjualan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">‘Creative accounting’ dapat dikatakan sebagai sebuah praktek akuntansi yang buruk, karena cenderung mereduksi reliabilitas informasi keuangan. Karena manajer memiliki asimetri informasi, yang bagi pihak di luar perusahaan sangat sulit diketahui, maka memaksimalkan keuntungan dengan ‘creative accounting’ akan selalu ada. Masalah sebenarnya adalah tidak diberikannya pengungkapan yang transparan secara menyeluruh tentang proses pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan kebijakan akuntansi (accounting policy). Akibatnya, laporan keuangan dianggap masih memiliki keterbatasan mendasar sehingga belum memadai untuk digunbakan dalam proses pengambilan keputusan.<br />
Merujuk agency theory, laporan keuangan dipersiapkan oleh manajemen sebagai pertanggungjawaban mereka kepada principal. Karena manajemen terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha perusahaan maka manajemen memilikiasimetri informasi dengan melaporkan segala sesuatu yang memaksimumkan utilitasnya. ‘Creative accounting’ sangat mungkin dilakukan oleh manajemen, karena manajemen dengan asimetri informasi yang dimilikinya akan leluasa untuk memilih alternatif metode akuntansi. Manajemen akan memilih metode akuntansi tertentu jika terdapat insentif dan motivasi untuk melakukannya. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan merekayasa laba (earning management), karena laba seringkali menjadi fokus perhatian para pihak eksternal yang berkepentingan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>‘Creative accounting’ dan etika</strong><br />
‘Creative accounting’ mempunyai banyak konsekuensi. Dalam perspektif ekonomi, ‘creative accounting’ dipengaruhi oleh kerangka ekonomi yang bertujuan untuk self-interset. Hal ini mungkin sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. Namun pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah ‘creative accounting’ memang sesuatu yang benar untuk dilakukan? Apakah maksud dan tujuan ‘creative accounting’ sehingga moral judgment-nya tergantung kepada tujuan ‘creative accounting’ itu sendiri. Persepsi ini harus diluruskan agar tidak menjadikan bahwa ‘creative accounting’ menjadi hal yang pro dan kontra.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pandangan orang awam ‘creative accounting’ dianggap tidak etis, bahkan merupakan bentuk dari manipulasi informasi sehingga menyesatkan perhatiannya. Tetapi dalam pandangan teori akuntansi positif, sepanjang ‘creative accounting’ tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, tidak ada masalah yang harus dipersoalkan. Asalkan tidak ada asimetri informasi antara pelaku ‘creative accounting’ dan pengguna informasi keuangan. Perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) para manajer terjadi akibat adanya asimetri informasi dalam penyajian laporan keuangan tidak terlepas dari pertimbangan konsekuensi ekonomi. Perhatian kita mungkin diarahkan bagaimana mendorong keterbukaan informasi secara lebih luas sehingga inside information bukanlah sesuatu yang ‘tabu’ untuk diumumkan kepada khalayak. Karena dalam kerangka keterbukaan yang menyeluruh sebenarnya ‘creative accounting’ atau apapun namanya, tidak akan berpengaruh kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap organisasi. Karena semua pihak akan mempunyai informasi yang sama dan tidak ada asimetri informasi lagi. Sekali lagi, pentingnya mendorong keterbukaan dalam rangka good governance akan membawa dampak kepada ketersediaannya informasi sehingga akan mengeliminasi dan mengurangi dampak ‘creative accounting’. Untuk itu keputusan pelaksanaan &#8220;cretive accunting&#8221; dalam mengelola laporan keuangan perusahaan tentu harus benar-benar dipikirkan dengan mendalam, karena tentu akan berpengaruh terhadap kredibititas perusahaan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui dan mencegah terjadinya creative accounting tersebut..??, dibawah ini ada beberapa metode dan cara untuk kita bisa mengetahui adanya creative accounting dan cara mencegahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Fraudulent financial reporting</em> di suatu perusahaan merupakan hal yang akan berpengaruh besar terhadap semua pihak yang mendasarkan keputusannya atas informasi dalam laporan keuangan  (<em>financial statement</em>) tersebut. Oleh karena  itu akuntan publik harus bisa menccegah dan mendeteksi lebih dini agar tidak terjadi <em>fraud</em>. Untuk mengetahui adanya <em>fraud</em>, biasanya ditunjukkan oleh timbulnya gejala-gejala (<em>symptoms</em>) berupa <em>red flag (fraud indicators</em>), misalnya perilaku tidak etis manajemen. <em>Red  flag</em> ini biasanya selalu muncul di setiap kasus kecurangan (<em>fraud</em>) yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian Wilopo (2006) membuktikan serta mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi dapat diturunkan dengan meningkatkan kefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, moralitas manajemen, serta menghilangkan asimetri informasi. Hasil penelitian Wilopo tersebut juga  menunjukkan bahwa  dalam upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi memerlukan usaha yang menyeluruh, tidak secara partial. Menurut Wilopo, upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi, antara lain :</p>
<ol>
<li>Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.</li>
<li>Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.</li>
<li>Pelaksanaan <em>good governance</em>.</li>
<li>Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan, yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><em>The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission</em>) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya <em>fraudulent financial reporting, </em>yaitu <em> :</em></p>
<ol>
<li>Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(<em>financial reporting)</em>.</li>
<li>Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke <em>fraudulent financial reporting.</em></li>
<li>Menilai resiko <em>fraudulent financial reporting </em>di dalam perusahaan<em>.</em></li>
<li>Mendisain dan mengimplementasikan <em>internal control </em>yang memadai<em> </em>untuk <em>financial reporting</em>.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mulfrod &#38; Comiskey (2002) menulis buku terkait dengan <em>creative accounting</em> yang berjudul “<em>The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices</em><strong>”. </strong>Buku tersebut meskipun lebih difokuskan bagi para investor sebagai pembelajaran untuk mengetahui secara cepat adanya kecurangan akuntansi<strong><em> (</em></strong><em>fraudulent accounting</em><strong>)<em>, </em></strong>namun perlu diketahui juga oleh auditor. <strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa atribut yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya risiko terdapat  <em>fraudulent financial reporting </em>di perusahaan, antara lain :</p>
<ol>
<li>Terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (<em>internal control</em>).</li>
<li>Perusahaan tidak memiliki komite audit.</li>
<li>Terdapat hubungan kekeluargaan (<em>family relationship</em>) antara manajemen  (<em>Director</em>) dengan karyawan perusahaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Klasifikasi dari  <em>Creative Accounting Practices </em>menurut Mulfrod &#38; Comiskey, terdiri dari :</p>
<ol>
<li>Pengakuan pendapatan fiktif (<em>recognizing Premature or Ficticious Revenue</em>).</li>
<li>Kapitalisasi yang agresif dan Kebijakan amortisasi yang terlalu lebar (<em>Aggressive Capitalization &#38; Extended Amortization Policies</em>).</li>
<li>Pelaporan keliru atas Aktiva &#38; Utang (<em>Misreported Assets and Liabilities</em>).</li>
<li>Perekayasaan Laporan Laba Rugi  (<em>Creative with the Income Statement</em>).</li>
<li>Timbul masalah atas pelaporan Arus Kas (<em>Problems with Cash-flow Reporting</em>).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menurut laporan dari <em>The National Commission on Fraudulent Financial Reporting</em>, pencegahan (<em>prevention</em>)  dan pendeteksian (<em>detection</em>) awal atas <em>fraudulent financial reporting </em>harus dimulai saat penyiapan laporan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rezaee (2002), dalam bukunya yang berjudul “<em>Financial Statement Fraud: Prevention and Detection”, </em> membahas cukup mendalam tentang teknik untuk mencegah dan mendeteksi adanya <em>fraud</em> dalam laporan keuangan. Dalam buku tersebut dijelaskan kasus kolapsnya enron di Amerika Serikat, yang menghebohkan kalangan dunia usaha secara jelas dan lengkap, termasuk adanya praktek kolusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara untuk mencegah timbulnya fraud yang diakibatkan kolusi antara manajemen perusahaan dengan akuntan publik adalah pengaturan rotasi auditor (akuntan publik). Sesuai Keputusan Menkeu (KMK) No. 359/KMK. 06/2003 tentang perubahan KMK No. 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik tertanggal 21 Agustus 2003, telah diatur tentang pembatasan dan rotasi terhadap akuntan publik. Pasal 6 ayat 4  Kepmenkeu tersebut dinyatakan bahwa pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) paling lama untuk lima tahun buku berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik paling lama tiga tahun berturut-turut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi perlu menyelenggarakan suatu lokakarya (workshop) tentang <em>fraudulent financial reporting</em> atau<em> fraud in financial statement </em>untuk para akuntan publik agar terdapat pemahaman yang sama, sehingga dapat dilakukan pencegahan serta pendeteksian secara dini kemungkinan terjadinya <em>fraud</em> di perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar akuntan publik dapat berhasil mendeteksi adanya fraud, sehingga  dapat dihindarkan akuntan publik gagal mendeteksi terjadinya <em>fraud</em> yang sangat merugikan berbagai pihak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dikumpulkan dari berbagai sumber.</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perhatikan Arus Kas, Untuk Menunjang Kesuksesan Usaha</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perhatikan-arus-kas-untuk-menunjang-kesuksesan-usaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perhatikan-arus-kas-untuk-menunjang-kesuksesan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 01:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika sudah kita tentukan dan kita pilih sebuah usaha, tentunya yang ada dalam angan kita adalah bagaimana mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam usaha tersebut, memulai adalah sesuatu yang begitu berat karena dibutuhkan sebuah keberanian untuk melaksanakannya, akan tetapi jauh lebih berat adalah mengelola dan mempertahankan apa yang telah kita awali tersebut. Dalam sebuah usaha memang diperlukan beragam motivasi untuk mencapai sebuah keberhasilan, motivasi yang tinggi dan keberanian melangkah, setelah itu maka pengelolaan keuangan yang baik dan benar tentu menjadi sebuah keharusan agar apa yang kita lakukan tidak berbuah sia-sia.<span id="more-936"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Manajemen usaha kecil memang juah lebih mudah dibandingkan dengan manajemen sebuah perusahaan, akan tetapi dalam pengelolaan manajemen usaha kecil (baca kewirausahaan) dibutuhkan ketekunan, kejelian dan ketelitian agar berbuah kesuksesan tersebut. Hal sederhana namun menjadi sebuah prinsip dalam kewirausahaan adalah dengan menata dan mengelola arus kas usaha tersebut.  Metoda <em>cash flow</em> (aliran kas) merupakan pendekatan pengelolaan keuangan yang praktikal dan sesuai untuk unit usaha kecil yang pola pengelolaan keuangannnya masih sederhana.  Pengertian <em>cash flow</em> adalah aliran kas perusahaan yang secara riil diterima dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan operasi, pendanaan, dan investasi. Aliran kas yang masuk ke perusahaan disebut dengan <em>cash in flow</em>, sedangkan aliran kas yang keluar dari perusahaan dinamai <em>cash out flow</em>. Aliran kas dapat dibedakan menjadi 3 jenis : <strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Operational Cash Flow</em></strong><strong> (Aliran Kas Operasional),</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. <em>Operational Cash In Flow</em> <strong>(OCIF)</strong> meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba perusahaan. Sedangkan <em>Operational Cash Out Flow</em> <strong>(OCOF)</strong> meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan biaya <em>overhead </em>pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tabel 1:  Format Pencatatan Aliran Kas Operasional Harian per Bulan</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="text-decoration: underline;">Tanggal ……………Bulan……….  Tahun……….</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="170" valign="top"><strong>Perkiraan OCIF</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
<td width="47" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>Perkiraan OCOF</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">SALDO KURANG</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top">SALDO LEBIH</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<ul>
<li> Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF</li>
<li> Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Tabel 2:  Format Pencatatan Aliran Kas Operasional Rekapitulasi Bulanan</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bulan……….  Tahun……….</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong>Tgl.</strong></td>
<td width="170" valign="top"><strong>Perkiraan OCIF</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
<td width="47" valign="top"><strong>Tgl.</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>Perkiraan OCOF</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">dst.</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">dst.</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">SALDO KURANG</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top">SALDO LEBIH</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"> Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF</li>
<li style="text-align: justify;">Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF</li>
<li style="text-align: justify;">Tanggal ditulis lengkap selama satu bulan, dari tanggal 1 hingga 30 atau 31, apabila tidak terjadi transaksi pada tanggal tertentu, perkiraan dikosongkan.</li>
</ul>
<p><strong>Contoh Pencatatan <em>Operational Cash Flow </em>Harian</strong></p>
<p><strong>Tabel 3: Pencatatan Aliran Kas Operasional Harian PT Reformasi </strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Tanggal   2    Bulan:  Januari   Tahun: 2011</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="151" valign="top"><strong>Perkiraan OCIF</strong></td>
<td width="85" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
<td width="38" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="180" valign="top"><strong>Perkiraan OCOF</strong></td>
<td width="95" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="151" valign="top">Penerimaan Penjualan</td>
<td width="85" valign="top">20.000.000</td>
<td width="38" valign="top">1</td>
<td width="180" valign="top">Pembayaran Gaji</td>
<td width="95" valign="top">10.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="151" valign="top">Penerimaan Piutang dari</td>
<td width="85" valign="top"></td>
<td width="38" valign="top">2</td>
<td width="180" valign="top">Pembayaran Telepon</td>
<td width="95" valign="top">750.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top">1. Sule</td>
<td width="85" valign="top">4.500.000</td>
<td width="38" valign="top">3</td>
<td width="180" valign="top">Pembayaran Listrik</td>
<td width="95" valign="top">250.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top">2. Azis</td>
<td width="85" valign="top">1.000.000</td>
<td width="38" valign="top">4</td>
<td width="180" valign="top">Biaya Penjualan</td>
<td width="95" valign="top">600.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top">3. Nunung</td>
<td width="85" valign="top">500.000</td>
<td width="38" valign="top">5</td>
<td width="180" valign="top">Pembelian Bahan Baku</td>
<td width="95" valign="top">2.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top"></td>
<td width="85" valign="top"></td>
<td width="38" valign="top">6</td>
<td width="180" valign="top">Pemby. Tenaga Langsung</td>
<td width="95" valign="top">1.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top"></td>
<td width="85" valign="top"></td>
<td width="38" valign="top">7</td>
<td width="180" valign="top">Pem. Hutang ke Pemasok</td>
<td width="95" valign="top">1.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top">SALDO KURANG</td>
<td width="85" valign="top"></td>
<td width="38" valign="top"></td>
<td width="180" valign="top">SALDO LEBIH</td>
<td width="95" valign="top">9.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="85" valign="top">26.000.000</td>
<td width="38" valign="top"></td>
<td width="180" valign="top">JUMLAH</td>
<td width="95" valign="top">16.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="151" valign="top"></td>
<td width="85" valign="top"></td>
<td width="38" valign="top"></td>
<td width="180" valign="top"></td>
<td width="95" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Catatan: Semua transaksi yang dicatat harus bersifat tunai (cash)</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Contoh Pencatatan <em>Operational Cash Flow </em>Bulanan </strong></p>
<p>Tabel 4: Pencatatan Aliran Kas Operasional Bulanan PT Reformasi</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bulan:  Januari   Tahun: 2011</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong>Tgl.</strong></td>
<td width="170" valign="top"><strong>Perkiraan OCIF</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
<td width="47" valign="top"><strong>Tgl.</strong></td>
<td width="142" valign="top"><strong>Perkiraan OCOF</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>Nilai (Rp)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">1</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">10.700.000</td>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Operasi</td>
<td width="104" valign="top">16.700.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">3</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">3</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Produksi</td>
<td width="104" valign="top">20.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">4</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">25.000.000</td>
<td width="47" valign="top">4</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">5</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">5</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Operasi</td>
<td width="104" valign="top">800.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">6</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">6</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">7</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">17.300.000</td>
<td width="47" valign="top">7</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Penjualan</td>
<td width="104" valign="top">600.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">8</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">800.000</td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">20</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Produksi</td>
<td width="104" valign="top">12.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">17</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">11.500.000</td>
<td width="47" valign="top">21</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">29</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">29</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Produksi</td>
<td width="104" valign="top">2.600.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">30</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">30</td>
<td width="142" valign="top">Biaya Operasi</td>
<td width="104" valign="top">1.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="170" valign="top">Penerimaan Operasi</td>
<td width="94" valign="top">18.500.000</td>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">SALDO KURANG</td>
<td width="94" valign="top">-</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"><strong>SALDO LEBIH</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>22.600.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="170" valign="top"><strong>JUMLAH</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>83.800.000</strong></td>
<td width="47" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="142" valign="top"><strong>JUMLAH</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>83.800.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Saldo Lebih hanya diisi apabila Total OCIF lebih besar daripada Total OCOF</li>
<li style="text-align: justify;">Saldo Kurang hanya diisi apabila Total OCIF lebih kecil daripada Total OCOF</li>
<li style="text-align: justify;">Tanggal ditulis lengkap selama satu bulan, dari tanggal 1 hingga 30 atau 31</li>
<li style="text-align: justify;">Apabila tidak terjadi transaksi pada tanggal tertentu, perkiraan dikosongkan.</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p><strong><em>Financial Cash Flow</em></strong><strong> (Aliran Kas Pendanaan), </strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong> </strong>Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. <em>Financial Cash In Flow</em> (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan <em>Financial Cash Out Flow</em> (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi), pencatatannya dalam perioda bulanan (lihat Tabel 2 dan Tabel 4)  atau bahkan tahunan, bukan harian.</p>
<p><strong><em>Investment Cash Flow</em></strong><strong> (Aliran Kas Investasi)</strong></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. <em>Investment Cash In Flow</em> (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan <em>capital gain</em> atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan <em>Investment Cash Out Flow</em> (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi. Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian, maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Setelah anda melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan, berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). Masing-masing laporan aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan Aliran Kas Operasional, Laporan Aliran Kas Pen-danaan, dan Laporan Aliran Kas Investasi. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada pencatatan keuangan usaha kecil.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Mengingat bahwa metoda ini, sesuai dengan namanya Metoda <em>Cash Flow</em> (arus kas tunai), maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya (jumlah uang tunai sesungguhnya). Namun demikian, metoda ini juga memiliki  kelemahan.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: <strong>Piutang dan Hutang </strong>(lihat Tabel 5)</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Contoh Catatan Pembantu: Piutang &#8211; Hutang </strong></p>
<p>Tabel 5: Catatan Piutang dan Hutang</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bulan:  Januari   Tahun: 2011</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="47" valign="top">Tgl.</td>
<td width="170" valign="top">Perkiraan Piutang</td>
<td width="94" valign="top">Nilai (Rp)</td>
<td width="47" valign="top">Tgl.</td>
<td width="142" valign="top">Perkiraan Hutang</td>
<td width="104" valign="top">Nilai (Rp)</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">2</td>
<td width="170" valign="top">Penjualan Kredit</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">9</td>
<td width="142" valign="top">Pembelian Kredit</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">kepada:</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top">Bahan Baku:</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">1. Rafi</td>
<td width="94" valign="top">2.000.000</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top">1. PT Merana</td>
<td width="104" valign="top">26.300.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">2. Rafa</td>
<td width="94" valign="top">800.000</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top">2. UD Cepat Laku</td>
<td width="104" valign="top">3.700.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">3. Nona</td>
<td width="94" valign="top">1.200.000</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">21</td>
<td width="142" valign="top">Pembelian Kredit</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">16</td>
<td width="170" valign="top">Penjualan Kredit</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top">Bahan Penolong:</td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">kepada:</td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top">PT. Maju Mapan</td>
<td width="104" valign="top">11.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">1. UD Sejati</td>
<td width="94" valign="top">18.000.000</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top">2. UD Jepemethe</td>
<td width="94" valign="top">12.000.000</td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">dst</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">…</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top">31</td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="170" valign="top"><strong>JUMLAH</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>34.000.000</strong></td>
<td width="47" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="142" valign="top"><strong>JUMLAH</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>41.800.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="170" valign="top"></td>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="47" valign="top"></td>
<td width="142" valign="top"></td>
<td width="104" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan: </strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Tanggal yang ditulis hanya ketika terjadi transaksi piutang dan hutang saja</li>
<li style="text-align: justify;"> Setiap transaksi harus disertai dokumen dasar seperti (Bon, kuitansi, atau kontrak)</li>
<li style="text-align: justify;">Catatan dapat diperlengkap dengan kolom item unit dan harga per unit produk yang ditransaksikan</li>
<li style="text-align: justify;">Catatan pembantu ini tidak ikut dikompilasi dalam laporan, karena setelah transaksi kredit tersebut dilunasi menjadi kas, langsung dicatat pada Catatan Aliran Kas dengan perkiraan Pembayaran Hutang atau Penerimaan Piutang. Namun catatan pembantu ini tetap disimpan untuk keperluan audit.</li>
</ol>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Laporan Aliran Kas</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Laporan aliran kas merupakan rangkuman dari ketiga jenis aliran kas tersebut, dan dipisahkan untuk masing-masing jenis aliran kas. Contoh laporan aliran kas sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>“CV. RAFI RAFA Tbk”</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>LAPORAN ARUS KAS</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>1 Januari s.d 31 Desember 20</strong><strong>10</strong><strong> </strong></p>
<p>&#160;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong>Uraian</strong></td>
<td colspan="2" width="210" valign="top"><strong>Jumlah (Rp)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="336" valign="top"><strong>ALIRAN KAS DARI   AKTIVITAS OPERASI</strong>&#160;</p>
<p>ALIRAN KAS MASUK:</p>
<p>Penerimaan Operasi</p>
<p>Penerimaan ……….</p>
<p>Jumlah</p>
<p>ALIRAN KAS KELUAR:</p>
<p>Biaya Operasi</p>
<p>Biaya Produksi</p>
<p>Biaya Penjualan</p>
<p>Biaya ………….</p>
<p>Jumlah</td>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>900.000</p>
<p>100.000</td>
<td rowspan="3" width="102" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>1.000.000</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>750.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>500.000</p>
<p>150.000</p>
<p>100.000</p>
<p>&#160;</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="336" valign="top"><strong><em>Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi</em></strong><strong> </strong>&#160;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ALIRAN KAS DARI   AKTIVITAS PENDANAAN</strong></p>
<p>ALIRAN KAS MASUK:</p>
<p>Dana Bergulir Program Studi   D3 BK</p>
<p>Iuran Anggota</p>
<p>…………………</p>
<p>Jumlah</p>
<p>ALIRAN KAS KELUAR:</p>
<p>Pengembalian Dana Bergulir</p>
<p>Penyertaan Modal</p>
<p>…………</p>
<p>Jumlah</td>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>400.000</p>
<p>1.000.000</p>
<p>&#160;</td>
<td rowspan="3" width="102" valign="top"><strong>250.000</strong>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>1.400.000</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>1.300.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>400.000</p>
<p>900.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong><em>Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan</em></strong><strong> </strong></td>
<td width="108" valign="top"></td>
<td width="102" valign="top"><strong>100.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="336" valign="top"><strong> </strong>&#160;</p>
<p><strong>ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI</strong></p>
<p>ALIRAN KAS MASUK:</p>
<p>Penjualan Aktiva Tetap</p>
<p>…………………</p>
<p>Jumlah</p>
<p>ALIRAN KAS KELUAR:</p>
<p>Pembelian Aktiva Tetap</p>
<p>………….</p>
<p>Jumlah</td>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>4.000.000</td>
<td rowspan="3" width="102" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>4.000.000</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>4.150.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top">&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>4.150.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="108" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong><em>Aliran   Kas Bersih dari Aktivitas Investasi</em></strong><strong> </strong></td>
<td width="108" valign="top"></td>
<td width="102" valign="top"><strong>(150.000)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong>Kenaikan Bersih Kas   Selama Periode T.A 2010</strong>&#160;</p>
<p><strong>Saldo Awal Kas 01   Januari 2010</strong></td>
<td width="108" valign="top"></td>
<td width="102" valign="top"><strong>200.000</strong>&#160;</p>
<p><strong>850.000</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong>Saldo Akhir Kas 31 Desember 2010</strong></td>
<td width="108" valign="top"></td>
<td width="102" valign="top"><strong>1.100.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Agus S. Irfani, <em>“AKUNTANSI KEUANGAN: Pengelolaan Keuangan Sederhana dengan Metoda Cash Flow dan  Akuntansi”</em>, Pada Acara Pelatihan Manajemen Usaha Kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Andreas, M<em>anajemen Keuangan Untuk UKM</em>, 2011, Graha Ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Taufik Hidayat, <em>Financial Planning; Mengelola &#38; Merencanakan Keuangan Pribadi &#38; Keluarga</em>, 2010 Media Kita</p>
<p style="text-align: justify;">Westred J. Fred, Thomas Copeland, <em>Manajemen Keuangan</em>; 2010 Airlangga Surabaya.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perhatikan-arus-kas-untuk-menunjang-kesuksesan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah.., Aku Takut Mati .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 04:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-940" title="Foto013" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rutinitas biasa jam 16.30  sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan  safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi,  ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku  kenal.</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum,&#8221; tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.<br />
&#8220;Walaikum salam Warrohmah,&#8221;jawabku sambil ku jabat erat tangannya.</p>
<p>Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras  rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan  bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai  bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.<br />
<span id="more-939"></span>&#8220;Ayah, kata Ustadzah, semua orang besok akan mati, benar yah,&#8221; tanya anakku<br />
&#8220;Benar, tidak hanya orang semua makhluk hidup cintaap Allah SWT pasti mati, nak,&#8221; jawabku singkat.<br />
&#8220;Tapi aku takut mati ayah, aku tidak mau mati,&#8221; lanjut anakku dengan  mimik wajah yang begitu serius tidak ada binar keceriaan diwajahnya.<br />
&#8220;Nak, semua orang pasti mati, karena kita adalah makhluk hidup, dan kita  tidak boleh takut menghadapi kematian karena itu sebuah kepastian..?&#8221;  jelasku pada si kecil, namun terlihat jelas belum ada rasa puas dari  rona wajahnya dengan jawabanku tadi.<br />
&#8220;Biar kita nggak takut mati, maka harus rajin sholat, berbakti sama  orang tua, sayang sama ayah, bunda dan adek, juga tidak boleh nakal, dan  baik sama semua orang,&#8221; lanjutku.</p>
<p>Tanpa berkata apapun, anakku langsung berlari ke kamar mandi, karena  rasa penasaran aku ikutin dia ternyata ambil air wudhu (walau belum  benar juga wudhu-nya), begitu selesai ia minta kain sarung dan  melaksanakan sholat (walau gerakan dan rukunnya juga belum benar),  selesai melaksanakan sholat ku dekan dan ku peluk erat dalam keharuan,  oh anakku. Di saat usiamu masih 5 tahun sudah mampu memberikan  pembelajaran dan pelajaran yang sangat berharga.</p>
<p>Dua hari ini aku begitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari  tanya dan celoteh anakku yang ternyata jika kita resapi dan pahami  begitu dalam. Belajar dan berusaha memahami hidup dari anak kecil jauh  lebih natural. Tak kuasa dalam kesendirian ku renungkan semua tanya yang  pernah anakku sampaikan lalu ku urai satu persatu dan ternyata ada  makna yang begitu dalam untuk aku gunakan sebagai koreksi dalam  menjalani hidup dan kehidupan, terima kasih anakku.</p>
<p>Ternyata ayahmu masih perlu banyak belajar dalam kehidupan ini, dan  engkau telah menjadi inspirasi dan semangat pada ayahmu ini nak.. !!!,  Semoga kelak engkau benar-benar menjadi pelita bagi kehidupan orang tua,  agama dan masyarakat nak. Amiin&#8230;</p>
<div></div>
</div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input name="post_form_id" type="hidden" value="339370f9bd872166802ee396cf21fd1b" />
<input name="fb_dtsg" type="hidden" value="dpz8r" />
<input name="feedback_params" type="hidden" value="{&#34;actor&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;target_fbid&#34;:&#34;381906957231&#34;,&#34;target_profile_id&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;type_id&#34;:&#34;14&#34;,&#34;source&#34;:&#34;2&#34;,&#34;assoc_obj_id&#34;:&#34;&#34;,&#34;source_app_id&#34;:&#34;0&#34;,&#34;extra_story_params&#34;:[],&#34;content_timestamp&#34;:&#34;1270529156&#34;,&#34;check_hash&#34;:&#34;5d534b058a0c3d28&#34;}" /><button title="Berhenti menyukai item ini"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Akan Datang Ketika Sudah Waktunya, Maka Sambutlah Cintamu</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 01:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/04/cinta-sambutlah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-925" title="cinta sambutlah" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/04/cinta-sambutlah.jpg" alt="" width="222" height="227" /></a>Pernahkah dalam sebuah perenungan dan  kesendirian kita mengamati dan memikirkan sebuah fenomena kehidupan,  lalu sedikit demi sedikit kita coba untuk menguraikannya agar bisa  memberikan sebuah gambaran kehidupan dan akhirnya memberikan manfaat,  pernahkah terbersit dalam benak dan angan kita bahwa bulan dan matahari,  malam dan siang itu selalu tepat waktu dan bergantian dalam menjaga dan  menerangi dunia, tanpa pernah ada keributan diantaranya karena berebut  untuk saling mendahului…  <span id="more-924"></span>Tidak ada rasa iri diantaranya  karena memang telah ditetapkan bahwa bulan dan malam harus bergantian  dengan matahari dan siang, dengan kepatuhan akan sebuah ketetapan  Illahi..  Begitu halnya dengan cinta, dia akan  datang setelah waktunya tiba karena memang telah ditetapkan oleh Allah  Tuhan Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Ketetapan itu adalah sebuah  rahasia kehidupan. Maka untuk menanti cinta tentunya jangan sampai  terhanyut dan terperosok pada harapan dan ilusi dan gebyar ke-indahan  dan kenikmatan duniawi, karena hanya sebuah penyesalan jika kita tidak  mampu memanfaatkan waktu didunia dengan bijaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada masa dimana kita mesti belajar dan  belajar, maka keseriusan dan kesungguhan dalam belajarnya yang harus  kita dahulukan, dan ini pada usia-usia puber (SMP dan SMA), karena pada  saat ini para remaja kita sudah beralih dalam pola berpikirnya, saat  belajar disertai dengan buaian-buaian keindahan <strong>cinta semu</strong>, yang belum dilandasai dengan sebuah kematangan berfikir, <strong>akhirnya cinta-nya adalah nafsu, cinta-nya adalah permainan dan cintanya adalah ke-maksiat-an.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Coba kita berpikir dan merenung  sejenak.. berapa waktu belajar yang dibutuhkan untuk menyiapkan masa  depan dan berapa waktu untuk cinta yang akan kita nikmati.. hitung saja  untuk menyiapkan masa depan pada masa remaja adalah kurang lebih 16  tahun. Mulai dari SD 6 tahun, SMP 3 Tahun, SMA 3  tahun Kuliah 4 tahun, -pun dari waktu itu digunakan dengan serius untuk  memikirkan tentang belajar, belajar dan belajar, hilangkan sebuah  pikiran tentang cinta kasih dengan lawan jenis atau pacaran.. Begitu  selesai belajar dengan sebuah keseriusan saya yakin keberhasilan dengan  gemilang pasti akan tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan bukanlah sebuah hal yang sulit  ketika nilai-nilai belajar kita bagus, dengan tingkat pemahaman sebuah kehidupan dan tentunya kematangan berpikir dan kebijakan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain setelah itu.. nikmati cinta-mu  karena kemapanan dan kematangan dalam kehidupan telah diperoleh, maka  tawaran-tawaran cinta dari pada keluarga yang terpesona dan terhanyut  akan sebuah keberhasilan dalam hidupmu tentu akan datang dengan  sendiri-nya, orang tua mana yang tidak mendambakan menantu dengan akhlaq  mulia, agama yang kuat dan kemapanan dalam kehidupan (pekerjaan pasti  dan jelas).</p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu akan mudah untuk diperoleh dan didapatkan, jika kita mampu menggunakan dan memanfaatkan waktu dengan bijaksana.. <strong>Dan Sambutlah Datang-nya Cinta Itu dengan senyum  kebahagiaan… !!! </strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/cinta-akan-datang-ketika-sudah-waktunya-maka-sambutlah-cintamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Si Penjual Koran.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 11:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Koran mas.. koran.. koran, ada tabloid ada majalah,&#8221; teriak seorang anak kecil dengan sepeda mini yang dikayuh perlahan sambil menenteng tas kain yang sudah mulai memudar warnanya berisi berbagai macam koran, majalah dan tabloid. Mulai pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah berkeliling dari perumahan ke perumahan lainnya, menyusuri jalan-jalan di Kota Blitar. Begitu menunjukkan pukul 06.30 ia bergegas menanggalkan baju kebesaran-nya untuk berganti baju seragam merah putih kebanggannya (waktu itu ia masih SD).  Dan sepulang sekolah ia lanjutkan menjajakan dagangannya yang belum habis, usaha gigih si Fulan ini terus membuahkan hasil karena lambat laun pelanggannya banyak. Jadi ketika menginjak SMP ia tinggal mengantarkan ke pelanggannya saja sebelum atau sambil berangkat ke sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-863"></span> Suatu hari kalau tidak salah di tahun 1999 ketika si Fulan lewat depan rumah kontrakan saya, saya sempat berbincang sejenak sambil meminta agar setiap hari Selasa dan Kamis disisakan satu &#8220;Tabloid Bola&#8221;, untuk saya tentunya bayar khan  tidak gratis ..he.h.ehe., dari pembicaraan dan ngomong-ngomong dengan dia banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil pembicaraan tersebut, karena anak seusia dia sudah memiliki sebuah komitmen dan rencana hidup yang begitu bagus tidak muluk-muluk namun realistis dan nyata, tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan karena cukup sederhana dan mudah, hanya saja memang di perlukan sebuah ketekukan, kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap satu tujuan tersebut. Anak kecil ini telah memiliki jiwa Entreperneur yang hebat, hasil dari pendidikan alam dan lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya tanya, &#8220;setelah SMP nanti mau sekolah ke SMA trus kuliah atau tidak,&#8221;  dengan sorot mata tajam dan penuh harapan dia menjawab,&#8221; kalau sekolah SMA mungkin ada rencana mas, cuma kalau kuliah tidak mas,&#8221; perlu biaya tinggi dan belum tentu nanti saya bisa dapat pekerjaan,&#8221;.. lanjut dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu punya cita-cita apa saat ini,&#8221; tanya saya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya pengin punya kios/bedak untuk dagang koran saya ini mas,&#8221; jawab dia dengan polos.  &#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga tidak ada gunanya mas,&#8221;  saya sering baca di koran sekarang ini banyak sarjana yang tidak bekerja khan mendingan saya sekolah tidak usah tinggi-tinggi sudah dapat penghasilan pasti walau belum banyak Mas, cuma saya ada tujuan seiring dengan berkembangnya waktu saya ingin punya kios sendiri sehingga saya bisa menjadi BOS bagi diri sendiri mas, tidak begini terus ngikut sama orang lain.  Sebuah pemikiran sederhana menurut saya, dan ketika saya pindah kontrakan lama juga tidak ketemu sama anak ini, hingga akhirnya pada tahun 2005 ketika itu saya telah menikah dan kebetulan hari minggu menikmati segarnya udara pagi mengayuh sepeda bersama isteri dan si sulung ke alun-alun. Dan  kembali saya ketemua dengan si anak penjual koran ini. Namun penampilan sedikit berbeda setelah sekian tahun tidak ketemu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Koran&#8230;&#8221;.. sapa-nya sambil memberikan Harian Kora Jawa Pos kesaya,..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hey&#8230; gimana kabarnya sekarang, wah sudah tercapai yach.. cita-citanya.., sekarang sudah tidak naik sepeda onthel lagi tapi sudah naik Sepeda Motor Honda Win..,&#8221;.. celoteh saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Allahmdullilah baik mas, dan juga usaha koran sudah lumayan berkembang, biasanya setelah muter ini nanti, langsung ke Kios mas di Sebelahnya Es Mini, depannya Pengadilan Negeri Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah selamat ya.. akhirnya cita-cita untuk punya Kios terlaksana juga,&#8221; lanjutku</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8221;.. Amiin mas.. jadi nggak nich koran-nya&#8221;, timpal dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku bayar kemudian dia berlalu, sambil ngomong &#8220;, jangan lupa mas kapan-kapan mampir ke Kios saya,&#8221;.. teriaknya.. Karena sudah lumayan jauh saya cuma mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa saya petik dari cerita diatas, yang sebenarnya ini adalah cerita nyata tentang perjalanan seorang anak manusia dalam mewujudkan cita-cita yang mungkin menurut sebagian kita hanya sebuah cita-cita yang sederhana, namun sebuah filosofi hidup yang tentu dapat kita ambil, yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahwa sebuah kesuksesan itu tercapai berkat berjuangan dari bawah yang dibangun dengan kritalisasi harapan;</li>
<li>Untuk mencapai sukses terkadang tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, namun cukup dengan memiliki pendidikan dan keberanian dalam memutuskan tentang sebuah masa depan;</li>
<li>Masa depan tetap ada ditangan kita, karena kita yang akan bisa mengubah dan mewujudkannya dan bukan orang lain.</li>
<li>Keberhasilan adalah buah dari kerja keras dengan kejelasan konsep dan doa yang terus dilakukan.</li>
</ol>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/perjalanan-si-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menggapai Mimpi Agar Berhasil Dalam Wirausaha</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-906" title="sukses vs gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/sukses-vs-gagal.jpeg" alt="" width="245" height="206" /></a>Wirausaha, wiraswasta menjadi sebuah pilihan untuk meng-ekspresikan diri untuk mencapai kesuksesan saat ini, setidaknya sedikit banyak sudah ada pergeseran berpikir dari kalangan muda, bahwa sudah saatnya kita menjadi Bos bagi diri sendiri, tidak melulu menjadi karyawan, karena jika tujuannya ingin kaya keputusan menjadi karyawan akan menghambat proses itu sendiri. Maka ber-wiraswasta-lah jika ingin cepat kaya, Namun terkadang bayang-bayang kegagalan menghantui seseorang dalam usaha untuk berwirausaha tersebut.  Kegagalan adalah bagian dari sebuah kesuksesan ini yang terkadang belum sepenuhnya kita pahami bersama, karena tanpa merasakan kegagalan kita tidak bisa merasakan kesuksesan. Dan tentunya sebuah kegagalan dalam berwirausaha dapat diminimalisir dan di tekan bahkan di balik menjadi sebuah kesuksesan, jika kita mampu mengatasi dan berani mengaplikasikan hal-hal berikut ini :</p>
<p><span id="more-904"></span>Penyebab banyaknya wirausaha pemula yang mengalami kegagalan, diantaranya karena faktor-faktor berikut ini :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Keputusan yang terburu-buru dalam memulai usaha</strong> (ketika kita memutuskan untuk berusaha dibidang apa, kita tidak memiliki sebuah konsep dan jelas dan baik, karena kebanyakan hanya ikut-ikutan saja, tentunya harus dilakukan survey lapangan dulu sebelum memutuskan untuk mengawali usaha tersebut).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tidak baik atau tidak tertib administrasi</strong> (terlalu meremehkan hasil yang diperolah dan tidak mencoba membuat catatan yang baik untuk arus kas dan keuangannya)</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Pemilihan Lokasi usaha yang kurang strategis</strong> (kurang mempertimbangkan aspek ekonomis maupun aspek teknis).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Kurang dapat menghargai diri sendiri</strong> (terkadang karena kita merasa usaha ini adalah milik kita, kita tidak berusaha untuk menghargai diri kita sendiri dengan cara menganggarkan Gaji untuk kita sendiri, karena jika tidak pada akhirnya kebutuhan pribadi dan usaha akan berbaur menjadi satu lambat laun uang usaha habis untuk keperluan pribadi).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Merasa mampu sehingga kurang dapat menjalin kerjasama atau kemitraan</strong> (mereka menganggap tidak perlu kerjasama dan tidak ingin rahasia usaha diketahui pihak lain).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak/Kurang ber-inovasi dan tidak mau belajar</strong> (jiwa entrepreneur akan selalu tidak puas dengan hasil yang diperolehnya, sehingga akan terus mencoba hal-hal baru untuk mendapatkan sesuatu peluang yang baru pula).</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tidak Jujur</strong> (hal ini terjadi ketika pengelolaan usaha tidak dijalankan dengan dasar kejujuran karena sekali menyimpang dari konsep yang telah ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyajikan kebohongan dalam berusaha)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-907" title="berani sukses berani gagal" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/berani-sukses-berani-gagal.jpeg" alt="" width="136" height="133" /></a>Itulah beberapa dari sekian banyak penyebab kegagalan dalam berusaha, sehingga kita harus mampu menghindari beberapa hal tersebut diatas, untuk dapat mencapai keberhasilan dalam menjalankan usaha yang paling penting adalah <strong>TIDAK TAKUT GAGAL DAN BERANI MENGHADAPI RESIKO</strong>, Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dalam tujuan berusaha  dan mimpi-mimpi Anda selama ini.  Berikut tipsnya :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri, Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.</li>
<li style="text-align: justify;">Yakinlah pada diri Anda Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.</li>
<li style="text-align: justify;">Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Evaluasi talenta Anda dengan jujur Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda,  Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika tidak berhasil mencapai sukses.</li>
<li style="text-align: justify;">Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan  tim sepak bola Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda.  Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda, tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu- satunya cara untuk mencapai tujuan. Demikian semoga bermanfaat dan dijadikan sebuah langkah dalam memulai sebuah usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Disarikan dari berbagai sumber.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/tips-menggapai-mimpi-agar-berhasil-dalam-wirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Kemampuan Usaha Dengan Analisis Break Event Point</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 09:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-884" title="BEP" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>Dalam menjalankan usaha, tentunya kita harus memahami dan tahu hasil dari pekerjaan yang telah kita lakukan dengan susah payah, sehingga diperlukan analisis dari usaha kita dengan demikian diharapkan kita akan mampu menyikapi dan mengambil tindakan secepat mungkin jika kemudian ditemukan kejanggalan dan ketidaksesuaian dalam perhitungan kita, karena apa yang kita dapatkan belum tentu menjadikan usaha kita berjalan dengan sehat dan baik . Salah satu cara menilai  kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (<strong><em>Break Even Point</em></strong>) atau <em><strong>titik impas</strong></em>, yakni   tidak ditemuinya keuntungan maupun kerugian pada usaha kita dengan kata lain kita dapat mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua  biaya produksi yang dikeluarkan. Jika diperlukan, Anda juga bisa  menghitung BEP yang baru ketika terjadi perubahan biaya tetap, misalnya  karena Anda melakukan renovasi tempat usaha atau membeli peralatan  kantor yang baru.<br />
<span id="more-883"></span><br />
BEP bisa dihitung dengan menggunakan rumus berikut:</p>
<ol>
<li>Harga per unit &#8211; Biaya variabel per unit = Margin kontribusi per unit</li>
<li>Margin kontribusi per unit : Harga per unit = Rasio margin kontribusi</li>
<li>Break Even = Biaya tetap : Rasio margin kontribusi</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebuah Ilustrasi :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diketauhi dari sebuah laporan keuangan <strong>Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221;</strong> menunjukkan, biaya tetap  usaha itu (dalam ribuan) adalah Rp 49.000, dan biaya variabel per 1 bungkus &#8220;kripik belalang&#8221; adalah Rp 0,3. Jika harga jual tiap sebungkus kripik belalang adalah Rp 1, maka setelah  dikurangi biaya variabel, tiap sebungkus kripik belalang menyumbang Rp 0,7 untuk menutup  pengeluaran tetap.</p>
<p style="text-align: justify;">BEP bisa diketahui dengan membagi biaya tetap  dengan kontribusi tiap sebungkus kripik belalang yang dijual itu, yakni  Rp 49.000 : 0,7 =  70.000 bungkus kripik belalang.  Jika penjualan melampaui 70.000 bungkus kripik belalang, maka Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221;  memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika penjualan kurang dari  70,000, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; akan mengalami kerugian. Kita juga bisa melihat  bahwa peningkatan penjualan 10.000 bungkus kripik belalang di atas BEP (sehingga menjadi  80.000 bungkus kripik belalang) akan menghasilkan keuntungan Rp 7.000, dan peningkatan  30.000 bungkus kripik belalang menjadi 100.000 bungkus kripik belalang akan menghasilkan keuntungan Rp  21.000. Di lain pihak, saat penjualan hanya 60.000 bungkus kripik belalang, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; masih  rugi Rp 7.000, dan pada saat penjualan baru 40.000 bungkus kripik belalang, Perusahaan &#8220;Kripik Belalang&#8221; masih rugi Rp 21.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dapat di gambarkan dalam grafik sebagai berikut :</p>
<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP-dua.jpg"><img class="size-full wp-image-885 aligncenter" title="BEP dua" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BEP-dua.jpg" alt="" width="278" height="181" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dari ilustrasi tersebut diatas diketahui bawah peningkatan penjualan  25% (dari 80.000 ke 100.000 bungkus kripik belalang) akan menghasilkan peningkatan  keuntungan dari Rp 7.000 ke Rp 21.000. Hal yang sama terjadi sebaliknya,  penurunan sedikit saja pada penjualan juga menghasilkan kerugian yang  cukup besar. Denga mengetahui kenyataan tersebut pada akhirnya perusahaan dapat memperhitungkan berapa banyak yang harus diproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, disisi lain sejauhmana kemampuan keuangan perusahaan dalam mengelola kegiatan usaha tersebut akan dapat dipergunakan untuk mengambil kebijak dalam menentukan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan aspek biaya yang harus dikeluarkan, yang akhirnya kita mampu mengukur kemampuan kita dalam menjalankan usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/menghitung-kemampuan-usaha-dengan-analisis-break-event-point/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stress Perlu Untuk Menjaga Kualitas Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 03:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-872" title="Stress and Sex" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a>Stress adalah sebuah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang dalam upaya penyesuaian diri terhadap tekanan  yang sifatnya internal (<strong><em>psikologis</em></strong>) maupun eksternal (<em><strong>lingkungan</strong></em>). Dan manusia sebagai makhluk sosial dan juga makhluk yang dinamis dalam sebuah kehidupan sudah dapat dipastikan mengalami STRESS, karena itu Stress adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan  diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut.  Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar  kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara  untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan <em>eustress</em>, yaitu stress  yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri.  Jadi wajar kalau kita dalam kondisi stres jenis yang ini. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan melewati masa-masa STRESS tersebut dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya dapat email dari rekan sekolah di SMK N 1 Wonosari Gunungkidul, yang isi-nya kurang lebih seperti ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu memberikan perkuliahan Manajemen, seorang dosen membahas masalah MANAJEMEN STRESS, dalam  pembahasan tersebut dosen itu mengangkat gelas yang berisi air  dan bertanya kepada Mahasiswanya &#8220;Kira-kira seberapa berat kah segelas air ini ..?&#8221;, banyak ragam jawaban mahasiswa ketika itu,</p>
<p>&#8220;Itu sih ringan,&#8221; jawab salah satu mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Tidak lebih dari 30 gram&#8221;, jawab yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak lebih berat dari dua buah buku manajemen yang ada disebelah bapak,&#8221; Jawab Mahasiswa lainnya.  Dan masih banyak jawaban lainnya yang intinya bahwa gelas itu tidak-lah berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang dosen kemudian menjelaskan bahwa ini bukanlah berat absolut segelas air yang dimaksudkan melainkan  berat air itu memang tidak akan membebani kita jika hanya memegang beberapa saat lalu meletakkan kembali, namun  ketika mengangkat gelas dalam waktu 1 jam, atau sehari, atau seminggu, dan bahkan mungkin sebelum atau setahun sekalian, maka tentunya tangan kita akan saya sakit, bahkan bila satu hari penuh maka saya bisa pingsan, bila satu minggu, maka anda harus segera memanggil ambulan untuk saya. Sebenarnya beratnya sama namun semakin lama kita memegangnya, beban akan semakin berat, Hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah  segera tuangkan isi gelas tersebut maka kemudian beban dalam gelas itu akan berkurang,&#8221;&#8216; tutur sang Dosen.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Stess tadi, hampir setiap hari kita selalu memiliki dan terbebani berbagai macam persoalan, entah itu pekerjaan, keluarga atau bahkan mungkin dalam bermasyarakat, kemudian secara sengaja atau tidak membawa beban hidup kita terus menerus, sudah barang tentu akan menjadikan kita cenderung selalu khawatir, susah, resah dan hidup terasa berat yang terjadi kemudian adalah STRESS akan menjadi beban yang menekan kita. Semakin hari beban itu semakin berat karena kita khawatir esok hari. Lalu apa yang bisa kita lakukan, ada beberapa hal yang dapat kita laksanakan sehingga STRESS itu dapat kita manage atau kita kelola, sehingga disinilah kemudian ada MANAJEMEN STRESS, <strong></strong>yaitu sebuah kemampuan pada diri manusia dalam  penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental  dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari  manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup  individu itu agar menjadi lebih baik. Tentunya kita selalu berharap kualitas hidup kita terus meningkat menjadi lebih baik, sehingga STRESS yang terjadi pada diri kita harus dapat kita kelola dengan baik pula. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Berusaha untuk bisa sharing dengan orang lain, tentang apa yang menjadi beban dan permasalahan kita, tentunya dengan orang-orang yang benar-benar kita percaya.</li>
<li style="text-align: justify;">Melaksanakan refleksi atau pemijitan tubuh (body massage), untuk sekedar melancarkan peredaran darah yang akan  memulihkan lebih baik keletihan anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam  memerangi stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan hobi anda secara kontinue dan teratur karena melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menghilangkan pikiran yang menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari minuman beralkhohol dan perbanyak minum air putih akan membantu memulihkan tubuh kita dari  kekurangan cairan, karena kekurangan cairan dapat menimbulkan keletihan.</li>
<li style="text-align: justify;">Luangkan waktu untuk melaksanakan menditasi, walau sedekdar berdiam diri sejenak, pejamkan mata dan atur nafas, karena meditasi akan sangat membantu anda melupakan hal-hal yang dapat menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Tetap menjaga pula makan, karenanya jangan sampai melampiaskan dengan mengkonsumsi makanan yang berlebihan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Seks</strong> dengan teratur karena SEKS adalah penyembuhan yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Banyak dokter mengatakan bahwa seks adalah cara yang luar biasa dalam meredam kemarahan dan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Jaga pola tidur kita tetap teratur sesuai dengan kebutuhan kita bahwa tidur tidak sekedar mengistirahatkan badan dari kelelahan akan tetapi juga menuntun otak kita untuk rileks.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sobat, Allah selalu mengingatkan kita agar kita menyerahkan segala beban hidup kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Kemampuan berserah diri kepada Allah inilah yang mampu membuat kita terhindar dari tekanan hidup yang berlebihan. Sebagaimana firmanNya <strong>&#8220;Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami pun telah menurunkan beban darimu yang memberatkan punggungmu dan Kami tinggikan sebutanmu bagimu. Sebab sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (urusan dunia)  maka bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah). Dan hanya kepada TuhanMulah kamu berharap. (QS. al-Insyirah : 1-8)&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terimakasih. Dan saya sampaikan terima kasih terkhusus untuk sahabat saya Mbak Sulastri (makasih kiriman emailnya). <strong><br />
</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

