<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Anak Adalah Sumber Kesabaran Bagi Orang Tua</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 01:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-966" title="Foto111" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto111-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sabar,.. adalah sebuah kata yang begitu mendalam memaknai-nya, sering kita mendengar bahkan mengucapkan perkataan &#8220;SABAR&#8221; itu sendiri, namun terkadang kita juga tidak begitu saja bisa memaknai dan memahami kesabaran itu dengan sebenarnya, agar kita bisa memaknai dan memahmi serta dapat menerapkan sabar dalam setiap gerak kehidupan kita tentunya harus mengetahui terlebih dahulu sabar itu sendiri. Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan  sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah  &#8220;Shobaro&#8221;, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi &#8220;shabran&#8221;. Dari  segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna  seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;<strong><em>Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru  Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan  janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan  perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang  hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa  nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas&#8221;</em></strong>. (QS. Al-Kahfi/ 18 :  28)&#8221;.<span id="more-965"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:  &#8220;<strong>Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan  lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang  tidak terarah</strong>&#8220;.  Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah &#8220;<em>keteguhan bersama  Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang</em>&#8220;. Hal senada juga  dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah &#8220;<strong>refleksi keteguhan  untuk merealisasikan al-Qur&#8217;an dan sunnah</strong>&#8220;. Sehingga sesungguhnya sabar  tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang  seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah  kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk  berjuang dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa menjadi sabar tidaklah mudah dan segampang membalikkan telapak tangan, namun menjadi manusia sabar bukanlah tidak mungkin, hanya perlu latihan dan terus berusaha untuk menyikapi semua permasalahan tersebut dengan lapang dada dan ke-ikhlasan. Sebenarnya tidak perlu bingung atau repot untuk bisa mengasah dan mengetahui tingkat kesabaran kita, kenapa .. ?? Karena manusia diciptakan untuk menjadi makhluk sosial, makhluk yang harus berinteraksi dengan orang lainnya, didalam berinteraksi dan berkomunikasi tersebut sangat mungkin akan terjadi konflik. Nah disinilah kita dapat mengukur tingkat kesabaran kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dimanakah sumber-sumber kesabaran itu ..?, sebuah pertanyaan yang sangat mudah menjawabnya namun masih sulit untuk melaksanakannya.</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Anak adalah sumber kesabaran bagi orang tua-nya; ada sebuah contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari dalam mengasuh anak, sering orang tua dibuat jengkel, marah dan harus memarahi anak-anaknya, karena dianggap anak tidak menurut apa yang dikatakan, diperintahkan dan dicontohkan orang tuanya. Tidak jarang orang tua akhirnya sangat marah bahkan hingga hilang kesabarannya, karena menganggap anaknya nakal bandal dan tidak menurut sama orang tua. Tapi tunggu dulu, jika kita sebagai orang tua mampu memahami dan mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada diri si anak, maka kita tidak akan memarahi-nya, disinilah dibutukan toleransi tingkat tinggi dari sosok orang tua sehingga lambat laun Kesabaran kita sebagai orang tua akan terasah.</li>
<li style="text-align: justify;">Orang tua adalah sumber kesabaran bagi anak-anaknya, sebenarnya permasalahannya tidak jauh berbeda dengan hal diatas, hanya saja anak-anak dalam sebuah pemahaman belum begitu sempurna maka tetap anak orang tua yang haru bisa lebih sabar dari anak-anaknya, akan jauh berbeda jika  kondisi orang tua sudah melebihi usia dewasa (baca usia lanjut), maka anak-anaknya harus jauh lebih sabar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jika kedua sumber kesabaran tersebut dapat kita maknai dan kita pahami dengan baik, maka akan damailah kehidupan kita, akan menyenangkan sekali hidup ini karena akan kita temukan sebuah ketenangan, kenyamanan dan juga kebahagian dalam kehidupan karena kita mampu menjadi orang-orang yang sabar. Nak.. semoga ayahmu ini mampu menjadi orang tua yang sabar dalam menghadapi kalian. Karena ayahmu sebagai orang tua hanya membutuhkan berkah dan barokah dari Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anak-adalah-sumber-kesabaran-bagi-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emak Adalah Nafas Kehidupanku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 23:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-955"></span>Coba kita perhatikan pada lirik berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;">Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang untuk aku anakmu<br />
Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah<br />
Seperti udara kasih yang engkau berikan<br />
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: center;">Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu<br />
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu<br />
Lalu do&#8217;a-do&#8217;a baluri sekujur tubuhku<br />
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .<br />
Ibu . . . . . . . . . . . . .   ibu . . . . . . . . . . . . .</p>
<p style="text-align: justify;">Lirik diatas hanya sebuah ungkapan kecil dari sosok ibu, karena ibu tak ubahnya adalah sumber kehidupan bagi anak-anaknya, marilah kita flash back ke masa-masa dimana kita masih di ayunan, belum bisa makan sendiri, berlajan sendiri, semua masih membutuhkan uluran tangan dan kasih dari Ibu;   Tak terasa ketika menulis ini ada tetes-tetes air mata dari sudut mataku. Karena hingga detik ini belum mampu aku membahagiakan Ibu, orang yang telah mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dalam perutnya tidak pernah mengeluh karena ada rona bahagia disana. Ibu yang telah mendidik, membimbing dan mengajari tentang makna hidup dan kehidupan, bagaimana mencintai, bagaimana mengasihi dan bagaimana kita mengerti tentang cinta dan kasih sayang. Ibu adalah nafas kehidupan bagi anak-anaknya, karena sumber kehidupan seorang anak adalah tetes-tetes air susu dari Sang Ibu..</p>
<p style="text-align: justify;">Maka terkadang prihatin juga jika banyak melihat Ibu-ibu di usia senja masih harus berjuang sendiri menghidupi dirinya, ibu-ibu di usia senja masih harus menanggung beban kehidupan yang begitu berat, padahal anak-anaknya menjadi anak-anak kehidupan yang perkasa dengan tumpukan kemewahan dan kejayaan. Akan tetapi tahukah kita bahwa ibu tidak membutuhkan balasan apapun dari anak-anaknya, sosok itu tidak pernah berharap dan tidak mau bergantung pada anak-anaknya di usia senja. Karena begitu kuat dan tabahnya seorang ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti dan menjunjung tinggi sosok ibu dalam kehidupan kita, karena Ibu  tergambar sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Wanita itu dengan tangan kirinya menggoyang buaian, tangan kanannya menggoyang dunia</li>
<li style="text-align: justify;">Surga itu ada dibawah telapak kaki kaum ibu (Al hadist)</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu telah mencurahkan semua kasih sayangnya kepada anak-anaknya tanpa batas, mulai dari kandungan, kemudian mengasuh kita dari bayi hingga dewasa;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan berbuat apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya;</li>
<li style="text-align: justify;">Ibu akan sangat sakit kita melihat anak-anaknya tidak bahagia</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Begitu agungnya Ibu  bagi kehidupan, dan begitu bermaknya ibu bagi kehidupan, akan menjadi sebuah dosa besar bagi anak-anak manusia yang tidak menghormati, menyayangi dan mencintai ibu-nya dengan sepenuh hati. Semoga kita termasuk anak-anak yang mampu menempatkan sosok ibu ke tempat yang paling mulia di hati dan di setiap tarikan nafas kehidupan kita. Mak&#8230; maafkan anakmu yang belum mampu dan belum bisa seperti angan-angan dan harapanmu. Ya Allah&#8230; Ya Rabb&#8230; lindungi-lah emakku, berikan emakku kebahagian dan limpahkan kasihmu untuk emakku&#8230; ada sebuah link yang mungkin juga bermanfaat bagi kita untuk merenung coba klik <a title="Cintailah Ibu" href="http://idhamdahlan.com/cerita-renungan-cintailah-ibu/" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih</p>
<p>&#160;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/955/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Pemberhentian Terakhir</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 22:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto076.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-947" title="Foto076" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto076-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Negeriku gemah ripah loh jinawi, nusantaraku adalah jamrud katulistiwa mimpikah itu ..??, Bukan itu bukan mimpi negeri ini begitu kaya, Indonesia-ku begitu mempesona tidak ada rakyat negeri ini yang akan membantah ini&#8230; karena memang kenyataannya seperti ini, namun ketika kita melihat banyak sisi-sisi lain negeri ini yang perlu diketahui, perlu dipahami dan perlu tindakan nyata untuk bisa mengatasinya, tidak sekedar konsep dan teori. Beberapa waktu yang lalu ketika melakukan perjalanan dari Blitar ke Malang, begitu tertegun dengan adanya pengamen disampingku, walau biasanya banyak pengaman di Bus, namun yang satu ini sedikit berbeda, entah mengapa tiba-tiba aku keluarkan ponsel untuk mengabadikannya. Maaf sobat kecilku.. <span id="more-944"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto073.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-945" title="Foto073" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto073-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a> Umur bocah ini antara 6 sampai dengan 8 tahun, mengamen di Bus hanya bermodalkan tutup botol yang dikaitkan lalu di kasih pegangan kayu, yang lebih ironis lagi dia bersama adek perempuannya yang tidak lebih dari umur 5 tahun. Mengais rupiah per rupiah tidak sekedar untuk menghidupi dirinya karena mungkin juga untuk keluarganya, yang ada kemudian adalah muncul pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut,  ketika melihat kenyataan seperti ini, Benar memang negeri-ku kaya raya, bahkan menurut Koes Plus tonggak-pun bisa jadi tanaman, namun kenyataannya masih ada sisi lain dari negeri ini yang masih membutuhkan kepedulian dan membutuhkan tindakan nyata dari pemimpin negeri ini.  Setelah duduk lalu aku mencoba mendekati dua bocah kecil ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dik..  kok siang gini sudah ngamen, apakah tidak sekolah&#8221;,. tanyaku dengan hati-hati, karena takut juga jika nanti tersinggung.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan enteng dan cukup bersahabat, ia menjawab &#8220;, tidak Om, tidak ada biaya untuk sekolah, makanya saya ngamen Om,&#8221;&#8230; blar&#8230; blar &#8230;  Begitu mahalkah pendidikan di negeri ini, sehingga anak bangsa yang memiliki hak untuk memperoleh pendidikan dan perlakuan yang sama sebagai warga negara tidak mendapatkan haknya&#8230; ini kenyataan  dan realita yang terjadi di masyarakat.  Belum lagi ku lanjutkan pertanyaanku siapakah nama-nya, dimanakah rumah-nya dan dimana orang tua-nya&#8230; perjalanan Bus sudah sampai pemberhentian terakhir perjalananku di Terminal Arjosari &#8211; Malang.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border:0;" src="http://www.cincopa.com/media-platform/api/thumb.aspx?fid=+AkIABlahCKZR&#038;size=large" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menuruni bus, aku menggadeng si adek perempuannya, dan begitu menginjakkan kaki di aspal  terminal kakaknya  sudah berlari kearah samping bus lalu si adek melepaskan diri dari gengaman tanganku untuk menyusul sang kakak, <a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto088.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-946" title="Foto088" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto088-225x300.jpg" alt="" width="225" height="266" /></a>mataku nanar mencari-cari ke samping bus kemana anak-anak ini sebenarnya, dan gubrak &#8230;. sesosok wanita yang masih relatif muda telah menunggu dua bocah itu di ujung pemberhentian bus; tertegun sejenak saya melihatnya ketika kantong uang yang dipergunakan untuk mengumpulkan uang mengamennya diberikan pada si Ibu tadi, ketika kesadaranku kembali ke ambil kembali ponselku dengan harapan bisa mengabadikan hal itu, namun yang terjadi Ibu dan kedua anak tadi sudah melangkah menjauh. Jika memang itu Ibu-nya kok sebegitu teganya membiarkan anak-anaknya mengais rejeki dengan seperti itu dan dia hanya menunggu  hasil dari mengamen kedua anaknya, dan mengapa tidak disekolahkan.. apakah sekolah murah di negeri ini adalah IMPIAN. Terbayang dalam anganku dua buah hatiku dirumah, Oh.. anakku betapa berdosa-nya Ayah.. jika kalian seperti apa yang aku lihat tadi. Terasa sesak di dada ketika hak-hak dari anak-anak telah terhempaskan dan  terampas oleh keadaan dan kehidupan dari kedua oarang tuanya.  Mengapa musti anak-anak yang menjadi korban dari sebuah keadaan.  Semoga pengalaman dan tulisan ini bermanfaat terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#160;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/dipemberhentian-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah.., Aku Takut Mati .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 04:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-940" title="Foto013" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rutinitas biasa jam 16.30  sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan  safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi,  ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku  kenal.</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum,&#8221; tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.<br />
&#8220;Walaikum salam Warrohmah,&#8221;jawabku sambil ku jabat erat tangannya.</p>
<p>Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras  rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan  bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai  bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.<br />
<span id="more-939"></span>&#8220;Ayah, kata Ustadzah, semua orang besok akan mati, benar yah,&#8221; tanya anakku<br />
&#8220;Benar, tidak hanya orang semua makhluk hidup cintaap Allah SWT pasti mati, nak,&#8221; jawabku singkat.<br />
&#8220;Tapi aku takut mati ayah, aku tidak mau mati,&#8221; lanjut anakku dengan  mimik wajah yang begitu serius tidak ada binar keceriaan diwajahnya.<br />
&#8220;Nak, semua orang pasti mati, karena kita adalah makhluk hidup, dan kita  tidak boleh takut menghadapi kematian karena itu sebuah kepastian..?&#8221;  jelasku pada si kecil, namun terlihat jelas belum ada rasa puas dari  rona wajahnya dengan jawabanku tadi.<br />
&#8220;Biar kita nggak takut mati, maka harus rajin sholat, berbakti sama  orang tua, sayang sama ayah, bunda dan adek, juga tidak boleh nakal, dan  baik sama semua orang,&#8221; lanjutku.</p>
<p>Tanpa berkata apapun, anakku langsung berlari ke kamar mandi, karena  rasa penasaran aku ikutin dia ternyata ambil air wudhu (walau belum  benar juga wudhu-nya), begitu selesai ia minta kain sarung dan  melaksanakan sholat (walau gerakan dan rukunnya juga belum benar),  selesai melaksanakan sholat ku dekan dan ku peluk erat dalam keharuan,  oh anakku. Di saat usiamu masih 5 tahun sudah mampu memberikan  pembelajaran dan pelajaran yang sangat berharga.</p>
<p>Dua hari ini aku begitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari  tanya dan celoteh anakku yang ternyata jika kita resapi dan pahami  begitu dalam. Belajar dan berusaha memahami hidup dari anak kecil jauh  lebih natural. Tak kuasa dalam kesendirian ku renungkan semua tanya yang  pernah anakku sampaikan lalu ku urai satu persatu dan ternyata ada  makna yang begitu dalam untuk aku gunakan sebagai koreksi dalam  menjalani hidup dan kehidupan, terima kasih anakku.</p>
<p>Ternyata ayahmu masih perlu banyak belajar dalam kehidupan ini, dan  engkau telah menjadi inspirasi dan semangat pada ayahmu ini nak.. !!!,  Semoga kelak engkau benar-benar menjadi pelita bagi kehidupan orang tua,  agama dan masyarakat nak. Amiin&#8230;</p>
<div></div>
</div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input name="post_form_id" type="hidden" value="339370f9bd872166802ee396cf21fd1b" />
<input name="fb_dtsg" type="hidden" value="dpz8r" />
<input name="feedback_params" type="hidden" value="{&#34;actor&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;target_fbid&#34;:&#34;381906957231&#34;,&#34;target_profile_id&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;type_id&#34;:&#34;14&#34;,&#34;source&#34;:&#34;2&#34;,&#34;assoc_obj_id&#34;:&#34;&#34;,&#34;source_app_id&#34;:&#34;0&#34;,&#34;extra_story_params&#34;:[],&#34;content_timestamp&#34;:&#34;1270529156&#34;,&#34;check_hash&#34;:&#34;5d534b058a0c3d28&#34;}" /><button title="Berhenti menyukai item ini"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Perbedaan Itu Kita Wujudkan Pelangi Pernikahan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 08:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Pelangi-Pernikahan.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-898" title="Pelangi Pernikahan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Pelangi-Pernikahan-300x99.jpg" alt="" width="300" height="99" /></a>Ketika sesorang memasuki usia siap menikah, tentunya akan muncul beragam pertimbangan untuk membentuk sebuah keputusan dan pernyataan sikap &#8220;SIAP MENIKAH&#8221; menikah tidak hanya didasarkan dari kesiapan usia saja namun lebih jauh dan mendalam bahwa menikah membutuhkan pemahaman dan pengertian akan beberapa hal, minimal mengerti dan memahami empat hal berikut, maka menikah  bukan satu hal yang menakutkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-897"></span>Sebuah pernikahan terjadi terkadang didasarkan karena telah merasa  menemukan kecocokan, keserasian atau karena memang merasa satu visi dan  misi serta mememiliki kesamaan tujuan dalam memandang dan menjalani hidup ?.. ataukah  bahkan merasa  ada kesamaan dalam sifat, kesenangan dan cara pandang ?  namun bisakah hal itu  dijadikan pedoman bahwa pernikahan bisa langgeng abadi, mawadah wa  rohmah, hingga kakek-kakek nenek-nenek.  Semuanya akan terjawab&#8230; dengan  menyimak beberapa hal dibawah ini ?&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa <strong>bertepuk tangan</strong> memerlukan <em>dua tangan</em> (<strong>kiri dan kanan</strong>), dan  irama musik terdengar begitu indah dan syahdu ketika tercipta sebuah harmonisasi dari sekumpulan alat musik dengan nada-nada dalam sebuah  simfoni dan ternyata <strong>pernikahan</strong> itu adalah <em>penyatuan dua manusia (lekaki dan perempuan)</em>, dari <span style="text-decoration: underline;">dua bentuk yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang</span>, belum lagi hati, jiwa dan rasa, jelas berbeda. Jika demikian maka <strong>keserasihan, kecocokan dan kesamaan belum menjadikan jaminan semua akan berjalan lancar</strong> khan&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/nikah1.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-899" title="nikah1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/nikah1.jpeg" alt="" width="245" height="206" /></a>Karena  menikah adalah <strong>sebuah proses pendewasaan diri</strong>. Agar bisa menghadapi dan memenangkan pertarungan dibutuhkan <strong>kekuatan dan keberanian</strong>,  yaitu sebuah kekuatan untuk menemukan jalan keluar dan keberanian dalam  menghadapi semua problema kehidupan. Karena kenyataannya untuk <span style="text-decoration: underline;">bisa menuju jenjang pernikahan</span> ini mesti  :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong> Ada komunikasi dua arah, se-imbang tidak ada dominasi salah satu;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada kerelaan mendengar kritik dan saran membangun;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada keikhlasan meminta maaf dan memaafkan;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada ketulusan melupakan kesalahan dan keberanian untuk mengemukakan pendapat secara <span style="text-decoration: underline;">JUJUR</span>.</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menikah tentunya bukan <span style="text-decoration: underline;">sebatas upacara</span> yang disemarakkan oleh lagu cinta, tidak juga karena rancangan gaun  pengantin ala putri salju dan juga bukan rangkaian mobil undangan  bagaikan rangkaian gerbong kereta api yang panjang.  Mesti kita sadari dan pahami bahwasannya <strong>pernikahan</strong> itu adalah <strong>sebuah keberanian untuk memutuskan bersandar pada satu pelabuhan hati dan bukan bersandar pada dua atau tiga pelabuhan hati</strong>, <em>ketika  jutaan bahtera yang indah gemerlap dan memikat yang berusaha untuk  mendekat dan mengajak  kita untuk terus mengarungi samudra kehidupan yang  tidak bertepi</em>.  Pun pernikahan itu adalah <strong>sebuah  proses penggabungan dua orang dengan kesombongannya, egoisme dan idealisme serta dua pikiran  dalam satu biduk dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan cinta. Karena sebenarnya persamaan dan keserasian sikap dan sifat hanyalah akan menjadi sebuah jeda dan setetes kenikmatan sesaat saja.</strong></p>
<p>Tidak  penting menikah dengan anak siapa (mau anak jenderal, anak menteri atau  bahkan anak tukang kebun, tukang sayur bahkan anak pengemis sekalipun),  berapa pula harta, emas permata dan intan berlian yang dimilikinya,  bukan juga rangkaian melati yang harum mewangi, dan bahkan sebuah  perencanaan matang dengan kepanitian yang lengkap, jika pada akhirnya  hanya akan membuat keluarga cerai berai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/menikah1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-900" title="menikah1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/menikah1.jpeg" alt="" width="181" height="144" /></a>Yang perlu dipahami dan dimengerti bahwa menikah adalah suatu proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita</strong>.  Karena tanpa kenal diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang  lain..? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa  memperhatikan pasangan hidup..?  Tentunya kita tahu dan mengerti bahwa pelangi begitu indah karena beragam warna menyatu dan membentuk sebuah perpaduan yang serasi. Demikian halnya dengan sebuah pernihakan akan tercipta begitu indah dan membahagiakan jika kita bersama pasangan mampu menyatukan dan memadukan perbedaan-perbedaan itu menuju sebuah keserasian dan keselarasan serta keseimbangan diantaranya tidak ada yang paling dominan antara keduanya, maka <strong>Pelangi Pernikahan</strong> itu akan dapat kita ciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikah sangat <span style="text-decoration: underline;">membutuhkan  keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar  untuk bisa saling ^-^menerima dan memaafkan^-^</span>, yang <span style="text-decoration: underline;">bukan sekedar</span> menerima kritikan atau memaafkan kesalahan semata <strong>akan tetapi</strong> menerima dan memaafkan dalam arti yang luas dan mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka  jika sudah memiliki keinginan untuk menikah, sebelum melangkah tumbuhkan  dulu sebuah keberanian dan kekuatan bahwa anda memang mampu dan siap  melangkah mengarungi samudra kehidupan dalam sebuah bahtera rumah  tangga dengan orang yang benar-benar <em><strong>anda mengerti dan pahami</strong></em> demikian  juga sebaliknya. Jadi sebenarnya kapan waktu yang pas kita memutuskan untuk menikah, jawabannya adalah ketika usia sudah cukup dan disaat kita merasa siap dan berani menerima berbagai macam perbedaan dari pasangan hidup kita. Akhirnya selamat kepada mereka yang telah berani menerima perbedaan dan berhasil mengerti dan memahami masing-masing pasangan hidup karena dari sanalah sebenarnya awal kebahagian dalam rumah tangga itu terbentuk.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Damai Dalam Hidup Kenali Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/diri-sendiri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-800" title="diri sendiri" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/diri-sendiri.jpg" alt="" width="225" height="225" /></a>Siapa  yang tidak ingin kehidupannya berjalan dengan  damai dan tentram; semua  orang pati mendambakannya, dan ternyata untuk bisa memasuki sebuah  kehidupan yang damai dan tentram tersebut kita butuh dan perlu   KUNCI-nya. Karena ternyata kedamaian dan ketrentraman dalam hidup bukan  terletak pada kecantikan dan ketampanan paras kita; banyaknya harta  kita, tingginya jabatan kita; namun terletak pada Sejauhmana Kita Mengenal Diri Kita Sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan, jika kita mampu mengenal diri sendiri maka kita tidak akan  LUPA  DIRI dan HILANG KENDALI. Jika kita selalu sadar dan bisa mengendalikan  diri maka kita akan mampu memahami bahwa tingginya jabatan, kemewahan  dalam hidupan dan kecantikan atau ketampanan paras yang melekat pada  diri tidak akan abadi. Dan untuk bisa menyadari hal itu terkadang kita  merasa sulit, agar lebih mudah menuju proses kesadaran itu maka marilah  kita mencoba untuk selalu :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-799"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berdoa (baca bersyukur)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nikmati  sebuah ke-sunyi-an sesekali, jangang terus berada pada hingar bingar  kehidupan, untuk sekedar merenung dan memahami apa yang sudah kita  lakukan dan peroleh, setelah itu bersyukur-lah akan apa yang telah  diperoleh dan perbuat, untuk bisa bercermin apa yang sebenarnya telah  kita lakukan dan miliki agar bisa berbuat lebih baik lagi. Dan tidak  lagi mengulangi keselahan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memahami Keberadaan dan Keadaan Diri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kita  coba untuk menjalani apa yang ada sekarang ini, tidak usah menengok  masa lalu dan jangan terlalu memikirkan apa yang akan terjadi dimasa  mendatang, akan lebih baik dan bijaksana jika kita mencoba ikhlas  tentang apa yang kita peroleh saat ini dengan berusaha untuk lebih baik  dari masa lalu dan mempersiapkan diri menyonsong masa depan. Dan kita  upayakan untuk berucap terima kasih pada tubuh ini yang telah berbagi  dengan pikiran, sehingga kita akan makin mengerti akan makna dan  keberadaan diri kita untuk lebih berarti bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengerti dan Memahami Lingkungan<br />
</strong><br />
Kita  nikmati apa yang ada dan kita lihat serta rasakan, mencobalah untuk  tersenyum pada mentari, tertawa pada pagi, siang, malam dan rembulan  serta bercandalah dengan angin, awan, langit serta semua isi bumi ini,  karena dengan kemampuan kita dalam memahami lingkungan sekitar kita akan  merasa menjadi bagiannya, yang pada akhirnya akan kita memperoleh  sebuah ke-ikhlas-an dan ke-pasrah-an dalam setiap gerak langkah kita.;  sehingga kita tidak akan egois pada diri sendiri ataupun orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Selalu Menyalahkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang  kita tanpa sadar selalu menyalahkan diri sendiri, teman, kerabat, orang  tua, saudara kandung, bahkan anak; dengan mencoba untuk memaafkan dan  berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu, maka kita akan mendapatkan  ketentraman jiwa dan kedamaian hati, sehingga dalam menapaki kehidupan  akan terasa ringan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Puaskan Diri Anda<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rasa  puas itu relatif dan manusia adalah makhluk Tuhan yang tidak akan  pernah merasa puas, maka tentukan titik kepuasan anda dalam setiap  tindakan dan perbuatan, dengan demikian kita tidak akan merasa terbebani  dalam hidup; dan untuk memuaskan diri itu yang terpenting adalah tubuh  kita terpenuhi akan nutrisi, selalu gembira, dan sehat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ulurkan Tangan Anda<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selagi  kita bisa dan mampu maka dengan membantu orang lain dan memberi tanpa  harapkan sebuah pengembalian, maka suatu saat kita akan mendapatkan  balasan yang setimpal dengan satu catatan semua itu dilakukan atas dasar  sebuah keikhlasan. Dan yang paling penting adalah buang jauh-jauh  prasangka buruk terhadap apapun dan siapapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cinta dan Kasih </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penuhi  kehidupan anda dengan lautan kasih sayang dan gelombang cinta yang  tiada henti; karena dengan demikian kehidupan ini akan terasa indah  sehingga kita bisa menikmati hidup dan bukan merupakan beban.</p>
<p>Jadi untuk bisa mendapatkan Kunci Kedamaian dan Ketrentraman dalam Kehidupan  minimal kita melaksanakan ketujuh hal diatas, dengan melaksanakan tujuh  hal diatas, maka kita akan tahu diri kita sendiri, karena untuk menjadi  orang yang TAHU DIRI itu sulit.</p>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Tabu Bicara Masalah Sex..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 05:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/hamil-diek.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-815" title="hamil diek" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/hamil-diek.jpg" alt="" width="219" height="230" /></a>Berbicara masalah Sex pada masyarakat kita masih menjadi hal tertutup (baca tabu) dan belum bisa ada keterbukaan, apalagi memberikan pemahaman dan pengetahuan masalah SEX terhadap anak, hal inilah yang menjadi salah satu pemicu  anak-anak untuk mencari tahu tentang SEX dari berbagai sumber, baik itu orang lain, buku dan internet.  Rasa ingin tahu yang begitu besar akan pengetahuan dan pemahaman tentang SEX anak-anak dan remaja saat ini sudah begitu mengkhawatirkan, beberapa kasus dan kejadian yang diakibatkan rasa ingin tahu dan tanpa kontrol menjadikan anak-anak dan remaja terbawa arus yang endingnya terjepak pada pergaulan bebas, sudah barang tentu akibat dari hal tersebut akhirnya terjadilah <strong>Maried By Accident (alias MBA)</strong> atau mungkin lebih familiar di telinga kita dengan <strong>HAMIL DILUAR NIKAH</strong> adalah  sesuatu yang bagi masyarakat kita sulit untuk diterima, dan tentunya  hal itu selain juga menimbulkan dan memunculkan rasa malu bagi keluarga juga akan mencoreng nama besar keluarga; dan dari sisi agama dan keyakinan apapun tentunya juga tidak dibenarkan; bahkan dalam Islam tergolong <strong>Dosa Besar</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-811"></span>Dalam sebuah penelitan dari sekitar 1000 remaja peserta konsultasi (curhat) dan polling  yang dilakukan Sahara Indonesia, tempat mereka melakukan hubungan  seksual terbesar dilakukan di tempat kos (51,5%). Menyusul kemudian  di rumah (30%), di rumah perempuan (27,3%), di hotel (11,2%), di taman  (2,5%), di tempat rekreasi (2,4%), di kampus (1,3%), di mobil (0,4%) dan tak diketahui (0,7%).Agus  (ketua Sahara Indonesia) juga menambahkan, sebanyak 72,9 persen  responden mengaku hamil. Sebanyak 91,5 persen diantaranya mengaku telah  melakukan aborsi lebih dari satu kali. Aborsi umumnya dilakukan dengan  bantuan dukun/nonparamedik (94,8%) dan hanya 5,2% dilakukan dengan  bantuan paramedic. Sementara 33,2 persen (perempuan) dan 16,8%  (laki-laki) mengaku menderita penyakit kelamin akibat hubungan seks  bebas itu. Hal inilah yang harus menjadikan keprihatinan bersama jangan sampai hamil diluar nikah menjadi sebuah trend kehidupan, karena hamil diluar nikah adalah sebuah aib.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu semua keluarga akan berusaha untuk terhindar dari kejadian tersebut; banyak faktor yang memang bisa mendorong terjadinya hal tersebut, dan jika memang hal itu sudah terjadi siapakah yang perlu disalahkan dan siapa yang benar ?<strong> </strong>dua pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya dan sulit untuk menjawabnya. Hanya saja tentunya perlu adanya sikap yang bijaksana dari orang tua dalam menyikapinya; dan <span style="text-decoration: underline;">menuru</span><span style="text-decoration: underline;">t saya sikap yang bisa diambil orang tua jika memang anaknya mengalami hal seperti itu </span> adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Jangan emosi secara berlebihan</strong>; Karena hal itu akan berdampak buruk bagi si anak (karena bisa jadi akan  melakukan tindakan nekat; aborsi atau bahkan bunuh diri yang rugi orang  tua juga khan).</li>
<li><strong>Berikan motivasi dan dukungan; </strong>Bagaimanapun kecewa dan marah kita pada anak atau saudara sudah jamak  jika kita harus tetap memberikan motivasi dan dukungan terhadap-nya.</li>
<li><strong>Jangan pernah menyalahkan-nya secara berlebihan (jangan timpakan kesalahan hanya pada-nya); </strong>Karena peran orang tua tentunya akan sangat besar pengaruhnya; dan  memang jelas bahwa si anak salah, akan tetapi kita kembalikan pada  pangkal permasalahannya, kenapa si anak hingga berbuat seperti itu, bisa  jadi orang tua-lah yang bersalah (kurang perhatian, kasih sayang, dan  tidak memberikan pendidikan tentang sex yang cukup) pada si anak mungkin  menjadi salah satu penyebab-nya.</li>
<li><strong>Bimbinglah untuk mohon pengampunan</strong>; Ajak si anak untuk merenung dan mohon ampun pada <strong>Sang Khalik</strong> atas kesalahannya. karena dengan demikian si anak akan merasa tenteram,  dan semakin mengerti akan kesalahan dan bagaimana ia harus bersikap.</li>
<li><strong>Jangan pernah mengucilkan-nya</strong>; Tentunya bukan merupakan jalan keluar yang baik jika kita  mengucilkannya, tetap berikan perhatian yang sama tidak berubah dan akan  lebih baik lagi jika kita memberikan kasih sayang yang lebih.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang menyebabkan dan mendorong hal itu terjadi, hanya saja  hal awal yang perlu diperhatikan untuk dapat mencegah hal tersebut  adalah peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak dan  memberikan <strong>pendidikan seksual</strong> terhadap anak karena tujuannya <em>adalah  untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah  seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat  dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dimaksudkan agar mereka <span style="text-decoration: underline;">tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor</span>. Tetapi lebih sebagai <strong>bawaan  manusia, yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk  kelanggengan kehidupan manusia, dan supaya anak-anak itu bisa belajar  menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut  untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dan tentunya mencegah akan lebih baik khan.. karena-nya kita <strong>usahakan untuk memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus dan ikhlas pada anak-anak dan remaja-remaja kita;</strong> dan yang paling penting lagi adalah <strong>berikan bekal Agama dan Ke-Iman-an maka itu merupakan benteng yang paling ampuh.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/mengapa-harus-tabu-bicara-masalah-sex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda Memiliki Balita Perhatikan Beberapa Hal Ini Agar Terpupuk Kemampuan Dasar-nya</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 04:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Foto018.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-806" title="Foto018" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/Foto018-225x300.jpg" alt="" width="176" height="236" /></a>Keluarga merupakan tempat yang tepat bagi Balita dalam menerima  pendidikan paling awal. Karena lingkungan keluarga ini Balita  menghabiskan waktunya. Anak seusia ini komunikasinya masih doniman  dengan keluarga. Menurut penelitan disebutkan bahwa pertumbuhan anak  dimasa Balita merupakan pondasi bagi perkembangannya dimasa mendatang,  maka disinilah peran keluarga dalam membangun dan menumbuh kembangkan  kepribadian dan perkembangan jiwa anak.  Perkembangan manusia itu  ternyata memiliki pola. yang dimaksud adalah setiap perkembangan  tertentu memiliki ciri dan perbedaan setiap masanya, Menurut Erickson,  Manusia membutuhkan kemampuan dasar yang akan bermanfaat dalam  menghadapi masalah dalam kehidupannya kelak, Dan jika kemampuan dasar  tersebut dapat diberikan pada anak dimasa Balita dengan baik, kemampuan  tersebut akan menjadi pegangan dan senjata yang ampuh dalam menghadapi  masalah dan yang akan dihadapi dalam kehidupan pada nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-805"></span>Kemampuan dasar yang harus dipupuk pada masa Balita tersebut adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Trust (rasa percaya diri)</strong>; Yaitu  kemampuan percaya terhadap orang lain, diri sendiri dan percaya bahwa  hidup itu pada hakekatnya baik. Periode ini pada bulan-bulan awal  setelah lahir. Dengan memberikan kasih sayang (ayah dan ibu) dan  memposisikan anak menjadi bagian dari keluarga secara utuh. Yang paling  berperan adalah ibu, bukan berarti peran ayah tidak ada, karena dengan  memberikan ASI terjadi hubungan yang lebih dibandingkan sosok ayah.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Autonomy (kebebasan dan menentukan)</strong>; Periode  ini berjalan antara umur 12 &#8211; 15 bulan. Pada periode ini orang tua  memberikan kebebasan anak dalam memilih meskipun tetap didampingi orang  tua, dengan menumbuhkan kemandirian pada anak, jangan dibuat malu,  dihina, dilecehkan, dimarahi, tidak dihargai, maka anggap anak sebagai  makhluk yang mandiri dan dihormati.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Initiative (inisiatif)</strong>; Membentuk  kemampuan inisiatif anak, dengan mencoba memberikan  pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan imajinasi dan kreatifitas  anak. Pada masa ini disaat anak berusia 4 &#8211; 5 tahun, jangan mengkritik  anak tanpa alasan dan jalan keluar, lebih utama berikan motivasi pada  anak untuk yang lebih baik lagi.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>The Sense of Accomplishment</strong> (menyelesaikan tugas); Pada  periode ini berlaku bagi anak usia 6 &#8211; 12 tahun, bagaimana anak dapat  menyelesaikan tugas baik tugas sekolah atau tugas dirumah, dan peran  orang tua adalah dengan membantu dan membimbing anak dengan penuh  kesabarang dan perhatian penuh. Sehingga anak akan merasa tidak  terbebani dan dengan senang hati melaksanakan setiap pekerjaan yang  dibebankan kepadanya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai orang tua kita selalu  berharap anak akan menjadi orang yang baik pada nantinya, berbakti pada  orang tua dan berguna bagi nusa bangsa dan agama, dan itu semua tentunay  diawali dari keluarga dan pendidikan orang tua yang diberikan pada  anak, akhirnya selamat mencoba.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/anda-memiliki-balita-perhatikan-beberapa-hal-ini-agar-terpupuk-kemampuan-dasar-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Daya Beli Turun Jika Redenominasi Rupiah, dilaksanakan..??</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 11:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Redenominasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanering]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Uang1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-682" title="Uang1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Uang1.jpg" alt="" width="245" height="206" /></a>Redenominasi, akhir-akhir ini menjadi sebuah bahasan menarik di kalangan ekonom di negeri ini, begitu Bank Indonesia memunculkan tentang Redenominasi terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat akan perlu tidaknya kebijakan ini harus di keluarkan, sejauhmana positif dan negarifnya jika kebijakan moneter ini benar-benar di berlakukan di negeri ini. Hal ini dipicu salah satunya adalah karena nilai uang ktia sudah begitu gemuk-nya dan menjadikan transaksi keuangan tidak efisien lagi. Sebenarnya redenominasi mata uang (<em>currency redenomination</em>)  adalah <em>menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang  menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol)  tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1, hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan jasa, <span style="text-decoration: underline;">sehingga daya belu masyarakat tidak berubah.</span></em><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-678"></span>Tentu saja hal tersebut sangat berbeda dengan <strong>Sanering</strong> , karena Sanering adalah <em>pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan  nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang,  sehingga daya beli masyarakat menurun.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi dan Sanering dapat kita bedakan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berdasa</strong><strong>rkan pada tujuan pelaksanaannya; </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Redenominasi dilaksanakan memiliki tujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien  dan nyaman dalam  melakuan transaksi.Tujuan berikutnya, mempersiapkan  kesetaraan ekonomi  Indonesia dengan negara regional. SEDANGKAN Sanering  bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan   harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi (inflasi yang sangat   tinggi).</p>
<p><strong>Pengaruh Nilai uang terhadap barang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada redenominasi  nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan  dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan. SEDANGKAN pada Sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya.</p>
<p><strong>Kapan pelaksanaannya..??</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali. Untuk Sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi (hiperinflasi).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masa transisi pelaksanaan kebijakan </strong><br />
Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. SEDANGKAN Sanering tidak ada masa transisi dan dilakukan secara tiba-tiba.</p>
<p><strong>Bagaimana redenominasi dilaksanakan .?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh harga 1 kg beras  seharga Rp 10.000;<br />
Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka  nol), maka dengan uang sebanyak Rp 10 tetap dapat membeli 1 kg beras. Karena harga 1 kg beras juga dinyatakan dalam satuan pecahan  yang sama (baru). SEDANGKAN pada sanering, bila terjadi sanering per seribu rupiah, maka dengan Rp 4,5 hanya  dapat membeli  1/1000 atau 0,001,   1 Kg Beras.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dampak bagi masyarakat.</strong><br />
Pada redenominasi, tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama. Dan pada sanering, menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara matematika, redenominasi rupiah tidak memiliki implikasi yang  berarti bagi masyarakat. Masyarakat yang memiliki uang Rp 1.000.000 diganti  dengan uang Rp 1.000. Masyarakat tidak perlu khawatir soal uang tersebut.  Sebab, keduanya memiliki nilai intrinsik atau daya beli yang sama.  Misal, merek <em>handphone</em> tertentu seharga Rp 1.000.000 sebelum  redenominasi sama dengan Rp 1.000 setelah redenominasi. Jadi, daya beli  Masyarakat secara matematika tak berubah karena redenominasi rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi,  secara psikologis, kebijakan itu bisa mengakibatkan daya beli uang  berbeda antara sebelum dan sesudah redenominasi. Dampak psikologis  merupakan reaksi pelaku bisnis terhadap redenominasi rupiah. Jika pelaku  bisnis yakin bahwa ekonomi berkinerja baik, redenominasi bisa berjalan  sesuai dengan harapan. Tetapi, redenominasi mengakibatkan angka inflasi  meningkat apabila pelaku bisnis berpersepsi ekonomi melambat atau  memburuk ketika kebijakan itu diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melejitnya  angka inflasi itulah yang membuat daya beli keluarga berkurang dengan drastis. Di samping  itu, stabilitas politik sangat dibutuhkan untuk memunculkan dampak  psikologis yang positif kepada pelaku bisnis dalam menyikapi  redenominasi. Ekonomi yang kuat dan politik yang stabil akan memudahkan  proses redenominasi. Alhasil, nilai mata uang sama, baik sebelum atau  sesudah redenominasi. Karena itu, BI harus menyamakan persepsi dengan  pelaku bisnis dalam menentukan periode (<em>timing</em>) kinerja ekonomi dikatakan baik. Tujuannya, redenominasi rupiah tidak menurunkan daya beli masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Redenominasi jelas berbeda dengan <em>sanering</em>. <em>Sanering</em> merupakan upaya memotong rupiah karena melejitnya angka inflasi yang  tak kunjung turun atau inflasi tidak terkendali. Indonesia memiliki  pengalaman tiga kali melakukan <em>sanering</em>. Pertama, <em>sanering</em> dilakukan pada 19 Maret 1950 dengan memangkas Rp 5 menjadi Rp 2. <em>Sanering</em> kedua dilakukan pada 25 Agustus 1959 dengan memangkas Rp 1000 menjadi Rp 100. <em>Sanering</em> terakhir terjadi pada 13 Desember 1965 dengan memotong Rp 1000 menjadi  Rp 1. Pengalaman pahit masa lalu itu jelas merugikan keluarga Indonesia.  Semoga pengalaman <em>sanering</em> masa lalu tidak membuat masyarakat Indonesia trauma terhadap redenominasi rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat  Indonesia harus memahami bahwa <em>sanering</em> dan redenominasi dilakukan pada angka inflasi yang berbeda. <em>Sanering</em> dilakukan saat angka inflasi tinggi, sedangkan redenominasi diterapkan saat angka inflasi rendah. <em>Sanering</em> dilakukan saat kinerja ekonomi memburuk, sedangkan redenominasi  dijalankan saat kinerja ekonomi prima. Perbedaan itulah yang perlu  dipahami masyarakat  Indonesia, jadi perlukah kita khawatir jika Bank Indonesia me-redenominasi Rupiah kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bisa dipergunakan sebagai bahan perenungan bersama, sekian dan terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/keluarga/apakah-daya-beli-turun-jika-redenominasi-rupiah-dilaksanakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engkau Adalah Asaku</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 22:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-607" title="anak" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/08/anak.jpg" alt="" width="182" height="93" /></a>engkau adalah asaku<br />
engkau adalah harapku<br />
dan engkau adalah mimpi-mimpiku<br />
mari gapai tanganku wahai jiwa<br />
peluk dekap erat hatiku wahai permata<br />
<span id="more-606"></span>mari-mari<br />
mendekatlah<br />
kita bingkai indahnya hari<br />
kita kemas masa depan<br />
kita nikmati setiap masa dengan kebersamaan<br />
karena hanya itu mampuku</p>
<p>kemarilah jantung hatiku<br />
biar ku torehkan di sudut-sudut hatimu<br />
akan indah-nya cinta<br />
akan bermaknanya kasih<br />
akan abadinya rasa sayang</p>
<p>kita wujudkan kebahagiaan<br />
kita rangkai bait-bait kehidupan<br />
uluarkan tangan dan hatimu<br />
dengan sepenuh jiwa ragaku<br />
ku bimbing engkau<br />
dalam buaian kasih dan sayang<br />
walau tak akan pernah engkau ku miliki sepenuhnya<br />
anak-anakku</p>
<p>karena kalian anak-anak yang merdeka<br />
karena kalian adalah amanah<br />
karena kalian adalah titipan<br />
karena kalian PUNYA MASA DEPAN<br />
karena kalian PUNYA HARI ESOK<br />
kalian bukan hanya milik-ku<br />
kalian adalah milik alam semesta</p>
<p>melesat-lah bagai anak panah<br />
untuk menggapai mimpi<br />
terbanglah tinggi bak burung-burung camar<br />
untuk dapatkan asamu<br />
dan selalu nyanyikan senandung cinta<br />
untuk sesama<br />
dendangkan simfoni kasih<br />
lantunkan bait-bati suci Qalam Illahi<br />
biarkan aku tetap disini dengan selaksa restu dan doaku<br />
untukmu anak-ku</p>
<p>Medio, Juli 23th 2010<br />
&#8220;&#8221;SELAMAT HARI ANAK&#8221;&#8230; buat kalian</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/sastra/puisi/engkau-adalah-asaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

