<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Filosofi Hidup</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/category/filosofi-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 16:12:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sang Semut.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="Semut Salaman" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg" alt="" width="127" height="66" /></a>Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,  begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.   <span id="more-508"></span>Filosofi itu antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.</li>
<li>Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.  Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya.   Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.   Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.  Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.</li>
<li>Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.</li>
<li>Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya</li>
<li style="text-align: justify;">Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulat, Kepompong, Kupu-kupu Refleksi Sebuah Kehidupan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif"><img class="alignright size-full wp-image-500" title="kupu_metamorph" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif" alt="" width="150" height="138" /></a>Mendengar kata ulat yang terbayang dalam angan kita adalah sosok makhluk yang begitu menjijikan dan terbayang sebuah kerasukan, tidak sedikit orang yang begitu geli dan bahkan jijik bila melihat ulat, belum lagi ulat adalah makhluk perusak karena ketika makan tidak akan berhenti sebelum yang dimakannya habis, sehingga ulat begitu identik dengan sifat-sifat yang kurang baik, namun ketika ulat tersebut telah menjadi kupu-kupu terlihat sebuah keindahan dan ke-elokan dari makhluk ciptaan Tuhan. Makanannya pun serbuk sari dari kuncup-kuncup bunga dan apa yang dilakukan kupu-kupu adalah sebuah hal yang mulia karena dari kaki-kaki-nya akan menyebarkan benih-benih tumbuhan, serta terjadi persilangan tumbuhan secara alami.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-495"></span><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg"><img class="size-full wp-image-499 alignleft" title="Ulat" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg" alt="" width="210" height="158" /></a>Ulat untuk menjadi kupu-kupu harus terlebih dahulu menjadi kepompong, itulah sebuah metamorfosa yang harus dilewati dan kita tidak mengalami Metamorfosa, dalam artian fisik yang sesungguhnya, tidak mengalami proses terlahir serupa telur, menjadi ulat, menjadi kepompong lalu terlahir kembali menjadi seperti kupu-kupu. Tetapi sebenarnya, dengan sebuah pemahaman bahwa manusia selalu mengalami perubahan hidup itu ya dan pasti.  Ada sebuah proses metamorfosa dapat terjadi pada manusia secara psikologis pada momen-momen tertentu dalam kehidupan, yang menandai berbagai macam perubahan, baik perubahan peran, perubahan kepribadian, perubahan kualitas hidup, bahkan perubahan nasibnya. Setiap proses perubahan yang terjadi, mengandung pilihan bijak individu, untuk berubah menjadi sosok yang lebih indah &#8211; bagaikan kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu pembeda antara manusia dengan ulat dimana ulat tidak memiliki pilihan, karena ia hanya akan menjadi kupu-kupu akan tetapi manusia justru memiliki kesempatan untuk memilih akan menjadi manusia yang bagaimana dan seperti apa, dan proses inilah yang merupakan sebuah metamorfosa dalam diri manusia, menumbuhkan motivasi dalam diri, mengambil keputusan, menjalani proses belajar, memaknai hidup dan menjadi (seperti) Kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ulat harus berubah menjadi kepompong baru akan menjadi kupu-kupu, sedangkan manusia lahir sebagai bayi berkembang yang kemudian menjadi anak-anak terus menginjak remaja berubah sebagai manusia dewasa untuk mempersiapkan diri menghadapi hari tua-nya dengan sebuah kebahagiaan. Yang dapat kita ambil dari hikmah dalam sebuah metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Ulat, adalah sebuah makhluk hidup yang ia gunakan hidup-nya untuk makan dan makan tanpa ada tindakan apapun selain menghabiskan apa yang ia bisa makan, sama hal-nya dengan manusia ketika masih bayi hingga anak-anak karena masih dalam masa pertumbuhan baik fisik maupun psikis-nya, maka terkadang usia bayi dan anak-anak adalah masa-masa pembentukan jatidiri manusia.</li>
<li style="text-align: justify;">Kepompong perubahan dari ulat dimana ia tidak lagi makan, akan tetapi sudah terbungkus cangkang yang ia akan berpuasa tidak bergerak untuk bisa berubah menjadi kupu-kupu, jika dalam kehidupan manusia usia remaja hingga dewasa-lah hal ini kita lakukan, pada masa-masa remaja hingga dewasa manusia mulai bisa berpikir dan merenungkan akan apa yang akan ia lakukan dan perbuat untuk bisa menuju sebuah kesuksesan hidup. Jika memang ia habiskan waktu remaja dan dewasa-nya untuk foya-foya, bermalas-malasan, atau hanya berdiam diri, maka di hari tua-nya nanti hanya berbuah penyesalan, berbeda jika masa remaja hingga dewasa ia gunakan untuk belajar, bekerja keras, terus termotivasi untuk maju di hari tua kelak kebahagian hakiki yang ia peroleh.</li>
<li style="text-align: justify;">Kupu-kupu sebuah makhluk yang begitu indah dipandang dan menyenangkan, sosok kupu-kupu adalah buah dari hasil perjuangan kepompong dalam cangkang dan keluar dengan susah payah yang akhirnya memiliki sayap-sayap indah untuk terbang. Demikian hal-nya manusia jika kita bisa memanfaatkan waktu remaja dan dewasa dengan sebaik-baiknya, di hari tua tidak akan rugi karena tujuan hidup dapat tercapai.</li>
</ol>
<p>Potret bagaimana perjuangan ulat untuk menjadi kupu-kupu dapat kita lihat dalam video berikut :<a class="aligncenter" href="http://"><object id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="swliveconnect" value="true" /><param name="quality" value="high" /><param name="scale" value="showall" /><param name="salign" value="r" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="name" value="Kupu-kupu" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" /><param name="align" value="top" /><param name="bgcolor" value="#0066ff" /><param name="vspace" value="5" /><param name="hspace" value="5" /><embed id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" hspace="5" vspace="5" bgcolor="#0066ff" align="top" name="Kupu-kupu" wmode="transparent" salign="r" scale="showall" quality="high" swliveconnect="true"></embed></object></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan itulah sebuah potret metamorfosa sebuah makhluk hidup berupa ulat untuk bisa menjadi kupu-kupu ternyata diperlukan sebuah perjuangan yang tidak mudah dan ringan, akankah kita sebagai manusia hanya akan berserah dan berdiam diri saja untuk mencapai sebuah tujuan dalam hidup.  Untuk itu rekan Black Community Maka setidaknya untuk mencapai tujuan dan cita-cita dalam kehidupan kita, minimal kita harus melakukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pertama, menentukan tujuan secara spefisik, begitu variatifnya tujuan hidup kita menjadikan kita tidak fokus akan apa yang menjadi keinginan kita dalam hidup ini, untuk lebih spesifik-nya kita bisa menentukan visi, misi dan tujuan dari kehidupan kita, karena ternyata hanya 5 persen di antara mereka yang memiliki tujuan yang spesifik. Selebihnya hanya tujuan yang ngambang yang tidak jelas cara pencapaiannya. Seperti, tujuan hidup adalah menjadi manusia yang berguna untuk nusa bangsa dan negara, menjadi manusia yang bermanfaat, dll.</li>
<li style="text-align: justify;">Kedua, buat keputusan untuk memulai melangkah dari langkah pertama sampai langkah terakhir. Punya tujuan hidup saja tanpa memutuskan untuk mulai melangkah tidak memiliki arti apa-apa. Karena bisa saja kita hanya terjebak pada niat kita ingin bertindak A atau berbuat B akan tetapi tidak segera melangkah, maka yang ada hanya sebuah konsep tanpa tindakan;</li>
<li style="text-align: justify;">Ketiga, fleksibel dalam menggunakan cara untuk mencapai tujuan bukan berarti meng-halal-kan segala cara. Satu cara bisa saja berhasil dan bisa juga tidak berhasil mencapai tujuan. Artinya, kalau satu jalan berhasil mencapai tujuan kita dapat menyumpulkan memang itulah caranya. Namun apabila satu<a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-502" title="kupu2 menghisap madu" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg" alt="" width="173" height="130" /></a> cara belum berhasil, jangan cepat putus asa. Ulangi kembali dengan cara lain yang berbeda sampai berhasil.</li>
<li style="text-align: justify;">Dan yang terakhir, keempat pahami hukum proses. Hukum proses mengatakan bahwa untuk mencapai satu titik maka diperlukan waktu tertentu. Bisa cepat, bisa juga lambat. Dan ini artinya, untuk mencapai satu tujuan tertentu tidak ada istilah karbitan, jalan pintas, karena semua butuh sebuah proses yang harus dilalui setiap tahapannya, tidak ada kesuksesan tanpa mengerti sebuah perjuangan dan kegagalan, tidak akan merasa bahagia tanpa senang memaknai rasa sedih dan duka.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan ke-empat langkah tadi tentunya harus disertai dengan doa dan motivasi tinggi untuk bisa mewujudkan apa yang akan kita capai, Ulat menjadi Kepompong  dan kepompong menjadi Kupu-kupu adalah Refleksi sebuah kehidupan yang pantas untuk kita maknai untuk memunculkan motivasi dalam hidup.   Demikian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sempurnanya Kebahagiaan Dengan Bersyukur..</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bersyukur.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-489" title="bersyukur" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bersyukur.jpg" alt="" width="118" height="116" /></a>Wajar jika kita dalam kehidupan ini selalu berharap untuk mendapatkan kebahagiaan, hanya bagaimana mendapatkan kebahagiaan itulah yang begitu sulit dan perlu belajar untuk memahami setiap sudut dalam peri kehidupan kita. Dan jika kita menyadari dan memahami ternyata sebuah kebahagiaan hidup itu kuncinya hanya satu yaitu : <strong>BERSYUKUR</strong>.   Saya dapatkan sebuah mailing list dari seorang rekan yang bunyi-nya begini <em>Something to share, take a moment to read&#8230;.it should make you smile as deep in your heart you know that is how we should live our life</em>, sebuah rangkaian kata yang begitu dalam makna-nya. Dan dalam menjalani kehidupan ini jika pada setiap pribadi seseorang bisa menanamkan pemahaman bahwa <strong>Saya tidak selalu memperoleh apa yang aku suka dan cinta, namun saya selalu berusaha untuk menyukai dan mencintai apa yang saya peroleh dan miliki</strong>, oh.. betapa indah-nya kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-488"></span>Karena ungkapan diatas merupakan manifestasi terhadap rasa <strong>syukur</strong> kita. Rasa <strong>syukur</strong> merupakan kualitas hati yang sangat penting. Karena dengan bersyukur pada diri kita akan <strong>selalu dipenuhi dengan ke-damai-an, ke-tentram-an dan ke-bahagia-an</strong>. Dan <strong>Sebaliknya</strong>, jika tidak pernah bersyukur, maka kita akan <span style="text-decoration: underline;">selalu merasa terbebani, selalu kurang dan jauh dari kebahagiaan</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu muncul pertanyaan mengapa kita sulit untuk bersyukur, setidaknya <em>ada dua hal mendasar sehingga kita sulit untuk bersyukur</em>, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Satu, <strong>Dalam kehidupan ini kita terlalu fokus pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki</strong>. Rasa tidak puas dalam diri kita-lah penyebab-nya, dalam otak kita hanya dipenuhi dengan ke-inginan, ke-mauan dan harapan, terobsesi untuk menjadi yang ter- atau paling. Disaat kita sudah memiliki pekerjaan tetap, isteri cantik, kendaraan dan rumah yang sederhana, adakala-nya kita berharap lebih, yang tentunya hal ini harus didasarkan pada kemampuan dan potensi yang kita miliki. Dan jika obsesi itu belum terpenuhi kita akan terus memikirkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apakah jika kita mampu meraih semua ke-ingin-an itu akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi, jawab-nya adalah <strong>TIDAK SAMA SEKALI</strong>, hal ini dipicu karena kita tidak pernah merasa puas, kita ingin yang lebih lagi. karena betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi &#8216;KAYA&#8217; dalam arti yang sesungguhnya. <em>Orang yang &#8216;kaya&#8217; bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang kaya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki</em>. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi Kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tentram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Jangan terlalu sering melihat ke-atas tapi usahakan untuk selalu melihat ke-bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, <strong>kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain</strong>. Perasaan kita mengatakan bahwa si A lebih beruntung, Si B lebih cantik dan si C lebih Kaya, sehingga kemanapun dan dimanapun kita berada selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. <strong>Maka marilah kita berusaha untuk selalu bersyukur</strong></p>
<ol>
<li><em>Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.<br />
Bersyukurlah untuk masa-masa yang sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu. </em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu memberi pelajaran yang berharga.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin mudah untuk Kita bersyukur ketika mengalami hal-hal baik. Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua itu akan menjadi berkah dan barokah bagi-mu..</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini yang saya rangkum dari berbagai sumber, terima kasih dan semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temukan Kebahagiaan Itu Pada Diri Kita</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/jalan-hidup.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-482" title="jalan hidup" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/jalan-hidup.jpg" alt="" width="124" height="124" /></a>Bahagia</strong> wow&#8230; sebuah harapan yang ingin dicapai oleh setiap insan didunia ini, dengan segala upaya manusia ingin mencapai bahagia itu, baik bahagia didunia dan di akherat. Manusia bekerja membanting tulang sebagai salah satu upaya untuk mencapai dan mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya dan orang-orang yang dicintainya. Manusia berusah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan untuk bisa menggapai kebahagiannya. Pendamping hidup yang tampan atau cantik, harta yang melimpah&#8230; benarkah itu syarat untuk mencapai kebahagiaan&#8230; jawabnya <strong>bisa ya&#8230; bisa tidak</strong> akan tergantung kebahagiaan apa yang kita inginkan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-479"></span>Menurut aku.. itu hanya sebuah ke-bahagia-an semu saja, karena ke-bahagia-an yang sejati itu tidak akan jauh dari kita; karena ia berada pada diri kita sendiri, dan untuk bisa mendapatkan ke-bahagia-an sejati.. marilah kita mencoba untuk :</p>
<ol>
<li><strong>Membuka Mata</strong> karena dengan <em>membuka mata</em> kita akan menyadari bahwa  kita memiliki banyak hal yang berarti bagi diri sendiri ataupun orang lain.</li>
<li><strong>Membuka Mata Hati</strong>, karena dengan <em>membuka mata hati</em> kita akan mengerti dan memahami betapa kita dicintai.</li>
<li><strong>Membuka Diri</strong>, dengan <em>membuka diri</em>, maka ketulusan cinta dari orang lain akan dapat kita rasakan dan kita terima dengan ke-ikhlas-an.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Terkadang kita <strong>kurang merasakan ke-bahagia-an atau tidak bahagia sama sekali</strong> walau dikarunia harta melimpah kecantikan dan ketampanan wajah, hanya karena kita tidak <strong>tidak mau membuka hati</strong>, <span style="text-decoration: underline;">selalu berusaha meraih yang tidak dapat diraih</span>, memaksakan kehendak terhadap semua yang diinginkan, tidak mau menerima apa adanya dan kurang bisa bersyukur atas apa yang telah diterimanya. Terkadang juga banyak orang yang tergabung dalam sebuah komunitas yang begitu akrab, begitu peduli seperti pada komunitas-komunitas di <strong>Black Car Community atau di Black Motor Community</strong>, tapi mereka hanya terjebak pada sebuah kebahagiaan semu, sebuah pelampiasan dan tidak mampu mendapatkan kesejatian kebahagiaan dalam komunitas itu, hal ini bisa saja terjadi karena tidak memahami dan kurang mau berusaha untuk benar-benar menerima sebuah komunitas itu dengan kesungguhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manusia buta</strong> karena <em>egois</em> dan <em>hanya memikirkan diri sendiri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.</em> Ada orang yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan dan tidak diperhatikan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya adalah <strong>Kebahagiaan</strong> bersumber dari <strong>dalam diri kita sendiri</strong>. Jangan pernah berharap bahwa akan datang dari orang lain, <strong>karena jika berharap dari orang lain, kita harus siap dan rela untuk ditinggalkan dan bahkan dikhianati</strong>. Karenanya kita akan bahagia bila <strong>kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu marilah kita mulai untuk meraih kebahagiaan itu dengan : <strong>Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya</strong> atas apa yang telah Allah SWT berikan pada kita sesuai dengan apa yang kita lakukan, karena itulah yang terbaik bagi kita dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan sesuai kebutuhan kita tidak hari ini mungkin esok tidak esok mungkin juga lusa. Marilah kita terus berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang. Semoga rekan-rekan <em>Black Community </em>mampu untuk meraih sebuah kebahagiaan itu dari dalam diri kita.<em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nglampahi MALIMA, Ngupadi Tentreming Bebrayan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/nglampahi-malima-ngupadi-tentreming-bebrayan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/nglampahi-malima-ngupadi-tentreming-bebrayan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 02:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Malima.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-398" title="Malima" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Malima.jpg" alt="" width="93" height="105" /></a>Asring mireng, ugi asring nyipati ukara utawi tembung MALIMA, wonten ing bebrayan jawi mireng tembung/ukara MALIMA tamtu wonten ing pengangen-angen badhe gadhahi pamanggih meniko babagan ingkang mboten sae, perkawis lumrah amargi ingkang dipun mangertosi MALIMA meniko, tindak tanduk ingkan mboten sae, mursal, nerak wewaler, ugi ngingkari punapa ingkang sampun dipun tuntunakaen dening agami menopo kemawon.  Sak jatosipun MALIMA sanes perkawis ingkang awon mawon, wonten MALIMA ingkang sae lan kedah dipun lampahi wonten ing bebrayan meniko, ananging tamtunipun kita sami kedah saget milah lan milih MALIMA ingkang pundhi ingkang badhe dipun lampahi. Pilihan wonten ing pribadi kula lan panjenengan piyambak-piyambak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-397"></span></p>
<p style="text-align: justify;">MALIMA ingkang dipun mangertosi dening masyarakat jawi umum-ipun inggih meniko :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>MA</strong> ingkang sepindah <strong>MALING</strong> (mencuri) inggih meniko tumindak mendet kagunganipun tiyang sanes tanpa nyuwun idhi palilah saking ingkang kagungan, ngakeni punapa ingkang sanes hak-ipun punika kalebet MALING.</li>
<li><strong>MA</strong> ingkang kaping kaleh <strong>MAIN</strong> (berjudi), main wonten ing bebrayan jawi mengku karep tumindak ingkang bebotohan, ngagem yatra utawi arta lan bondho sanesipun kagem mbotoh-i kegiatan menopo kemawon, umum-ipun main inggih meniko adu jago, toh-tohan, kertu, lan sak panunggalanipun;</li>
<li><strong>MA</strong> ingkang kaping ketiga <strong>MADAT</strong> (konsumsi obat terlarang), rikala rumiyin kasebat candu, jenewer umpami wonten-ing jaman modern niki MADAT sami kaliyan nyimeng, nganjan, nyabu lan ngepil, tumindak ingkang ngunsumsi NARKOBA;</li>
<li><strong>MA</strong> ingkang kaping sekawan <strong>MABUK</strong> (minum-minuman keras), tumindak nginum ngantum mendem, mabuk lan sak panunggalanipun;</li>
<li><strong>MA</strong> angka gansal inggih meniko <strong>MADON</strong> (main perempuan/selingkuh), tumindak cumanthoko ngrusak pager ayu, utami asring dolanan pinyantun pawestri, remen nglampahi hubungan lanang wadon ingkan mboten ngagem paugeraning agama lan negara, sex bebas.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>MALIMA</strong> ingkang kasebat ing nginggil ingkan kedah dipun singkiri wonten ing bebyaran kita sami, ampun ngantos dipun lampahi, njih gangsal perkawis ingkang ndamel rusak-ipun tatatanan ugi paugeranipun ngagesang, ndados-aken piyantuk ingkang numindakaken <strong>MALIMA</strong> gesang-ipun mboten saget tentrem, dipun tebihaken saking kebahagiaan donya lan akherat.</p>
<p style="text-align: justify;">Lajeng MALIMA kagem ngupadi tentreming bebrayan ingkang kulo kajengaken inggih meniko :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>MA</strong>, ingkang kaping sepindah <strong>MA-NEMBAH</strong> (berdoa) tansah nyenyuwun dumateng Gusti numindakaken sedoyo ingkang dipun wajib-aken dumateng titahipun menungsa supados tansah eling dumateng Penciptanipun, inggih Gusti Ingkang Akarya Jagad, agama menopo kemawon;</li>
<li><strong>MA</strong>, ingkang kaping kaleh <strong>MA-KARYA</strong> (bekerja), nyambut damel kanthi sregep ugi halal kagem sangu gesang wontenipun ngalam donya ugi akherat, makarya kangge numindakaken jijibahan agung ing agesang.</li>
<li><strong>MA</strong>, ingkang kaping tiga <strong>MA-NGABEKTI</strong> (berbakti), kita saget ngrasosaken gesang ing alam donya lumantar saking bapa biyung, sampun sak trepipun bilih darma-nipun putra dumateng tiyang sepah meniko wajib hukum-ipun.</li>
<li><strong>MA</strong>, ingkang kaping sekawan <strong>MA-KUMPUL (srawung)..</strong> (bermasyarakat) tumrap sapadha-padha, gesang meniko mboten piyampak wonten rencang, sederek, keluarga ugi masyarakat, meningko makhluk sosial tamtunipun kedhah saget gesang kaliyan tiyang sanes, lir-ipun gesang wonten ing ngalam donya kedah saget srawung sae kaliyan sesami.</li>
<li><strong>MA</strong>, ingkang kaping gangsal <strong>MA-NGERTINI</strong> (mengerti, memahami) anak bojo lan keluarga, supados langkung tentrem wontening bebyaran meniko tamtunipun kedah saget, mbangun bale somah kanthi paugeran lan tatanan ingkang sae, kanthi rasa sih tresno ingkang tulus lan ikhlas hubungan antawis sederek ndadosaken pondasi ugi landasan kagem sesrawungan wontening masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">MALIMA meniko ingkang saget dados landasan kagem ngupadi tentreming bebrayan wonten ing ngalam donya ing tembenipun kagem sangu wonten ing alam kelanggengan samangke. Kanthi mekaten MALIMA mboten mesti nggadahi pemanggih ingkang awon amargi MALIMA ingkang kula maksud meniko ingkang mengku karep sae. Mugi kita sami saget nglampahi kanthi sae lan ikhlas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mugi-mugi seratan meniko wonten manfaatipun dumateng kula ugi ingkang maos, wonten kirang langkung anggep kula nyerat mbok bilih namung agunging sih samudra pangraksami ingkang kathah dumateng para maos sedaya, matur suwun..</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/nglampahi-malima-ngupadi-tentreming-bebrayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajining Dhiri Gumantung Saka Lathi</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/ajining-dhiri-gumantung-saka-lathi/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/ajining-dhiri-gumantung-saka-lathi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 02:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-271" title="gambar-lambe1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2009/05/gambar-lambe1.jpg" alt="gambar-lambe1" width="129" height="129" />Sak jatosipun judul ingkang kasebat ing nginggil namung saperangan saking komplet-ipun ukara lan petuah Jawi ingkang mengku karep ugi pitutur sae, jangkep-ipun seratan ing nginggil inggih meniko <strong>Ajining Dhiri Gumantung Saka Lathi, Ajining Raga Gumantung Saka Busana, Giri Lusi Janmo Tan Keno Ingino. </strong>Pitutur ingkang maknanipun sae sanget menawi kita saget nglampahi kanthi lelandesan manah ingkang sareh lan welas. Sinten kemawon ingkang saget nglampahi pitutur meniko,  wontenbebrayan agung ing ngalam donya meniko badhe manggihi kesaenan lan ugi raos tentrem lan ayemipun manah.</p>
<p style="text-align: justify;">Raos tentrem ayem manah kagem sangu gesang, tamtunipun kanthi nglampahi pitutur ingkan kasebat ing ngajeng. Supados kulo panjenengan sami saget nyinaoni sesarangan, punapa jarwanipun seratan lan pitutur meniko, mboten wonten niat guroni menopo maleh minteri, namung sadermi tansah saget ngemutaken dumateng diri pribadi kulo. Lan setunggal-setunggal ukara mangga dipun udari jarwanipun sesarengan :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-268"></span><strong>Ajining Dhiri Gumantung Saka Lathi, </strong>ukara meniko jarwanipun kirang langkung mekaten sak sinteno kemawon badhe gadah raos wuh pekewuh, raos sungkan lan ngajeni dumateng kulo panjenengan sami menawi sedaya rembag lan wicanten kula panjenengan sami tansah sareh, menawi ngendikan dumateng rencang, sederek ingkang enem utawi ingkah sepuh tansah nglembah manah. Tamtunipun kula panjenengan sami saget ngraosaken menawi rembakan kanthi intonasi ingkang inggil,wontenipun namung nesu kemawon lajeng menopo ingkang dipun aturaken tansah ngapusi lan ngelek-ngelek tiyang sanes. Lathi saget ndadosaken pancakara (=perang), padudon, namun lathi saget ugi ndadosaken raos ketremanipun gesang, kabagyanipun gesang lan ndamel manah tansah ayem tentrem.  Mugi-mugi kula panjenengan sami tansah saget njagi tutur lan atur ingkang sae dumateng sinten kemawon amrih gesang saget ayem tentrem lan ugi tansah sami-sami ngajeni wonten bebrayan ing ngalam donya meniko.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ajining Raga Gumantung Saka Busana</strong>, ukara meniko mengku karep bisa raga kula lan penjenengan sami meniko wadahipun rasa, raga utawi badan meniko ingkang dipun pirsani sok sinteno kemawon, pramila busana penting sanget tumrapipun raga, busana kagem nutupi aurat, busana saget ndadosaken raga ketawis sae dipun pirsani, busana ndadosaken raga aman, namung busana meniko pantas lan mboten-ipun, sae menopo mboten tumrapipun raga kedhah selaras lan serasi antawisipun raga lan busana, kekajenganipun menungsa tansah gadhah gegayuhan ingkang agung, gegayuhan ingkang inggil, semanten igu babagan busana (=rasukan), lha menawi gadhah kekajengan bilis raga meniko tansah rumaos ayem tentrem, njih kedah ngagem busana ingkan saktrep-ipun. Pramila bilih raga meniko tansah dipun ajeni, raga kedah dipun dandani lang diasi dipun busana-ni kathi ingkang sae,  mbok pilih piyantu ningkang ngagem busana sak wontenipun menawi dipirsani benten kaliyan piyantun ingkang  ngagem busana ingkang sae-sae.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Giri Lusi Janmo Tan Keno Ingino</strong>, bebrayan ing ngalam donya mboten saget piyambak amargi menungsa meniko makhluk sosial, ingkang mbetahaken rencang lan srawung babagan srawung meniko kedhah wonten raos ngajeni, raos ngurmati lan mboten nyepeleaken tiyang sanes, mboten rumoas saget lan pinter piyamak, mboten rumaso gatheng, bagus, utami ayu lan manis piyambak, mboten rumoas sugih, rumaos pangkat lan jabatanipun inggil. Gusti Kang Murbeng Dumadi ndadosaken menungsa kanthi kekiyatan, kanthi keluwiha ingkang mboten sami antawis setunggal lan setunggalipun, pramila Giri Lusi Janmo Tan Keno Ingino meniko saget kagem pepeling lan pitutur bilih sampun ngantos nyepelekaden dumateng  tiyang sanes, sampun ngantos ngicalaken raos ngurmati dumateng tiyang sanes.</p>
<p style="text-align: justify;">Mugi-mugi kula panjenengan sami tansah ngupadi pitutur luhur meniko supados gesang ayem tentrem kanthi sesanti Ajining Diri Gumantung Saka Lathi, Ajining Sarira Saka Busana, Giri Lusi Janmo Tan Keno Ingino.. suwun.. wonten kirang langkungipun nyuwun agunge pangraksami.. wassalam</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/ajining-dhiri-gumantung-saka-lathi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Werdine Jawa</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/werdine-jawa/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/werdine-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 01:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apa ta, Jawa iku Jawa iku mengku karep utawa makna genah cetha utawa jelas, Jawa menawa ditrapake kanthi becik lan tumata bakal ndadek-ake urip iki ayem tentrem ora kemrungsung lan tansah guyub rukun ing berbrayan samubarang ditindakake kanthi ngati-ati, di-etung kanthi temen lan pener, tangga siji lan sijine masiyo iku adoh jarake isih kenal, kabeh mau mergo srawunge karo tangga teparo tansah rumaket, sanjan sinanjan (ngutamaake silaturahim), opo bot repote padha di songgo bebarengan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-257"></span>Bangsa Indonesia iki terkenal bangsa kang paling murah esem lan tansah sabar ngadepi samubarang perkoro, ono pengaruhe soko kabudayan Jawa dhewe, iku mono ora iso di selak-i maneh amarga ing bebrayan Jawa Tata Sasmita iku tansah digatekake lan dtindakake. Tata Sasmitane wong Jawa ing samubarang tumindak tansah ana, rikala mertamu mestine ora lalu uluk salam dhisik, yen caturan ana ungah-unguhe ana tatane, piye rembukan antarane sing enom karo sing tuwa, apa sewalik-e, piye rembukan karo sing umure podho lan sak piturute. Iku mana mengku karep lan teges menawa wong urip ing ngalam donya kuwi kudu tansah andhap asor lan iso upan papan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wong Jawa kuwi yen caturan ora grusa-grusu tansah dipikir kanthi matheng dhisik lagi diaturake sak mestine tujuane supaya ora nglarani atine sing dijak rembukan utawa wong sing krungu supaya ora ndadek-ake klirune gunem. sik&#8230; arep olahraga bubar olah raga di terusne meneh.. nyuwun sewu&#8230;. alhamdulillah dilanjut.. Jawa iku kanggo tulodho ing samubarang bebrayan, Jawa iku pitutur becik kanggo sapadha-padha.. wiwit saka perilaku, budaya, srawung, kepemimpinan lan liya-liyane. Mula dadi Jawa iku kudu monggok (berbangga hati), dadi wong Jawa kudu iso ngopeni lang ngrungkepi kanthi temen Jawa-ne, tinggalane leluhur kang adiluhung amreh bisa lestari raharja, wus sak mestine yen diwiwiti seka genarasi kulo lan panjenengan sami ingkang kedhah tumidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ora ono tembung angel, sing ono mung karep karo sregep, ora ono tembung ora iso, sing ono mung aras-arasen ora gelem tumandang.. Ojo nganti Jawa pindah nang njaban Rangkah, ojo sampe budaya adiluhung iki puthes amarga puthesen Jawa bisa ndadekake salah sijine jatidiri bangsa iki ilang, mungkin anak putu, canggah wareng udek-udek siwur,besok mung iso moco ing buku-buku sejarah menawa Jawa iki wis ora nJawa maneh, amargo kathut undak-undakaning jaman, tanpa iso ngondeli dan ngrungkepi rasa Jawa-ne&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/budaya/kejawen/werdine-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat Sejati, Dimana Kau..???</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sahabat-sejati-dimana-kau/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sahabat-sejati-dimana-kau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 16:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sahabat, kawan, teman, karib adalah sebuah sebutan untuk seseorang yang begitu dekat dengan kita untuk saling berbagi tentang berbagai hal dimana dalam hubungan tersebut tercipta sebuah rasa saling percaya, saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya. Hal itu adalah sebuah bentuk dari persahabatan yang ideal, yang akhirnya disebut sebagai &#8220;sahabat sejati&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-172"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena terkadang kita terjebak pada sebuah kenyataan hidup disadari ataupun tidak, pada satu sisi ada sahabat yang mampu menuntun dan membimbing kita pada keridaan Ilahi, tapi sebaliknya ada pula sahabat yang menjerumuskan kita pada lembah kesengsaraan dan kesesatan, mereka selalu ada dan mendekati kita ketika kita berada diatas dan memiliki segalanya, namun akan menjauh jika kita sudah terjatuh. Maka memilih sahabat, memilih kawan haruslah hati-hati agar kita terselamatkan dunia akherat.. amiin..!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah terbayangkah dalam angan kita bagaimana sahabat-sahabat Rasullullah berani dan mau berkorban demi keselamatan, rela menyerahkan harta dan nyawanya demi Rasullulah demi tegaknya jalan kebenaran dan demi Ridha Allah. Yang kita temui saat ini adalah teman dan sahabat yang hanya mau jika kita ajak untuk kegiatan-kegiatan yang menyenangkan saja, kita akan menemui kesulitan untuk mengajak mereka berbuat yang sedikit membutuhkan tenaga dan pikiran yang mungkin tidak akan merasakan dampak kesenangan itu secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pertanyaan muncul di benak kita, mengapa anak-anak muda saat ini begitu jauh terjerumus kepada kemaksiatan dan kemungkaran, tidak lain karena mereka dalam memilih teman bergaul yang kurang tepat,  yang perlu kita pahami adalah penyesalan itu datangnya belakangan, maka bagaimana agar kita tidak menyesal nantinya.  Sehingga agar kita memperoleh sahabat yang benar-benar bisa menyelamatkan kita dunia akherat minimal memperhatikan hal-hal berikut ini :</p>
<ul>
<li>Sahabat adalah seseorang yang selalu bisa menyejukkan hati kita.</li>
<li>Sahabat adalah seseorang yang ketika berbicara dapat menambah keimanan kita.</li>
<li>Sahabat adalah seseorang yang mampu menjaga kita dari kemaksiatan.</li>
<li>Sahabat adalah seseorang yang membuat kita rindu saat jauh dari kita.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Keberagaman kita akan tergantung pada bermacamnya perilaku dan sifat teman-teman yang kita miliki, karena sedikit banyak pergaulan dalam kehidupan itu akan memberikan sebuah persepsi dan sikap kita terhadap sesuatu. Dan pilihlah kawan atau sahabat itu yang antara lain :</p>
<ul>
<li>Kawan yang baik adalah yang sama-sama mengetahui rahasia  masing-masing akan tetapi mampu menjaganya;</li>
<li>Kita mengetahui kelebihan dan kekurangan dia dan dia pun mengetahui kelebihan dan kekurangan kita;</li>
<li>Dia tidak cemburu dengan harta benda, kedudukan dan kecantikan atau keindahan yang kita miliki, demikian halnya sebaliknya;</li>
<li>Sahabat yang baik mampu menahan emosi saat terjadi perbedaan pendapat dan mampu menjaga aib meskipun dalam keadaan marah.</li>
</ul>
<p>Lengkapi hal diatas dengan beberapa hal berikut untuk mendapatkan kawan sejati, yaitu antara lain :</p>
<ul>
<li>Sahabat hendaklah yang memiliki ilmu pengetahuan;</li>
<li>Sahabat hendaklah yang memiliki kejujuran dan keimanan;</li>
<li>Sahabat hendaklah yang memiliki akhlak karimah;</li>
<li>Sahabat hendaklah orang yang tidak mementingkan hara benda, kedudukandan garis keturunan.</li>
</ul>
<p>Dan hindarilah  :</p>
<ul>
<li>Kawan yang suka berbohong (al-kadzab);</li>
<li>Kawan yang fasik (orang yang selalu melanggar perintah-perintah Allah);</li>
<li>Kawan yang bakhi;</li>
<li>Kawan yang mengambil manfaat dari orang lain;</li>
<li>Kawan yang memutuskan tali persaudaraan.</li>
</ul>
<p>Akhirnya kita tinggal memilih dan menentukan dalam memutuskan untuk memperoleh sahabat-sahabat sejati.  Semoga Allah senantiasa melimpahkan rakhmat pada kita semua ammin.. amiin</p>
<p>sumber : Othman Shihab (pintu-pintu kesalehan)</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sahabat-sejati-dimana-kau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Empat Lilin dan Seorang Anak Kecil</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/cerita-empat-lilin-dan-seorang-anak-kecil/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/cerita-empat-lilin-dan-seorang-anak-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 19:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[<table style="text-align: justify; height: 4px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody></tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://78.47.231.109/lihat_opini.php?pg=2007/05/25052007/58113"><span style="color: #333333; font-size: medium;"><span style="color: black; background-color: #a0ffff;"></span></span></a>Lilin</strong> apalah arti <em><strong>lilin</strong></em> bagi kita saat ini, <em>mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa lilin itu hanya sebuah benda pengganti untuk memberikan penerangan jika lampu/listrik mati,</em> mungkin bisa juga untuk pelengkap suasana agar romantis, bisa juga untuk sarana berdoa bagi sebagian umat; bisa juga untuk sarana dalam pesta ulang tahun dan masih banyak lagi..<br />
<span id="more-123"></span>Tapi pernahkah kita <span style="color: #313a42;"><strong>memperhatikan dan mengamati</strong></span> yang kemudian kita ambil sebagai <span style="color: #313a42;"><strong>satu tuntunan dalam hidup</strong></span> kita karena <span style="text-decoration: underline;">menurut saya</span>: <strong>lilin</strong> memberikan filosofi kehidupan yang bagus dan penuh makna, yang banyak kita tahu adalah bahwa <strong>lilin </strong>akan memberikan pijar dan sinar terang pada sekelilingnya tanpa memperhatikan bahwa dia sendiri akan habis oleh api; itu sudah banyak yang tahu dan mengerti akan tetapi kita semua belum tentu untuk bisa melakukan seperti apa yang dilakukan <strong>lilin</strong>, kita hidup dengan memberikan manfaat bagi orang lain, tanpa harus berharap dan penuh keikhlasan dalam memberikannya.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu waktu mengikuti Diklat di Surabaya oleh salah satu Pemateri seorang Pejabat dari Ditjen Dikti, ada satu hal yang berkesan dihati saya tentang <span style="color: #313a42;"><strong>Cerita 4 Lilin dan Seorang Anak Kecil</strong></span>; kurang lebih begini..</p>
<p>Pada satu ruangan yang gelap ada empat<em> <strong>buah lilin </strong></em>menyala terang sehingga menjadikan ruangan tersebut terang benderang dan si anak bermain dengan riangnya dan penuh kepolosan dan tanpa ia sadari nyala api menjadikan <strong>lilin </strong>semakin meleleh dan ada angin bertiup menghembus ke dalam ruangannya yang menjadikan nyala itu bergoyang dan akhirnya apa yang terjadi, dalam kesunyian itu <em>ada percakapan ke <strong style="color: black; background-color: #99ff99;"></strong><strong>empat lilin </strong></em> itu, dan <span style="text-decoration: underline;">percakapan itu kurang lebih adalah :</span></p>
<p><span style="color: #313a42;"><strong>1. Lilin Pertama berbicara aku adalah perubahan</strong></span><br />
<em>Tapi manusia tidak mampu berubah dalam hidupnya, lebih baik aku mati saja, maka kemudian diapun padam;</em></p>
<p><span style="color: #313a42;"><strong>2. Lilin Kedua menyusul padam; yang sebelumnya sempat berbisik Aku adalah Iman</strong></span>.<br />
<em>Dalam bisiknya terdengar; aku menyesal bahwa manusia tidak lagi mengenalku, dan seakan aku tidak berguna lagi hidup, setelah itu diapun padam.</em></p>
<p><span style="color: #313a42;"><strong>3. Lilin Ketiga dengan sisa-sisa kehidupan yang dimiliki berkata, Aku adalah Cinta</strong></span>.<br />
<em>Tak mampu lagi aku melanjutkan hidup dan tak mampu lagi menerangi, karena tidak ada lagi cinta di hati manusia, buktinya mereka saling membenci, saling hujat, saling bunuh tidak ada damai, bahkan mereka membenci orang yang seharusnya mereka cinta dan juga keluarganya sendiri, maka tidak ada gunanya aku bertahan, lalu <strong>lilin </strong>itupun padam</em>.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Anak kecil tadi baru menyadari bahwa ruangan tempat bermainnya gelap, karena tinggal satu<strong style="color: black; background-color: #ff9999;"></strong> lilin yang menyala, lalu dengan ketakutan dan terisak menangis dia berteriak, apa yang terjadi, kalian harus tetap hidup saya takut kegelapan tolong&#8230;. tolong.. ;</span></p>
<p><span style="color: #313a42;"><strong>4. Lalu dengan terharu, lilin ke empat berkata, jangan menangis dan takut selama aku masih ada, maka raihlah aku dan nyalakan ketiga lilin tadi, karena akulah HARAPAN</strong></span>.<br />
<em>Tanpa berpikir panjang anak kecil tadi meraih dan menyalakan ketiga lilin tadi, dan akhirnya terang kembali ruangan yang sempat gelap dan si anak kecil itu kembali tersenyum dan meneruskan mainnya.</em></p>
<p>Dari tulisan diatas, dapat <span style="text-decoration: underline;">saya ambil satu kesimpulan</span>,  <span style="color: #313a42;"><strong>bahwa dalam hidup kita sebagai manusia tidak boleh pesimis, tapi harus selalu optimis dan penuh harapan karena selagi masih memiliki harapan, cita-cita dan keinginan; berarti kita masih ada peluang untuk meraih dan merubah kehidupan kita dengan berdasarkan pada Keimanan dan rasa Cinta.</strong></span>.</p>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan nikmati hidup dengan penuh harapan. terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini pernah aku tulis di www.pintunet.com/yudishtira <span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">pada tanggal 25.05.2007 10:26</span></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/cerita-empat-lilin-dan-seorang-anak-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermimpilah, Karena Semua Berawal Dari Mimpi</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bermimpilah-karena-semua-berawal-dari-mimpi/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bermimpilah-karena-semua-berawal-dari-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 04:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistyana.co.cc/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau gedhe mau jadi apa..?&#8221;, tanya seorang tetanggaku waktu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika nanti sudah besar pengin jadi apa,&#8221;..?? pertanyaan hampir sama datang dari bu- dhe waktu itu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa cita-citamu nak..,&#8221;..?? begitu ketika orang tuaku bertanya waktu itu..</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertanyaan-pertanyaan itu ternyata jawaban yang aku sampaikan beragam, tergantung apa yang ada dalam bayang dan angan ku waktu ditanya&#8230; karena itulah mimpi, harapan dan keinginanku waktu itu..</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-118"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yach.. setiap ditanya jawaban-ku bisa dipastikan berbeda, yang ingin jadi <strong>dokter</strong>-lah, yang ingin jadi <strong>polisi</strong>-lah, yang ingin jadi <strong>tentara</strong>-lah, ingin jadi <strong>insiyur</strong> dan ingin jadi <strong>guru</strong>. Belum pernah dengar sekalipun ada yang ngomong cita-citaku ingin masuk surga..!!!, uupss betapa mulai-nya bahkan mungkin akan banyak diketawakan orang. Itu contoh kecil dari sekian banyak mimpi-mimpi. Mimpi adalah sesuatu yang mahal dan berharga itulah karenanya <strong>&#8220;terkadang mimpi-mimpi itu tidak bisa terbeli&#8221;</strong> (pinjam syair dari Iwan Fals).</p>
<p style="text-align: justify;">Saat inipun kita bahkan terbuai sebuah mimpi akan sebuah negeri yang damai, aman, sejahtera.. bahkan mimpi itu hingga dibuatkan sebuah parodi dengan program <strong>Negeri Impian</strong>, ach.. memang mimpi adalah sesuatu yang begitu mengasyikkan, terlihat nyata walau itu semu, seperti ada walau masih sebatas angan. Namun yang perlu kita pahami adalah, mimpi-mimpi kita adalah sebuah awal dari nyata yang ingin kita raih.</p>
<p style="text-align: justify;">Mimpi adalah sebuah harapan, sebuah asa dan sebuah keinginan yang kita akan selalu berharap untuk bisa menjadi nyata.., yang menjadi sebuah pertanyaan adalah <strong>Apakah</strong> <strong>mimpi bisa menjadi nyata</strong>..?, sebuah tanya yang lazim dan selalu ada dalam benak kita, dan jawab-nya ada pada diri kita masing-masing, ingin mimpi itu menjadi nyata ataukah hanya sekedar membiarkan mimpi itu tetap sebagai angan-angan dialam bawah sadar kita. Dan menjadikan mimpi sebagai bunga tidur semata.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun jika ingin mimpi menjadi nyata, sudah barang tentu kita harus terus mengembangkan diri dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi daan cita-cita kita. Mesin uap tercipta oleh seorang James Watt berawal dari mimpi dan angan-angan, Bola Listrik tercipta oleh seorang Thomas Alfa Edison juga diawali dari impian.  Sebuah keinginan kita yang sederhana merupakan impian yang berharap akan menjadi nyata. Maka jangan berhenti untuk bermimpi,, bermimpilah untuk mengawali sebuah karya nyata dengan bekerja keras dan doa harapan sehingga akan menjadi nyata&#8230; Amiiin&#8230;. Bermimpilah Karena Semua Berawal Dari Mimpi&#8230;&#8230;</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bermimpilah-karena-semua-berawal-dari-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>