<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Filosofi Hidup</title>
	<atom:link href="http://www.ekasulistiyana.web.id/category/filosofi-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ekasulistiyana.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 17:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Menggapai Sukses Dalam Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Diploma]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1048" title="sukses" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/11/sukses.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a>Sukses atau kesuksesan menurut saya adalah sesuatu yang relatif, karena setiap manusia memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda, kita semua dalam kehidupan memiliki mimpi, namun mimpi kita akan selalu berbeda, mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sulit, karena definisi sukses itu akan berbeda satu dengan yang lain, namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu &#8220;Tercapainya suatu keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam menggapai harapan&#8221; yang membedakan adalah target sukses setiap manusia. Dengan demikian maka sudah barang tentu langkah-langkah dalam menggapai kesuksesan dalam hidup akan sama.<span id="more-1047"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam cara akan selalu dilakukan agar kesuksesan bisa diraih, namun bagaimana dan seperti apa cara menggapai sukses itu yang terpenting, karena kesuksesan tergantung akan langkah dan cara-cara yang kita tetapkan dalam menggapai kesuksesan tersebut, setidaknya beberapa hal dibawah ini mudah-mudahan mampu memberikan gambaran bagaimana kita manggapai kesuksesan dalam hidup :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Tetapkan Visi dan Misi, dalam hidup kita harus memiliki kejelasan tujuan dari arah kehidupan kita, jika tidak maka hidup hanya akan berjalan datar tanpa banyak perubahan yang berarti, karena tidak adanya visi dan misi dalam kehidupan sama halnya kita hanya pasrah terhadap keadaan. Padahal keadaan itu akan bisa kita ubah ketika kita memiliki kejelasan tujuan hidup;</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat Perencaaan Hidup, setelah visi dan misi kita pahami dan kita miliki maka langkah berikutnya adalah dengan membuat perencanaan akan upaya dalam pencapaian tujuan tersebut, kita tentukan skala prioritas dalam tingkat kebutuhan hidup kita, kita harus mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan; perencanaan ini nantinya yang akan dipergunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur sejauhmana pencapaian dari kesuksesan yang kita inginkan, sehingga kita dengan mudah mengevaluasi apakah masih ada langkah yang salah;</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan Perencaaan Dengan Konsisten, konsistensi terhadap timeline yang telah kita buat akan menjadikan kesuksesan menjadi lebih riil dan nyata, karena ketika kita inkonsistensi maka akan menjauhkan kita dari tujuan awal dari kehidupan kita sendiri;</li>
<li style="text-align: justify;">Koreksi dan Evaluasi, apa yang telah kita lakukan tidak akan mengalami kendala hal ini memerlukan sebuah koreksi terhadap apa yang telah kita lakukan, sehingga kita memerlukan sebuah evaluasi karena apa yang telah kita tetapkan dan rencanakan akan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan kita sendiri;</li>
</ol>
<p>Selain beberapa hal diatas yang merupakan sebuah konsep untuk menentukan langkah-langkah yang harus kita lakukan, masih ada beberapa hal berikut yang tidak bisa kita abaikan, yaitu :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Dekat dan Sayangi Orang Tua; kesuksesan seorang anak manusia akan terletak restu dan doa orang tua &#8212; (terutama Ibu), bagaimanapun, siapapun beliau adalah tetap orang tua, dengan kedekatan dan rasa sayang kita sudah barang tentu doa dan restu akan selalu mengiringi langkah-langkah kita dalam hidup, karena ridho orang tua adalah pintu keridho-an Allah SWT;</li>
<li style="text-align: justify;">Perbanyak sedekah .. dengan kita mengupayakan secara rutin berbagi akan rejeki yang telah kita dapatkan kepada orang lain yang membutuhkan, maka pintu kesuksesan akan terbuka dengan lebih, karena ketika kita mengulurkan tangan untuk bisa membantu satu atau dua orang, Allah SWT akan melipatgandakan kesempatan kita untuk menggapai kesuksesan yang telah kita tentukan;</li>
<li style="text-align: justify;">Jangan hanya melihat keatas dan menatap kedepan, adakalanya harus juga menoleh kebelakang atau menengok ke bawah, karena yang didepan dan diatas adalah tujuan dan juga harapan kita, terkadang kita begitu bersikeras untuk bisa menggapai apa yang telah orang lain capai dalam hal tingkat keberhasilan, sehingga kita terkadang lupa diri terhadap fitrah kita sebagai manusia yang butuh interaksi dan dukungan orang lain, maka ketika kita menoleh ke belakang dan menengok kebawah, naluri kemanusiaan kita akan berimbang, karena ternyata masih ada banyak orang yang belum seberuntung kita, masih banyak manusia yang lain memerlukan uluran tangan kita, maka ketika kita berusaha untuk bisa melihat keatas dan kebawah akan tercapai sebuah keseimbangan dalam hidup, hidup kita akan dipenuhi rasa syukur dan ikhlas yang begitu dalam, dan ketika kita mampu terus bersyukur serta ikhlas, Allah SWT akan mencurahkan kemurahan-Nya untuk memberikan ruang dan jalan bagi kita dalam menggapai sukses;</li>
<li style="text-align: justify;">Jauhkan dari sifat suka mempermainkan perasaan orang lain, karena ketika itu orang lain akan merasa kecewa dengan kita, dan tentunya hal ini akan berakibat fatal bagi keinginan kita dalam mencapai sebuah kesuksesan hidup; kekecewaan orang lain terhadap perilaku, bicara dan tingkah perbuatan kita hanya akan menutup kesempatan kita untuk bisa mengembangkan diri;</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa hal yang dapat kita laksanakan sebagai salah satu cara dalam menggapai kesuksesan dalam hidup, yang sudah barang tentu ini hanya beberapa bagian dari sekian banyak cara dalam menggapai sukses, akhirnya terima kasih telah meluangkan waktu, serta Salam Sukses bagi kita semua, terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/bagaimana-menggapai-sukses-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Roh Pendidikan Terabaikan .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 01:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-971" title="Patung Bung Karno" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Patung-Bung-Karno-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>“Pendidikan adalah proses  harmonisasi antara alam wiraga (dunia tindakan) dan alam wirama (dunia  pengendalian)”  (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, 2 Mei 1889 – 26 April  1959).</strong> Inilah fundamental pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar  Dewantoro waktu itu, sehingga dalam lambang dan” ruh” pendidikan  Indonesia memiliki semboya <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>jika  insan-insan pendidik di negeri ini, pengambil kebijakan (Kemendiknas)  dan juga manusia-manusia yang terhormat (DPR Komisi X)  mengembalikan  akar pendidikan negeri ini ke fundamental pendidikan yang ditancapkan  oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, maka keadaan negeri ini akan  tetap bersatu padu tidak tercerai berai oleh perbedaan pendapat, ras,  partai status sosial dan lain sebagainya. Karena mereka hanya bertujuan  pada pencapaian visi dan misi bersama Indonesia Raya, satu nusa, satu  bangsa dan satu bahasa Indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya potret  pendidikan Indonesia, dulu, kini dan mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em> <strong>TUTWURI HANDAYANTI</strong>,  merupakan salah satu penjabaran yang begitu cerdas dari dasar negara  Pancasila, tidak sesederhana yang kita bayangkan dan baca, diperlukan  kecerdasan dan kedalaman berpikir sehingga muncul “Ruh” pendidikan  tersebut. Arti dari semboyan ini adalah: <strong>Ing ngarsa sung tuladha</strong> (<em>di depan, seorang pendidik harus  memberi teladan atau contoh tindakan yang baik</em>), <strong>Ing madya mbangun karsa</strong> (d<em>i tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan  ide</em>), dan <strong>Tut wuri handayani</strong> (<em>dari belakang seorang  guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan)</em>.  Dulu .. dulu sekali para pendidik di negeri ini begitu cerdik dan  cerdas dalam mengarahkan dan mendidik insan-insan calon pemimpin negeri  ini. Dengan semboyan pendidikan yang ada dengan tetap berdasarkan pada  Pancasila. Namun saat ini para petinggi negeri seakan tidak peduli  dengan konsep pendidikan yang begitu indah dan agung. Reformasi yang  diinginkan dan dijalankan sudah salah <strong>arah</strong>, tidak ada  lagi pembatasan konseptual yang pasti, karena kebijakan yang diambil  akan berganti dan beralih setelah 5 tahun berjalan se-umur pemimpin  negeri ini dan yang menjadi korban adalah tunas-tunas bangsa karena  kebijakan. karena egoisme dan karena idealisme sebagian golongan yang  tidak memahami dan mengerti dengan sebenarnya “ruh” dari pendidikan itu  sendiri.<span id="more-970"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan telah diubah layaknya  Perseroan Terbatas dengan semangat komersialisasi dengan harapan akan  mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, padahal keuntungan dari  pendidikan adalah kecakapan, kepintaran dan kemampuan anak tunas-tunas  bangsa dalam menyelesaikan semua persoalan dengan baik yang berpegang  pada budi pekerti dan nurani. Namun ternyata anak didik kita disodori  konsep-konsep pendidikan yang jauh dari semboyan  dan dasar pendidikan  itu sendiri. Tidak ada lagi pemahaman dan pendidikan tentang budi  pekerti, moral dan sosial untuk tunas-tunas bangsa, karena Pendidikan  Moral Pancasila telah hilang dari pendidikan wajib di negeri ini.  Tidak  ada lagi kewajiban bagi anak-anak negeri untuk menghayati dan memahami  Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Hal ini karena ketakutan  kaum reformis terhadap PANSILA itu sendiri, karena dianggap PANCASILA  adalah bawaan orde sebelumnya sehingga harus di tinggalkan karena  dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi. Yang menjadi pertanyaan  apakah reformasi itu harus merubah semuanya, mengapa tidak yang baik  dilanjutkan dan yang jelek di tinggalkan, apakah semua yang dilakukan  oleh orde-orde sebelumnya adalah jelek..??</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan terkejut jika nanti akan banyak  dihasilkan anak-anak cerdas dan pandai akan tetapi tidak memiliki  kemampuan untuk bersosialisasi dengan masyarakat, karena yang kemudian  akan tercipta robot-robot hidup, mereka cerdas dan pintar akan tetapi  tidak akan memiliki jiwa sosial dengan moralitas yang rendah. Karena  pintar hasil dari indoktrinasi dari sebuah konsep. Bukan cerdas karena  pengembangan dan penggalian bakat yang didasarkan pada budi pekerti dan  kedalaman nurani dari setiap anak didik.  Anak-anak sekarang jarang  sekali yang memiliki kemampuan menganalisa dengan daya nalar, karena  penalaran se-akan dimatikan oleh aktualisasi kecepatan berpikir dan  bertindak saja,  Secara sederhana jika ditanya 1 + 1 = 2, mereka akan  menjawab dengan cepat namun ketika dilanjutkan pertanyaannya, mengapa  dan kenapa kok bisa  2,  mereka akan menjawab pokok-nya jawabannya itu.  Padahal sebenarnya 1 + 1 tidak harus 2 karena jawaban 2 hanya untuk ilmu  pasti. Lalu apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita saat  ini ..??</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah barang tentu jika kita  berkeinginan untuk menjadikan pendidikan benar-benar bermanfaat bagi  tunas bangsa dan keberadaan bangsa ini kedepan, tentunya harus  dikembalikan “ruh” dari pendidikan itu sendiri, pendidikan tidak boleh  lepas dari fundamental bangsa ini yaitu Pancasila, dan tentunya Guru  tidak hanya sebatas mendidik karena guru harus mampu menjadi teladan dan  mampu mendorong anak didiknya untuk terus maju dan berkembang sesuai  dengan kemampuan masing-masing. Tulisan ini hanyalah sebuah keprihatinan  atas kondisi pendidikan kita sekarang, dimana hampir semua bangsa  begitu mengagungkan dan menganggap penting dasar dan ideologi negaranya,  negeri ini bergerak mundur dengan mengabaikan ideologi-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah yang mungkin bisa ditempuh adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Memasukkan Pancasila pada kurikulum pendidikan dari pendidikan dasar  hingga pendidikan tinggi dan tidak sekedar mendompleng pada salah satu  mata pelajaran, (ada issue bahwa Pancasila akan dimasukkan pada mata  Pelajaran Pendidikan Agama), tentu ini akan menjadi bias karena bisa  jadi hanya Sila Pertama yang akan terbahas dan bukan Pancasila secara  utuh.</li>
<li>Melaksanakan dan mengaplikasikan dalam sistem pendidikan kita semboyan <em>Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso</em><strong>TUTWURI HANDAYANTI, </strong>secara  utuh juga dan tidak sekedar simbol-simbol dalam hiasan bibir dan  dinding, namun harus menjadi hiasan hati setiap insan pendidik;</li>
<li>Mengembangkan softskill untuk mengasah kemampuan berpikir dan nalar  tidak hanya sekedar memperkaya hafalan dan daya ingat saja, karena hal  ini hanya akan menjadi beban bagi tunas bangsa.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan sederhana ini ada manfaat-nya, terima kasih</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya tuliskan juga di http://arahkita.com</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ketika-roh-pendidikan-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah.., Aku Takut Mati .. !!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 04:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-940" title="Foto013" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/05/Foto013-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rutinitas biasa jam 16.30  sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan  safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi,  ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku  kenal.</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaikum,&#8221; tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.<br />
&#8220;Walaikum salam Warrohmah,&#8221;jawabku sambil ku jabat erat tangannya.</p>
<p>Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras  rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan  bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai  bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.<br />
<span id="more-939"></span>&#8220;Ayah, kata Ustadzah, semua orang besok akan mati, benar yah,&#8221; tanya anakku<br />
&#8220;Benar, tidak hanya orang semua makhluk hidup cintaap Allah SWT pasti mati, nak,&#8221; jawabku singkat.<br />
&#8220;Tapi aku takut mati ayah, aku tidak mau mati,&#8221; lanjut anakku dengan  mimik wajah yang begitu serius tidak ada binar keceriaan diwajahnya.<br />
&#8220;Nak, semua orang pasti mati, karena kita adalah makhluk hidup, dan kita  tidak boleh takut menghadapi kematian karena itu sebuah kepastian..?&#8221;  jelasku pada si kecil, namun terlihat jelas belum ada rasa puas dari  rona wajahnya dengan jawabanku tadi.<br />
&#8220;Biar kita nggak takut mati, maka harus rajin sholat, berbakti sama  orang tua, sayang sama ayah, bunda dan adek, juga tidak boleh nakal, dan  baik sama semua orang,&#8221; lanjutku.</p>
<p>Tanpa berkata apapun, anakku langsung berlari ke kamar mandi, karena  rasa penasaran aku ikutin dia ternyata ambil air wudhu (walau belum  benar juga wudhu-nya), begitu selesai ia minta kain sarung dan  melaksanakan sholat (walau gerakan dan rukunnya juga belum benar),  selesai melaksanakan sholat ku dekan dan ku peluk erat dalam keharuan,  oh anakku. Di saat usiamu masih 5 tahun sudah mampu memberikan  pembelajaran dan pelajaran yang sangat berharga.</p>
<p>Dua hari ini aku begitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari  tanya dan celoteh anakku yang ternyata jika kita resapi dan pahami  begitu dalam. Belajar dan berusaha memahami hidup dari anak kecil jauh  lebih natural. Tak kuasa dalam kesendirian ku renungkan semua tanya yang  pernah anakku sampaikan lalu ku urai satu persatu dan ternyata ada  makna yang begitu dalam untuk aku gunakan sebagai koreksi dalam  menjalani hidup dan kehidupan, terima kasih anakku.</p>
<p>Ternyata ayahmu masih perlu banyak belajar dalam kehidupan ini, dan  engkau telah menjadi inspirasi dan semangat pada ayahmu ini nak.. !!!,  Semoga kelak engkau benar-benar menjadi pelita bagi kehidupan orang tua,  agama dan masyarakat nak. Amiin&#8230;</p>
<div></div>
</div>
</div>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" />
<input name="post_form_id" type="hidden" value="339370f9bd872166802ee396cf21fd1b" />
<input name="fb_dtsg" type="hidden" value="dpz8r" />
<input name="feedback_params" type="hidden" value="{&#34;actor&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;target_fbid&#34;:&#34;381906957231&#34;,&#34;target_profile_id&#34;:&#34;1140070498&#34;,&#34;type_id&#34;:&#34;14&#34;,&#34;source&#34;:&#34;2&#34;,&#34;assoc_obj_id&#34;:&#34;&#34;,&#34;source_app_id&#34;:&#34;0&#34;,&#34;extra_story_params&#34;:[],&#34;content_timestamp&#34;:&#34;1270529156&#34;,&#34;check_hash&#34;:&#34;5d534b058a0c3d28&#34;}" /><button title="Berhenti menyukai item ini"></button></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/cinta/ayah-aku-takut-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Perbedaan Itu Kita Wujudkan Pelangi Pernikahan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 08:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Pelangi-Pernikahan.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-898" title="Pelangi Pernikahan" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Pelangi-Pernikahan-300x99.jpg" alt="" width="300" height="99" /></a>Ketika sesorang memasuki usia siap menikah, tentunya akan muncul beragam pertimbangan untuk membentuk sebuah keputusan dan pernyataan sikap &#8220;SIAP MENIKAH&#8221; menikah tidak hanya didasarkan dari kesiapan usia saja namun lebih jauh dan mendalam bahwa menikah membutuhkan pemahaman dan pengertian akan beberapa hal, minimal mengerti dan memahami empat hal berikut, maka menikah  bukan satu hal yang menakutkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-897"></span>Sebuah pernikahan terjadi terkadang didasarkan karena telah merasa  menemukan kecocokan, keserasian atau karena memang merasa satu visi dan  misi serta mememiliki kesamaan tujuan dalam memandang dan menjalani hidup ?.. ataukah  bahkan merasa  ada kesamaan dalam sifat, kesenangan dan cara pandang ?  namun bisakah hal itu  dijadikan pedoman bahwa pernikahan bisa langgeng abadi, mawadah wa  rohmah, hingga kakek-kakek nenek-nenek.  Semuanya akan terjawab&#8230; dengan  menyimak beberapa hal dibawah ini ?&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa <strong>bertepuk tangan</strong> memerlukan <em>dua tangan</em> (<strong>kiri dan kanan</strong>), dan  irama musik terdengar begitu indah dan syahdu ketika tercipta sebuah harmonisasi dari sekumpulan alat musik dengan nada-nada dalam sebuah  simfoni dan ternyata <strong>pernikahan</strong> itu adalah <em>penyatuan dua manusia (lekaki dan perempuan)</em>, dari <span style="text-decoration: underline;">dua bentuk yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang</span>, belum lagi hati, jiwa dan rasa, jelas berbeda. Jika demikian maka <strong>keserasihan, kecocokan dan kesamaan belum menjadikan jaminan semua akan berjalan lancar</strong> khan&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/nikah1.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-899" title="nikah1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/nikah1.jpeg" alt="" width="245" height="206" /></a>Karena  menikah adalah <strong>sebuah proses pendewasaan diri</strong>. Agar bisa menghadapi dan memenangkan pertarungan dibutuhkan <strong>kekuatan dan keberanian</strong>,  yaitu sebuah kekuatan untuk menemukan jalan keluar dan keberanian dalam  menghadapi semua problema kehidupan. Karena kenyataannya untuk <span style="text-decoration: underline;">bisa menuju jenjang pernikahan</span> ini mesti  :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong> Ada komunikasi dua arah, se-imbang tidak ada dominasi salah satu;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada kerelaan mendengar kritik dan saran membangun;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada keikhlasan meminta maaf dan memaafkan;</strong></li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ada ketulusan melupakan kesalahan dan keberanian untuk mengemukakan pendapat secara <span style="text-decoration: underline;">JUJUR</span>.</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menikah tentunya bukan <span style="text-decoration: underline;">sebatas upacara</span> yang disemarakkan oleh lagu cinta, tidak juga karena rancangan gaun  pengantin ala putri salju dan juga bukan rangkaian mobil undangan  bagaikan rangkaian gerbong kereta api yang panjang.  Mesti kita sadari dan pahami bahwasannya <strong>pernikahan</strong> itu adalah <strong>sebuah keberanian untuk memutuskan bersandar pada satu pelabuhan hati dan bukan bersandar pada dua atau tiga pelabuhan hati</strong>, <em>ketika  jutaan bahtera yang indah gemerlap dan memikat yang berusaha untuk  mendekat dan mengajak  kita untuk terus mengarungi samudra kehidupan yang  tidak bertepi</em>.  Pun pernikahan itu adalah <strong>sebuah  proses penggabungan dua orang dengan kesombongannya, egoisme dan idealisme serta dua pikiran  dalam satu biduk dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan cinta. Karena sebenarnya persamaan dan keserasian sikap dan sifat hanyalah akan menjadi sebuah jeda dan setetes kenikmatan sesaat saja.</strong></p>
<p>Tidak  penting menikah dengan anak siapa (mau anak jenderal, anak menteri atau  bahkan anak tukang kebun, tukang sayur bahkan anak pengemis sekalipun),  berapa pula harta, emas permata dan intan berlian yang dimilikinya,  bukan juga rangkaian melati yang harum mewangi, dan bahkan sebuah  perencanaan matang dengan kepanitian yang lengkap, jika pada akhirnya  hanya akan membuat keluarga cerai berai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/menikah1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-900" title="menikah1" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/03/menikah1.jpeg" alt="" width="181" height="144" /></a>Yang perlu dipahami dan dimengerti bahwa menikah adalah suatu proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita</strong>.  Karena tanpa kenal diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang  lain..? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa  memperhatikan pasangan hidup..?  Tentunya kita tahu dan mengerti bahwa pelangi begitu indah karena beragam warna menyatu dan membentuk sebuah perpaduan yang serasi. Demikian halnya dengan sebuah pernihakan akan tercipta begitu indah dan membahagiakan jika kita bersama pasangan mampu menyatukan dan memadukan perbedaan-perbedaan itu menuju sebuah keserasian dan keselarasan serta keseimbangan diantaranya tidak ada yang paling dominan antara keduanya, maka <strong>Pelangi Pernikahan</strong> itu akan dapat kita ciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikah sangat <span style="text-decoration: underline;">membutuhkan  keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar  untuk bisa saling ^-^menerima dan memaafkan^-^</span>, yang <span style="text-decoration: underline;">bukan sekedar</span> menerima kritikan atau memaafkan kesalahan semata <strong>akan tetapi</strong> menerima dan memaafkan dalam arti yang luas dan mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka  jika sudah memiliki keinginan untuk menikah, sebelum melangkah tumbuhkan  dulu sebuah keberanian dan kekuatan bahwa anda memang mampu dan siap  melangkah mengarungi samudra kehidupan dalam sebuah bahtera rumah  tangga dengan orang yang benar-benar <em><strong>anda mengerti dan pahami</strong></em> demikian  juga sebaliknya. Jadi sebenarnya kapan waktu yang pas kita memutuskan untuk menikah, jawabannya adalah ketika usia sudah cukup dan disaat kita merasa siap dan berani menerima berbagai macam perbedaan dari pasangan hidup kita. Akhirnya selamat kepada mereka yang telah berani menerima perbedaan dan berhasil mengerti dan memahami masing-masing pasangan hidup karena dari sanalah sebenarnya awal kebahagian dalam rumah tangga itu terbentuk.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/dari-perbedaan-itu-kita-wujudkan-pelangi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stress Perlu Untuk Menjaga Kualitas Hidup</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 03:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-872" title="Stress and Sex" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Stress-and-Sex.jpg" alt="" width="238" height="212" /></a>Stress adalah sebuah respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari seseorang dalam upaya penyesuaian diri terhadap tekanan  yang sifatnya internal (<strong><em>psikologis</em></strong>) maupun eksternal (<em><strong>lingkungan</strong></em>). Dan manusia sebagai makhluk sosial dan juga makhluk yang dinamis dalam sebuah kehidupan sudah dapat dipastikan mengalami STRESS, karena itu Stress adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia dituntut untuk selalu bisa menyesuaikan  diri. Stress merupakan reaksi awal dari penyesuaian diri tersebut.  Sedikit stress membuat manusia menjadi waspada dan ini dibutuhkan agar  kita mampu memotivasi diri, menyesuaikan diri, dan segera mencari cara  untuk mengatasi stress tersebut. Stress jenis ini dinamakan <em>eustress</em>, yaitu stress  yang membuat seseorang jadi bertambah kuat dan mampu menyesuaikan diri.  Jadi wajar kalau kita dalam kondisi stres jenis yang ini. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dan melewati masa-masa STRESS tersebut dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu saya dapat email dari rekan sekolah di SMK N 1 Wonosari Gunungkidul, yang isi-nya kurang lebih seperti ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu memberikan perkuliahan Manajemen, seorang dosen membahas masalah MANAJEMEN STRESS, dalam  pembahasan tersebut dosen itu mengangkat gelas yang berisi air  dan bertanya kepada Mahasiswanya &#8220;Kira-kira seberapa berat kah segelas air ini ..?&#8221;, banyak ragam jawaban mahasiswa ketika itu,</p>
<p>&#8220;Itu sih ringan,&#8221; jawab salah satu mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Tidak lebih dari 30 gram&#8221;, jawab yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak lebih berat dari dua buah buku manajemen yang ada disebelah bapak,&#8221; Jawab Mahasiswa lainnya.  Dan masih banyak jawaban lainnya yang intinya bahwa gelas itu tidak-lah berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang dosen kemudian menjelaskan bahwa ini bukanlah berat absolut segelas air yang dimaksudkan melainkan  berat air itu memang tidak akan membebani kita jika hanya memegang beberapa saat lalu meletakkan kembali, namun  ketika mengangkat gelas dalam waktu 1 jam, atau sehari, atau seminggu, dan bahkan mungkin sebelum atau setahun sekalian, maka tentunya tangan kita akan saya sakit, bahkan bila satu hari penuh maka saya bisa pingsan, bila satu minggu, maka anda harus segera memanggil ambulan untuk saya. Sebenarnya beratnya sama namun semakin lama kita memegangnya, beban akan semakin berat, Hal yang terbaik yang harus kita lakukan adalah  segera tuangkan isi gelas tersebut maka kemudian beban dalam gelas itu akan berkurang,&#8221;&#8216; tutur sang Dosen.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Stess tadi, hampir setiap hari kita selalu memiliki dan terbebani berbagai macam persoalan, entah itu pekerjaan, keluarga atau bahkan mungkin dalam bermasyarakat, kemudian secara sengaja atau tidak membawa beban hidup kita terus menerus, sudah barang tentu akan menjadikan kita cenderung selalu khawatir, susah, resah dan hidup terasa berat yang terjadi kemudian adalah STRESS akan menjadi beban yang menekan kita. Semakin hari beban itu semakin berat karena kita khawatir esok hari. Lalu apa yang bisa kita lakukan, ada beberapa hal yang dapat kita laksanakan sehingga STRESS itu dapat kita manage atau kita kelola, sehingga disinilah kemudian ada MANAJEMEN STRESS, <strong></strong>yaitu sebuah kemampuan pada diri manusia dalam  penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental  dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari  manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup  individu itu agar menjadi lebih baik. Tentunya kita selalu berharap kualitas hidup kita terus meningkat menjadi lebih baik, sehingga STRESS yang terjadi pada diri kita harus dapat kita kelola dengan baik pula. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Berusaha untuk bisa sharing dengan orang lain, tentang apa yang menjadi beban dan permasalahan kita, tentunya dengan orang-orang yang benar-benar kita percaya.</li>
<li style="text-align: justify;">Melaksanakan refleksi atau pemijitan tubuh (body massage), untuk sekedar melancarkan peredaran darah yang akan  memulihkan lebih baik keletihan anda.</li>
<li style="text-align: justify;">Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam  memerangi stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Laksanakan hobi anda secara kontinue dan teratur karena melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menghilangkan pikiran yang menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Hindari minuman beralkhohol dan perbanyak minum air putih akan membantu memulihkan tubuh kita dari  kekurangan cairan, karena kekurangan cairan dapat menimbulkan keletihan.</li>
<li style="text-align: justify;">Luangkan waktu untuk melaksanakan menditasi, walau sedekdar berdiam diri sejenak, pejamkan mata dan atur nafas, karena meditasi akan sangat membantu anda melupakan hal-hal yang dapat menyebabkan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Tetap menjaga pula makan, karenanya jangan sampai melampiaskan dengan mengkonsumsi makanan yang berlebihan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Seks</strong> dengan teratur karena SEKS adalah penyembuhan yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Banyak dokter mengatakan bahwa seks adalah cara yang luar biasa dalam meredam kemarahan dan stress.</li>
<li style="text-align: justify;">Jaga pola tidur kita tetap teratur sesuai dengan kebutuhan kita bahwa tidur tidak sekedar mengistirahatkan badan dari kelelahan akan tetapi juga menuntun otak kita untuk rileks.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sobat, Allah selalu mengingatkan kita agar kita menyerahkan segala beban hidup kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Kemampuan berserah diri kepada Allah inilah yang mampu membuat kita terhindar dari tekanan hidup yang berlebihan. Sebagaimana firmanNya <strong>&#8220;Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami pun telah menurunkan beban darimu yang memberatkan punggungmu dan Kami tinggikan sebutanmu bagimu. Sebab sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (urusan dunia)  maka bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah). Dan hanya kepada TuhanMulah kamu berharap. (QS. al-Insyirah : 1-8)&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terimakasih. Dan saya sampaikan terima kasih terkhusus untuk sahabat saya Mbak Sulastri (makasih kiriman emailnya). <strong><br />
</strong></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/manajemen-stress-perlu-untuk-menjaga-kualitas-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Damai Dalam Hidup Kenali Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/diri-sendiri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-800" title="diri sendiri" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2011/01/diri-sendiri.jpg" alt="" width="225" height="225" /></a>Siapa  yang tidak ingin kehidupannya berjalan dengan  damai dan tentram; semua  orang pati mendambakannya, dan ternyata untuk bisa memasuki sebuah  kehidupan yang damai dan tentram tersebut kita butuh dan perlu   KUNCI-nya. Karena ternyata kedamaian dan ketrentraman dalam hidup bukan  terletak pada kecantikan dan ketampanan paras kita; banyaknya harta  kita, tingginya jabatan kita; namun terletak pada Sejauhmana Kita Mengenal Diri Kita Sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan, jika kita mampu mengenal diri sendiri maka kita tidak akan  LUPA  DIRI dan HILANG KENDALI. Jika kita selalu sadar dan bisa mengendalikan  diri maka kita akan mampu memahami bahwa tingginya jabatan, kemewahan  dalam hidupan dan kecantikan atau ketampanan paras yang melekat pada  diri tidak akan abadi. Dan untuk bisa menyadari hal itu terkadang kita  merasa sulit, agar lebih mudah menuju proses kesadaran itu maka marilah  kita mencoba untuk selalu :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-799"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berdoa (baca bersyukur)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nikmati  sebuah ke-sunyi-an sesekali, jangang terus berada pada hingar bingar  kehidupan, untuk sekedar merenung dan memahami apa yang sudah kita  lakukan dan peroleh, setelah itu bersyukur-lah akan apa yang telah  diperoleh dan perbuat, untuk bisa bercermin apa yang sebenarnya telah  kita lakukan dan miliki agar bisa berbuat lebih baik lagi. Dan tidak  lagi mengulangi keselahan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memahami Keberadaan dan Keadaan Diri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kita  coba untuk menjalani apa yang ada sekarang ini, tidak usah menengok  masa lalu dan jangan terlalu memikirkan apa yang akan terjadi dimasa  mendatang, akan lebih baik dan bijaksana jika kita mencoba ikhlas  tentang apa yang kita peroleh saat ini dengan berusaha untuk lebih baik  dari masa lalu dan mempersiapkan diri menyonsong masa depan. Dan kita  upayakan untuk berucap terima kasih pada tubuh ini yang telah berbagi  dengan pikiran, sehingga kita akan makin mengerti akan makna dan  keberadaan diri kita untuk lebih berarti bagi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengerti dan Memahami Lingkungan<br />
</strong><br />
Kita  nikmati apa yang ada dan kita lihat serta rasakan, mencobalah untuk  tersenyum pada mentari, tertawa pada pagi, siang, malam dan rembulan  serta bercandalah dengan angin, awan, langit serta semua isi bumi ini,  karena dengan kemampuan kita dalam memahami lingkungan sekitar kita akan  merasa menjadi bagiannya, yang pada akhirnya akan kita memperoleh  sebuah ke-ikhlas-an dan ke-pasrah-an dalam setiap gerak langkah kita.;  sehingga kita tidak akan egois pada diri sendiri ataupun orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Selalu Menyalahkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang  kita tanpa sadar selalu menyalahkan diri sendiri, teman, kerabat, orang  tua, saudara kandung, bahkan anak; dengan mencoba untuk memaafkan dan  berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu, maka kita akan mendapatkan  ketentraman jiwa dan kedamaian hati, sehingga dalam menapaki kehidupan  akan terasa ringan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Puaskan Diri Anda<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rasa  puas itu relatif dan manusia adalah makhluk Tuhan yang tidak akan  pernah merasa puas, maka tentukan titik kepuasan anda dalam setiap  tindakan dan perbuatan, dengan demikian kita tidak akan merasa terbebani  dalam hidup; dan untuk memuaskan diri itu yang terpenting adalah tubuh  kita terpenuhi akan nutrisi, selalu gembira, dan sehat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ulurkan Tangan Anda<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selagi  kita bisa dan mampu maka dengan membantu orang lain dan memberi tanpa  harapkan sebuah pengembalian, maka suatu saat kita akan mendapatkan  balasan yang setimpal dengan satu catatan semua itu dilakukan atas dasar  sebuah keikhlasan. Dan yang paling penting adalah buang jauh-jauh  prasangka buruk terhadap apapun dan siapapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cinta dan Kasih </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penuhi  kehidupan anda dengan lautan kasih sayang dan gelombang cinta yang  tiada henti; karena dengan demikian kehidupan ini akan terasa indah  sehingga kita bisa menikmati hidup dan bukan merupakan beban.</p>
<p>Jadi untuk bisa mendapatkan Kunci Kedamaian dan Ketrentraman dalam Kehidupan  minimal kita melaksanakan ketujuh hal diatas, dengan melaksanakan tujuh  hal diatas, maka kita akan tahu diri kita sendiri, karena untuk menjadi  orang yang TAHU DIRI itu sulit.</p>
<p>Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/ingin-damai-dalam-hidup-kenali-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sang Semut.. !!!</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 12:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-511" title="Semut Salaman" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/03/Semut-Salaman.jpg" alt="" width="127" height="66" /></a>Semut, serangga satu ini adalah satu ciptaan Allah SWT yang menurut saya begitu gigih dalam memperjuangkan dan meraih suatu keberhasilan dalam hidup,  begitu rukun dan ramah antara satu dengan yang lainnya. Jika kita amati secara mendalam perilaku semut, sangat bagus untuk kita jadikan filosofi dalam hidup kita, apakah yang terbersit dalam alam pikir kita ketika melihat semut, dalam sekilas kita akan merasa sebal dengan semut, karena semut akan mengganggu makanan dan terlihat kotor, namun dibalik itu semua dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga dari sosok semut ini.   <span id="more-508"></span>Filosofi itu antara lain :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Semut selalu menyapa ketika berpapasan dengan sesama semut, dan dia tidak memandang semut itu siapa, asal dari mana, keturunan siapa, pekerjaannya apa dan sebagainya dan sebagainya. Setiap bertemu tanpa pikir panjang akan saling menyapa. Manusia belum tentu bertemu dengan manusia lain akan saling menyapa apalagi belum kenal, padahal dengan saling menyapa kita akan semakin menambah teman dan mempererat tali silaturahim, lalu mengapa terkadang kita sering mengabaikan hal ini, banyak hal dan faktor yang menjadi penyebabnya, mungkin merasa minder, tidak setingkat, merasa lebih rendah atau bahkan sebaliknya. Sobat tidakkah kita malu dengan semut yang hanya binatang namun memiliki kerendahan hati yang dalam untuk saling menyapa ketika bertemu.</li>
<li>Semut adalah sosok binatang yang gigih dan pantang menyerah, ia tidak akan pernah mundur walau halangan dan rintangan menghadang dia, karena ketika mereka terhalang dan Anda berusaha menghentikan langkahnya, maka semut akan mencari jalan yang lain.  Bahkan mereka akan terus berbaris beriringan mengikuti langkah pemimpinnya sampai pada tujuannya.   Semut akan berjalan naik ke atas, berjalan turun ke bawah dan bahkan berkeliling sampai menemukan jalan.   Dan manusia terkadang cepat putus asa jika apa yang ia lakukan menemukan jalan buntu tidak ada keinginan untuk mencari jalan keluar yang lain, dan rasa putus asa inilah yang kadang menjadi penyebab kegagalan dari sebuah cita-cita, Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi untuk meraih cita-cita kita, jangan pernah menyerah untuk mencari jalan keluar sampai tujuan tercapai.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut selalu berasumsi bahwa musim dingin adalah musim panas, yang mengadung makna bahwa semut mengumpulkan makanan mereka untuk di musim dingin pada saat pertengahan musim panas, tidak ada kamus berhenti mencari dan mengusung makanan pada diri semut, ketika makanan dan sumber kehidupan masih ada, akan ia ambil sampai habis baru mencari sumber-sumber kehidupan yang lainnya. Namun pada diri manusia terkadang tidak begitu mempertimbangkan dan memperhatikan bahwa kehidupan terus berputar dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa atau kehidupan setelah ini, sehingga terkadang kita lalai untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.  Sobat akankah kita hanya berpangku tangan menunggu apa yang sudah kita dapati, cukup puas dengan sebuah keberhasilan dan tidak ada keinginan untuk berbuat lebih dalam kebaikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Semut telah memiliki hak dan tanggungjawab masing-masing tidak pernah ada rasa iri, cemburu bahkan saling berebut apa yang telah dilaksanakan oleh semua, tidak ada semut sikut kiri sikut kanan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak dan tanggungjawabnya, namun pada diri manusia selalu saja ada rasa iri, dengki dan cemburu antara satu dengan yang lainnya, entah cemburu karena melihat keberhasilan, kebahagiaan atau bahkan kesuksesan orang lain. Sobat mengapa kita tidak berusaha untuk bisa menjadikan keberhasilan, kebahagian dan kesuksesan orang lain sebagai motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin empat hal diatas dapat kita jadikan sebagai bahan untuk merenungkan kembali filosofi kehidupan semut yang ternyata bagus juga untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita, sehingga akan dapat menjalankan kehidupan ini dengan lebih nyaman lagi. Intinya adalah filosofi semut yang dapat kita tiru adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bersikap ramah dan membudayakan saling menyapa terhadap sesama untuk menyambung tali silaturahim.</li>
<li>Selalu gigih dan pantang menyerah dalam usaha menggapai cita-cita.</li>
<li>Tidak mudah putus asa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya</li>
<li style="text-align: justify;">Jauh dari rasa iri dan dengki terhadap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan orang lain, jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mewujudkan cita-cita.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/belajar-dari-sang-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulat, Kepompong, Kupu-kupu Refleksi Sebuah Kehidupan</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif"><img class="alignright size-full wp-image-500" title="kupu_metamorph" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu_metamorph.gif" alt="" width="150" height="138" /></a>Mendengar kata ulat yang terbayang dalam angan kita adalah sosok makhluk yang begitu menjijikan dan terbayang sebuah kerasukan, tidak sedikit orang yang begitu geli dan bahkan jijik bila melihat ulat, belum lagi ulat adalah makhluk perusak karena ketika makan tidak akan berhenti sebelum yang dimakannya habis, sehingga ulat begitu identik dengan sifat-sifat yang kurang baik, namun ketika ulat tersebut telah menjadi kupu-kupu terlihat sebuah keindahan dan ke-elokan dari makhluk ciptaan Tuhan. Makanannya pun serbuk sari dari kuncup-kuncup bunga dan apa yang dilakukan kupu-kupu adalah sebuah hal yang mulia karena dari kaki-kaki-nya akan menyebarkan benih-benih tumbuhan, serta terjadi persilangan tumbuhan secara alami.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-495"></span><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg"><img class="size-full wp-image-499 alignleft" title="Ulat" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Ulat.jpg" alt="" width="210" height="158" /></a>Ulat untuk menjadi kupu-kupu harus terlebih dahulu menjadi kepompong, itulah sebuah metamorfosa yang harus dilewati dan kita tidak mengalami Metamorfosa, dalam artian fisik yang sesungguhnya, tidak mengalami proses terlahir serupa telur, menjadi ulat, menjadi kepompong lalu terlahir kembali menjadi seperti kupu-kupu. Tetapi sebenarnya, dengan sebuah pemahaman bahwa manusia selalu mengalami perubahan hidup itu ya dan pasti.  Ada sebuah proses metamorfosa dapat terjadi pada manusia secara psikologis pada momen-momen tertentu dalam kehidupan, yang menandai berbagai macam perubahan, baik perubahan peran, perubahan kepribadian, perubahan kualitas hidup, bahkan perubahan nasibnya. Setiap proses perubahan yang terjadi, mengandung pilihan bijak individu, untuk berubah menjadi sosok yang lebih indah &#8211; bagaikan kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu pembeda antara manusia dengan ulat dimana ulat tidak memiliki pilihan, karena ia hanya akan menjadi kupu-kupu akan tetapi manusia justru memiliki kesempatan untuk memilih akan menjadi manusia yang bagaimana dan seperti apa, dan proses inilah yang merupakan sebuah metamorfosa dalam diri manusia, menumbuhkan motivasi dalam diri, mengambil keputusan, menjalani proses belajar, memaknai hidup dan menjadi (seperti) Kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ulat harus berubah menjadi kepompong baru akan menjadi kupu-kupu, sedangkan manusia lahir sebagai bayi berkembang yang kemudian menjadi anak-anak terus menginjak remaja berubah sebagai manusia dewasa untuk mempersiapkan diri menghadapi hari tua-nya dengan sebuah kebahagiaan. Yang dapat kita ambil dari hikmah dalam sebuah metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu adalah :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Ulat, adalah sebuah makhluk hidup yang ia gunakan hidup-nya untuk makan dan makan tanpa ada tindakan apapun selain menghabiskan apa yang ia bisa makan, sama hal-nya dengan manusia ketika masih bayi hingga anak-anak karena masih dalam masa pertumbuhan baik fisik maupun psikis-nya, maka terkadang usia bayi dan anak-anak adalah masa-masa pembentukan jatidiri manusia.</li>
<li style="text-align: justify;">Kepompong perubahan dari ulat dimana ia tidak lagi makan, akan tetapi sudah terbungkus cangkang yang ia akan berpuasa tidak bergerak untuk bisa berubah menjadi kupu-kupu, jika dalam kehidupan manusia usia remaja hingga dewasa-lah hal ini kita lakukan, pada masa-masa remaja hingga dewasa manusia mulai bisa berpikir dan merenungkan akan apa yang akan ia lakukan dan perbuat untuk bisa menuju sebuah kesuksesan hidup. Jika memang ia habiskan waktu remaja dan dewasa-nya untuk foya-foya, bermalas-malasan, atau hanya berdiam diri, maka di hari tua-nya nanti hanya berbuah penyesalan, berbeda jika masa remaja hingga dewasa ia gunakan untuk belajar, bekerja keras, terus termotivasi untuk maju di hari tua kelak kebahagian hakiki yang ia peroleh.</li>
<li style="text-align: justify;">Kupu-kupu sebuah makhluk yang begitu indah dipandang dan menyenangkan, sosok kupu-kupu adalah buah dari hasil perjuangan kepompong dalam cangkang dan keluar dengan susah payah yang akhirnya memiliki sayap-sayap indah untuk terbang. Demikian hal-nya manusia jika kita bisa memanfaatkan waktu remaja dan dewasa dengan sebaik-baiknya, di hari tua tidak akan rugi karena tujuan hidup dapat tercapai.</li>
</ol>
<p>Potret bagaimana perjuangan ulat untuk menjadi kupu-kupu dapat kita lihat dalam video berikut :<a class="aligncenter" href="http://"><object id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="swliveconnect" value="true" /><param name="quality" value="high" /><param name="scale" value="showall" /><param name="salign" value="r" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="name" value="Kupu-kupu" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" /><param name="align" value="top" /><param name="bgcolor" value="#0066ff" /><param name="vspace" value="5" /><param name="hspace" value="5" /><embed id="kupu" style="width: 425px; height: 350px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/GTUgUEpqBrA&#38;feature" bgcolor="#0066ff" name="Kupu-kupu" wmode="transparent" salign="r" scale="showall" quality="high" swliveconnect="true" align="top" vspace="5" hspace="5"></embed></object></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan itulah sebuah potret metamorfosa sebuah makhluk hidup berupa ulat untuk bisa menjadi kupu-kupu ternyata diperlukan sebuah perjuangan yang tidak mudah dan ringan, akankah kita sebagai manusia hanya akan berserah dan berdiam diri saja untuk mencapai sebuah tujuan dalam hidup.  Untuk itu rekan Black Community Maka setidaknya untuk mencapai tujuan dan cita-cita dalam kehidupan kita, minimal kita harus melakukan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pertama, menentukan tujuan secara spefisik, begitu variatifnya tujuan hidup kita menjadikan kita tidak fokus akan apa yang menjadi keinginan kita dalam hidup ini, untuk lebih spesifik-nya kita bisa menentukan visi, misi dan tujuan dari kehidupan kita, karena ternyata hanya 5 persen di antara mereka yang memiliki tujuan yang spesifik. Selebihnya hanya tujuan yang ngambang yang tidak jelas cara pencapaiannya. Seperti, tujuan hidup adalah menjadi manusia yang berguna untuk nusa bangsa dan negara, menjadi manusia yang bermanfaat, dll.</li>
<li style="text-align: justify;">Kedua, buat keputusan untuk memulai melangkah dari langkah pertama sampai langkah terakhir. Punya tujuan hidup saja tanpa memutuskan untuk mulai melangkah tidak memiliki arti apa-apa. Karena bisa saja kita hanya terjebak pada niat kita ingin bertindak A atau berbuat B akan tetapi tidak segera melangkah, maka yang ada hanya sebuah konsep tanpa tindakan;</li>
<li style="text-align: justify;">Ketiga, fleksibel dalam menggunakan cara untuk mencapai tujuan bukan berarti meng-halal-kan segala cara. Satu cara bisa saja berhasil dan bisa juga tidak berhasil mencapai tujuan. Artinya, kalau satu jalan berhasil mencapai tujuan kita dapat menyumpulkan memang itulah caranya. Namun apabila satu<a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-502" title="kupu2 menghisap madu" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/02/kupu2-menghisap-madu.jpg" alt="" width="173" height="130" /></a> cara belum berhasil, jangan cepat putus asa. Ulangi kembali dengan cara lain yang berbeda sampai berhasil.</li>
<li style="text-align: justify;">Dan yang terakhir, keempat pahami hukum proses. Hukum proses mengatakan bahwa untuk mencapai satu titik maka diperlukan waktu tertentu. Bisa cepat, bisa juga lambat. Dan ini artinya, untuk mencapai satu tujuan tertentu tidak ada istilah karbitan, jalan pintas, karena semua butuh sebuah proses yang harus dilalui setiap tahapannya, tidak ada kesuksesan tanpa mengerti sebuah perjuangan dan kegagalan, tidak akan merasa bahagia tanpa senang memaknai rasa sedih dan duka.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan ke-empat langkah tadi tentunya harus disertai dengan doa dan motivasi tinggi untuk bisa mewujudkan apa yang akan kita capai, Ulat menjadi Kepompong  dan kepompong menjadi Kupu-kupu adalah Refleksi sebuah kehidupan yang pantas untuk kita maknai untuk memunculkan motivasi dalam hidup.   Demikian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/ulat-kepompong-kupu-kupu-refleksi-sebuah-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sempurnanya Kebahagiaan Dengan Bersyukur..</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bersyukur.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-489" title="bersyukur" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/bersyukur.jpg" alt="" width="118" height="116" /></a>Wajar jika kita dalam kehidupan ini selalu berharap untuk mendapatkan kebahagiaan, hanya bagaimana mendapatkan kebahagiaan itulah yang begitu sulit dan perlu belajar untuk memahami setiap sudut dalam peri kehidupan kita. Dan jika kita menyadari dan memahami ternyata sebuah kebahagiaan hidup itu kuncinya hanya satu yaitu : <strong>BERSYUKUR</strong>.   Saya dapatkan sebuah mailing list dari seorang rekan yang bunyi-nya begini <em>Something to share, take a moment to read&#8230;.it should make you smile as deep in your heart you know that is how we should live our life</em>, sebuah rangkaian kata yang begitu dalam makna-nya. Dan dalam menjalani kehidupan ini jika pada setiap pribadi seseorang bisa menanamkan pemahaman bahwa <strong>Saya tidak selalu memperoleh apa yang aku suka dan cinta, namun saya selalu berusaha untuk menyukai dan mencintai apa yang saya peroleh dan miliki</strong>, oh.. betapa indah-nya kehidupan ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-488"></span>Karena ungkapan diatas merupakan manifestasi terhadap rasa <strong>syukur</strong> kita. Rasa <strong>syukur</strong> merupakan kualitas hati yang sangat penting. Karena dengan bersyukur pada diri kita akan <strong>selalu dipenuhi dengan ke-damai-an, ke-tentram-an dan ke-bahagia-an</strong>. Dan <strong>Sebaliknya</strong>, jika tidak pernah bersyukur, maka kita akan <span style="text-decoration: underline;">selalu merasa terbebani, selalu kurang dan jauh dari kebahagiaan</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu muncul pertanyaan mengapa kita sulit untuk bersyukur, setidaknya <em>ada dua hal mendasar sehingga kita sulit untuk bersyukur</em>, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Satu, <strong>Dalam kehidupan ini kita terlalu fokus pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki</strong>. Rasa tidak puas dalam diri kita-lah penyebab-nya, dalam otak kita hanya dipenuhi dengan ke-inginan, ke-mauan dan harapan, terobsesi untuk menjadi yang ter- atau paling. Disaat kita sudah memiliki pekerjaan tetap, isteri cantik, kendaraan dan rumah yang sederhana, adakala-nya kita berharap lebih, yang tentunya hal ini harus didasarkan pada kemampuan dan potensi yang kita miliki. Dan jika obsesi itu belum terpenuhi kita akan terus memikirkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apakah jika kita mampu meraih semua ke-ingin-an itu akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi, jawab-nya adalah <strong>TIDAK SAMA SEKALI</strong>, hal ini dipicu karena kita tidak pernah merasa puas, kita ingin yang lebih lagi. karena betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi &#8216;KAYA&#8217; dalam arti yang sesungguhnya. <em>Orang yang &#8216;kaya&#8217; bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang kaya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki</em>. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi Kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tentram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Jangan terlalu sering melihat ke-atas tapi usahakan untuk selalu melihat ke-bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, <strong>kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain</strong>. Perasaan kita mengatakan bahwa si A lebih beruntung, Si B lebih cantik dan si C lebih Kaya, sehingga kemanapun dan dimanapun kita berada selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. <strong>Maka marilah kita berusaha untuk selalu bersyukur</strong></p>
<ol>
<li><em>Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.<br />
Bersyukurlah untuk masa-masa yang sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.<br />
</em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu. </em></li>
<li><em>Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu memberi pelajaran yang berharga.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mungkin mudah untuk Kita bersyukur ketika mengalami hal-hal baik. Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua itu akan menjadi berkah dan barokah bagi-mu..</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini yang saya rangkum dari berbagai sumber, terima kasih dan semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/sempurnanya-kebahagiaan-dengan-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temukan Kebahagiaan Itu Pada Diri Kita</title>
		<link>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/</link>
		<comments>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ekasulistiyana.web.id/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/jalan-hidup.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-482" title="jalan hidup" src="http://www.ekasulistiyana.web.id/wp-content/uploads/2010/01/jalan-hidup.jpg" alt="" width="124" height="124" /></a>Bahagia</strong> wow&#8230; sebuah harapan yang ingin dicapai oleh setiap insan didunia ini, dengan segala upaya manusia ingin mencapai bahagia itu, baik bahagia didunia dan di akherat. Manusia bekerja membanting tulang sebagai salah satu upaya untuk mencapai dan mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya dan orang-orang yang dicintainya. Manusia berusah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan untuk bisa menggapai kebahagiannya. Pendamping hidup yang tampan atau cantik, harta yang melimpah&#8230; benarkah itu syarat untuk mencapai kebahagiaan&#8230; jawabnya <strong>bisa ya&#8230; bisa tidak</strong> akan tergantung kebahagiaan apa yang kita inginkan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-479"></span>Menurut aku.. itu hanya sebuah ke-bahagia-an semu saja, karena ke-bahagia-an yang sejati itu tidak akan jauh dari kita; karena ia berada pada diri kita sendiri, dan untuk bisa mendapatkan ke-bahagia-an sejati.. marilah kita mencoba untuk :</p>
<ol>
<li><strong>Membuka Mata</strong> karena dengan <em>membuka mata</em> kita akan menyadari bahwa  kita memiliki banyak hal yang berarti bagi diri sendiri ataupun orang lain.</li>
<li><strong>Membuka Mata Hati</strong>, karena dengan <em>membuka mata hati</em> kita akan mengerti dan memahami betapa kita dicintai.</li>
<li><strong>Membuka Diri</strong>, dengan <em>membuka diri</em>, maka ketulusan cinta dari orang lain akan dapat kita rasakan dan kita terima dengan ke-ikhlas-an.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Terkadang kita <strong>kurang merasakan ke-bahagia-an atau tidak bahagia sama sekali</strong> walau dikarunia harta melimpah kecantikan dan ketampanan wajah, hanya karena kita tidak <strong>tidak mau membuka hati</strong>, <span style="text-decoration: underline;">selalu berusaha meraih yang tidak dapat diraih</span>, memaksakan kehendak terhadap semua yang diinginkan, tidak mau menerima apa adanya dan kurang bisa bersyukur atas apa yang telah diterimanya. Terkadang juga banyak orang yang tergabung dalam sebuah komunitas yang begitu akrab, begitu peduli seperti pada komunitas-komunitas di <strong>Black Car Community atau di Black Motor Community</strong>, tapi mereka hanya terjebak pada sebuah kebahagiaan semu, sebuah pelampiasan dan tidak mampu mendapatkan kesejatian kebahagiaan dalam komunitas itu, hal ini bisa saja terjadi karena tidak memahami dan kurang mau berusaha untuk benar-benar menerima sebuah komunitas itu dengan kesungguhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manusia buta</strong> karena <em>egois</em> dan <em>hanya memikirkan diri sendiri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.</em> Ada orang yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan dan tidak diperhatikan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya adalah <strong>Kebahagiaan</strong> bersumber dari <strong>dalam diri kita sendiri</strong>. Jangan pernah berharap bahwa akan datang dari orang lain, <strong>karena jika berharap dari orang lain, kita harus siap dan rela untuk ditinggalkan dan bahkan dikhianati</strong>. Karenanya kita akan bahagia bila <strong>kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu marilah kita mulai untuk meraih kebahagiaan itu dengan : <strong>Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya</strong> atas apa yang telah Allah SWT berikan pada kita sesuai dengan apa yang kita lakukan, karena itulah yang terbaik bagi kita dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan sesuai kebutuhan kita tidak hari ini mungkin esok tidak esok mungkin juga lusa. Marilah kita terus berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang. Semoga rekan-rekan <em>Black Community </em>mampu untuk meraih sebuah kebahagiaan itu dari dalam diri kita.<em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tulisan ini semoga bermanfat terima kasih</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.ekasulistiyana.web.id/filosofi-hidup/temukan-kebahagiaan-itu-pada-diri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

