Kategori untuk Arsip Filosofi Hidup
Bagaimana Menggapai Sukses Dalam Hidup
Ditulis oleh admin dalam Bisnis, Filosofi Hidup pada 5 November 2011
Sukses atau kesuksesan menurut saya adalah sesuatu yang relatif, karena setiap manusia memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda, kita semua dalam kehidupan memiliki mimpi, namun mimpi kita akan selalu berbeda, mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sulit, karena definisi sukses itu akan berbeda satu dengan yang lain, namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu “Tercapainya suatu keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam menggapai harapan” yang membedakan adalah target sukses setiap manusia. Dengan demikian maka sudah barang tentu langkah-langkah dalam menggapai kesuksesan dalam hidup akan sama. Baca hingga selesai »
Ketika Roh Pendidikan Terabaikan .. !!
Ditulis oleh admin dalam Bahan Kuliah, Filosofi Hidup pada 4 Juni 2011
“Pendidikan adalah proses harmonisasi antara alam wiraga (dunia tindakan) dan alam wirama (dunia pengendalian)” (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, 2 Mei 1889 – 26 April 1959). Inilah fundamental pendidikan yang ditanamkan Ki Hajar Dewantoro waktu itu, sehingga dalam lambang dan” ruh” pendidikan Indonesia memiliki semboya Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso TUTWURI HANDAYANTI, jika insan-insan pendidik di negeri ini, pengambil kebijakan (Kemendiknas) dan juga manusia-manusia yang terhormat (DPR Komisi X) mengembalikan akar pendidikan negeri ini ke fundamental pendidikan yang ditancapkan oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, maka keadaan negeri ini akan tetap bersatu padu tidak tercerai berai oleh perbedaan pendapat, ras, partai status sosial dan lain sebagainya. Karena mereka hanya bertujuan pada pencapaian visi dan misi bersama Indonesia Raya, satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Lalu bagaimana sebenarnya potret pendidikan Indonesia, dulu, kini dan mendatang.
Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karso TUTWURI HANDAYANTI, merupakan salah satu penjabaran yang begitu cerdas dari dasar negara Pancasila, tidak sesederhana yang kita bayangkan dan baca, diperlukan kecerdasan dan kedalaman berpikir sehingga muncul “Ruh” pendidikan tersebut. Arti dari semboyan ini adalah: Ing ngarsa sung tuladha (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), Ing madya mbangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). Dulu .. dulu sekali para pendidik di negeri ini begitu cerdik dan cerdas dalam mengarahkan dan mendidik insan-insan calon pemimpin negeri ini. Dengan semboyan pendidikan yang ada dengan tetap berdasarkan pada Pancasila. Namun saat ini para petinggi negeri seakan tidak peduli dengan konsep pendidikan yang begitu indah dan agung. Reformasi yang diinginkan dan dijalankan sudah salah arah, tidak ada lagi pembatasan konseptual yang pasti, karena kebijakan yang diambil akan berganti dan beralih setelah 5 tahun berjalan se-umur pemimpin negeri ini dan yang menjadi korban adalah tunas-tunas bangsa karena kebijakan. karena egoisme dan karena idealisme sebagian golongan yang tidak memahami dan mengerti dengan sebenarnya “ruh” dari pendidikan itu sendiri. Baca hingga selesai »
Ayah.., Aku Takut Mati .. !!
Ditulis oleh admin dalam Cinta, Filosofi Hidup, Keluarga pada 5 Mei 2011
Rutinitas biasa jam 16.30 sampe rumah setelah seharian menggali pasir-pasir rejeki di hamparan safana kehidupan, masuk rumah melepas helm dan meletakkan tas di kursi, ketika baru mau melepas sepatu, terdengar suara lantang yang begitu aku kenal.
“Assalamu’alaikum,” tergopoh-goboh jagoanku masuk rumah sepulang ngaji.
“Walaikum salam Warrohmah,”jawabku sambil ku jabat erat tangannya.
Cepat-cepat ia ganti baju, lalu menghampiriku duduk di kursi teras rumah, seperti biasa aku tanyakan seputar sekolah pagi tadi dan bagaimana mengajinya tadi, dengan semangat ia bercerita, selesai bercerita lalu ia menanyakan sesuatu.
Baca hingga selesai »
Dari Perbedaan Itu Kita Wujudkan Pelangi Pernikahan
Ditulis oleh admin dalam Filosofi Hidup, Keluarga pada 13 Maret 2011
Ketika sesorang memasuki usia siap menikah, tentunya akan muncul beragam pertimbangan untuk membentuk sebuah keputusan dan pernyataan sikap “SIAP MENIKAH” menikah tidak hanya didasarkan dari kesiapan usia saja namun lebih jauh dan mendalam bahwa menikah membutuhkan pemahaman dan pengertian akan beberapa hal, minimal mengerti dan memahami empat hal berikut, maka menikah bukan satu hal yang menakutkan.











Terima kasih Komentar-nya