Branchless Banking, Salah Satu Upaya Mensukseskan Financial Inclusion

images1Branchless Banking, mungkin belum semua-nya tahu apakah itu .. ??; sebenarnya branchless banking sudah mulai di ujicoba oleh Bank Indonesia pada bulan Mei 2013 kemaren, yang pelaksanaan ujicoba ini di akhiri pada bulan Nopember 2013; dengan harapan pada akhir tahun ini akan diterbitkan aturan yang pasti mengenai pelaksanaan Branchless Banking. Sejauh ini beberapa perbankan sudah menerapkan dan melaksanakan kegiatan ini. Branchless Banking adalah jaringan distribusi yang digunakan untuk memberi layanan finansial di luar kantor-kantor cabang bank melalui teknologi dan jaringan alternatif dengan biaya efektif, efisien, dan dalam kondisi yang aman dan nyaman. Dalam transaksi perbankan tidak tergantung keberadaan kantor-kantor bank, karena layanan dan kegiatan keuangan dapat dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel atau bentuk lainnya.

Seberapa Penting EVA Bagi Perusahaan

imagesEVA .. .. ya..  EVA jangan dulu membayangkan itu sebuah sosok gadis cantik dan molek; karena EVA yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah Economic Value Added, sebuah pengembangan konsep biaya modal yang di perkenalkan oleh Stewart & Stern seorang analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart & Co pada tahun 1993.  Model EVA menawarkan parameter yang cukup objektif karena berangkat dari konsep biaya modal (cost of capital) yakni mengurangi laba dengan beban biaya modal, dimana beban biaya modal ini mencerminkan tingkat resiko perusahaan. Beban biaya modal ini juga mencerminkan tingkat kompensasi atau return yang diharapkan ivestor atas sejumlah investasi yang ditanamkan di perusahaan. Hasil perhitungan EVA yang positif merefleksikan tingkat return yang lebih tinggi daripada tingkat biaya modal.

Penerapan Balance Scorecard Pada Perusahaan

images8Berdasarkan pertanyaan dari rekan Choirul Anam, di tulisan sebelumnya pada blog ini “Empat Prespektif Dalam Penerapan Balance Scorecard”, tentang bagaimana menerapkan Balance Scorecard pada perusahaan atau organisasi yang profit oriented, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, akan saya coba untuk memaparkan disini, semoga mampu memberikan gambaran dan keterangan yang memuaskan. Dan tentunya saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada rekan Choirul Anam yang telah sudi mampir dan membaca tulisan-tulisan di blog ini, sekaligus saya minta maaf karena baru bisa memberikan jawaban atas pertanyaan anda saat in.  Yang perlu kita pahami bersama agar mencapai kesamaan persepsi bahwa “Balance Scorecard” adalah sebuah “Strategi” hal ini muncul bukan serta merta, diawali dalam studi yang dilaksanakan oleh Kaplan dan Norton (1992) terhadap 12 korporasi, didapat sebenarnya bahwa korporasi tersebut telah mengadopsi scorecard. Kapalan dan Norton melihat ada kelemahan kepada pengukuran kinerja yang dapat menonjolkan pencapaian tujuan  secara terpisah, bahkan cenderung kompetitif yang pada akhirnya mengakibatkan konflik korporasi.