Kejawen

Wayang Beber

Wayang, sebuah pertunjukkan seni budaya penuh dengan petuah dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan pada semua pribadi orang jawa, namun modernisasi telah menjadikan kesenian wayang sedikit terpinggirkan, apalagi anak-anak muda sekarang kurang menyukai kesenian Wayang, dari jenis serta bentuk Wayang begitu banyak, jika yang sering dilihat dan didengar tentunya semacam Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Potehi dan Wayang Orang, karena memang masih lumayan eksis di saat ini. Ada satu jenis wayang yang terancam punah karena memang hanya tinggal  dua di Dunia, dan ternyata salah satunya terletak di daerah kelahiran saya di Gunungkidul Yogyakarta. Wayang Beber namanya, disebut Wayang Beber karena karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita wayang yang dimainkan sang Dalang.

Kapan Wayang Beber ini mulai ada.. ?? setidaknya terdapat beberapa versi keterangan menyebutkan angkat tahun berbeda yang tentunya ketiga keterangan tersebut memiliki dasar tersendiri.

  1. Wayang Beber mulai ada sejak tahun 1283 dengan kisah andalan Panji Asmara Bangun; (source)
  2. Wayang Beber mulai ada sejak tahun (1727 – 1749), diyakini sebagai peninggalan Paku Bowono II.
  3. Wayang Beber mulai ada sejak tahun 1416 Zaman Majapahit dalam bahasan yang lain tersebut pula tahun 1361 Masehi atau tahun 1283 Saka.

Dari ketiga keterangan diatas memang diperlukan penelitian lebih lanjut sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah kapan sebenarnya Wayang Beber mulai ada. Dan untuk lebih melestarikan Wayang Beber tersebut tentunya diperlukan sebuah kepedulian dan karya nyata dari para generasi bangsa agar kesenian tersebut tetap dapat lestari.  Beberapa sumber yang pernah saya baca disebutkan bahwa  Wayang Beber  hanya ada dua versi yaitu :

  1. Wayang Beber Wonosari; untuk versi Wonosari pementasan wayang beber Dalang berada di depan Gambar Wayang, dengan alat penunjuk dalang akan menujuk tokoh-tokoh yang ia mainkan. Wayang Beber  Gelaran terdiri atas empat lembar gulungan yang terbuat dari kulit kayu pohon melinjo. Wayang ini dipentaskan oleh dalang dengan cara ditunjuk dan dibantu dua parogo yang bertugas memegangi dua ujung gulungan wayang beber di sisi kanan dan kiri. Wayang ini berbeda dengan wayang purwa yang cukup dimainkan oleh satu dalang. Wayang Beber yang ada di Wonosari Gunungkidul DI Yogyakarta mempunyai nama: Wayang Beber Kyai Remeng Mangunjaya. Pemiliknya adalah keturunan ke tujuh dari Kyai Remeng Mangunjaya yaitu Ki Supar.
  2. Wayang Beber Pacitan; versi Pacitan ini pementasan wayang Dalang berada di belakang Wayang yang di beber tersebut; Wayang Beber hanya dipentaskan untuk upacara ruwatan atau nadar saja. Wayang ini berbentuk lukisan di atas kertas, dengan roman seperti wayang kulit purwa hanya kedua matanya nampak. Sikap wayang bermacam-macam, ada yang duduk bersila, sedang berjalan, sedang berperang dan sebagainya. Lukisan wayang beber berjumlah 6 gulung, dan tiap gulung berisi 4 jagong atau adegan, yang terbuat dari kulit pohon ponorogo

Untuk melestarikan tersebut tidak harus mampu memainkan Wayang Beber akan tetapi dengan mencoba mengetahui, lalu menyukai dan mencintai akan seni Wayang Beber dengan harapan kita akan dapat memahami isi cerita dari Wayang Beber tersebut, sudah lebih dari cukup, dengan kecanggihan teknologi tentunya kita dapat saling share informasi tentang Wayang Beber ini sehingga tidak akan punah oleh usia, karena dari tulisan dan informasi yang kita sajikan tentunya akan banyak orang yang berusaha untuk mengetahui dan mempelajari Wayang Beber ini, dan jika ada yang memiliki kepiawaian dalam melukis dan menggambar bukan tidak mungkin dengan upaya melestarikan Wayang Beber ini akan dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Wayang Beber hanya tinggal dua di dunia ini tersimpan dengan bagus dan terawat  baik, masing-masing dipelihara dan dilestarikan dengan baik oleh yang memiliki dan warga sekitarnya. Satu terdapat di Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, namun tidak setiap waktu dapat dilihat untuk dapat melihat Wayang Beber Gelaran ini kita dapat mengunjungi Taman Budaya Yogyakarta karena disana ada duplikasinya.  Sedangkan satu-nya lagi terdapat di Desa Karang Talun Kelurahan Kedompol Kecamatan Donoroko Kabupaten Pacitan.  Kedua Wayang Beber tersebut adalah asli karena memang berasal dari satu tempat yaitu Keraton Kasunan Surakarta, dan dari kedua Wayang tersebut memang ada perbedaan dan persamaannya seperti tersebut diatas.

Similar Posts

11 thoughts on “Wayang Beber
    1. Kalo di Taman Budaya Yogyakarta masih sering mas.. apalagi di daerah Karangmojo, cuma memang hanya waktu tertentu saja.. tidak seperti wayang kulit keterbatasan Dalang juga jadi faktor utama sih

    1. ini wayang malah sudah ada sebelum wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan wayang potehi.. karena ada sejak Jaman Majapahit.. Gan.. jadi lebih tua

  1. Wayang merupakan salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan, khususnya diperkenalkan pada para gererasi muda. mengingat generasi muda sekarang ini cenderung lebih memilih teknologi modern daripada mempelajari budaya,

    salam kenal mbak/mas, sesama dari Wonosari nih.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.