Pada tulisan terdahulu Wayang Beber, telah disampaikan bahwa dalam pementasan terdapat dua versi yaitu versi Wonosari dan Versi Pacitan. Perbedaan dari kedua versi tersebut adalah pada posisi Dalang-nya, jika pada versi Wonosari posisi Dalang berada di depan Wayang Beber, sedangkan jika versi Pacitan posisi Dalan berada di belakang Wayang Beber. Namun perbedaaan kedua-nya tidak menjadikan suatu hal yang begitu pripsip dalam pelestarian budaya dari Wayang Beber itu sendiri, baik Versi Wonosari ataupun versi Pacitan telah memiliki ruh dan menjadi ciri khas masing-masing, karena dari perbedaan kedua versi tersebut didapat sebuah keragaman khasanah budaya juga. Yang terpenting adalah bagaimana upaya dari masing-masing untuk bisa terus lestari dan tetap menjadi kebanggaan budaya daerah yang memang perlu untuk terus dipertahankan.

Setidaknya adanya kemajuan teknologi ini mampu dan dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang begitu mencintai budaya tanah air dalam sebagai upaya dalam melestarikan budaya tersebut. Terus terang menang baru satu versi yang pernah saya lihat dan itupun tidak punya rekamannya sendiri karena memang waktu itu tidak sengaja ketika main ketempat saudara di daerah Karangmojo Gunungkidul kebetulan ada pementasan wayang beber ini, jadi ada kesempatan untuk bisa nonton, dan setelah itu ada yang cerita kalau model pementasannya sedikit berbeda dengan Versi Pacitan, setelah bertanya kesana kemari termasuk juga mencoba searching eh.. ternyata perbedaan yang paling mencolok adalah POSISI DALANG waktu mementaskan Wayang Beber ini.

Untuk bentuk jenis wayang beber itu sendiri, sebagai berikut :

[cincopa AsAAnfa4YKP1]

Dan ada juga contoh pementasan Wayang Beber dengan nuansa modern yang disajikan dengan mengikuti perkembangan jaman dan secara kebetulan yang mementaskan adalah salah satu Putra Bang Haji Rhoma Irama, seperti dalam video berikut :

Pementasan Wayang Beber

Jika melihat dan mengamati cuplikan pementasan Wayang Beber tersebut diatas, tentunya Wayang Beber akan lebih bisa di kembangkan dan dimodifikasi dengan tanpa meninggalkan pakem-pakem dasar dari Wayang Beber dengan harapan dapat terus lestari dan banyak anak=anak muda untuk mencintai dan melestarikan budaya yang begitu mempesona demikian tulisan ini semoga bermanfaat, terima kasih

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.