Budaya Keluarga

Seberapa Perlu Prenuptial Agreement Dilaksanakan.. ??

weddingPrenuptial Agreement secara singkat dapat kita definisikan sebagai perjanjian yang dibuat oleh calon pasangan suami isteri yang akan menuju pada jenjang pernikahan; Dan mungkin diantara kita belum melakukannya atau bahkan tabu untuk melakukannya.; tentunya sebelum melangkah pada jenjang pernikahan tanpa kita sadari sudah ada perjanjian pranikah tersebut meskipun secara tidak tertulis, nggak akan mungkin terjadi pernikahan tanpa ada kesepahaman dan kesepakatan antara calon pengantin khan. Nah.. yang dimaksudkan disini adalah perjanjian secara tertulis.
Tomy tataMungkin jika kita simak dan kita amati pada pemberitaan baik media elektronik atau surat kabar, banyak memberitakan tentang bagaimana para selebritis kita mengalami kegagalan dalam rumah tangga-nya sehingga berakhir pada perceraian; dan ternyata tidak berhenti sampai disitu saja, setelah cerai masih menyisakan masalah
pembagian harta, hak pengasuhan anak,; Bisa jadi perceraian terjadi karena ada kekerasan dalam rumah tangga merasa dikhianati dan sebagainya mungkin hal ini tidak terjadi jika dibuat prenuptial agreement., tentunya masih hangat dalam ingatan kita kasus Pasha Ungu  dan Oky; Ahmad Dhani VS Maia; Anang VS  Krisdayanti, atau bahkan kasus-kasus para selebritis kita yang lainnya dan masih banyak lagi, dimana hal tersebut bisa dihindari dan diselesaikan jika ada kesepakatan antara kedua-nya sebelum menikah;

Yang jelas Perjanjian Pranikah tersebut dapat dipergunakan sebagai landasan dan rambu-rambu bagi setiap pasangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga selain cinta, kasih dan sayang tentunya.  Jadi secara garis besar sebenarnya perlukah Prenuptial Agreement dibuat : Jawabnya ada pada diri masing-masing individu khan; May Be (Yes) May Be (No), akan tetapi yang jelas dengan adanya Perjanjian Pranikah menimal setiap pasangan mampu menjalani bahtera rumah tangga dan akan terhindar dari masalah-masalah yang terkadang mengganggu pada perjalanan bahtera itu, sehingga adanya prenuptial agreement dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada pernikahan (cerai contohnya).

Lalu apa yang bisa dimasukkan dalam perjanjian pranikah (prenuptial agreement):

  1. Tentang perlindungan hukum pada harta dan benda bawaan masing-masing;
  2. Kesepakatan untuk menghindari kekerasan dalam rumah tangga;
  3. Kesempatan untuk menghindari adanya poligami;
  4. Hak perwalian anak jika terjadi perceraian;
  5. Bisa juga berisi tentang kemungkinan perkembangan karier masing-masing.

Yang terpenting adalah isi yang dimasukkan dalam prenuptial agreement antara lain : “”semua hal yang menjadi kesepakatan antara dua pihak yang ingin menikah, yang tidak bertentangan dengan hukum agama, adat istiadat, kesusilaan dan tentunya tidak bertentangan dengan Undang-undang Perkawinan yang ada di negeri ini””.

Namun pada kenyataannya prenuptial agreement belum membudaya dinegeri ini, hal ini terjadi mungkin sebagian masyarakat di negeri ini memiliki beberapa alasan antara lain karena masih dianggap kasar, materialistik, dan tidak etis pada adat ketimuran, belum mengganggap sebagai satu kebutuhan dan masih beranggapan bahwa hal itu hanya menumbuhkan rasa egoisme pribadi. Yang tentunya benar tidaknya prenuptial agreement suatu kebutuhan dalam pernikahan atau memang hanya menifestasi egoisme pribadi akan tergantung pada masing-masing individu.

Nah.. tentunya bagaimana kita menyikapi dan melaksanakannya akan tergantung pada masing-masing individu.. mau mencoba… jika demi kebaikan Why Not. Semoga memberi manfaat dan terima kasih

Print This!

Similar Posts

2 thoughts on “Seberapa Perlu Prenuptial Agreement Dilaksanakan.. ??
  1. heeem uda jadi yee sitenya,, knapa gag dipublish seh…
    btw mending pake plugin thread nested untuk jawab respon komentar gitu…

    btw lagi gag ngerti hehehe ttg artikelnya,,, panjang sih

    “”Admin””..

    Mo di publish dimana.. h.e.h.e rencana mo tak publish di pintu sih.. di FB sudah tuch… h.e.he. ini juga masih belajar terus biar web-nya layak tampil.. h.e.he. makasih supportnya

  2. seandainya memang salah satu/masing-masing memiliki harta yang memang cukup berharga (baca:banyak), pre-nup memang tak ada salahnya, tapi …. kl masing2 aja g punya harta apa yg mau dibikin perjanjian, hehehe …

    tulisan yg bagus mas …

    “”Admin””

    Sebenarnya banyak cie yang dapat di masukkan dalam perjanjian pra nikah ini, salah satu contohnya tidak hanya masalah harta saja.. bisa jadi berisi agar terhindar dari adanya kekerasan dalam rumah tangga, bagaimana untuk mengantisipasi jika karier keduanya terus meningkat (karena terkadang perkembangan karier menjadikan komunikasi suami isteri buntu)… hak asuh anak dan pembagian harta gono-gini (jika terpaksa harus bercerai).. dan masih banyak lagi.. makasih Cie komentarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.