SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??

SKRIPSI, menjadi hantu yang begitu menakutkan bagi sebagian mahasiswa yang sedang menyelesaikan semester akhirnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran TIDAK MAMPU menyusun skripsi seharusnya tidak terjadi, karena jika sudah berada di semester terakhir secara akademik berarti sudah memiliki kemampuan untuk menyusun dan membuat skripsi itu sendiri, karena bekal untuk menyusun dan membuat skripsi sudah diperoleh di semester-semester sebelumnya.  Jadi, skripsi bukan HANTU yang menakutkan, karena membuat dan menyusun skripsi begitu mengasyikan, baca di sini , namun tentunya masih diperlukan beberapa hal agar kita benar-benar enjoy dalam menyusun skripsi namun hasilnya memuaskan dan sesuai dengan waktu yang telah diisyaratkan oleh pihak perguruan tinggi. Intinya adalah Skripsi harus disikapi dengan serius namun jangan sampai dijadikan sebagai mimpi buruk dan beban berat. Yakinlah bahwa manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, kesempatan hidup yang sama sehingga jika Si Pulan mampu seharusnya kitapun bisa,  yang diperlukan adalah : KERJA KERAS dan MAU BERUSAHA.

Mengapa, SKRIPSI menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi pada diri mahasiswa yang sedang menyusun skripsi karena hal ini akan menjadi satu kendalah besar nantinya, hal-hal tersebut  adalah :

  1. Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.
  2. Pemilihan topik yang kurang sesuai/tidak dikuasai, masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.
  3. Penentuan metode penelitian dan alat analisis yang tidak sesuai, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory.

Setelah ketiga hal diatas dapat kita atasi dan mampu kita sikapi dengan baik dan bijaksana maka dalam menyusun dan membuat skripsi kita-pun harus memperhatikan dan melaksakan hal-hal berikut ini :

  1. Mempersiapkan Diri. Hal wajib yang mesti dilakukan, persiapan yang paling penting adalah dari sisi MENTAL dan tentunya ke bahan pendukung lainnya, waktu dan financial juga tidak kalah penting dan ini harus benar-benar kita siapkan. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.
  2. Doa dan Restu. Berusaha saja tanpa diimbangi dengan berdoa makan pencapain tidak akan sempurna atau bahkan kita tidak akan mencapai satu kepuasan dalam pekerjaan, percaya atau tidak doa restu orang tua adalah tiada duanya. Niscaya kemudahan dan kelancaran dalam menyusun dan membuat skripsi akan kita dapatkan.
  3. Membuat Time Line. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.  Hal ini akan menjadikan kegiatan kita berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan jadual. Dan jangan sekali-sekali keluar dari Time Line yang telah kita buat sendiri
  4. Jadilah Orang Yang  Proaktif (Membuka Diri). Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.  Disisi lain kita juga harus mampu dan bisa share informasi dengan rekan-rekan yang juga sedang menyusun skripsi.
  5. Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Disatu sisi kita sudah merasa benar dan yakin bahwa skripsi kita bagus namun ternyata di tengah perjalanan Dosen Pembimbing memutuskan untuk ganti topik (mungkin saja terjadi), atau katakanlah sulitnya menemui Dosen Pembimbing, perbedaan pandangan dan latar belakang berpikir antara manusia itu akan menjadi kendala besar, jadi kita  harus bisa fleksible dan tidak mudah sakit hati.
  6. Jujur. Hindari keterantungan dengan  jasa “pihak ketiga” yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.
  7. Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Hmmm..
  8. Yakin Pada Diri Sendiri, ini sangat diperlukan karena jangan sampai kita terjebak pada sebuah keadaan

Tujuh point diatas harus sudah kita persiapkan sejak dini, karena keterlambatan dalam menentukan dan menyikapi hal ini akan menjadikan kita berada pada keterbatasan dan kemalasan, keterbatasan dari sisi waktu, biaya dan relationship karena semakin hari waktu akan selalu mengejar kita sehingga kita tidak bisa jalan ditempat yang ending-nya muncul sebuah kemalasan untuk melakukan dan mengerjakannya karena kita sudah terdesak. Keterbatasan dan Kemalasan itulah HANTU yang sebenarnya karena memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah KEGAGALAN.

Kesiapan dan kematangan berpikir serta mentalitas mahasiswa akan dipertaruhkan pada saat menyusun skripsi ini sehingga untuk bisa menyusun dan menelorkan sebuah karya ilmiah dari pikiran kita memang dibutuhkan pengorbanan, kesiapan mental, kerja keras dan tetap dengan semangat tinggi. Karena sebenarnya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk menuju sebuah kesuksesan dalam menyusun skripsi ini. Dan mudah-mudahan tulisan sederhana ini ada manfaatnya amiin.. !!!

2 comments for “SKRIPSI, Mengapa Masih Menghantui Sebagian Mahasiswa..??

  1. Mias
    26 May 2017 at 10:16

    Contact me please

  2. Mias
    26 May 2017 at 10:15

    Sy rasa ini sngat mmvsntu.
    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *