Perlunya Benchmarking Dalam Penentuan Strategi Usaha

Membicarakan masalah strategik adalah sebuah hal yang menarik, bahkan sangat menarik, dalam kegiatan apapun akan selalu membutuhkan strategi untuk mencapai sebuah tujuan akhir dari kegiatan yang kita laksanakan, demikian halnya dalam sebuah pengelolaan manajeman atau mungkin jika boleh disebutkan bagaimana mengelola kualitas management itu (Total Quality Management), sehingga konsep-konsep dari sebuah kegiatan akan dapat terlaksana dan teraplikasikan dengan baik, sehingga  maksud dari kegiatan dilaksanakan memperoleh hasil yang semaksimal mungkin.  Jika pada tulisan yang lalu yang membahas tentang Balance Scorecard, maka pada tulisan ini akan coba kita sajikan tentang Benchmarking.

Benchmarking adalah proses membandingkan kinerja proses bisnis dan metrik termasuk biaya, siklus waktu, produktivitas, atau kualitas yang lain secara luas dianggap sebagai tolok ukur standar industri atau praktik terbaik. Pada dasarnya, Benchmark menyediakan sebuah snapshot dari kinerja bisnis Anda dan membantu Anda memahami di mana Anda berada dalam kaitannya dengan standar tertentu.  Pada pemahaman yang lain bahwa benchmarking dapat diartikan sebagai metode sistematis untuk mengidentifikasi, memahami, dan secara kreatif mengembangkan proses, produk, layanan, untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Benchmarking yang sebenarnya akan mendorong kita untuk melihat jauh ke dalam proses-proses di pesaing kita (atau sejawat kita) yang sejenis, yang barangkali diimplementasikan dengan lebih baik dan terbukti memberikan kualitas hasil atau keluaran yang lebih baik. Juga benchmarking ini dapat membantu untuk mendapatkan ”jalan pintas”untuk mencapai tujuan (target), dengan meniru maka banyak hal dapat dihemat, antara lain kita dapat lebih mempersingkat proses pembelajaran (learning process), mengurangi kemungkinan kegagalan karena bisa belajar dari kegagalan dan kesalahan orang lain.

Dalam pelaksanaan Benchmarking ini sebenarnya adalah proses membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sehingga akan diperoleh informasi dan data mengenai aktifitas perusahaan hingga kelebihan dan kekurangan dari setiap perusahaan yang dibandingkan, dengan demikian akan diperoleh gambaran strategi bisnis yang akan diterapkan dalam usaha yang kita laksanakan.

Disamping adalah siklus Benchmarking yang terjadi dalam sebuah proses perusahaan dalam melaksanakan Strategi Manajemen.  Dalam siklus itu di jelaskan tentang apa yang dipergunakan sebagai dasar untuk menentukan apa yang akan di benchmark, kemudian menentukan apa saja yang akan di ukur sebagai untuk memilih dan menentukan kepada siapa akan dilakukan benchmark (pembanding), setelah itu maka pelaksanaan pengumpulan data-data yang diperlukan untuk dilaksanakan analisis data baru hasil dari analisis data tersebut dipergunakan sebagai pedoman untuk merumuskan tujuan dan merencanakan tindakan apa yang akan dipergunakan sebagai strategik perusahaan. Demikian terus menerus akan dilaksanakan oleh perusahaan untuk selalu memperbaiki dan merevisi keputusan strategik-nya sebagai salah satu upaya untuk memenangkan persaingan dan mendapatkan keunggulan bersaing yang optimal.

Sedangkan macam-macam Benchmarking itu sendiri adalah sebagai berikut :

  • Benchmarking Internal, yaitu dengan membandingkan operasi suatu bagian dengan bagian internal lainnya dalam suatu organisasi.
  •  Benchmarking kompetitif adalah dengan mengadakan perbandingan dengan berbagai pesaing
  • Benchmarking Fungsional ialah dengan mengadakan perbandingan fungsi atau proses dari perusahaan-perusahaan yang berada di berbagai industri; dan
  • Benchmarking Generik adalah dengan proses bisnis fundamental yang cenderung sama di setiap industri.

Untuk melakukan Benchmarking, maka dapat dilakukan dengan empat cara sebagai berikut :

  1. Riset in-house, melakukan penilaian terhadap informasi dalam perusahaan sendiri maupun informasi yang ada di publik
  2. Riset Pihak Ketiga, membiayai kegiatan benchmarking yang akan dilakukan oleh perusahaan surveyor
  3. Pertukaran Langsung, pertukaran informasi secara langsung dapat dilakukan melalui kuesioner, survei melalui telepon, dll
  4. Kunjungan Langsung, melakukan kunjungan ke lokasi mitra benchmarking (cara ini dianggap yang paling efektif )

Dengang melaksanakan Benchmarking, maka perusahaan akan memperoleh beberapa manfaat yang akan menjadikan perusahaan makin kokoh dan optimal dalam kegiatannya, manfaat dimaksud dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

 Item

Tanpa Benchmarking

Dengan Benchmarking

Memenuhi persyaratan pelanggan •  Berdasarkan historis•  Persepsi•  Rendah kecocokannya (low fit) •   Realita pasar•   Penilaian objektif•   Performa yang tinggi
Menetapkan sasaran dan tujuan yang efektif •  Kekurangan fokus eksternal•  Reaktif•  Industri yang tertinggal belakang •   Dapat dipercaya, tidak dapat diargumentasi•   Proaktif•   Industri yang memimpin
Mengembangkan tolok ukur produktivitas yang benar •  Mengejar proyek yang disenangi•  Kekuatan dan kelemahan tidak dipahami•  Rute resistensi yang paling kecil •   Memecahkan masalah yang riil•   Memahami keluaran•   Berdasarkan praktik industri yang terbaik
Menjadi kompetitif •  Berfokus secara internal•  Perubahan secara evolusioner•  Komitmen yang rendah •   Pemahaman yang nyata/kongkrit dari kompetisi•   Ide baru dari praktik dan teknologi•   Komitmen yang tinggi
Praktik-praktik pendidikan yang terbaik •  Tidak ditemukan•  Sedikit solusi•  Rata-rata kemajuan PT•  Aktivitas pengerjaan yang dadakan •   Pencarian yang proaktif untuk perubahan•   Banyak opsi•   Terobosan praktik usaha•   Performa terbaik

Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan dan kesuksesan penerapan Benchmarking, maka dapat dilihat indikator dibawah ini :

  1. Komitmen yang aktif untuk benchmarking dari manajemen
  2. Pemahaman yang jelas dan komprehensif bagaimana pekerjaan dilakukan sebagai dasar perbandingan terhadap praktik yang terbaik
  3. Keinginan untuk berubah dan beradaptasi berdasarkan temuan benchmarking
  4. Kesadaran bahwa kompetisi selalu berubah dan perlu mendahuluinya
  5. Keinginan membagi informasi dengan mitra benchmark
  6. Konsentrasi pada perusahaan terkemuka dalam bidang yang diakui oleh pemimpin
  7. Ketaatan pada proses benchmarking
  8. Usaha yang berkesinambungan
  9. Institusionalisasi benchmarking

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Literatur :

Camp.R. 1989. Benchmarking:The Search for Best Practise That Lead to Superior Performance, ASQC Quality Press. Milwaukee,WI
Marti, Jose Maria Viedma. 2004. Strategic Knowledge Benchmarking System:a knowledge-based strategic managemenr information system for firms. Jurnal Knowledge management, 2004-8-6 page 31
Tiwana, Amrit. 2000. The Knowledge Magement Toolkit. One Lake Street: Prentice Hall PTR

2 comments for “Perlunya Benchmarking Dalam Penentuan Strategi Usaha

  1. heru ss
    18 September 2017 at 17:35

    tkasih
    ijin share

    • admin
      26 September 2017 at 17:53

      silakan, terima kasih sudah mampir dan komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *