Bisnis Kuliah

Financial Inclusion Sebuah Konsep dan Pemahaman Sederhana

Financial Inclusion, sebuah hal baru dan masih belum dapat dipahami secara luas oleh semua lapisan masyarakat, financial inclusion bukan hanya sekedar “kemudahan akses perbankan” bagi masyarakat, karena jika kita cermati secara seksama bahwa semua perbankan di negeri ini sudah memberikan akses yang luar biasa bagi masyarakat, hal ini terbukti dengan semakin maraknya perbankan nasional merambah ke desa-desa dan memberikan kemudahan akses bagi pelaku usaha di desa-desa. Namun tidak dapat di pungkiri bahwa masyarakat terutama warga pedesaan belum dapat memanfaatkan kemudahan akses perbankan tersebut dengan optimal dan nyaman.

Masih banyak kendala yang tentunya perlu di sikapi terkait dengan pelaksanaan financial inclusion itu sendiri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya di pembukaan The First International Islamic Financial Inclusion Summit di Solo Jawa Tengah pada tanggal 13 s/d 18 Juli 2012, bahwa Financial Inclusion di artikan sebagai “Keuangan untuk Bersama“. Sebuah makna yang sederhana namun begitu dalam untuk kita cermati dan sikapi. Keuangan untuk bersama disini mengandung makna bahwa sistem keuangan mulai dari birokrasi keuangan dan ketermanfaatan keuangan tidak hanya menjadi milik dan hak orang-orang kaya (baca konglomerat) namun harus dapat di nikmati oleh semua lapisan masyarakat tidak peduli bahwa ia adalah orang miskin. Yang tentunya konsep ini harus dapat di laksanakan dengan kebijakan-kebijakan yang memihak pada si miskin. Beberapa kendala mendasar yang saat ini masih harus di cari jalan keluarnya oleh penentu kebijakan mulai dari perbankan hingga Bank Indonesia serta Menteri Keuangan adalah :

  1. Akses perbankan yang mudah bagi si miskin untuk bisa menikmati jasa perbankan, mudah disisi meliputi berbagai aspek;
  2. Perbankan yang murah dan terjangkau, hal ini tentunya berkaitan dengan bunga atau sistem bagi hasil yang jika perlu ada subsidi silang antara nasabah kaya dan nasabah miskin;
  3. Bank tidak sekedar menjalankan fungsinya sebagai lembaga keuangan untuk menyimpan dan menyalurkan dana pada masyarakat, akan tetapi ada program PEMBERDAYAAN TERHADAP MASYARAKAT.
  4. Membuat program pengentasan kemiskinan tidak sekedar memberikan BANTUAN LANGSUNG TUNAI, RASKIN dan bentuk-bentuk pemberian HIBAH dan SUMBANGAN yang bersifat membodohkan masyarakat, akan tetapi di ubah dengan sebuah pemahaman bahwa “pemerintah memberikan kail untuk memancing dan bukan memberikan ikan untuk di masak”.
  5. Mendidik masyarakat untuk paham uang dan bank, sehingga warga miskin nantinya menjadi Bankable;
  6. Yang paling penting adalah perbankan tidak rugi dalam pelaksanaan Financial Inclusion ini;

Namun tentunya tidak bijaksana jika upaya-upaya yang ditempuh pemerintah tidak di dukung oleh masyarakat secara menyeluruh, karena sebenarnya kekuatan perekonomian masa depan tidak lagi bertumpu pada orang-orang kaya, akan tetapi kekuatan perekonomian sebenarnya di negara ini adalah para pelaku usaha kecil dan menengah. Dan hal ini telah terbukti berulang kali Indonesia terlepas dari himbitan krisis ekonomi dan keuangan, karena UMKM di negeri inilah sebenarnya yang menjadi kunci dari keberhasilan negeri ini terbebas dari krisis ekonomi dunia beberapa waktu lalu. Dan dunia internasional telah mengakui itu semua, sehingga pada pertemuan-pertemuan tingkat tinggi Indonesia menjadi salah satu negara yang dijadikan barometer tentang keberhasilan keluar dari krisis ekonomi tersebut. Hal ini adalah peluang yang mampu di jadikan sebagai pijakan bagi pemerintah untuk mengembangkan dan menerapkan Financial Inclusion dengan baik, dan masyarakat harus menyambut baik akan hal tersebut; contoh negera yang telah berhasil dengan baik menerapkan Financial Inclusion adalah KENYA.

Bagaimana dengan Indonesia, akan sangat tergantung pada semua unsur dan elemen bangsa untuk memulai, melaksanakan dan mengevaluasi bersama agar negeri ini tidak lagi ada warga miskin. Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat, terima kasih.

Similar Posts

One thought on “Financial Inclusion Sebuah Konsep dan Pemahaman Sederhana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.