Dampak Buruk Sekolah GRATIS

Sejak diterapkannya Kebijakan Sekolah GRATIS pada beberapa strata pendidikan di negeri ini banyak sekali sisi positif yang bisa di nikmati oleh masyarakat, yang tentu saja juga memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan dunia pendidikan, beberapa dampak positif yang di rasakan adalah :

  1. Jaminan bahwa anak dari golongan kurang mampu dapat mengenyam pendidikan dengan baik;
  2. Jumlah anak putus sekolah makin sedikit karena biaya pendidikan ditanggung pamerintah;
  3. Jumlah penduduk yang mendapatkan pendidikan jejang nya makin tinggi.

Intinya bahwa Kebijakan Sekolah Gratis terhenti pada peningkatan dari sisi jumlah atau kuantitasnya saja, sehingga jika tolok ukur pemerintah pada jumlahnya maka dapat dikatakan program ini cukup sukses. Namun ada sebuah permasalahan yang cukup pelik terjadi di masyarakat dan ini belum begitu disadari, walau sebenarnya sudah terasa di masyarakat kita, akan tetapi kesadaran masyarakat belum begitu bisa dipahami bersama, bahkan mungkin pengambil kebijakan masih euforia atas keberhasilan program Pendidikan Gratis ini.

Padahal ada sebuah gunung es yang sedikit demi sedikit telah memunculkan letupan – letupan letusan dampak dari Pendidikan Gratis ini, beberapa hal yang bisa di terjemahkan dari kondisi masyarakat antara lain adalah :

  1. Adanya pergeseran moral masyarakat, karena merasa pendidikan diperoleh secara murah bahkan gratis, tanpa sebuah nilai – nilai perjuangan yang berarti;
  2. Kualitas lulusan, karena merasa bahwa sekolah gratis peserta didik begitu mudahnya mengabaikan sebuah proses pembelajaran;
  3. Penghargaan, orang tua seperti tidak berarti di mata anaknya, karena anak merasa orang tua tidak ada perjuangan dan biaya yang harus di keluarkan untuk membiayai anak – anaknya.
  4. Akibat terbesar adalah MORALITAS dan ATTITUDE peserta didik, ada sebuah contoh kasus di masyarakat bahwa suatu saat seorang anak di ingatkan oleh orang tua nya untuk rajin belajar dan sesekali membantu orang tuanya agar sukses dalam pembelajarannya di sekolah, dan jawaban cukup mengejutkan keluar dari si anak, “Yah .. sudah tidak membiayai sekolah saya, kok mengatur kehidupan saya”, … Jlebbbb orang tua mana yang tidak mengurut dada dan berurai air mata jika dapat jawaban dari anak yang di banggakannya, seperti itu…. dan ini real terjadi …  namun mudah – mudahan hanya dua kali saya dengar dan melihat hal ini terjadi.

Lalu, bagaimana agar pemerintah tetap dapat melaksanakan Kebijakan Sekolah Gratis, namun bisa lebih tepat pada sasaran dan benar – benar mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas peserta didik, hal yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah dan penentu kebijakan adalah, berikan Kebijakan Sekolah Gratis tersebut dengan sistem subsidi silang dan bukan “hantam kromo” seperti saat ini, anak – anak yang dari golongan mampu dan berkecukupan mendapatkan fasilitas dan pendidikan gratis yang sama nilainya dengan anaik – anak yang dari golongan yang tidak mampu. Berikan sekolah gratis itu untuk anak – anak yang dari golongan anak tidak mampu dan yang benar – benar membutuhkan bantuan, sehingga rasa keadilan dan rasa perjuangan itu tetap akan terpatri di benak peserta didik sehingga akan bisa mengerti dan memahami akan sebuah arti “Perjuangan dan Menghargai Orang Lain”.

Semoga tulisan ini bermanfaat terima kasih.

 

Sumber Gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *